
***Portal Rahasia***
Yang Ruo Li mengendong Lan Long dan berlutut di depan peti es besar. Tangan kirinya menarik tangan Li Zhe Liang sehingga pria dingin itu menatap heran ke Yang Ruo Li.
"Zhe Liang! Kita harus memberi penghormatan kepada pemilik api surgawi," kata Yang Ruo Li.
Portal rahasia terbuka ribuan tahun sekali sehingga kemungkinan besar wanita pemilik api surgawi ini sudah tertidur selama ribuan tahun. Mereka berdua sebagai pendatang baru menerobos masuk tanpa izin ke dalam tempat peristirahatan ini akan mengusik ketenangan wanita itu, jadi seharusnya mereka memberikan penghormatan terlalu dahulu.
Oleh karena itu, Li Zhe Liang tidak membantah perkataan Yang Ruo Li. Dirinya ikut berlutut di depan peti es besar.
Yang Ruo Li memberikan penghormatan dengan bersujud. Setelah itu menangkupkan kedua tangannya di depan dada, sedangkan Lan Long duduk tenang di depannya. Mata merah delima itu tidak lepas dari wajah wanita yang tertidur pulas di dalam peti es besar.
"Nyonya! Maafkan kami yang mengganggu ketenanganmu. Kami hanya ingin mendapatkan api surgawi untuk menghancurkan monster naga bertanduk di tubuh Zhe Liang dan berjanji akan menggunakan api surgawi untuk kebaikan dan bukan kejahatan!" kata Yang Ruo Li dengan sungguh-sungguh.
Tidak jarang kultivator tingkat tinggi yang mendapatkan anugerah senjata langka menggunakannya untuk menguasai daratan Zhong Yuan. Hal itu sangat disayangkan dan sangat merugikan semua orang. Yang Ruo Li sangat percaya dengan kepribadian Li Zhe Liang yang akan menggunakan api surgawi untuk kebaikan dan bukanlah kejahatan.
Setelah selesai melakukan penghormatan, mereka berdua berdiri dan berjalan lebih dekat lagi ke arah peti es besar. Tentu saja Lan Long mengikuti mereka dari belakang.
"Zhe Liang! Apakah api surgawi berada di dalam peti es?" tanya Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang tidak menjawab pertanyaan Yang Ruo Li melainkan menatap intens ke wajah gadis muda itu.
"Li Er l! Kamu mau api surgawi? Api surgawi sangat berguna untuk alchemist," kata Li Zhe Liang.
Seorang alchemist yang memiliki api elixir di dalam tubuhnya bisa langsung meracik pil elixir tanpa perlu menggunakan tungku api lagi. Semakin kuat api elixir yang dimiliki, kualitas pil elixir yang dihasilkan semakin tinggi. Api surgawi adalah api elixir tingkat tinggi.
"Tentu saja aku menyukai api surgawi, tetapi aku tidak akan mengambilnya. Api surgawi adalah milikmu, Zhe Liang!" ucap Yang Ruo Li dengan tegas.
Gadis muda itu tidak ingin Li Zhe Liang menderita lebih lama karena ulah monster naga bertanduk di tubuhnya. Lagi pula Yang Ruo Li yakin dengan kemampuannya sendiri pasti bisa muncul api elixir di dalam tubuhnya.
Li Zhe Liang tersenyum tipis mendengar jawaban Yang Ruo Li. Jawaban yang sudah diketahui olehnya sejak awal sehingga dirinya merahasiakan kebenaran akan api surgawi bisa menghancurkan racun di tubuh gadis muda itu.
"Aku akan membuka peti es nya," kata Li Zhe Liang.
Ketika tangan Li Zhe Liang akan menyentuh tutup peti es, gelombang api panas berwarna biru langit muncul secara tiba-tiba dan menyelimuti seluruh peti es.
"Hati-hati Zhe Liang!" teriak Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang menarik tangannya dari atas tutup peti es dengan cepat. Akan tetapi, gejolak gelombang api panas semakin tidak terkendali. Bahkan hawa panas menyebar ke sekeliling seolah-olah mereka berada di depan bangunan yang sedang terbakar.
Lan Long ikut terkejut dengan fenomena hawa panas di depannya sehingga berlari menjauhi peti es besar. Ini pertama kalinya dirinya melihat api panas muncul dari sana. Padahal selama ini Lan Long pernah mencoba menyentuh peti es itu dan terasa dingin sekali. Bagaimana mungkin ada api panas di dalam sana?
Li Zhe Liang memusatkan kekuatan spiritual ke telapak tangannya dan mengarahkannya ke peti es besar.
KREK….KREK….
Kekuatan spiritual Li Zhe Liang menekan gelombang api panas dan mendorong tutup peti es dengan perlahan.
"Terbuka!" pekik Yang Ruo Li kegirangan.
BAM!
Bunyi tutup peti es besar yang terjatuh ke atas tanah. Bersamaan dengan itu nyala api berwarna biru langit melayang di atas peti es tempat wanita tertidur pulas itu.
Kobaran api biru langit semakin besar dan berubah wujud menjadi kepala naga. Yang Ruo Li merasa familiar dengan wujud kepala naga itu.
Kepala naga itu memiliki sepasang mata merah delima yang menatap tajam ke arah Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li.
"Api surgawi!" teriak Yang Ruo Li kegirangan.
"Zhe Liang! Cepat membuat ikatan kontrak dengan api surgawi!" teriak Yang Ruo Li tanpa mengalihkan perhatiannya dari api surgawi di hadapannya sedetik pun. Begitu juga dengan Li Zhe Liang yang menatap intens api surgawi di hadapannya.
"Zhe Liang! Zhe Liang!"
Yang Ruo Li memanggil-manggil Li Zhe Liang lagi karena pria dingin itu masih belum maju ke depan melakukan ikatan kontrak dengan api surgawi sehingga gadis muda itu menoleh ke arah Li Zhe Liang.
"Zhe….."
Belum sempat Yang Ruo Li melanjutkan perkataannya, suara seorang wanita menembus ke dalam pikirannya.
"Tubuhmu lemah karena racun monster ular putih. Racun itu tidak ada penawarnya."
"HA HA HA! Kamu sudah ditipu oleh pria itu. Racunmu hanya bisa dihancurkan oleh api surgawi!"
"Dia membohongimu karena tidak mau api surgawi direbut olehmu. Cepat ikat kontrak dengan api surgawi sekarang!"
"Kamu mau mati muda? Jangan bodoh! Cepat rebut api surgawi!"
"Kamu bisa menjadi alchemist terhebat dengan api surgawi! Tubuhmu tidak akan menderita kesakitan karena racun ular putih!"
"Ikat kontrak dengan api surgawi! Jangan biarkan pria itu merebutnya darimu!"
Suara itu terngiang dengan jelas di pikiran Yang Ruo Li berulang-ulang tanpa berhenti. Bersamaan dengan suara itu seluruh tubuh Yang Ruo Li kesakitan akibat efek racun monster ular putih.
Yang Ruo Li jatuh berguling di atas tanah. Keringat dingin bercucuran deras di dahinya. Wajahnya pucat dan air mata pun mengalir tidak berhenti di pelupuk matanya akibat siksaan kesakitan yang luar biasa.
"Zhe…Zhe… Liang.. !"
Li Zhe Liang menoleh ke arah Yang Ruo Li. Gadis muda itu memaksakan senyum tipis di sudut bibirnya yang pucat dan melambaikan tangannya secara perlahan ke arah Li Zhe Liang.
Yang Ruo Li berfirasat racun di tubuhnya sudah semakin parah dan akan mencabut nyawanya dalam waktu dekat sehingga dirinya ingin memegang tangan Li Zhe Liang untuk terakhir kalinya.
Li Zhe Liang tidak berjalan menghampiri Yang Ruo Li melainkan memberikan tatapan asing serta senyuman sinis di sudut bibirnya.
Yang Ruo Li mengira penglihatannya tidak jelas akibat terhalang air mata yang mengalir deras di wajahnya. Selama ini Li Zhe Liang selalu memberikan tatapan dan senyuman yang lembut terhadapnya.
"Zhe…..Zhe… Liang!"
Yang Ruo Li berusaha memanggil Li Zhe Liang dengan suara yang kecil dan lambaian tangan yang lemah.
Li Zhe Liang mengibaskan tangannya ke arah Yang Ruo Li. Kekuatan spiritual yang besar menghantam dada gadis muda itu sehingga tubuhnya terdorong jauh dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
***
Halo readers. Bab ini up pukul 15.30 wita.
😭😭😭Kenapa Zhe Liang berubah menjadi jahat?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE