GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 75. Dijebak


***Hutan Tengkorak***


Yang Ruo Li mempunyai firasat buruk setelah mendengarkan teriakan telur salju putih. Bersamaan itu terdengar suara gemuruh dari atas langit.


Feng Teng menarik tangan kanan Yang Ruo Li dengan cepat.


"Nona Ruo Li! Bahaya! Cepat lari l!" teriak Feng Teng.


Yang Ruo Li berlari mengikuti Feng Teng sambil memeluk erat telur salju putih dengan tangan kirinya. Gadis muda itu penasaran dengan makhluk apa yang sedang mengejar mereka sehingga menoleh ke belakang sebentar.


Seekor monster besar terbang di atas langit dengan mulut terbuka lebar dan cakar yang tajam. Cakar tajam itu meruntuhkan pohon-pohon yang menghalangi jalannya. Matanya menatap tajam ke arah Yang Ruo Li, tepatnya ke telur salju putih.


"Astaga! Kak Feng Teng, monster apa itu?"


Yang Ruo Li berlari sambil bertanya ke Feng Teng. Gadis muda itu penasaran dengan monster terbang berbahaya yang sedang mengejar mereka.


"Nona Ruo Li! Itu monster elang, hewan roh tingkat tujuh!" jawab Feng Teng.


Feng Teng menggunakan kekuatan spiritualnya untuk mempercepat larinya sambil menarik tangan kanan Yang Ruo Li. Keringat dingin bercucuran di kepalanya.


Hewan roh tingkat tujuh mempunyai jurus mematikan dan kemampuannya dalam semua aspek sangat meningkat sehingga membuatnya sulit untuk dihadapi. Feng Teng akui dirinya tidak bisa menang melawan monster elang tingkat tujuh sehingga hanya bisa sekuat tenaga membawa Yang Ruo Li melarikan diri.


Monster elang tingkat tujuh itu mengamuk di atas langit dan mengeluarkan suara raungan yang kuat. Cakarnya mengangkat setiap pohon dan melemparkannya ke depan berkali-kali untuk menghalang jalan Yang Ruo Li dan Feng Teng.


Dalam waktu yang singkat, reruntuhan pohon itu memblokir jalan di depan Feng Teng dan Yang Ruo Li. Feng Teng semakin panik dan melirik ke arah telur salju putih di pelukan Yang Ruo Li.


"Nona Ruo Li! Monster elang tingkat tujuh itu mengincar telur salju putih. Cepat buang dia sekarang!" teriak Feng Teng.


Yang Ruo Li akui perkataan Feng Teng sangat lah benar. Walaupun telur salju putih kemungkinan besar adalah hewan roh tingkat tinggi ataupun hewan roh suci, akan tetapi nyawanya dan nyawa Feng Teng sedang terancam oleh monster elang tingkat tujuh sehingga Yang Ruo Li memutuskan untuk membuang telur salju putih.


"Maafkan aku!" kata Yang Ruo Li dengan suara kecil.


"Nona! Jangan buang aku!"


Telur salju putih memohon dan menangis terisak-isak, tetapi tekad Yang Ruo Li sudah bulat. Dirinya tidak mungkin mengorbankan nyawa Feng Teng hanya demi sebutir telur yang baru ditemuinya tadi.


"Aduh!" Yang Ruo Li meringis kesakitan karena merasakan ujung jari telunjuk kirinya digigit dengan keras oleh telur salju putih.


Setetes darah gadis muda itu meresap dengan cepat ke dalam cangkang telur salju putih. Cahaya putih berkedip sebentar di cangkang telur salju putih dan Yang Ruo Li merasakan aliran kekuatan tidak terlihat masuk ke dalam tubuhnya.


"Nona tidak bisa membuangku! Ikatan kontrak sudah terjalin. Aku adalah hewan roh milik nona sekarang!" teriak telur salju putih.


"APA?" Yang Ruo Li berteriak dengan raut wajah tidak percaya. Selama ini para summoner yang membuat ikatan kontrak dengan hewan roh, tetapi kali ini gadis muda itu merasa dijebak oleh telur salju putih yang menggigit jarinya sehingga terjalin ikatan kontrak.


"Dasar nakal! Aku tidak mau!"


Yang Ruo Li mencoba membuang telur salju putih. Akan tetapi, telur salju putih itu menempel erat di tangannya. Yang Ruo Li tidak bisa melepaskannya walaupun sudah mengeluarkan tenaga dengan kuat.


"Aku adakah hewan roh milik nona. Nona tidak bisa membuangku!" ucap telur salju putih.


Perhatian nonster elang tingkat tujuh teralihkan oleh Feng Teng yang menyerangnya secara beruntun.


"Nona Ruo Li! Cepat buang telur salju putih! "teriak Feng Teng.


"Kak Feng Teng! Aku tidak bisa melepaskannya. Telur salju putih menempel di tanganku!" ucap Yang Ruo Li.


"Pergi jauh-jauh, Nona Ruo Li! Aku akan menghadapi monster elang tingkat tujuh ini," kata Feng Teng.


Feng Teng sudah membulatkan tekad hatinya untuk melindungi Yang Ruo Li. Walaupun harus mengorbankan nyawanya karena tugasnya adalah menjaga keselamatan Yang Ruo Li.


Feng Teng bertarung habis-habisan dengan monster elang tingkat tujuh. Lama kelamaan serangan dan pertahanan Feng Teng hampir goyah. Monster elang tingkat tujuh berhasil menghempaskan tubuh Feng Teng ke tanah.


Feng Teng merasakan tulang lengan kanannya patah akibat hempasan itu. Monster elang tingkat tujuh mendekati Feng Teng dan bersiap mengayunkan cakarnya ke tubuh Feng Teng.


Bawahan kepercayaan Li Zhe Liang itu hanya bisa pasrah menerima kematian dengan menutup rapat kedua matanya.


Pada saat yang bersamaan terdengar suara batu-batu kecil jatuh ke tanah sehingga Feng Teng membuka kedua matanya.


Ternyata Yang Ruo Li tidak meninggalkan Feng Teng melainkan melempari tubuh monster elang tingkat tujuh dengan batu-batu kecil.


"Hei! Monster elang yang bodoh! Sini kejar aku!" teriak Yang Ruo Li sambil mengoyang-goyangkan telur salju putih ke arah monster elang tingkat tujuh.


Pancingan Yang Ruo Li berhasil. Monster elang tingkat tujuh segera berlari ke arahnya dan mengejarnya.


"KAK FENG TENG! CEPAT CARI ZHE LIANG!"


Yang Ruo Li berteriak keras sambil berlari kencang menghindari kejaran monster elang tingkat tujuh.


"NONA RUO LI!"


Feng Teng berteriak keras dan berusaha bangkit sambil memegang lengan kanannya yang patah.


Feng Teng tahu pasti walaupun dirinya mengejar ke arah Yang Ruo Li melarikan diri, dia sama sekali tidak bisa melawan monster elang tingkat tujuh. Cara yang paling tepat adalah segera kembali melaporkan semuanya ke Li Zhe Liang sehingga dengan berat hati Feng Teng berlari menuju ke tempat Li Zhe Liang.


***


Halo readers. Bab kedua ini up pukuk 19.00 wita.


Di tunggu kelanjutan ceritanya besok ya. Li Zhe Liang akan muncul nih 😍😁


Terima kasih kepada semua readers yang sudah mendukung novel ini dengan memberikan vote, like, hadiah, dan komentar positif. Love sekebon deh.


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE