
***Hutan Tengkorak***
Li Zhe Liang menghentikan laju pedang terbang tepat di depan pintu masuk Hutan Tengkorak. Lu Jing dan Feng Teng sudah menunggu di sana.
Li Zhe Liang melompat turun dari pedang terbang sambil memeluk pinggang Yang Ruo Li. Setelah mereka berdua mendarat di tanah, pedang terbang berubah wujud menjadi kecil seperti semula dan terbang menuju tangan Li Zhe Liang yang diarahkan ke sana.
"Li Er! Pedang terbang ini hadiah untukmu!"kata Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang memegang tangan Yang Ruo Li dan meletakkan pedang terbang ke tangan gadis muda itu.
"Untukku? Ini senjata spiritual abadi. Pasti mahal harganya," kata Yang Ruo Li.
"Li Er menolaknya?" tanya Li Zhe Liang sambil menatap tajam Yang Ruo Li.
"Tentu saja tidak! Terima kasih Zhe Liang," jawab Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li memegang pedang terbang dan mengamatinya dengan mata berbinar-binar sebentar sebelum menyimpannya ke dalam cincin penyimpan batu giok miliknya.
Yang Ruo Li sangat menyukai pedang terbang itu selain karena merupakan senjata spiritual abadi, juga dikarenakan pedang terbang itu hadiah pertama dari Li Zhe Liang untuknya.
"Zhe Liang! Aku pasti akan memberikanmu hadiah yang spesial nanti," janji Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li yakin dirinya pasti akan menemukan harta karun di dalam portal rahasia yang cocok dijadikan hadiah untuk Li Zhe Liang. Gadis muda itu tahu Li Zhe Liang mempunyai harta karun yang banyak di dalam cincin penyimpan batu rubi merah sehingga dirinya harus memberikan sesuatu yang belum dimiliki oleh Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li berjalan masuk ke dalam Hutan Tengkorak. Lu Jing dan Feng Teng mengikuti dari belakang.
"Li Er! Kita harus menuju ke mana sekarang?" tanya Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang ingin tahu bagaimana cara Yang Ruo Li mencari portal rahasia di dalam Hutang Tengkorak yang sangat besar dan luas.
"Zhe Liang! Kita bersembunyi dan menunggu kedatangan Fu Jiu Yun. Aku yakin Fu Jiu Yun sudah tahu di arah mana portal rahasia akan muncul.Kita bisa mengikuti mereka secara diam-diam," kata Yang Ruo Li.
Di dalam Hutan Tengkorak banyak monster besar dan berbahaya. Jika mereka mencari sendiri tempat portal rahasia muncul maka kemungkinan besar mereka akan ketinggalan jauh dari orang lain. Cara yang paling tepat adalah mengikuti Fu Jiu Yun secara diam-diam.
"Baiklah!" jawab Li Zhe Liang dengan singkat.
Lu Jing dan Feng Teng hanya bisa menahan diri untuk tidak mengatakan apa pun. Keputusan Li Zhe Liang mengikuti perkataan Yang Ruo Li sudah bulat sehingga Lu Jing dan Feng Teng hanya bisa patuh menjalankannya.
Padahal Fu Rong dan pasukan rahasia Li Zhe Liang sudah menemukan tempat portal rahasia berada dan membangun tenda di dekat sana untuk menantikan kemunculan portal rahasia.
Tepat saat portal rahasia terbuka, pasukan rahasia Li Zhe Liang bisa langsung berkelana ke sana untuk menemukan api surgawi, tetapi Li Zhe Liang mengikuti perkataan Yang Ruo Li sehingga Lu Jing dan Feng Teng khawatir kelompok keluarga terpandang ataupun kultivator lain akan masuk ke dalam portal rahasia terlebih dahulu dan mendapatkan api surgawi.
Yang Ruo Li memilih tempat yang bisa melihat jelas ke arah pintu masuk Hutan Terlarang. Kemudian gadis muda itu mengeluarkan saputangan dan mengelap permukaan batu besar.
"Zhe Liang! Duduk di sini!" kata Yang Ruo Li sambil menunjuk batu besar yang baru saja dibersihkan olehnya.
Suasana hati Li Zhe Liang sangat baik karena Yang Ruo Li menyiapkan tempat duduk untuknya. Akan tetapi, wajah cerah Li Zhe Liang berubah menjadi hitam sewaktu melihat
Yang Ruo Li mengambil empat buah batuan andesit berukuran kecil dan meletakkannya di empat penjuru dari tempat mereka berada yaitu timur, barat, utara, dan selatan.
Yang Ruo Li mengumpulkan kekuatan spiritual di ujung jari telunjuk dan membuat pola belah ketupat di udara, tepatnya di bagian batuan andesit berada.
"Formasi Tertutup!" teriak Yang Ruo Li.
Dalam sekejap mata terlihat garis putih yang menyatukan keempat batuan andesit berkedip sebentar kemudian menghilang.
"Zhe Liang! Formasi tertutup ini akan membuat keberadaan kita tidak terlihat dari luar, sedangkan kita bisa melihat mereka dari dalam," jelas Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang menganggukkan kepalanya perlahan. Walaupun ada sedikit rasa tidak senang di dalam hatinya karena Yang Ruo Li menggunakan batuan andesit pemberian Li Jian Ming, akan tetapi perasaan tidak senang itu ditutupi dengan rasa takjub terhadap kemampuan Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li bukan hanya ahli membuat racun. Gadis muda itu bisa menggunakan formasi dengan baik.
"Siapakah guru Ruo Li?" kata hati Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang masih belum memerintahkan Lu Jing untuk menyelidiki siapa saja alchemist tingkat tinggi di Kota Shang Ri yang kemungkinan besar adalah guru Yang Ruo Li. Pria dingin itu memutuskan akan memerintahkan Lu Jing mengusut hal itu sepulang dari Hutan Tengkorak nantinya.
"Zhe Liang! Apakah kamu lapar?" tanya Yang Ruo Li.
Gadis muda itu masih ingat perjanjiannya dengan Li Zhe Liang semalam yaitu menjadi pelayan pribadi selama berada di dalam Hutan Tengkorak.
"Li Er bisa masak?" tanya Li Zhe Liang.
"Bisa! Kebetulan aku membawa beberapa tanaman untuk bumbu daging bakar. Aku akan berburu beberapa ekor hewan liar dan memasaknya," jawab Yang Ruo Li.
"Li Er! Berhati-hatilah sewaktu berburu. Jangan pergi terlalu jauh dari tempat ini. Feng Teng akan mengikutimu dan menjagamu!" kata Li Zhe Liang.
"Baik, tuan! Feng Teng pasti melindungi nona Ruo Li dengan baik," kata Feng Teng.
"Terima kasih Zhe Liang! Aku akan segera kembali," kata Yang Ruo Li sambil tersenyum.
Li Zhe Liang menatap dengan saksama kepergian Yang Ruo Li dan Feng Teng ke arah timur dari tempat mereka berada. Kalau saja Li Zhe Liang tahu kepergian Yang Ruo Li kali ini akan membuat mereka terpisah, Li Zhe Liang pasti tidak akan membiarkan gadis muda itu pergi.
***
Apa yang terjadi sewaktu Yang Ruo Li berburu di dalam Hutan Tengkorak dan menyebabkannya terpisah dari Li Zhe Liang?
Selamat siang readers. Bab ini author up pukul 15.00 wita. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE