GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 151. Janji Li Zhe Liang


***Aula Besar Kota Shang Ri La***


Tetua Huo Guang membalas serangan Tetua Peng Mu. Kedua Tetua itu sudah mencapai kultivator tingkat enam dan berada di Tahap Penguasaan Jiwa. Kekuatan spiritual mereka berdua seimbang.


Pertarungan sengit sudah berlangsung hampir setengah jam lamanya dan masih belum terlihat siapa yang akan menang di antara Tetua Peng Mu dan Tetua Huo Guang.


Yang Ruo Li sengaja menghela napas panjang dan menggelengkan kepalanya sambil menatap Huo Si Cheng dan Peng Xiao Ran bergantian.


"Aku duga kedua Tetua sengaja tidak menggunakan kekuatan maksimal dalam pertarungan. Keluarga Peng dan Keluarga Huo memang tidak berniat melindungiku dan ibuku," ucap Yang Ruo Li.


"Bukan begitu Ruo Li. Tetua Huo Guang berada di tingkat kultivator yang sama dengan Tetua Peng Mu. Akan sulit mendapatkan pemenangnya dalam waktu singkat. Jangan khawatir. Aku pasti akan menepati janjiku untuk menikahimu dan melindungimu selamanya," kata Huo Si Cheng sambil memberikan tatapan tulus ke Yang Ruo Li.


"Aku ingin sekali menjadikannya daging bakar sekarang," gerutu hati Yang Ruo Li.


Peng Xiao Ran pun tidak tahan mendengar ucapan tidak tahu malu dari Huo Si Cheng. Dirinya bertekad mengungkapkan kejelekan Huo Si Cheng di depan Yang Ruo Li.


"Kak Ruo Li jangan percaya kepada janji palsu Huo Si Cheng. Jangan lupa, dia adalah kakak sepupu Rong Xian. Selama ini Huo Si Cheng membiarkan Rong Xian yang selalu menindas Kak Ruo Li," kata Peng Xiao Ran.


"Ruo Li. Aku berani bersumpah melindungimu dan tidak melepaskan siapa pun yang berani menindasmu," ucap Huo Si Cheng.


Kecantikan Yang Ruo Li membuat Huo Si Cheng bertekad kuat mendapatkan gadis muda itu. Apa lagi ada bonus berupa api surgawi dan Qi Lin hewan roh suci legenda yang bisa dimanfaatkan olehnya jika berhasil memperistri Yang Ruo Li.


"Aku tidak perlu sumpahmu! Bantu aku balas dendam untuk membuktikan ketulusan hatimu!" jawab Yang Ruo Li sambil menunjuk ke arah Yang Rong Xian.


Yang Rong Xian gemetaran ketakutan melihat Yang Ruo Li menunjuknya secara tiba-tiba. Huo Si Cheng ikut menatap tajam ke arah Yang Rong Xian.


Penampilan Yang Rong Xian sekarang sangatlah menyedihkan. Rambut berantakan, mata membengkak karena menangis dalam waktu yang lama, dan juga pakaian yang compang camping akibat terkena percikan api tadi.


Huo Si Cheng merasa jijik melihat penampilan Yang Rong Xian sekarang. Sangat berbeda jauh dengan kecantikan Yang Ruo Li. Gadis muda itu bagaikan bunga yang bermekaran dengan indah.


Huo Rong sudah mati dan Yang Rong Le tidak diketahui menghilang ke mana. Hanya tersisa Yang Rong Xian, gadis muda yang tidak berguna. Huo Si Cheng membulatkan tekadnya untuk membuktikan ketulusan hatinya ke Yang Ruo Li.


"Ruo Li. Aku akan membalaskan dendam untukmu. Selama ini Rong Xian sering menindasmu dan meracunimu. Aku akan mencabut nyawanya sekarang!" kata Huo Si Cheng dengan yakin.


Huo Si Cheng menghunuskan pedangnya dan berjalan menghampiri Yang Rong Xian. Peng Xiao Ran tidak mau kalah dari Huo Si Cheng. Gadis jelek itu juga mengambil cambuk yang menggantung di sisi ikat pinggangnya.


"Kak Ruo Li. Aku pun bisa membantumu balas dendam. Sudah lama aku menahan diri melihat siksaan Rong Xian dan Huo Rong terhadapmu. Tenang saja. Keluarga Peng akan melindungimu," kata Peng Xiao Ran dan melangkahkan kakinya menuju Yang Rong Xian.


Tubuh Yang Rong Xian bergetar semakin hebat melihat Huo Si Cheng dan Peng Xiao Ran menghampirinya dengan tatapan membunuh.


"Kak Si Cheng! Aku adik sepupumu. Kenapa kamu ingin membunuhku?" tanya Yang Rong Xian sambil menatap ngeri pedang di tangan Huo Si Cheng.


"Aku tidak sudi mempunyai adik sepupu berhati busuk sepertimu. Kamu dan bibi Huo Rong bersikap kejam terhadap Ruo Li dan ibunya. Aku akan membalaskan dendam untuknya hari ini," jawab Huo Si Cheng.


Yang Rong Xian tahu dirinya tidak berhasil membujuk Huo Si Cheng sehingga menatap ke arah Peng Xiao Ran.


"Xiao Ran! Kamu teman baikku selama ini. Kamu telah berjanji akan menjadi sahabat baikku selamanya. Ibuku sudah meninggal. Kamu harapanku satu-satunya Tolong selamatkan aku," pinta Yang Rong Xian sambil memberikan tatapan memelas ke Peng Xiao Ran.


Peng Xiao Ran ingin menang dari Huo Si Cheng sehingga membicarakan semua keburukan


Huo Rong dan Yang Rong Xian. Ucapan Peng Xiao Ran dan Huo Si Cheng membuat kerumunan rakyat Kota Shang Ri La menjadi murka.


Mereka tidak menyangka Mu Dan menjadi gila karena racun dari Huo Rong. Sekarang Huo Rong sudah mati mengenaskan sehingga kemarahan mereka dilampiaskan ke Yang Rong Xian.


Sebagian besar dari mereka melemparkan sandal ke tubuh Yang Rong Xian dan memakinya dengan sumpah serapah serta kata-kata kotor. Sebagian lainnya memberikan tatapan iba kepada Yang Ruo Li karena selama ini gadis muda itu disiksa dengan kejam di Kediaman Keluarga Yang.


Pertarungan sengit antara Tetua Peng Mu dan Tetua Huo Guang diabaikan oleh kerumunan rakyat Kota Shang Ri La. Mereka lebih tertarik menghujat Yang Rong Xian serta melempar sandal ke sana.


Peng Xiao Ran dan Huo Si Cheng terpaksa melompat-lompat menghindari timpukan sandal karena keduanya berada di samping Yang Rong Xian.


***


Sementara Yang Ruo Li berdiri tenang sambil melipat kedua tangannya di depan dada. Gadis muda itu tidak terpengaruh dengan tatapan mata iba dari sekelilingnya.


Yang Ruo Li sangat yakin dengan kekuatannya sekarang. Tidak akan ada satu orang pun yang bisa menindasnya. Jika ada yang berani menindasnya, Yang Ruo Li akan membalasnya berpuluh kali lipat.


Yang Ruo Li menatap dingin ke arah Yang Rong Xian, Huo Si Cheng, dan Peng Xiao Ran yang masih menjadi sasaran amukan sandal rakyat Kota Shang Ri La. Gadis muda itu yakin nyawa Yang Rong Xian akan melayang tidak lama lagi.


Huo Si Cheng dan Peng Xiao Ran sama sekali tidak akan peduli dengan hubungan baik yang terjalin dengan Yang Rong Xian sebelumnya. Mereka berdua lebih mementingkan api surgawi.


Sebuah tangan besar secara tiba-tiba merangkul erat pundak Yang Ruo Li. Kemudian kepala gadis muda itu bersandar di dada atletis milik Li Zhe Liang.


Yang Ruo Li mengangkat kepalanya dan melihat jelas Li Zhe Liang sedang menatapnya dengan lembut.


"Zhe Liang," ucap Yang Ruo Li.


"Li Er. Aku akan melindungimu dan tidak akan membiarkan siapa pun menindasmu di masa yang akan datang," janji Li Zhe Liang.


Perkataan yang sama diucapkan oleh Peng Xiao Ran dan Huo Si Cheng sebelumnya. Akan tetapi, perkataan Li Zhe Liang membuat tubuh dan hati Yang Ruo Li terasa hangat dan nyaman.


***


Cie cie. Ada ga yang hatinya meleleh seperti Li Er karena ucapan Zhe Liang? Masih mau baca kelanjutan ceritanya kah?


Lanjut dong😍. Di tunggu nanti malam ya readers tercinta. Jangan lupa dukungan penuhnya untuk novel ini dan Zhe Liang-Li Er ya πŸ€—


Bab ini author up pukul 15.15 wita. Author bisikin nih. Si ulat keket akan muncul lagi ya πŸ˜‚πŸ˜‚. Rong Le benar-benar kecoak busuk yang masih bertahan hidup.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE