
***Di depan pintu masuk Portal Rahasia***
Rombongan Yang Ruo Li tidak menghampiri Li Zhe Liang karena pria dingin itu dan pasukan rahasia sedang menggunakan formasi melawan Kura-Kura Hitam. Setiap orang mempunyai posisi masing-masing di dalam formasi. Jika perhatian Li Zhe Liang dan pasukan rahasia teralihkan, maka akan membahayakan nyawa mereka karena formasi yang dibuat bisa gagal.
Posisi rombongan Yang Ruo Li berada dihalangi oleh rerumputan tinggi sehingga Li Zhe Liang tidak menyadari kedatangan gadis muda itu. Li Zhe Liang berkonsentrasi penuh melawan Kura-Kura Hitam agar bisa masuk ke dalam portal rahasia dengan cepat, mendapatkan api surgawi, rumput angin, dan mata bulan sehingga bisa pulang cepat ke perkemahan menemui Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li sangat yakin dengan kemampuan dan kekuatan Li Zhe Liang menghadapi Kura-Kura Hitam. Buktinya hanya dua puluh lima anggota pasukan rahasia saja yang ikut dalam barisan Li Zhe Liang menghadapi Kura-Kura Hitam.
Gadis muda itu menduga dua puluh lima anggota pasukan rahasia itu pasti dilatih sendiri oleh Li Zhe Liang karena gerakan maupun jurus yang mereka semua keluarkan sangat kompak mengikuti perintah Li Zhe Liang.
Sementara sisa pasukan rahasia lainnya berada tidak jauh dari pintu masuk portal rahasia. Mereka semua dalam posisi siap siaga dan pandangan mata ke arah pertarungan Li Zhe Liang dengan Kura-Kura Hitam.
Yang Ruo Li bisa menduga mereka adalah pasukan rahasia Li Zhe Liang karena pakaian berwarna hitam yang mereka pakai sama dengan pakaian Fu An. Lu Jing juga berada di antara mereka. Seorang wanita berdiri di samping Lu Jing. Wajah wanita itu mempunyai kemiripan dengan Fu An.
"Fu An! Wanita di samping Lu Jing adalah saudarimu?" tanya Yang Ruo Li.
"Benar sekali, Nona Ruo Li! Fu Rong adalah kakakku dan juga pemimpin pasukan rahasia," jawab Fu An.
Yang Ruo Li tersenyum kecil dan mengedarkan pandangannya lagi ke arah pasukan rahasia Li Zhe Liang. Semuanya terlihat masih muda, berusia antara dua puluh tahun hingga dua puluh lima tahun. Tiba-tiba pandangan mata Yang Ruo Li berhenti di tubuh seorang pria berpakaian putih yang terlihat mencolok karena warna oakaiannya yang berbeda. Pria itu duduk santai di atas batu besar.
Walaupun pandangan mata pria berpakaian putih juga sedang menatap ke arah pertarungan Li Zhe Liang dengan Kura-Kura hitam, akan tetapi ekspresi wajahnya sangatlah tenang seolah-olah sedang menonton pertunjukkan.
"Kak Feng Teng! Siapa pria berpakaian putih itu?" tanya Yang Ruo Li.
"Dia adalah Tuan muda Chong Yun, teman dekat tuan dan juga alchemist tingkat empat," jawab Feng Teng.
Chong Yun bertanggung jawab untuk merawat pasukan rahasia yang terluka dan menunggu pintu portal rahasia terbuka sepenuhnya untuk masuk ke dalam sana bersama Li Zhe Liang.
"Alchemist tingkat empat? Raja Obat? Pil elixir pelindung jantung adalah racikannya?" tanya Yang Ruo Li.
"Iya, Nona Ruo Li!" jawab Feng Teng.
"Jika ada waktu, aku akan beradu ilmu dengannya," kata Yang Ruo Li dengan antusias.
"Feng Teng yakin kemampuan nona Ruo Li melebihi Tuan muda Chong Yun," ucap Feng Teng.
Yang Ruo Li tersenyum lebar mendengar pujian Feng Teng. Akan tetapi, senyuman di wajah gadis muda itu menghilang seketika sewaktu melihat di sisi lain pintu portal rahasia ada rombongan Fu Jiu Yun di sana.
Rombongan Fu Jiu Yun sedang menatap tajam ke arah pertarungan Li Zhe Liang dengan Kura-Kura Hitam. Tetua Klan Huo sedang berbicara serius dengan Fu Jiu Yun. Yang Ruo Li juga menemukan Yang Rong Le serta Huo Si Cheng di dalam rombongan Fu Jiu Yun.
Mata Yang Rong Le berbinar-binar menatap ke arah Li Zhe Liang.
"Rong Le dan Rong Xian memang kembar. Keduanya sama-sama bermuka tembok!" kata hati Yang Ruo Li.
Suasana hati Yang Ruo Li menjadi jelek karena Yang Rong Le menatap lekat ke arah Li Zhe Liang. Akan tetapi, ada hal lain yang lebih mengganggu pikiran Yang Ruo Li yaitu adanya niat jahat dari rombongan Fu Jiu Yun terhadap Li Zhe Liang.
***
Dugaan Yang Ruo Li sangat benar karena rombongan Fu Jiu Yun memang sedang merencanakan sesuatu terhadap Li Zhe Liang.
Rombongan Fu Jiu Yun tiba lebih cepat dua puluh menit dibandingkan rombongan Yang Ruo Li. Pada saat mereka tiba, mereka melihat Li Zhe Liang memimpin pasukannya melawan Kura-Kura Hitam, penjaga pintu masuk portal rahasia.
"Di mana Ruo Li?" kata hati Fu Jiu Yun tepat pada saat melihat Li Zhe Liang.
Tidak ada sosok Yang Ruo Li di dalam pasukan berpakaian serba hitam sehingga hati kecil Fu Jiu Yun mengkhawatirkan keadaan gadis muda itu yang pingsan beberapa waktu yang lalu karena ulah Yang Rong Le.
Fu Jiu Yun memberikan tatapan tajam ke arah Yang Rong Le di dalam rombongannya. Akan tetapi, gadis muka tembok itu tidak menyadarinya karena tatapan matanya sudah melekat erat di tubuh Li Zhe Liang.
Ketampanan, kharisma serta kekuatan luar biasa Li Zhe Liang membuat Yang Rong Le semakin bertekad untuk memilikinya dan menyingkirkan Yang Ruo Li jauh-jauh.
Rombongan Fu Jiu Yun mengawasi jalannya pertarungan, lama kelamaan raut wajah sebagian besar dari mereka menjadi muram. Pada awalnya mereka beranggapan Li Zhe Liang dan pasukannya pasti tidak akan bisa melawan Kura-Kura Hitam dan tewas dalam waktu singkat. Akan tetapi, pertarungan selama dua puluh menit sudah berlalu dan Li Zhe Liang serta pasukannya tidak ada yang terluka. Bahkan terlihat jelas Kura-Kura Hitam mulai kewalahan dengan serangan balasan dari Li Zhe Liang.
Hal itu juga membuat kemarahan Fu Jiu Yun memuncak. Pria angkuh itu tidak menyangka Li Zhe Liang sangat kuat dan dipastikan berada di tingkat kultivator yang lebih tinggi darinya. Fu Jiu Yun ingin menggunakan cara kotor untuk menyingkirkan Li Zhe Liang.
"Pria itu sedang menggunakan formasi untuk mengalahkan Kura-Kura Hitam. Kita tidak bisa membiarkannya menjadi orang pertama yang masuk ke dalam portal rahasia," kata Fu Jiu Yun.
"Aku setuju dengan perkataan tuan muda Fu Jiu Yun. Api surgawi muncul di Hutan Tengkorak yang merupakan bagian dari Kota Shang Ri La. Api surgawi harus menjadi milik tuan muda Fu Jiu Yun dan bukan pendatang," ujar Tetua Huo Ren.
"Tuan muda Fu Jiu Yun! Kita bisa merusak formasi mereka sehingga pria itu akan mati di tangan Kura-Kura hitam dan tidak bisa merebut api surgawi milik Tuan muda Fu Jiu Yun," usul Huo Si Cheng.
Senyum samar tipis mengembang di sudut bibir Fu Jiu Yun. Perkataan Huo Si Cheng mencerminkan keinginan hatinya.
"Si Cheng! Rencanamu bagus, tetapi masih ada pasukan lainnya yang tidak ikut dalam formasi," kata Fu Jiu Yun.
Fu Jiu Yun mempunyai jiwa kepemimpinan dan tidak bertindak gegabah. Sekali bertindak , pria angkuh itu tidak akan menerima kekalahan karena semuanya sudah dipertimbangkan baik-baik terlebih dahulu.
"Pria misterius dan pasukan formasinya memiliki tingkat kultivasi paling tinggi. Kita Tetua Klan Huo akan mengacaukan formasi mereka, sedangkan Tuan muda Fu Jiu Yun dan pengawal bisa melawan sisa pasukan lainnya," usul Tetua Huo Guang.
"Baiklah! Kita jalankan sesuai saran Tetua Huo Guang!" ucap Fu Jiu Yun sambil tersenyum lebar.
Pria angkuh itu sudah membayangkan kematian Li Zhe Liang di depan matanya, sedangkan Tetua Huo San terlihat tidak begitu setuju dengan ide Tetua Huo Guang. Tetapi Tetua Huo San tidak bisa melakukan apa pun karena Fu Jiu Yun sudah menyetujuinya.
***
Halo readers . Bab ini up pukul 15.20 wita. Masih ada kelanjutannya nanti malam ya.
Apakah rencana rombongan Fu Jiu Yun berhasil?
FOLLOW AUTHOR LYTIE DI NOVELTOON DAN MEDIA SOSIAL YA READERS.
IG : lytie777
FB : Lytie
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE