
***Hutan Tengkorak***
Wajah Yang Ruo Li menjadi pucat mendengar perkataan pengawal Paviliun Ru Yi. Gadis muda itu mencemaskan keadaan Mu Dan serta Chun Hua.
"Li Er! Kamu bisa memakai pedang terbang," saran Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang tahu Yang Ruo Li pasti ingin tiba di Paviliun Ru Yi secepatnya saat ini sehingga bisa menghemat waktu dengan memakai pedang terbang seperti saat mereka berangkat dari Paviliun Ru Yi ke Hutan Tengkorak sebelumnya.
"Iya!" jawab Yang Ruo Li.
Gadis muda itu mengeluarkan pedang kecil yang merupakan hadiah Li Zhe Liang dari dalam cincin penyimpan batu giok dan melemparkannya ke udara. Pedang kecil itu berubah bentuk menjadi besar dan panjang.
"Senjata spiritual abadi yang sangat indah!" puji Yang Rong Le secara spontan.
Gadis muda muka tembok itu menatap iri dan benci ke arah Yang Ruo Li secara terang-terangan. Semua keberuntungannya direbut oleh Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang menatap tajam ke arah Yang Rong Le sehingga membuatnya gemetaran ketakutan dengan aura dingin dari pria itu.
"Jangan bermimpi mendapatkan semua hal yang bukan milikmu! Kematian akan menjemputku dengan cepat!" ancam Li Zhe Liang.
Yang Rong Le jatuh terduduk di atas tanah disebabkan oleh aura membunuh yang terpancar secara jelas dari tubuh Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang memeluk pinggang Yang Ruo Li dan melompat ke atas pedang terbang dengan cepat.
"Simpan Lan Long dan Xue Qiu ke ruang dimensi," ucap Li Zhe Liang.
Gadis muda itu menganggukkan kepalanya dan melakukan perintah Li Zhe Liang untuk menyimpan Lan Long dan Xue Qiu ke dalam cincin lotus. Pria itu pun menyimpan Kera Purba ke dalam cincin dimensinya.
Dalam hitungan detik, sosok Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li menghilang dari Hutan Tengkorak bersama pedang terbang.
Mata Yang Rong Le memerah menahan amarah. Dirinya mendengar dengan jelas Li Zhe Liang mengucapkan kata cincin dimensi. Bagaimana mungkin Yang Ruo Li bisa mempunyai cincin dimensi yang langka? Cincin dimensi itu pastilah sepasang dengan cincin dimensi Li Zhe Liang.
Padahal kebanyakan kultivator dari keluarga terpandang hanya memiliki cincin batu safir, termasuk ibu kandung dan adik kembarnya. Hanya dirinya sendiri yang mempunyai cincin batu rubi dikarenakan merupakan summoner tingkat dua dengan monster rajawali sebagai hewan rohnya.
Sekarang Yang Ruo Li memiliki cincin dimensi langka, yang tentu saja lebih hebat daripada cincin batu rubi miliknya membuat perasaan hati Yang Rong Le hampir meledak karena rasa iri dan bencinya.
"Yang Ruo Li harus mati! Dia harus mati!" tekad hati Yang Rong Le.
Lu Jing dan Feng Teng pun melemparkan pedang terbang mereka berdua di atas udara dan melompat ke sana.
"Fu Rong! Lindungi Tuan muda Chong Yun dengan baik. Kita tunggu di Paviliun Ru Yi," kata Lu Jing.
"Baik!" jawab Fu Rong.
Kedua bawahan kepercayaan Li Zhe Liang itu segera menyusul ke Paviliun Ru Yi. Mereka berdua berfirasat Mu Dan berada dalam bahaya.
"Paviliun Ru Yi? Apakah pria itu pemilik baru Paviliun Ru Yi?" kata hati Yang Rong Le.
Gadis muka tembok itu mengira Li Zhe Liang adalah pemilik baru Paviliun Ru Yi yang terkenal di Kota Shang Ri La.
"Tuan muda Chong Yun. Bolehkah aku ikut denganmu?" tanya Yang Rong Le dengan wajah memelas.
Pada awalnya Chong Yun hanya merasa usil ingin mengerjai Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li sehingga memberi kesan dirinya mendukung Yang Rong Le.
"Maaf nona! Aku takut dibunuh Zhe Liang! Saranku sama seperti ancamannya. Jangan bermimpi mendapatkan semua hal yang bukan milikmu!" ucap Chong Yun sambil tersenyum lebar dan melanjutkan perjalanan bersama rombongan pasukan rahasia.
Fu Rong memimpin pasukan rahasia bergerak cepat meninggalkan Hutan Tengkorak. Mereka semua pun khawatir dengan apa yang terjadi di Paviliun Ru Yi. Rombongan pasukan rahasia tahu Paviliun Ru Yi adalah milik Yang Ruo Li sekarang dan gadis muda itu memiliki tempat yang spesial di hati Li Zhe Liang.
***
"Sial! Aku akan membunuhmu Yang Ruo Li! Pria itu milikku!" teriak Yang Rong Le dengan keras. Kali ini dirinya tidak bisa lagi menyimpan kemarahan yang meluap di dalam hatinya.
Gadis muka tembok itu mengeluarkan monster rajawali tingkat dua dari cincin penyimpan batu safir miliknya.
"Rong Rong! Kita ke Kediaman Keluarga Yang sekarang!" perintah Yang Rong Le setelah duduk di atas punggung hewan roh miliknya.
***
Yang Ruo Li bisa merasakan pedang terbang melesat dengan cepat dibandingkan ketika mereka berangkat ke Hutan Tengkorak. Senjata spiritual abadi dikendalikan dengan kekuatan spiritual sehingga gadis muda itu yakin Li Zhe Liang menggunakan kekuatan spiritual yang banyak supaya mereka bisa cepat tiba di Paviliun Ru Yi.
"Zhe Liang!" panggil Yang Ruo Li sambil menoleh kepalanya ke belakang karena Li Zhe Liang berada di belakangnya sambil memeluk erat pinggangnya.
"Ada apa, Li Er?" tanya Li Zhe Liang.
"Kamu bisa mengajariku cara menggunakan kekuatan spiritual untuk mengontrol pedang terbang," jawab Yang Ruo Li.
Gadis muda itu tidak mau Li Zhe Liang menggunakan lagi kekuatan spiritualnya dalam jumlah banyak. Pria dingin itu mengetahui maksud hati Yang Ruo Li.
"Baiklah," jawab Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang mengajari Yang Ruo Li cara mengontrol pedang terbang dengan kekuatan spiritual. Kepintaran gadis muda itu membuatnya cepat menangkap semua yang diajarkan oleh Li Zhe Liang.
Yang Ruo Li sangat bersemangat dan merasakan seolah-olah dirinya memiliki sepasang sayap sehingga bisa terbang sepuasnya seperti seekor burung.
"Zhe Liang! Peluk yang erat!" teriak Yang Ruo Li kegirangan.
Li Zhe Liang memeluk erat tubuh Yang Ruo Li dari belakang, bersamaan dengan pedang terbang itu melesat semakin cepat ke depan.
Lu Jing dan Feng Teng yang sudah hampir menyusul mereka berdua pun saling memberi isyarat mata. Kedua bawahan kepercayaan Li Zhe Liang itu sengaja memperlambat laju pedang terbang masing-masing untuk memberikan waktu berdua bagi Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li.
.***
Selamat siang readers. Bab ini up pukul 15.30 wita.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE