
***Penginapan Kamboja***
Yang Ruo Li berada di dalam kamar Penginapan Kamboja setelah perjalanan pulang dari kaki Pegunungan Wu Dong, sedangkan Kera Purba sudah disimpan di dalam ruang dimensi cincin lotus.
Penginapan Kamboja adalah salah satu penginapan yang berada di perbatasan Kota Shang Ri La dan merupakan tempat beristirahat Yang Ruo Li saat ini.
Yang Ruo Li duduk bersandar di atas tempat tidur sambil berpikir keras. Gadis muda itu yakin semua anak yang hilang berhubungan dengan Sekte Sesat.
Bagaimana Sekte Sesat bisa muncul di dalam gua kaki Pegunungan Wu Dong? Bukankah prajurit Bangsawan Fu Chen selalu berpatroli di sekitar sana?
Apakah kemampuan Sekte Sesat sangat hebat sehingga keberadaan mereka tidak diketahui oleh para prajurit? Apakah Bangsawan Fu Chen mengetahui semua hal itu atau tidak? Berbagai pertanyaan muncul di pikiran Yang Ruo Li.
Semula dirinya mengira semua anak yang hilang diculik oleh Bangsawan Fu Chen untuk tujuan tertentu seperti mengumpulkan pasukan baru karena rata-rata anak yang hilang itu mempunyai jiwa pil yang kuat dan bisa dipastikan akan menjadi kultivator tingkat tinggi di masa yang akan datang.
Walaupun saat ini Bangsawan Fu Chen sebagai Penguasa Kota Shang Ri La, Yang Ruo Li yakin pria tua licik itu pasti mempunyai ambisi untuk menguasai kota lain dan membangun kerajaan sendiri agar bisa menjadi Kaisar.
Yang Ruo Li tidak menyangka Sekte Sesat lah yang mengincar semua anak itu sehingga hal yang diutamakan oleh Yang Ruo Li saat ini adalah mencari tahu apakah Bangsawan Fu Chen mempunyai hubungan dengan Sekte Sesat.
Jika memang Bangsawan Fu Chen bersekongkol dengan Sekte Sesat, Yang Ruo Li tidak akan ragu melawannya dan menjatuhkannya dari posisi Penguasa Kota Shang Ri La.
Yang Ruo Li yakin masih ada sejumlah besar anak hilang yang disembunyikan oleh Sekte Sesat.
"Aku harus membuat racun pelacak jiwa pil yang diinginkan Lan Xi," kata hati Yang Ruo Li.
Entah mengapa Yang Ruo Li berfirasat racun yang diinginkan Lan Xi berhubungan dengan anak hilang karena racun itu untuk melacak jiwa pil seseorang, tetapi tidak merusak jiwa pil orang tersebut.
Yang Ruo Li masuk ke dalam ruang dimensi cincin lotus untuk secepatnya meracik racun pelacak jiwa pil agar bisa berhubungan dengan Lan Xi dan menanyakan secara langsung racun itu akan dipakai ke siapa.
***Ruang Dimensi Cincin Lotus***
"Nona! Nona!" teriak Lan Long dan Xue Qiu kegirangan, sedangkan Kera Purba duduk tenang berendam di dalam kolam mata air spiritual.
"Lan Long. Xue Qiu. Apakah Bai Hu sudah ditemukan?" tanya Yang Ruo Li sambil mengedarkan pandangan ke sekeliling.
"Kakak kedua belum muncul di sini," jawab Lan Long dengan polos.
"Bai Hu pasti masih ketiduran. Jangan khawatir nona. Bai Hu tidak mungkin bisa keluar dari ruang dimensi sehingga Bai Hu pasti aman," jawab Xue Qiu panjang lebar.
Ruang dimensi cincin lotus ini milik Yang Ruo Li sehingga Xue Qiu yakin Bai Hu tidak mungkin bisa keluar tanpa persetujuan dari nona mudanya.
Padahal tadi Xue Qiu membawa Lan Long bermain dengan kunang-kunang yang berada di dekat Pohon Darah Naga. Akan tetapi, mereka berdua tidak menyadari Bai Hu alias Shan Dian sedang bersembunyi di atas pohon dan mengintip mereka secara diam-diam.
"Iya, benar. Ruang dimensi ini semakin besar. Bai Hu pasti berada di salah satu bagian ruang dimensi," ucap Yang Ruo Li.
"Kalian berdua berendamlah di kolam mata air spiritual bersama Kera Purba. Aku ingin meracik racun khusus," lanjut Yang Ruo Li.
"Nona. Aku dan Lan Long juga ingin ikut keluar seperti Kera Purba tadi," rengek Xue Qiu.
"Kalian berdua bersabar dulu di sini. Setelah aku menemukan tempat anak hilang di kurung, kalian berdua bisa membantuku menyelamatkan mereka," kata Yang Ruo Li.
"Baik Nona," jawab Xue Qiu dan Lan Long dengan bersemangat.
***Paviliun Wu Dong***
Bangsawan Fu Chen duduk dengan wibawa di ruang depan Paviliun Wu Dong dan sedang menatap penuh simpati rombongan yang berada di hadapannya.
Tentu saja rombongan itu adalah rombongan Tang Song. Setelah pertarungan yang sengit dengan kelompok prajurit Bangsawan Fu Chen di tempat makan perbatasan Kota Shang Ri La beberapa waktu yang lalu, kedua belah pihak sama-sama terluka. Bahkan lima pengikut Tang Song terluka parah.
Pada saat itu Tang Ying sama sekali tidak menyadari Yang Ruo Li memberi racun kepadanya karena racun itu hanyalah sesaat bereaksi dan hilang tanpa jejak dengan cepat.
Tang Song pun merasa kesal dengan Tang Ying yang manja dan tidak bisa di atur. Akan tetapi, Tang Song tidak bisa menghukum Tang Ying.
Rombongan Tang Song segera melanjutkan perjalanan menuju Paviliun Wu Dong setelah pertarungan sengit dengan para prajurit Bangsawan Fu Chen.
Saat ini Tang Ying sedang mengadu perlakuan buruk para prajurit Bangsawan Fu Chen terhadapnya dan rombongan Tang Song.
Bangsawan Fu Chen duduk dengan tenang dan diam mendengarkan omelan dari Tang Ying. Bangsawan Fu Chen tidak berbicara satu kata pun dan membiarkan Tang Ying melepaskan unek-uneknya.
Bangsawan Fu Chen hanya menunjukkan ekspresi mendengarkan yang tepat. Dengan ekspresi yang tepat, Bangsawan Fu Chen benar-benar membiarkan Tang Ying mengungkapkan segalanya, sedangkan pikirannya melayang jauh.
"Mengapa Pangeran Tang Song dan Putri Tang Ying bisa ke Kota Shang Ri La? Pasti Kaisar Tang memerintahkan mereka untuk mengawasiku secara diam-diam," kata hati Bangsawan Fu Chen.
Dugaan Yang Ruo Li bahwa Bangsawan Fu Chen mempunyai ambisi untuk membangun Kerajaan sendiri sangatlah tepat. Beberapa tahun belakangan ini kekuatan pasukan Bangsawan Fu Chen sudah meningkat pesat, khususnya seratus orang yang berjaga di Paviliun Wu Dong.
Seratus prajurit ini kebanyakan merupakan kultivator tingkat tujuh ke atas dan sangat setia kepada Bangsawan Fu Chen. Bahkan Bangsawan Fu Chen berhubungan dengan Sekte Sesat dengan melakukan perjanjian yang saling menguntungkan satu sama lain.
Tentu saja Kaisar Tang ada menempatkan beberapa orang mata-mata di Kota Shang Ri La dan mencurigai Bangsawan Fu Chen mempunyai rencana untuk memberontak sehingga menggunakan kesempatan kemunculan api surgawi di Hutan Tengkorak, Kaisar Tang memerintahkan Tang Song mengunjungi Kota Shang Ri La dan menyelidiki kekuatan militer Bangsawan Fu Chen secara diam-diam.
"Bangsawan Fu Chen. Kamu harus menghukum berat tiga puluh prajurit yang berani menghinaku di hadapanku sekarang!" perintah Tang Ying dengan arogan.
"Putri Tang Ying. Aku yakin pasti ada kesalahpahaman antara para prajurit dengan Putri Tang Ying. Aku akan menyelidiki dengan saksama dan akan menghukum mereka seberat-beratnya jika terbukti bersalah," jawab Bangsawan Fu Chen dengan suara datar.
"Tetapi…."
"Tang Ying!"
Tang Song segera menyela perkataan Tang Ying. Tang Song mengerti jawaban Bangsawan Fu Chen merupakan penolakan secara halus akan permintaan Tang Ying.
Sebagai Penguasa Kota Shang Ri La, Bangsawan Fu Chen tidak mungkin membiarkan dirinya menjadi bawahan Tang Ying dan menjalankan perintah putri arogan itu.
"Baiklah Bangsawan Fu Chen. Para prajurit itu tidak mengetahui statusku dan Tang Ying. Aku yakin pertarungan tadi akibat salah paham," ucap Tang Song.
Tang Ying tidak berani membantah ucapan Tang Song. Putri manja itu sadar, saat ini bukan waktu yang tepat bentrok dengan Bangsawan Fu Chen.
Sekarang rombongan Tang Song berada di daerah kekuasaan Bangsawan Fu Chen. Hanya kerugian yang akan didapatkan oleh mereka jika masih ngotot ingin menghukum para prajurit itu.
***
Selamat siang readers. Rombongan Tang Song muncul lagi nih. Putri manja akan punya rencana jahat lagi. Penasaran kan apa rencananya?
Jawabannya ada di bab malam ya 🤗.
Author mau sampaikan kabar gembira nih. Novel Gadis Beracun sudah ada audiobooknya. Dukung juga yuk audiobook Gadis Beracun dengan menekan tombol favorit ya.
Kalau mau membaca ulang novel ini bisa melalui versi audio juga 🤗
Selain itu novel fantasi author LYTIE yang satunya lagi, REIKANRNASI: TERPERANGKAP DI TUBUH YANG SALAH , sudah ada audiobook juga. Bagi readers yang gak sempat baca novelnya, bisa mendengarkan audiobooknya. Jangan lupa tekan tombol favorit ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR: LYTIE