
***Kamar Yang Ruo Li di Paviliun Ru Yi***
Tangan kanan Li Zhe Liang menarik pakaian Yang Ruo Li di bagian bahu sehingga robek dan memperlihatkan seluruh bagian tangan kiri Yang Ruo Li.
"Hidung belang!" teriak Yang Ruo Li sambil melayangkan tangan kanan untuk menampar wajah Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang menggunakan tangan kirinya menangkap tangan Yang Ruo Li dengan mudah, sedangkan tangan kanannya sudah menyentuh lengan kiri Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li berusaha menarik kembali tangan kanannya, tetapi tidak berhasil karena kekuatannya kalah jauh dari Li Zhe Liang.
"Tenang!" ucap Li Zhe Liang dengan wajah tanpa ekspresi.
Yang Ruo Li masih berniat untuk melawan. Akan tetapi, dirinya merasakan aliran spiritual di bagian lengan kirinya yang sedang disentuh oleh tangan Li Zhe Liang.
Saat ini Yang Ruo Li baru teringat tulang lengan kirinya patah akibat pukulan dari Huo Rong di Kediaman Edelweiss, yang memberinya kesempatan menghancurkan jiwa pil Huo Rong dengan sepasang jarum terbang miliknya.
"Dia sedang menyembuhkan lukaku!" kata hati Yang Ruo Li.
Amarah Yang Ruo Li menghilang seketika dan tidak melawan lagi sehingga Li Zhe Liang melepaskan tangan kanan gadis muda itu.
Beberapa saat kemudian, Li Zhe Liang mengangkat tangan kanannya dari lengan kiri Yang Ruo Li. Gadis muda itu bisa merasakan tulang lengan kirinya sudah normal kembali.
Yang Ruo Li melompat turun dari pangkuan Li Zhe Liang dan pria dingin itu pun berdiri dari tempat duduknya.
"Terima kasih! Tetapi kenapa kamu tidak mengatakan dengan jelas akan menyembuhkan lukaku sehingga membuatku salah paham," kata Ruo Li.
"Kamu yang duluan berprasangka buruk terhadapku," jawab Li Zhe Liang sambil menyentil kening Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang mengambil satu botol kecil dari cincin ruang penyimpan batu rubi dan memberikannya ke Yang Ruo Li.
"Pakailah untuk membersihkan diri!" kata Li Zhe Liang sambil menunjuk ke bagian belakang Yang Ruo Li. Kemudian Li Zhe Liang berjalan keluar dari kamar itu.
***
"Tuan!" sapa Lu Jing dan Feng Teng bersamaan ke Li Zhe Liang yang keluar dari kamar.
"Dewa penolong! Bagaimana keadaan Ruo Li?" tanya Li Jian Ming dengan sopan.
"Dia sedang membersihkan diri!" jawab Li Zhe Liang dengan singkat.
"Membersihkan diri?" kata hati Lu Jing, Feng Teng, dan Li Jian Ming bersamaan.
Mereka semua penasaran apa yang telah dilakukan oleh Li Jian Ming di dalam kamar sehingga Yang Ruo Li harus membersihkan diri?
"Kalau begitu, Jian Ming pamit dulu!" kata Li Jian Ming dengan pipi merona merah karena salah paham apa yang telah terjadi di dalam kamar antara Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang.
***
"Feng Teng! Kamu tinggal di Paviliun Ru Yi untuk berjaga!" perintah Li Zhe Liang.
"Baik, tuan!" jawab Feng Teng dengan patuh.
Feng Teng tahu dirinya diberi tugas untuk menjaga Mu Dan.
"Baik, tuan!" jawab Lu Jing.
Lu Jing dan Feng Teng saling memberi isyarat mata yang hanya diketahui artinya oleh mereka berdua.
"Nona Ruo Li sangat spesial di hati putra mahkota. Selama ini putra mahkota tidak pernah mencampuri urusan keluarga orang lain," kata hati Lu Jing dan Feng Teng bersamaan.
****Kamar Yang Ruo Li di Paviliun Ru Yi***
Setelah kepergian Li Zhe Liang, Yang Ruo Li membuka botol kecil itu dan mencium aromanya. Mata Yang Ruo Li berbinar-binar saat mengetahui isi dari botol kecil itu adalah ramuan giok.
Ramuan giok terbuat dari beberapa jenis herbal langka dan sangat mahal harganya. Khasiat ramuan giok adalah bisa menyembuhkan semua luka dengan cepat, bahkan bisa menghilangkan semua bekas luka akibat pedang ataupun senjata tajam lainnya.
Yang Ruo Li berjalan menuju ke bagian belakang ruangan yang ditunjuk oleh Li Zhe Liang tadi.
Di sana ada satu tong berukuran besar, yang biasanya digunakan sebagai tempat berendam dan mandi. Yang Ruo Li menyentuh air di dalam tong itu dan terasa hangat. Satu set pakaian bersih wanita menggantung di partisi yang berada di dekat tong besar itu.
Yang Ruo Li menuangkan tiga tetes ramuan giok ke dalam tong besar. Kemudian membuka pakaiannya dan berendam di dalam air hangat.
"Tidak disangka, pria dingin itu bisa begitu perhatian!" kata hati Yang Ruo Li.
Tubuh Yang Ruo Li terasa ringan dan semua bekas luka di tubuhnya pun hilang tanpa membekas.
Yang Ruo Li mengenakan pakaian baru itu. Model pakaian itu sama persis dengan model pakaian berwarna biru langit yang dipakainya sebelumnya.
"Pakaian ini dari Kerajaan Dong Ming!" kata hati Yang Ruo Li.
Kali ini Yang Ruo Li bisa mengenakan pakaian itu dengan baik. Semua ikatan dan kancing pakaian itu terpasang dengan sempurna.
"Pasti banyak pakaian model Kerajaan Dong Ming di toko pakaian Paviliun Ru Yi. Aku akan meminta Sha Sha memilih beberapa pakaian untuk ibu setelah rantai besi itu berhasil dihancurkan," kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li yakin Mu Dan pasti menyukai pakaian model Kerajaan Dong Ming, tempat asal Mu Dan. Mungkin di kemudian hari dirinya bisa membawa Mu Dan pulang ke Kerajaan Dong Ming.
***
Halo readers setia. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
Bagaimana pertemuan pertama antara Li Zhe Liang dan Fu Jiu Yun?
Apakah Wen Hui Min , ibu Fu Jiu Yun akan meminjam pedang penghancur?
SAMPAI JUMPA BESOK YA
HAPPY HOLIDAY AND LONG WEEKEND
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE