
***Ruang dimensi cincin lotus***
Yang Lim menatap wajah Yang Ruo Li dari atas kepala hingga ujung kaki. Yang Lim tidak menyangka wajah Yang Ruo Li bisa berubah menjadi sangat cantik, tanpa bercak hitam di sana.
Walaupun Yang Lim tahu bercak hitam itu akibat dari semua racun yang menumpuk di tubuh Yang Ruo Li sejak kecil dan dirinya termasuk salah satu dalang yang menyebabkan kemalangan gadis muda itu.
Yang Lim hanya mendengar kabar gosip dari rakyat Shang Ri La bahwa bercak hitam di wajah Yang Ruo Li sudah menghilang. Tidak mengherankan Pangeran Tang Song ingin menjadikan Yang Ruo Li selir dan membawanya pulang ke Kerajaan Tang.
"Di mana Pangeran Tang Song?" kata hati Yang Lim.
Yang Lim mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan tidak menemukan sosok Tang Song di sana. Padahal Yang Lim mengingat jelas dirinya sedang mengobrol dengan Tang Song, lalu ketiduran.
"Li Er. Aku ayahmu. Cepat lepaskan aku sekarang," pinta Yang Lim.
"Nona. Pria tua ini ayah nona?" tanya Xue Qiu.
Yang Ruo Li tidak menjawab pertanyaan Xue Qiu melainkan menatap tajam Yang Lim.
"Tentu saja aku ayah nona kalian! Cepat lepaskan aku sekarang!" perintah Yang Lim.
"Nona. Aku tidak merasakan hubungan dekat dengannya," ucap Xue Qiu.
"Lan Long hanya merasakan hubungan dekat dengan nyonya saja," ujar Lan Long.
Sewaktu di Paviliun Ru Yi, Lan Long membantu menjaga Mu Dan dan bisa merasakan hubungan dekat itu karena Mu Dan merupakan ibu kandung Yang Ruo Li.
Sementara dengan Yang Lim berada di ruang dimensi selama berhari-hari, Lan Long dan Xue Qiu tidak merasakan apa pun. Mereka mengira Yang Lim hanyalah pria jahat dan ingin dihukum oleh Yang Ruo Li.
"Nyonya? Mu Dan! Di mana Mu Dan?" tanya Yang Lim dengan antusias.
"Kamu masih berani menyebut nama ibu? Ibuku koma dan hampir mati karena racun serta siksaan dari Huo Rong. Kamu sudah menelantarkan ibu dan aku selama enam belas tahun," ucap Yang Ruo Li dengan nada datar.
"Aku… aku….."
"Nona. Dia bukan ayah kandung nona," ucap Xue Qiu secara tiba-tiba.
Yang Ruo Li tidak merasa terkejut dengan perkataan Xue Qiu karena dirinya sendiri pun tidak merasakan hubungan dekat ketika melihat Yang Lim saat ini.
Apa lagi saat melihat wajah Yang Lim semakin pucat karena perkataan Xue Qiu membuat Yang Ruo Li yakin dirinya tidak ada hubungan darah dengan Yang Lim.
"Siapa ayah kandungku?" tanya Yang Ruo Li sambil mengeluarkan dua bola api surgawi kecil di atas telapak tangan.
"A…aku ayahmu," jawab Yang Lim terbata-bata.
Satu api surgawi di telapak tangan Yang Ruo Li terbang ke arah Yang Lim dan membakar lutut kanan pria tua itu, lalu Yang Ruo Li membiarkan bola api itu melayang di atas kaki Yang Lim.
"Argh!" teriak Yang Lim kesakitan.
"Siapa ayah kandungku?" tanya Yang Ruo Li sekali lagi.
"A…aku bukan ayahmu!" pekik Yang Lim saat melihat bola api surgawi yang satunya lagi terbang ke arah tangan kanannya.
Yang Ruo Li menggabungkan kedua bola api kecil menjadi satu bola api besar dan terbang tepat di depan wajah Yang Lim.
"Aku tidak tahu siapa ayahmu. Mu Dan sudah hamil saat menikah denganku," jawab Yang Lim dengan cepat sambil menatap ngeri kobaran api surgawi di depan wajahnya.
"Aku akan menanyakannya ke ibu setelah ibu siuman nanti. Ibu pasti punya alasannya sendiri menikah dengan Yang Lim saat itu," kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li merasa lega dirinya bukanlah keturunan dari Keluarga Yang. Pantas saja Yang Lim langsung menelantarkannya dan tidak peduli dengan siksaan yang diberikan oleh Huo Rong terhadapnya sejak Mu Dan menjadi gila.
"Aku akan merusak jiwa pilmu dan membuatmu menjadi gila. Kamu harus merasakan penderitaan ibuku selama ini," kata Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li melemparkan sepasang jarum terbangnya ke arah Yang Lim dan merusak jiwa pil pria tua itu dengan cepat. Beberapa saat kemudian Yang Lim muntah darah terus menerus dan pingsan.
"Xue Qiu. Masukkan pil ini ke dalam mulutnya," perintah Yang Ruo Li.
"Baik nona," jawab Xue Qiu dengan patuh.
"Kalian bertiga tinggal di sini dulu. Aku akan keluar melihat keadaan di luar sana," pesan Yang Ruo Li.
"Baik nona."
"Baik nona Ruo Li."
Xue Qiu, Lan Long dan Kera Purba menjawab secara bersamaan.
***Paviliun Wu Dong***
Yang Ruo Li muncul dari dalam ruang dimensi dan bergabung ke salah satu kelompok prajurit, yang sedang mencari jejak Yang Ruo Li di sekeliling Paviliun Wu Dong.
Baju prajurit yang diberikan oleh Wu Kong sebelumnya membuat penyamaran Yang Ruo Li berjalan mulus dan berhasil meninggalkan Paviliun Ru Yi menuju gerbang perbatasan kota Shang Ri La untuk menjalankan rencananya.
***Perbatasan Kota Shang Ri La***
Yang Ruo Li mengintai secara diam-diam keadaan di gerbang perbatasan Kota Shang Ri La. Senyum samar menghias di sudut bibir Yang Ruo Li ketika melihat dua orang yang ingin ditemuinya berada di sana.
Tang Ying dan Fu Jiu Yun sedang berdiri di depan gerbang Perbatasan Kota Shang Ri La mencari petunjuk keberadaan Tang Ying.
Lai Yi dan para pengikut Tang Song berpencar di sekitar sana. Mereka semua menunjukkan lukisan wajah Tang Song ke setiap orang yang berlalu lalang di sana. Tentu saja prajurit Bangsawan Fu Chen yang berada di sana juga melakukan hal yang sama.
Beberapa saat kemudian Yang Ruo Li dengan penampilan wajah baru dan baju prajurit yang sama menggiring seorang pria tua ke arah Tang Ying dan Fu Jiu Yun.
Tentu saja pria tua itu adalah Xue Qiu, yang sudah menggunakan jimat pengubah wujud buatan Yang Ruo Li.
"Lapor tuan muda Fu Jiu Yun. Orang tua ini mengetahui keberadaan Pangeran Tang Song," ucap Yang Ruo Li sambil memberi hormat ke Fu Jiu Yun dengan membungkukkan badannya sedikit.
"Di mana kamu melihat Kak Tang Song?" tanya Putri Tang Ying sambil menatap tajam Xue Qiu dalam wujud pria tua.
"Beberapa hari yang lalu hamba melihat pangeran Tang Song ke tempat makan bersama letnan jendral Yang Lim," jawab Xue Qiu dengan suara kecil.
"Akhirnya ditemukan saksi yang melihat Kak Tang Song bersama Yang Lim," kata hati Tang Ying.
Sementara Fu Jiu Yun tidak senang mendengar jawaban Xue Qiu karena hal itu bisa membuat Bangsawan Fu Chen terlibat dalam hilangnya Tang Song. Semua orang tahu Yang Lim bekerja untuk Bangsawan Fu Chen.
"Bagaimana kamu bisa mengenal letnan jendral Yang Lim?" tanya Fu Jiu Yun dengan nada menyelidiki.
"Letnan jendral Yang Lim menjaga gerbang perbatasan Kota Shang Ri La setiap hari. Tentu saja hamba mengenalnya," jawab Xue Qiu dengan yakin.
Yang Ruo Li berbicara di dalam hati. Ikatan kontrak antara mereka membuat Xue Qiu mendengarkan semua perkataan Yang Ruo Li dengan jelas sehingga bisa menjawab pertanyaan Fu Jiu Yun dengan lancar.
***
Selamat siang readers setia. Bab ini up pukul 16.35 wita. Di tunggu kelanjutan ceritanya nanti malam ya.
Penasaran dengan keadaan Song Song bukan? Ada di bab malam 😆
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE