
***Ruang depan Paviliun Wu Dong***
Bangsawan Fu Chen tersenyum tipis mendengar perkataan Tang Song. Bangsawan Fu Chen akui dalam hatinya Tang Song pintar membaca situasi dan tidak akan bersikap gegabah.
Sangat berbeda jauh dengan Tang Ying yang manja dan gampang terpancing emosinya. Tidak mengherankan Tang Song termasuk salah satu pangeran yang bisa diandalkan oleh Kaisar Tang, setelah putra mahkota tentunya.
Tang Ying tidak berani membantah perkataan Tang Song dan berusaha menyimpan kekesalannya terhadap para prajurit Bangsawan Fu Chen yang menghinanya beberapa waktu yang lalu, tetapi ada satu orang yang tidak mungkin dilepaskan oleh Tang Ying sekarang.
"Bangsawan Fu Chen. Bagaimana dengan Yang Ruo Li? Kenapa gadis kampung itu bisa bebas setelah menghancurkan tiga keluarga terpandang Kota Shang Ri La? Seharusnya gadis busuk itu sudah dikurung di dalam penjara!" ujar Tang Ying dengan ketus.
Walaupun Bangsawan Fu Chen terkejut dengan pertanyaan Tang Ying, tetapi wajahnya tetap terlihat tenang.
"Apakah putri Tang Ying bertemu dengan Yang Ruo Li di Kota Shang Ri La?" Bangsawan Fu Chen bertanya balik ke Tang Ying.
"Yang Ruo Li sialan itu merebut hewan roh dan senjata abadi milikku!" jawab Tang Ying sambil menggertakkan giginya.
"Putri manja ini pasti sempat berselisih dengan Yang Ruo Li. Tidak disangka Yang Ruo Li bisa menang. Status dan kekuatan pria yang menjadi beking di belakangnya tidak bisa dianggap remeh," kata hati Bangsawan Fu Chen.
Bangsawan Fu Chen bisa menebak tepat akhir dari perselisihan antara Tang Ying dan Yang Ruo Li dengan melihat sikap putri manja di hadapannya yang murka, benci, dan dendam terhadap Yang Ruo Li.
Bangsawan Fu Chen tahu Tang Ying sebagai putri kesayangan Kaisar Tang selalu bersikap semena-mena dan sesuka hati menghukum orang yang dibencinya serta selalu berhasil.
Yang Ruo Li satu-satunya orang yang berhasil menghindar dari hukuman Tang Ying saat ini sehingga membuat Tang Ying semakin marah dan benci.
"Aku tahu gadis sialan itu tinggal di Paviliun Ru Yi. Bangsawan Fu Chen perintahkan pasukan untuk menangkapnya sekarang juga," ujar Tang Ying.
"Keamanan di lembah dan Pegunungan Wu Dong belakangan ini terancam. Banyak laporan sejumlah anak kecil hilang dan kemungkinan besar ada hubungan dengan Sekte Sesat. Pasukanku tidak bisa dikirim ke Kota Shang Ri La sekarang," tolak Bangsawan Fu Chen dengan tenang.
"Yang Ruo Li mempunyai puluhan bawahan dan merupakan kultivator tingkat tinggi. Apakah Bangsawan Fu Chen mengetahui dari mana asal mereka?" tanya Tang Song.
Penolakan Bangsawan Fu Chen membuat Tang Song ingin mengetahui lebih jauh tentang kemampuan Yang Ruo Li.
Tang Song masih mengingat jelas Lu Jing, Feng Teng, dan tiga puluh pria berpakaian serba hitam sangat menghormati Yang Ruo Li sewaktu di Hutan Tengkorak.
Padahal selama ini gosip yang beredar mengenai Yang Ruo Li adalah gadis yang lemah dan buruk rupa. Bahkan Keluarga Yang pun memperlakukan Yang Ruo Li semena-mena.
Tang Song yakin para bawahan Yang Ruo Li itu bukanlah berasal dari Keluarga Yang.
"Ada satu pria misterius yang berhubungan dekat dengan Yang Ruo Li. Hal itu jugalah yang membuat Jiu Yun memutuskan pertunangan dengan Yang Ruo Li," jawab Bangsawan Fu Chen.
"Gadis kampung, genit, dan gatal itu tidak pantas menjadi pasangan Kak Jiu Yun," ujar Tang Ying dengan ketus.
"Pria misterius? Apakah Bangsawan Fu Chen masih belum mengetahui identitas pria itu sampai sekarang?" tanya Tang Song dengan nada menyelidiki.
Tang Song tidak mempercayai perkataan Bangsawan Fu Chen sepenuhnya sehingga mempertanyakan lagi.
"Apa? Yang Ruo Li mendapatkan api surgawi?" teriak Tang Ying spontan.
Rasa iri dan benci di dalam hati Tang Ying terhadap Yang Ruo Li semakin meningkat. Bagaimana mungkin seorang gadis desa yang tidak bisa berlatih kultivasi sejak kecil mendapatkan api surgawi?
Tang Song pun sama terkejutnya dengan perkataan Bangsawan Fu Chen. Pantas saja Yang Ruo Li tidak takut maupun tunduk terhadap statusnya sebagai pangeran Kerajaan Tang karena gadis muda itu memiliki api surgawi, senjata spiritual yang diincar semua orang di daratan Zhong Yuan.
"Iya. Mereka berdua berhasil masuk ke dalam portal rahasia dan mendapatkan api surgawi," jawab Bangsawan Fu Chen.
Bangsawan Fu Chen memang sengaja menyampaikan kabar itu ke Tang Song karena pria tua licik itu yakin Kaisar Tang pasti tertarik untuk merebut api surgawi dari tangan Yang Ruo Li.
Bangsawan Fu Chen ingin menggunakan kekuatan pasukan Kaisar Tang melawan Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang. Dengan demikian, pasukannya sendiri bisa disimpan untuk dipergunakannya pada saat yang tepat.
"Kalau begitu, penangkapan Yang Ruo Li bisa ditunda dulu. Setelah pulang ke Kerajaan Tang, aku akan melaporkan semuanya ke ayahanda," ucap Tang Song dengan bijak.
Tang Ying menggigit bibir bawahnya dengan kesal. Putri manja itu masih tidak rela melepaskan Yang Ruo Li begitu saja. Tang Ying berpikir keras bagaimana menghukum Yang Ruo Li secepatnya.
"Bangsawan Fu Chen. Bukankah Yang Lim, ayah Yang Ruo Li berjaga di perbatasan Kota Shang Ri La?" tanya Tang Ying.
"Iya, Putri Tang Ying. Yang Lim adalah letnan jendral salah satu kelompok prajuritku. Sekarang dia berjaga di gerbang perbatasan Kota Shang Ri La," jawab Bangsawan Fu Chen.
Pada awalnya Bangsawan Fu Chen ingin memanfaatkan Yang Lim untuk melawan Yang Ruo Li, tetapi jumlah anak yang hilang di sekitar lembah Pegunungan Wu Dong semakin bertambah sehingga Bangsawan Fu Chen memutuskan kembali ke sana untuk mengingatkan anggota Sekte Sesat agar tidak bertindak keterlaluan.
Kesepakatan awal mereka adalah Sekte Sesat akan menculik anak kecil di kota lain, tetapi ternyata di Kota Shang Ri La lebih banyak anak kecil memiliki jiwa pil yang kuat sehingga menjadi incaran Sekte Sesat.
Sementara itu kehancuran Keluarga Yang dan kematian tragis Huo Rong, Yang Rong Le, serta Yang Rong Xian sudah diketahui oleh Yang Lim. Akan tetapi, tidak ada rasa sedih sama sekali di dalam hati Yang Lim.
Jabatan dan kekuasaan yang terpenting bagi Yang Lim sekarang sehingga pria tua itu tidak pulang ke Kota Shang Ri La.
Yang Lim mengira Mu Dan masih gila dan juga Yang Ruo Li bukanlah putri kandungnya sehingga Yang Lim tidak memedulikan mereka berdua.
"Bagus! Suruh Yang Lim memanggil Yang Ruo Li ke sini. Kita bisa membunuhnya dengan cepat," usul Tang Ying dengan riang.
***
Selamat malam readers. Apakah rencana Tang Ying akan berhasil?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya. Yang Lim, ayah tiri Yang Ruo Li akan muncul dan pastinya ada kejadian menarik deh😄.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE