
***Ruang Alkimia Paviliun Ru Yi***
Yang Ruo Li berada di ruang alkimia setelah menemui Ming Ye terlebih dahulu untuk meminta kepala pengurus Paviliun Ru Yi itu mempersiapkan beberapa bahan yang dibutuhkannya untuk membuat pil elixir.
Ruang alkimia Paviliun Ru Yi berada di bawah tanah. Ruangan itu tidak terlalu besar. Akan tetapi, perlengkapan tungku api untuk memasak sangatlah lengkap.
Yang Ruo Li memeriksa satu persatu tungku api itu untuk memilih tungku api yang mana akan digunakan olehnya nanti.
Gadis muda itu tertarik dengan sebuah tungku api berukuran sedang dan berwarna perak. Gagang pegangan kiri dan kanan tungku itu berukiran seekor burung phoenix yang sedang mengepakkan sayapnya. Burung phoenix itu mempunyai kepala seperti bentuk sisir dan ekor seperti burung merak.
"Nona Yang Ruo Li!" panggil Ming Ye sambil memberi hormat.
Ming Ye membawa semua bahan tanaman yang dipesan oleh Yang Ruo Li tadi dan meletakkannya di atas meja yang berada di samping deretan tungku api.
"Pengurus Ming Ye! Ini tungku api phoenix?" tanya Yang Ruo Li.
"Betul sekali, Nona Yang Ruo Li. Tuan muda Li Jian Ming baru saja membelinya dari pasar perdagangan kota lain dan memberikannya untuk Nona Yang Ruo Li," jawab Ming Ye.
"Oh! Ini pasti tungku api untuk memasak pil penawar racun naga api," ucap Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li teringat Li Jian Ming pernah berjanji akan mempersiapkan tungku api spesial untuknya.
Ming Ye menganggukkan kepalanya pertanda sependapat dengan perkataan Yang Ruo Li.
"Nona Yang Ruo Li! Sebagian besar bahan tanaman yang nona butuhkan ada di Paviliun Ru Yi. Hanya rumput angin dan batu bulan tidak ada. Kedua bahan itu sangat langka dan biasanya dijadikan pusaka keluarga oleh Klan besar yang mendapatkannya. Tuan muda Li Jiang Ming mencoba menawarkan bayaran yang tinggi untuk mendapatkannya dan masih belum berhasil," kata Ming Ye dengan raut wajah khawatir.
Yang Ruo Li tahu Ming Ye mengkhawatirkan racun naga api di tubuh Li Jian Ming. Selama belum mendapatkan rumput angin dan batu bulan, Yang Ruo Li tidak bisa memasak pil penawar racun naga api.
"Mungkin di portal rahasia bisa ditemukan rumput abadi dan batu bulan," kata hati Yang Ruo Li.
Rumput abadi dan batu bulan selain bisa dijadikan sebagai pil penawar racun api, juga bisa digunakan membuat pil elixir untuk memulihkan kesehatan Mu Dan sehingga Yang Ruo Li bertekad dalam hati untuk menemukan kedua bahan langka itu.
"Jangan khawatir, pengurus Ming Ye. Aku akan membuat beberapa pil embun es untuk Jian Ming. Pil embun es buatanku bisa menahan racun naga api untuk sementara waktu tanpa membuatnya parah. Jadi masih ada waktu untuk mendapatkan rumput abadi dan batu bulan," ucap Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li sangat percaya diri dengan pil embun es buatannya dan pastinya tidak memiliki efek samping memperparah racun naga api seperti pil embun es yang sedang dimakan oleh Li Jian Ming saat ini.
"Terima kasih Nona Yang Ruo Li! Ming Ye pamit dulu supaya tidak mengganggu nona memasak pil elixir," jawab Ming Ye dengan bersemangat.
Yang Ruo Li menganggukkan kepalanya.
***
Setelah kepergian Ming Ye, Yang Ruo Li memfokuskan diri membuat pil elixir dengan tungku perak berukiran phoenix itu. Gadis muda itu memutuskan membuat pil embun es terlebih dahulu untuk melihat mutu dan kualitas pil yang dihasilkan dari tungku api spesial itu.
Pil elixir dibagi menjadi tiga tingkatan kualitas yaitu kualitas rendah, kualitas menengah, dan kualitas tinggi. Setiap tingkatan kualitas dibagi menjadi level satu sampai level sembilan. Semakin tinggi levelnya, khasiat pil elixir itu semakin bagus.
Yang Ruo Li memasukkan bahan yang dibutuhkan untuk membuat pil embun es ke dalam tungku api phoenix. Urutan bahan itu harus sesuai formula, jika tidak maka seluruh prosesnya akan gagal. Setelah semua bahan berada di dalam tungku, Yang Ruo Li meletakkan kedua telapak tangannya di kedua sisi tunggu dan mulai mengalirkan kekuatan spiritualnya secara perlahan.
Sewaktu kekuatan spiritual masuk ke dalam tungku akan berubah menjadi api yang memasak bahan-bahan di dalamnya secara perlahan. Yang Ruo Li hanya perlu mengontrol besar kecilnya kekuatan spiritual yang akan digunakan untuk memasak.
Dua puluh menit kemudian Yang Ruo Li melepaskan pegangan tangannya dari tungku api phoenix. Tiga butir pil embun es terbang keluar dari dalam tungku. Yang Ruo Li membuka telapak tangannya dan tiga butir pil embun es mendarat di sana.
"Ruo Li!"
Suara panggilan dari seseorang membuat Yang Ruo Li terkejut dan secara tidak sengaja terpeleset jatuh.
Kedua mata Yang Ruo Li bertatapan dengan mata pria yang menolongnya.
"Terima kasih Jian Ming. Kenapa kamu bisa ke sini?" tanya Yang Ruo Li.
Gadis muda itu melihat ke arah genggaman tangannya dengan refleks. Senyuman tipis mengembang di sudut bibirnya karena merasa lega ketiga pil embun es tidak terjatuh dan rusak.
Dari tempat Li Jian Ming berdiri, pria muda itu melihat jelas wajah kanan Yang Ruo Li sehingga terpana dengan senyuman tipis di wajah gadis muda itu.
"Li Er!"
Terdengar suara tegas dan dingin dari arah belakang sehingga Yang Ruo Li dan Li Jian Ming membalikkan tubuh mereka bersamaan.
Li Zhe Liang berdiri di sana dan menatap tajam ke arah Li Jian Ming, terutama di bagian tangan Li Jian Ming yang masih memegang pergelangan tangan Yang Ruo Li.
"Zhe Liang!" kata Yang Ruo Li.
Gadis muda itu langsung berjalan menghampiri Li Zhe Liang, sedangkan Li Jian Ming menatap sekilas ke tangannya sendiri dengan perasan hati yang hampa. Tetapi pria lembut itu bisa menguasai suasana hatinya dengan cepat dan menunjukkan senyuman ramah ke Li Zhe Liang.
"Tadi aku hampir terjatuh dan Jian Ming menolongku," kata Yang Ruo Li.
"Ruo Li. Maafkan aku yang mengejutkanmu sehingga membuatmu hampir terjatuh," kata Li Jian Ming.
"Tidak apa-apa! Jian Ming ada keperluan mencariku?" tanya Yang Ruo Li.
"Kata Ming Ye, kamu bisa membuat pil embun es yang lebih bagus dan tidak membuat racun naga api di tubuhku bertambah parah?" tanya Li Jian Ming.
"Betul sekali, Jian Ming! Ketiga butir pil embun es ini untukmu," jawab Yang Ruo Li sambil memberikan pil embun es yang berada di dalam genggaman tangannya.
"Terima kasih Ruo Li. Ini pil embun es berkualitas tinggi level dua," kata Li Jian Ming setelah mengamati ketiga butir pil embun es itu.
"Semua karena tungku api phoenix," kata Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang tetap diam dan tenang mendengarkan percakapan antara Yang Ruo Li dan Li Jiang Ming. Akan tetapi, Li Jian Ming bisa merasakan aura dingin sedang menusuk dan menyelimuti tubuhnya, yang pastinya berasal dari Li Zhe Liang.
"Ruo Li!Terima kasih pil embun esnya. Masih ada hal lain yang harus ku kerjakan. Aku pamit dulu," kata Li Jian Ming.
"Baiklah!" jawab Yang Ruo Li.
Li Jian Ming menganggukkan kepala dan tersenyum ke arah Li Zhe Liang sebelum berjalan meninggalkan ruang alkimia.
***
Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 22.00 wita. Bab nya sudah panjang ya readers 🤗
He He He ! Zhe Liang cemburu nih.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
TERIMA KASIH
Salam sayang
AUTHOR : LYTIE