GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 123. Kemunculan Yang Rong Le


***Hutan Tengkorak***


Semburat merah di wajah Yang Ruo Li akibat pelukan dengan Li Zhe Liang membuat kecantikan gadis muda itu semakin mencolok. Chong Yun akui di dalam hati kecilnya kecantikan Yang Ruo Li melebihi kecantikan wanita nomor satu di Kerajaan Dong Ming.


Chong Yun terkejut dengan tubuh tinggi besar yang berdiri di hadapannya secara tiba-tiba sehingga pandangan matanya ke Yang Ruo Li terhalang.


Pria itu tidak berani membalas tatapan tajam dari Li Zhe Liang dan mengutuk kebodohan yang dilakukannya tadi. Matanya menatap ngeri bayangan monster naga bertanduk yang masih berada di punggung Li Zhe Liang.


"Zhe Liang! Apa yang terjadi? Bagaimana caramu mengendalikan monster naga bertanduk? Bukankah api surgawi sudah mengikat kontrak dengan wanita je… Yang Ruo Li?" tanya Chong Yun.


Perhatian Chong Yun sudah terfokus kembali ke Li Zhe Liang sehingga membuat tatapan mata pria dingin itu tidaklah setajam tadi. Li Zhe Liang tahu dengan pasti setiap pria pasti akan mengagumi wajah cantik Yang Ruo Li sehingga mulai menyesali keputusannya yang melepaskan gadis muda itu dari kurungan cincin dimensinya.


Hubungan pertemanan yang lama dengan Chong Yun membuat Li Zhe Liang tahu teman dekatnya itu hanyalah terkagum dengan kecantikan Yang Ruo Li dan tidak akan bertindak lebih.


"Bagaimana cara tuan menjinakkan monster naga bertanduk?" tanya Feng Teng dengan semangat.


Li Zhe Liang mengedarkan pandangan menatap para bawahannya dan Chong Yun yang sedang menunggu jawaban dan menatap penuh antusias ke arahnya.


"Pedang Api Kunlun!" ucap Li Zhe Liang.


Sebuah pedang besar dengan api kuning terang melayang keluar dari tubuh Li Zhe Liang dan mengayunkan mata pisaunya ke bayangan monster naga bertanduk secara bertubi-tubi.


Dalam waktu singkat bayangan monster naga bertanduk dipaksa masuk sepenuhnya ke dalam punggung Li Zhe Liang, sedangkan Chong Yun dan rombongan bawahannya memberikan tatapan kagum ke arah Pedang Api Kunlun.


"Senjata spiritual? Bagaimana caramu mendapatkan senjata ini?" tanya Chong Yun.


Li Zhe Liang sengaja tidak menjawab pertanyaan Chong Yun. Pria dingin itu masih mengingat jelas kesalahpahaman teman dekatnya terhadap Yang Ruo Li tadi dan ingin menjadikan kesempatan ini untuk memberi pelajaran kepada Chong Yun.


"Fu Rong! Bagaimana keadaan pasukan rahasia?" tanya Li Zhe Liang.


"Pasukan rahasia yang selamat keluar dari portal rahasia berjumlah 80 orang," jawab Fu Rong.


Dua puluh anggota pasukan rahasia tewas sewaktu kehancuran di dalam portal rahasia tadi. Sementara ada beberapa orang yang terluka dari anggota pasukan rahasia yang selamat.


"Istirahat selama dua puluh menit . Kita akan pulang ke Paviliun Ru Yi!" perintah Li Zhe Liang.


"Baik, Tuan!" jawab semua bawahannya serentak. Setelah itu mereka membubarkan diri mencari tempat duduk di sekitar sana dan bermeditasi memulihkan kekuatan spiritual. Anggota yang terluka mengobati luka masing-masing.


Li Zhe Liang pun menarik tangan Yang Ruo Li menuju sebuah batu besar dan duduk di atasnya srhingga gadis muda itu duduk dengan tenang di sampingnya.


"Zhe Liang! Apakah perlu aku mengambil sebagian mata air spiritual untuk disimpan di cincin dimensimu?" tanya Yang Ruo Li.


Gadis muda itu tahu Li Zhe Liang menggunakan kekuatan spiritual yang banyak untuk membuat perisai tadi.


"Tidak perlu! Jika suatu saat tubuhku lemah, aku akan berendam di ruang dimensimu," jawab Li Zhe Liang dengan santai.


"Tetapi….baiklah!" ucap Yang Ruo Li dengan pasrah.


Selama ini Li Zhe Liang sudah membantu dan menyelamatkannya berkali-kali sehingga Yang Ruo Li tidaklah mungkin menolak permintaan Li Zhe Liang kali ini. Senyum samar mengembang di sudut bibir pria dingin itu setelah mendengar jawaban Yang Ruo Li.


***


"Zhe Liang! Ayolah! Ceritakan padaku apa yang terjadi di portal rahasia tadi!"


Chong Yun tiba-tiba muncul mendekati mereka. Li Zhe Liang berpura-pura menutup matanya untuk istirahat. Chong Yun tidak menyerah begitu saja karena rasa penasarannya yang luar biasa sehingga melihat ke arah Yang Ruo Li. Kali ini dirinya tidak lagi mengulangi kebodohannya tadi.


"Dia tetap wanita jelek. Aku tidak boleh terpengaruh," kata hati Chong Yun.


"Yang Ruo Li! Ceritakan apa yang terjadi!" ucap Chong Yun dengan gengsi.


Sikap angkuh Chong Yun membuat Yang Ruo Li ingin mengerjainya.


"Apakah kita berteman dekat? Aku tidak akan berbicara banyak dengan orang asing," jawab Yang Ruo Li dengan santai.


"Aku tadi menolongmu melawan monster ular putih," kata Chong Yun.


"Pil peledakmu yang membuat monster ular putih terbangun," balas Yang Ruo Li tidak mau kalah.


Feng Teng dan Lu Jing tertawa kecil melihat Chong Yun tidak bisa membalas perkataan Yang Ruo Li.


"Kak Feng Teng dan Kak Lu Jing sangat baik padaku. Tentu saja aku bersedia menceritakannya," jawab Yang Ruo Li.


Gadis muda itu mulai bercerita tentang Batari Liu, api surgawi, Pedang Api Kunlun, serta Lan Long dan Kera Purba. Chong Yun pun berdiri di dekat mereka untuk menguping. Yang Ruo Li membiarkannya.


"Tuan dan Nona Ruo Li sangat beruntung bisa mendapatkan senjata spiritual dan juga hewan roh yang hebat," ucap Lu Jing setelah gadis muda itu selesai bercerita.


"Kamu beruntung api surgawi menyembuhkan wajah jelekmu,"kata Chong Yun dengan spontan.


Yang Ruo Li malas berdebat dengan Chong Yun dan melihat ke arah Li Zhe Liang.


"Zhe Liang! Ayo kita pulang," ajak Yang Ruo Li.


Li Zhe Liang tahu gadis muda itu mengkhawatirkan keadaan ibunya sehingga menganggukkan kepala pertanda setuju. Semua bawahannya pun sudah selesai memulihkan diri.


Rombongan Li Zhe Liang pun berangkat bersama. Selama perjalanan ada beberapa monster yang muncul dan berhasil dihabisi oleh pasukan rahasia.


Tiba-tiba Li Zhe Liang menghentikan langkah kakinya sehingga semua rombongan pun ikut berhenti.


"KELUARLAH!" perintah Li Zhe Liang.


Indra pendengaran Li Zhe Liang yang tajam bisa mendengar suara napas dari balik rerumputan tinggi dan itu bukanlah napas dari monster sehingga dirinya yakin ada orang yang sedang mengintai mereka.


Seorang gadis muda keluar dari balik rerumputan itu. Wajah ceria Yang Ruo Li berubah menjadi gusar karena mengenali gadis itu adalah Yang Rong Le.


"Kak Ruo Li! Syukurlah kakak keluar dengan selamat dari portal rahasia," kata Yang Rong Le sambil berjalan mendekati Yang Ruo Li dengan senyum termanis di sudut bibirnya. Akan tetapi, matanya tidaklah terlepas dari wajah tampan Li Zhe Liang yang berdiri tepat di samping Yang Ruo Li.


"Iya! Aku tidak mati di dalam portal rahasia. Kamu pasti sangat kecewa," ujar Yang Ruo Li dengan ketus.


Gadis muda itu tidak menyukai tatapan genit Yang Rong Le terhadap Li Zhe Liang dan juga sandiwara yang sedang dimainkan oleh gadis sombong itu seolah-olah hubungan mereka berdua sangatlah akrab.


"Bagaimana mungkin Rong Le menginginkan kakak Ruo Li mati," ucap Yang Rong Le sambil berlinangan air mata.


"Apa mau mu sekarang?" tanya Yang Ruo Li sambil menatap tajam Yang Rong Le.


"Aku terpisah dari kelompok Tetua Huo. Bolehkah aku ikut rombongan kakak Ruo Li pulang?" tanya Yang Rong Le dengan suara memelas dan tatapan mata yang masih belum terlepas dari Li Zhe Liang.


Tentu saja Li Zhe Liang tidak memberikan satu lirikan mata pun ke Yang Rong Le sejak gadis muda itu keluar dari tempat persembunyiannya.


"Tidak boleh!"


"Boleh!"


Jawaban bersamaan keluar dari mulut Yang Ruo Li dan Chong Yun.


Hal itu membuat Yang Ruo Li dan rombongan bawahan Li Zhe Liang menatap ke arah Chong Yun secara bersamaan.


"Tentu saja boleh!" ucap Chong Yun sambil tersenyum lebar.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 21.20 wita. Gemas ya pingin tabok Chong Yun dan Rong Le.


Simpan dulu tenaganya readers. Besok makin seru nih. Ada yang marah dan ada yang cemburu 😆. Siapakah itu?


Yang belum vote, ayo dukung novel ini yuk. votenya masih 17 aja 😁.


Klik tombol favorit juga ya supaya novel ini semakin banyak pembaca.


SAMPAI KETEMU BESOK READERS TERCINTA 🤗🤗


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE