GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 150. Memperebutkan api surgawi


***Aula Besar Kota Shang Ri La***


Wen Hui Min tidak menyangka Yang Ruo Li mempercayai bujuk rayu Peng Xiao Ran dan mengeluarkan api surgawi dari tubuhnya.


"Yang Ruo Li bodoh! Aku akan membunuhnya dulu dan merebut api surgawi dari Keluarga Peng!" tekad hati Wen Hui Min.


Peng Xiao Ran dan Pejabat Peng Chong saling memberi isyarat mata dengan senyuman penuh kemenangan di sudut bibirnya. Mereka yakin Yang Ruo Li mempercayai perkataan mereka dan akan akan menyerahkan api surgawi.


Pejabat Peng Chong mengaitkan kedua tangannya di belakang punggungnya dan memberi isyarat kepada para bawahannya untuk maju menyerang Yang Ruo Li saat api surgawi sudah berhasil didapatkan oleh Peng Xiao Ran.


***


"Zhe Liang! Aku sadari anggota keluarga terpandang Kota Shang Ri La semuanya bodoh!" ujar Chong Yun.


"Keserakahan sudah menutup mata dan hati mereka semua. Godaan api surgawi sangatlah besar," tutur Lu Jing.


"Selama pemiliknya masih hidup maka api surgawi tidak bisa berpindah tangan. Mereka sama sekali tidak mengerti hukum kontrak api surgawi," kata Feng Teng.


Li Zhe Liang tetap diam dan tenang mendengar perkataan Chong Yun dan kedua bawahan kepercayaannya. Matanya fokus menatap Yang Ruo Li di tengah aula besar.


Mereka bertiga berbicara dengan suara kecil karena sihir energi pembatas yang dibuat oleh Li Zhe Liang tadi hanya untuk menutupi bau daging gosong yang menyebar dari tubuh terbakar Tetua Yang Sin.


***


"Pejabat Peng Chong! Jika aku menyerahkan api surgawi sekarang, kamu pasti akan melindungi nyawaku, ibuku, dan seluruh Paviliun Ru Yi kan?" tanya Yang Ruo Li sekali lagi.


"Iya! Pasti!" jawab Pejabat Peng Chong dengan yakin sambil menganggukkan kepala.


"Kak Ruo Li! Kediaman Peng akan menjadi rumahmu dan nyonya Mu Dan," ucap Peng Xiao Ran.


Kedua mata gadis jelek itu menatap intens ke api surgawi yang berada di atas telapak tangan Yang Ruo Li. Dirinya yakin api surgawi akan menjadi miliknya sekarang.


Sementara Tetua Wu Yuan tetap berdiri tenang di belakang Yang Ruo Li. Walaupun orang tua itu berfirasat Keluarga Peng tidak akan menepati janjinya, Tetua Wu Yuan tidak mengatakan satu kata pun untuk mencegah Yang Ruo Li.


Tetua Wu Yuan yakin dengan semua keputusan yang dibuat oleh Yang Ruo Li. Gadis muda itu tidaklah bodoh dan mudah terperangkap dengan bujuk rayu dari Pejabat Peng Chong serta Peng Xiao Ran.


"Xiao Ran. Terimalah api surgawi ini," kata Yang Ruo Li.


Peng Xiao Ran memekik kegirangan di dalam hatinya. Tepat pada saat gadis jelek itu mengulurkan kedua tangannya untuk memgambil api surgawi, seseorang mencengkeram lengannya dengan kuat.


"Huo Si Cheng! Apa yang kamu lakukan?" teriak Peng Xiao Ran kesal sambil menepis tangan pria itu dari lengannya.


Huo Si Cheng tidak menjawab pertanyaan Peng Xiao Ran. Pria itu menatap intens wajah Yang Ruo Li. Dirinya sama sekali tidak menyangka kecantikan Yang Ruo Li sangat luar biasa.


"Ruo Li. Berikan api surgawi untukku. Aku akan menikahimu. Keluarga Huo akan melindungimu," kata Huo Si Cheng sambil menatap lembut wajah Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li merasa jijik dan muak dengan muka tembok Huo Si Cheng. Sikap tidak tahu malu Huo Si Cheng sama persis dengan Yang Rong Le. Benar-benar membuat Yang Ruo Li merasa mual dan ingin memuntahkan isi perutnya ke wajah Huo Si Cheng.


***


Li Zhe Liang yang sedang duduk santai di kursi menatap tajam ke arah Huo Si Cheng. Aura dingin memancar dari tubuhnya sehingga membuat Chong Yun menggigil kedinginan.


"Lu Jing! Perintahkan Fu Rong dan pasukan rahasia untuk menghancurkan Keluarga Huo sekarang juga!" perintah Li Zhe Liang.


"Baik Tuan," jawab Lu Jing dengan patuh.


Li Zhe Liang menatap tajam ke aula besar. Pria dingin itu ingin tahu bagaimana jawaban Li Er nya akan lamaran dari Huo Si Cheng.


***


Yang Ruo Li berusaha menahan rasa mual, jijik, serta niatnya untuk menampar Huo Si Cheng saat ini juga. Pria muka tembok ini akan dijadikan bidak catur oleh Yang Ruo Li.


Kobaran api surgawi yang melayang di atas telapak tangan Yang Ruo Li masuk kembali ke dalam tubuhnya. Peng Xiao Ran melotot ke arah Huo Si Cheng karena pria itu menggagalkan rencananya mendapatkan api surgawi.


"Huo Si Cheng. Apa yang baru saja kamu katakan tadi benar?" tanya Yang Ruo Li.


"Aku tidak mungkin membohongimu Ruo Li. Kita akan menikah sekarang juga," jawab Huo Si Cheng dengan yakin.


"Xiao Ran berjanji Kediaman Peng akan menjadi tempat tinggalku dan ibu. Selain itu Peng Chong adalah pejabat kota Shang Ri La. Aku lebih aman berada di tempatnya," ucap Yang Ruo Li.


"Saat ini di Kota Shang Ri La, Tetua Klan Peng hanya ada satu orang saja, sedangkan Tetua Klan Huo ada tiga orang. Mereka bisa melindungimu dibandingkan Keluarga Peng," ujar Huo Si Cheng.


"Kak Ruo Li. Jangan percaya ucapannya. Tetua Huo San dan Tetua Huo Ren sudah meninggalkan Kota Shang Ri La," kata Peng Xiao Ran.


"Masih ada Tetua Huo Guang. Aku yakin Tetua Huo Guang bisa melindungimu Ruo Li," kata Huo Si Cheng.


"Kak Ruo Li. Tetua Peng Mu juga bisa melindungimu. Tetua Peng Mu lebih hebat dari Tetua Huo Guang," balas Peng Xiao Ran tidak mau kalah.


"Tetua Huo Guang yang lebih hebat!" ujar Huo Si Cheng.


Mereka berdua berdebat panjang di depan Yang Ruo Li. Keduanya tidak mau mengalah satu sama lain. Api surgawi harus didapatkan!


"Kalau begitu kedua Tetua bertarung saja. Aku akan menyerahkan api surgawi ke keluarga dari Tetua yang menang," ucap Yang Ruo Li dengan santai.


"Tetua Peng Mu! Bunuh Tetua Huo Guang!" perintah Pejabat Peng Chong.


Api surgawi yang hampir menjadi milik Peng Xiao Ran menjadi gagal karena campur tangan Huo Si Cheng. Pejabat Peng Chong menggunakan kesempatan mengambil kepercayaan Yang Ruo Li dengan membunuh Tetua Huo Guang.


Tetua Peng Mu segera menyerang Tetua Huo Guang. Kerjasama yang semula terjalin dengan tujuan membunuh Yang Ruo Li sudah berubah haluan. Hubungan kedua Tetua itu bukan lagi aliansi, melainkan musuh yang harus bertarung demi mendapatkan api surgawi untuk keluarga masing-masing.


***


Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 21.30 wita.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya. Zhe Liang akan turun tangan nih 🤗


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE