GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 54. Niat terselubung Shan Dian


***Kamar tamu tempat Li Zhe Liang menginap***


Ciuman dari Li Zhe Liang terasa lembut. Yang Ruo Li tidak menyangka pria yang selalu berpenampilan dingin dan tanpa ekspresi ini bisa memberikan ciuman yang hangat. Pikiran Yang Ruo Li dipenuhi dengan percikan kembang api yang bermekaran dimana-mana.


Yang Ruo Li memejamkan kedua matanya dengan rapat sehingga perasaan yang didapatkannya dari ciuman Li Zhe Liang semakin sensasional. Bahkan Yang Ruo Li bisa mendengar suara detak jantung yang kencang dari tubuh Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang menghentikan ciumannya. Senyuman tipis mengembang di sudut bibir Li Zhe Liang ketika melihat Yang Ruo Li masih belum membuka kedua matanya.


"Li Er masih mau di cium lagi?" tanya Li Zhe Liang.


Yang Ruo Li terkejut dengan perkataan Li Zhe Liang sehingga membuka matanya. Wajah tampan Li Zhe Liang terpampang jelas di mata Yang Ruo Li sehingga membuat gadis muda itu salah tingkah dan tidak berani menatap langsung mata Li Zhe Liang.


Ini pertama kalinya Li Zhe Liang melihat Yang Ruo Li salah tingkah di hadapannya sehingga membuat suasana hatinya semakin baik.


"Malam ini Li Er mau tidur sekamar denganku?" tanya Li Zhe Liang sambil menepuk-nepuk punggung tangan Yang Ruo Li. Kedua tangan Yang Ruo Li itu masih mencengkeram erat pakaian Li Zhe Liang.


"Tidak! Maaf!" ucap Yang Ruo Li dan buru-buru melepaskan cengkeraman tangannya di sana.


Li Zhe Liang mencubit gemas hidung mancung Yang Ruo Li sebelum turun dari tempat tidur. Yang Ruo Li pun ikut melompat turun dari tempat tidur dengan cepat.


"Selamat malam Zhe Liang. Sampai jumpa besok pagi!" ujar Yang Ruo Li dan melarikan diri secepat kilat dari kamar Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang menggelengkan kepalanya sambil tertawa kecil melihat sikap Yang Ruo Li, bagaikan kelinci kecil melarikan diri dari kejaran harimau besar.


***Kamar tamu tempat Yang Ruo Li menginap***


Yang Ruo Li menutup rapat pintu kamarnya dan menempelkan telinganya di depan pintu, untuk mencari tahu apakah Li Zhe Liang mengikutinya.


Setelah yakin Li Zhe Liang tidak akan mendobrak masuk ke kamarnya, Yang Ruo Li pun menarik napas dan menghembuskan napas berkali-kali untuk menenangkan perasaan hatinya.


"Bagaimana ini? Kenapa Zhe Liang menciumku? Kenapa aku membiarkannya?"


Yang Ruo Li berbicara sendiri sambil berjalan mondar mandir di dalam kamar. Sesekali tangannya memegang bibirnya secara tidak sadar. Masih terasa kehangatan bibir Li Zhe Liang di sana.


"Yang Ruo Li! Sadarlah! Fokus! Berpikir yang jernih!" ucap Yang Ruo Li sambil menepuk-nepuk pipi dengan kedua tangannya.


Pada akhirnya Yang Ruo Li memutuskan masuk ke dalam ruang dimensi untuk menenangkan diri.


***Ruang Dimensi***


Shan Dian alias Bai Hu menyambut kedatangan Yang Ruo Li dengan ramah. Dirinya langsung berlari ke arah Yang Ruo Li dan menggosok-gosokkan kepalanya ke kaki gadis muda itu.


Tentu saja Shan Dian ada niat terselubung melakukan hal itu. Shan Dian ingin membuat Yang Ruo Li menyukainya dan membawanya keluar dari ruang dimensi.


Dengan demikian dirinya bisa bebas dan mencari Li Zhe Liang untuk meminta tuannya membalas dendam terhadap Yang Ruo Li karena telah mengurungnya di dalam ruang dimensi.


"Bai Hu!"panggil Yang Ruo Li sambil mengangkat Shan Dian dan meletakkannya di siku pergelangan tangan, seperti menggendong bayi. Sesekali tangan Yang Ruo Li menepuk lembut tubuh Shan Dian.


"Aku ini hewan roh bintang enam! Bukanlah bayi maupun hewan peliharaanmu," protes Shan Dian di dalam hatinya.


Shan Dian berusaha menahan emosinya dan berpura-pura patuh di hadapan Yang Ruo Li. Shan Dian bisa merasakan suasana hati gadis muda yang sedang menggendongnya sangat baik.


"Kenapa aroma tuan bisa ada di pakaian wanita jahat ini?" kata hati Shan Dian.


Shan Dian merasa penasaran sehingga mencoba mengendus lagi untuk menemukan aroma Li Zhe Liang.


"Ada apa Bai Hu?" tanya Yang Ruo Li sambil mengangkat kedua tangan mungil harimau putih itu ke atas sehingga wajah Shan Dian berhadapan langsung dengan wajah Yang Ruo Li.


"Kenapa aroma tuan juga melekat di wajah wanita jelek ini?" kata Shan Dian di dalam hatinya lagi.


Yang Ruo Li sama sekali tidak menyadari kebingungan yang sedang dirasakan oleh Bai Hu alias Shan Dian. Suasana hatinya lebih tenang dan bisa berpikir jernih setelah menggendong Shan Dian.


"Jangan dipikirkan lagi! Zhe Liang menganggap ciuman itu sebagai bayaran dari bantuannya tadi. Lagi pula besok kita akan berpisah dan mungkin tidak akan pernah bertemu lagi," kata hati Yang Ruo Li.


Walaupun di lubuk hatinya yang paling dalam, Yang Ruo Li menyadari dirinya mulai menyukai Li Zhe Liang. Akan tetapi, waktu yang dilaluinya bersama Li Zhe Liang sangatlah singkat. Hanya satu hari ini saja jika tidak dihitung kebersamaan mereka di Hutan Tengkorak sehingga Yang Ruo Li tidak memiliki keberanian untuk menduga bahwa Li Zhe Liang juga menyukainya.


Mereka berdua berasal dari kerajaan yang berbeda dan pastinya Li Zhe Liang akan pulang ke tempat asalnya dalam waktu dekat, sedangkan dirinya akan menetap bersama Mu Dan serta Chun Hua di Paviliun Ru Yi.


Jadi Yang Ruo Li beranggapan lebih baik perasaan di dalam hatinya saat ini dipendam dulu karena masa yang akan datang belum terlihat jelas di pelupuk matanya.


"Bai Hu! Karena kamu sangat patuh, aku akan memberikan satu jeruk untukmu," kata Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li menurunkan Shan Dian dan mengambil satu buah roh berkualitas tinggi dari cincin penyimpan batu gioknya. Buah jeruk berlapis kaca itu diletakkan di hadapan Shan Dian.


"Kali ini tidak ada daging untukmu karena semua makanan tadi mengandung racun. Aku akan membawakannya lain kali," kata Yang Ruo Li sambil menepuk dua kali kepala Shan Dian dengan lembut.


"Aku pergi dulu!" lanjut Yang Ruo Li. Hanya hitungan detik Yang Ruo Li sudah menghilang dari hadapan Shan Dian.


Shan Dian menggelindingkan buah jeruk itu ke kiri dan ke kanan. "Di mana tuan berada? Mungkinkah wanita itu mendapatkan buah ini dari tuan?" kata Shan Dian.


Shan Dian menggulingkan buah jeruk itu ke atas sobekan jubah hitam dan membaringkan tubuhnya di sana. Matanya menatap ke atas sambil membayangkan Li Zhe Liang sedang menunggangi tubuhnya yang besar.


Kemudian Shan Dian melihat ke arah tubuhnya saat ini. Entah kapan kekuatan spiritualnya akan pulih kembali.


Shan Dian yakin jika kekuatan spiritualnya pulih, dirinya bisa keluar dari ruang dimensi ini dengan leluasa.


***


Halo readers tercinta. Mau lanjut tidak ceritanya hari ini juga?


He He He. Bab selanjutnya Yang Ruo Li akan membalas dendam terhadap orang yang memberinya racun cinta.


Di tunggu ya 🤗🙏


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE