GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 162. Cemburu


***Paviliun Ru Yi***


Yang Ruo Li menghentikan laju pedang terbang di depan Paviliun Ru Yi. Kemudian gadis muda itu melompat turun diikuti oleh Li Zhe Liang dan Tetua Wu Yuan.


"Nona Ruo Li!" Dua orang penjaga yang berdiri di depan pintu masuk segera berlutut dengan satu kaki dan memberi hormat kepada Yang Ruo Li.


Mereka berdua termasuk ke dalam rombongan Pengurus Ming Ye yang pergi ke aula besar untuk menyelamatkan Mu Dan sehingga mereka mengikuti Qi Lin kecil pulang ke Paviliun Ru Yi bersama Pengurus Ming Ye dan para penjaga lainnya.


Sekarang semua orang Paviliun Ru Yi sangat menghormati dan kagum kepada Yang Ruo Li. Selain karena gadis muda itu berhasil mengikat kontrak dengan Qi Lin hewan roh suci legenda, juga dikarenakan pil elixir spiritual yang diracik oleh Yang Ruo Li sangat berkhasiat tinggi.


Para penjaga Paviliun Ru Yi yang ikut ke aula besar Kota Shang Ri La mendapatkan pil elixir itu dari botol kecil yang diberikan Yang Ruo Li ke Pengurus Ming Ye. Kekuatan spiritual mereka pulih dengan cepat setelah makan pil elixir itu.


"Jaga Paviliun Ru Yi dengan baik," pesan Yang Ruo Li kepada dua penjaga sebelum melangkahkan kaki masuk ke dalam Paviliun Ru Yi.


"Baik Nona Ruo Li!" jawab kedua penjaga dengan serentak dan semangat.


***


Ketika Yang Ruo Li berada di dalam Paviliun Ru Yi, gadis muda itu melihat Li Jian Ming serta puluhan kultivator tingkat empat dan tingkat lima sedang berjalan terburu-buru ke arahnya. Sepertinya mereka hendak keluar dari Paviliun Ru Yi.


Yang Ruo Li menghentikan langkah kakinya. Pengurus Ming Ye yang berada di samping Li Jian Ming segera berlari cepat menghampiri gadis muda itu.


"Syukurlah Nona Ruo Li sudah kembali dengan selamat. Tuan muda Li Jian Ming sudah mengumpulkan banyak kultivator untuk membantu nona Ruo Li di aula besar Kota Shang Ri La," lapor Pengurus Ming Ye.


Sementara Li Jian Ming melangkahkan kakinya dengan cepat menuju Yang Ruo Li. Wajah Li Jian Ming terlihat panik dan khawatir.


Sewaktu penjaga yang diutus oleh Pengurus Ming Ye berhasil menemukannya dan melaporkan tentang Mu Dan diculik oleh Keluarga Peng serta Keluarga Yang, Li Jian Ming langsung mengumpulkan kultivator tingkat empat dan lima sebanyak-banyaknya. Kemudian berangkat menuju Paviliun Ru Yi.


Ketika tiba di Paviliun Ru Yi, Li Jian Ming tahu Mu Dan sudah diselamatkan dan sedang diobati oleh alchemist Paviliun Ru Yi.


Dari laporan Pengurus Ming Ye, Li Jian Ming mengkhawatirkan keadaan Yang Ruo Li karena gadis muda itu sendirian menghadapi keempat keluarga terpandang sehingga memutuskan segera menyusul ke aula besar Kota Shang Ri La.


"Ruo Li. Apakah kamu terluka?" tanya Li Jian Ming sambil menatap ke tubuh Yang Ruo Li dari atas sampai ke bawah untuk memeriksa apakah ada luka di tubuh gadis muda itu.


Saat ini perhatian Li Jian Ming hanya fokus dengan keselamatan Yang Ruo Li sehingga tidak menyadari wajah gadis muda itu sudah berubah menjadi cantik.


Tiba-tiba tubuh Yang Ruo Li tertarik ke arah Li Zhe Liang. Pria dingin itu lagi-lagi menggunakan kekuatan spiritualnya untuk menarik tubuh Yang Ruo Li.


Tangan besar Li Zhe Liang memeluk erat tubuh Yang Ruo Li dan menempelkan wajah gadis muda itu ke dadanya sehingga Li Jian Ming hanya bisa melihat punggung Yang Ruo Li saja.


"Zhe Liang. Kenapa memelukku?" tanya Yang Ruo Li dengan suara kecil dan berusaha melepaskan pelukan Li Zhe Liang.


Pipi Yang Ruo Li sudah merona merah disebabkan Li Zhe Liang memeluknya secara tiba-tiba di depan umum.


Tangan Li Zhe Liang memegang kepala belakang Yang Ruo Li sehingga gadis muda itu tidak bisa menoleh ke arah Li Jian Ming. Yang Ruo Li hanya bisa pasrah dan tidak meronta sambil memantau apa yang ingin dilakukan oleh Li Zhe Liang.


Bersamaan dengan itu, Lu Jing dan Feng Teng yang baru keluar dari kamar Mu Dan, berjalan cepat menghampiri mereka semua. Kedua bawahan kepercayaan Li Zhe Liang itu mengerti maksud tuan nya menghalangi Li Jian Ming bertatapan langsung dengan Yang Ruo Li.


Tentu saja alasan utama karena Li Zhe Liang cemburu. Li Jian Ming adalah satu-satunya pria tampan yang tidak merasa jijik berteman dengan Yang Ruo Li disaat wajah gadis muda itu penuh dengan bercak hitam.


Apa lagi sekarang wajah Yang Ruo Li sudah berubah menjadi cantik maka besar kemungkinan akan membuat Li Jian Ming semakin menyukai Yang Ruo Li.


"Masalah Paviliun Ru Yi bisa diurus oleh Tuanku. Silakan Tuan muda Li Jian Ming meninggalkan tempat ini." Lu Jing mencoba mengusir Li Jian Ming secara halus karena mewakili kata hati Li Zhe Liang.


"Paviliun Ru Yi adalah hadiahku untuk Ruo Li. Tentu saja aku harus membantu ketika ada kekacauan di sini," balas Li Jian Ming sambil tersenyum lembut.


Aura dingin memancar dari tubuh Li Zhe Liang dalam hitungan detik. Yang Ruo Li merasa kedinginan sehingga mencubit pinggang Li Zhe Liang secara spontan dan berhasil melepaskan diri dari pelukan Li Zhe Liang.


"Aku baik-baik saja, Jian Ming. Terima kasih sudah membawa orang untuk datang. Zhe Liang sudah membantuku menyelesaikan masalah di aula besar. Untuk sementara mereka tidak akan berani membuat masalah di Paviliun Ru Yi," kata Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li tahu Pengurus Ming Ye yang mengutus orang untuk mencari Li Jian Ming sehingga pria itu mengumpulkan puluhan orang datang menbantunya. Niat baik dan tulus dari Li Jian Ming membuat Yang Ruo Li berterima kasih kepadanya.


Li Jian Ming tertegun sebentar sewaktu melihat wajah cantik Yang Ruo Li. Akan tetapi, Li Jian Ming menarik kembali pandangannya dari wajah Yang Ruo Li dengan cepat.


"Syukurlah Ruo Li baik-baik saja," ucap Li Jian Ming sambil tersenyum tulus.


Sementar itu para kultivator yang datang bersama Li Jian Ming, tidak memiliki sikap tenang seperti Li Jian Ming. Mereka semua menatap wajah Yang Ruo Li dengan tatapan mata berbinar-binar dan kagum dengan kecantikan gadis muda itu.


Tubuh Yang Ruo tertarik lagi oleh kekuatan spiritual Li Zhe Liang. Kali ini Li Zhe Liang berdiri tepat di depan Yang Ruo Li, menghalangi tubuh gadis muda itu.


Li Zhe Liang merasa kesal melihat begitu banyak mata menatap Yang Ruo Li. Li Zhe Liang merindukan bercak hitam di wajah Yang Ruo Li saat ini karena bercak hitam itu tidak akan menarik perhatian pria yang lain kecuali dirinya sendiri tentunya.


***


Halo readers. Gimana? Sudah tercium kan aroma cuka dari Zhe Liang? 😂😂😂


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya readers tercinta.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE