
***Aula Besar Kota Shang Ri La***
Yang Rong Le menangis tersedu-sedu dan menatap ke arah Li Zhe Liang. Gadis tidak tahu malu itu mengira Li Zhe Liang sedang membantunya menahan Huo Si Cheng dan Peng Xiao Ran agar dirinya bisa balas dendam.
Yang Rong Le tidak mau menyia-nyiakan kesempatan emas untuk mendapatkan Li Zhe Liang. Gadis muka tembok itu yakin Li Zhe Liang membantunya karena mempercayai ucapannya bahwa gadis yang berhubungan istimewa dengan Li Zhe Liang malam itu adalah dirinya.
"Tuan. Ibuku dan adikku mati dengan mengenaskan," ucap Yang Rong Le.
Yang Rong Le bergegas menghampiri Li Zhe Liang. Gadis muka tembok itu ingin menangis di dalam pelukan Li Zhe Liang. Dirinya sangat percaya diri Li Zhe Liang akan membantunya membalas dendam.
Aura dingin memancar dari tubuh Yang Ruo Li. Tepat pada saat tubuh Yang Rong Le akan jatuh di dalam pelukan Li Zhe Liang, api surgawi keluar dari jari telunjuk Yang Ruo Li dalam wujud seutas tali panjang dan menarik tubuh Yang Rong Le sehingga terjungkal ke belakang.
Bersamaan dengan itu Li Zhe Liang sudah menggunakan sihir teleportasinya untuk menghindari Yang Rong Le. Dalam hitungan detik sosok tubuh Li Zhe Liang menghilang diikuti dengan sosok tubuh Yang Ruo Li.
"Ah!" teriak Yang Rong Le ketika terjungkal jatuh ke atas tanah.
Huo Si Cheng dan Peng Xiao Ran yang berada tidak jauh darinya segera bangkit dan berlari menjauhi Yang Rong Le.
Rong Rong, monster rajawali tingkat dua yang merupakan hewan roh milik Yang Rong Le terbang menghampiri nonanya dan mengulurkan salah satu kakinya untuk membantu gadis muka tembok itu berdiri.
"Nona!" ucap Rong Rong dengan nada khawatir.
Yang Rong Le berdiri dengan mata memerah dan menggigit bibir bawahnya dengan keras. Bersamaan dengan itu sosok tubuh Li Zhe Liang muncul lagi di aula besar dengan jarak sepuluh langkah kaki dari tempat Yang Rong Le.
Li Zhe Liang tidak sendirian melainkan sedang menggendong Yang Ruo Li dengan erat. Gadis muda itu menatap Li Zhe Liang dengan raut wajah bingung.
"Yang Ruo Li!" pekik Yang Rong Le.
Kali ini Yang Rong Le tidak bisa menahan kemarahan dan kebencian di dalam hatinya. Gadis muka tembok itu tahu dirinya terjatuh karena perbuatan Yang Ruo Li.
Seharusnya dirinyalah yang berada di dalam gendongan Li Zhe Liang saat ini dan bukan Yang Ruo Li. Yang Ruo Li sudah merebut semua miliknya.
"Zhe Liang. Kenapa kamu menggendongku?" tanya Yang Ruo Li dengan pipi merona merah karena semua orang sedang melihat ke arah mereka.
"Wanita muka tembok itu ingin menggodaku," jawab Li Zhe Liang dengan wajah dingin tanpa ekspresinya.
Li Zhe Liang sengaja menggunakan kekuatan spiritualnya sewaktu menjawab pertanyaan Yang Ruo Li sehingga kerumunan rakyat Kota Shang Ri La pun mendengarnya dengan jelas.
Mereka mempergunjikan Yang Rong Le sambil menunjuk-nunjuk gadis muka tembok itu. Wajah Yang Rong Le menjadi pucat karena malu.
"Turunkan aku," bisik Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang pura-pura tidak mendengar perkataan Yang Ruo Li sehingga gadis muda itu mencubit pinggang Li Zhe Liang secara spontan.
Li Zhe Liang tertawa kecil dan menurunkan tubuh Yang Ruo Li dari gendongannya. Suara tawa kecil dan senyuman di wajah Li Zhe Liang membuat Yang Rong Le semakin iri dan cemburu sehingga gadis muka tembok itu menatap tajam ke arah Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li menyadarinya dan segera menggenggam erat tangan Li Zhe Liang serta berjalan menghampiri Yang Rong Le. Mereka berdua berhenti tepat di hadapan gadis tidak tahu malu itu.
"Aku setuju denganmu Zhe Liang. Rong Le bagaikan pungguk merindukan bulan," ucap Yang Ruo Li.
"Tentu saja Rong Le si pungguk dan Zhe Liang adalah bulan yang bercahaya di atas langit," lanjut Yang Ruo Li.
"Li Er adalah dewi bulan," ucap Li Zhe Liang sambil mencubit mesra hidung mancung Yang Ruo Li.
Mulut Chong Yun, Lu Jing, dan Feng Teng secara spontan terbuka lebar mendengar perkataan Li Zhe Liang. Benarkah ucapan rayuan romantis itu berasal dari mulut Li Zhe Liang? Apakah matahari sudah terbit dari sebelah barat?
"Tuan. Malam itu kita sudah bersama. Kamulah satu-satunya orang terdekatku sekarang," ucap Yang Rong Le sambil menangis tersedu-sedu.
Li Zhe Liang adalah satu-satunya tumpuan harapan Yang Rong Le. Gadis muka tembok itu bertekad mengikuti Li Zhe Liang kemana pun. Walaupun hanya menjadi selir, Yang Rong Le tidak keberatan.
Yang Rong Le berfirasat Keluarga Yang sudah berada di ambang kehancuran karena kematian Huo Rong beserta Yang Rong Xian dan juga satu tubuh gosong di sana yang kemungkinan besar adalah Tetua Klan Yang.
Yang Rong Le ingin ikut Li Zhe Liang pulang ke tempat asalnya. Yang Rong Le yakin Li Zhe Liang berasal dari salah satu kerajaan besar di daratan Zhong Yuan. Li Zhe Liang pasti akan membawanya pergi jika dirinya bersikeras mengaku sebagai gadis di Hutan Tengkorak malam itu.
Yang Ruo Li menjadi gusar karena perkataan Yang Rong Le. Dirinya tidak menyangka adik tiri tidak tahu malu itu masih berani mengaku sebagai gadis misterius yang bersama Li Zhe Liang malam itu.
Apakah kali ini Li Zhe Liang masih akan memberi ampun kepada Yang Rong Le? Jika iya, Yang Ruo Li tidak keberatan memusnahkan gadis muka tembok itu sekarang juga.
Li Zhe Liang menyadari suasana hati Yang Ruo Li menjadi muram karena ucapan Yang Rong Le sehingga dirinya menatap tajam ke arah gadis muka tembok dengan senyuman sinis.
Tubuh Yang Rong Le gemetaran. Hatinya merasa khawatir akan mendapatkan pukulan dari Li Zhe Liang lagi, tetapi Yang Rong Le rela menerimanya asalkan Li Zhe Liang tidak menolaknya.
"Wanita gila! Kamu menganggap remeh ancamanku sebelumnya. Matilah!" ucap Li Zhe Liang.
Pedang Api Kunlun terbang keluar dari tubuh Li Zhe Liang dan menembus dada Yang Rong Le dengan cepat. Api berwarna kuning terang membakar tubuh gadis muka tembok itu.
"Argh! Argh! Panas! Tolong!" pekik Yang Rong Le kesakitan dan jatuh berguling-guling di atas tanah.
Mata Wen Hui Min, Pejabat Peng Chong, Peng Xiao Ran, serta Huo Si Cheng terbelalak melihat tubuh Yang Rong Le terbakar oleh api berwarna kuning terang.
Mereka semua mempunyai pemikiran yang sama. Api yang sedang membakar tubuh Yang Rong Le pastilah api surgawi. Tidak disangka api surgawi bisa mempunyai dua orang pemilik.
***
Selamat siang readers. Bab ini up pukul 15.40 wita. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE