
***Aula besar Kota Shang Ri La***
Kerumuman rakyat Shang Ri La menatap ke tengah aula besar dengan rasa penasaran yang kuat. Seorang wanita dalam keadaan terikat kedua tangan dan kakinya berada di sana. Kepalanya menunduk dengan rambut yang berantakan. Terlihat jelas wanita itu dalam keadaan tidak sadarkan diri.
"Siapa wanita itu? Apa yang dilakukannya hingga menyinggung empat keluarga terpandang Kota Shang Ri La?" tanya salah satu pemuda di kerumunan ke temannya.
"Kalau tidak salah, wanita itu adalah nyonya pertama Keluarga Yang dan sudah gila selama enam belas tahun," jawab temannya.
"Oh! Ibunya Yang Ruo Li, si buruk rupa dan lemah itu!" ujar pemuda lainnya.
Kerumunan rakyat Shang Ri La bergunjing tentang Yang Ruo Li. Beberapa hari terakhir ini Yang Ruo Li memang menjadi topik pembicaraan yang hangat di Kota Shang Ri La. Hubungan pertunangan dengan Fu Jiu Yun yang dibatalkan, menjadi pemilik baru Paviliun Ru Yi, dan bahkan mempunyai hubungan spesial dengan pemuda yang merupakan pendatang asing.
***
"Nyonya Fu! Yang Ruo Li masih belum muncul!" ujar Peng Chong, pejabat Kota Shang Ri La.
Peng Chong adalah ayah dari Peng Xiao Ran dan Peng Wei Wei. Pria tua itu sangat membenci Yang Ruo Li karena gadis muda itu merusak wajah Peng Xiao Ran. Secara tidak sengaja Tetua Klan Peng menemukan Peng Xiao Ran tergeletak pingsan di tepi sungai Hutan Tengkorak sehingga segera membawanya pulang ke Kediaman Keluarga Peng.
Nyawa Peng Xiao Ran bisa diselamatkan. Akan tetapi, wajahnya sudah hancur dan akan menjadi jelek seumur hidupnya. Peng Xiao Ran meminta Peng Chong membalaskan dendam terhadap Yang Ruo Li sehingga tetua Klan Peng mewakilinya ke Kediaman Bangsawan Fu Chen. Ajakan kerjasama dari Wen Hui Min disambut hangat oleh Peng Chong.
Wen Hui Min juga mengajak serta Huo Rong untuk bekerjasama dengannya. Tentu saja Huo Rong tidak menolaknya. Tidak lama kemudian Tetua Huo Guang dan Huo Si Cheng juga ikut bergabung sehingga mereka semua hadir di aula besar Kota Shang Ri La untuk membunuh Yang Ruo Li dengan menggunakan Mu Dan sebagai umpan.
Keempat anggota keluarga terpandang itu bersama para bawahan yang merupakan kultivator tingkat tinggi menunggu kedatangan Yang Ruo Li. Mereka semua yakin Yang Ruo Li pasti tidak bisa melarikan diri dari kepungan mereka semua nantinya.
Wen Hui Min menatap tajam ke arah Mu Dan yang masih pingsan setelah mendengar perkataan pejabat Peng Chong. Nama Yang Ruo Li membuat kemarahan dan kebencian di dalam hatinya meledak seketika. Wanita licik itu yakin Yang Ruo Li penyebab dirinya kehilangan kendali dan menghabisi selir kesayangan Bangsawan Fu Chen sehingga mendapatkan siksaan dari suaminya itu.
"Pejabat Peng Chong! Bunuh Mu Dan sekarang juga!" perintah Wen Hui Min.
"Baik, Nyonya Fu!" jawab pejabat Peng Chong.
Pria tua itu memberikan isyarat tangan kepada bawahannya sehingga mereka bergegas mengumpulkan potongan kayu di sekeliling tubuh Mu Dan.
"Wanita itu akan dibakar!" teriak salah satu wanita dari kerumunan rakyat Kota Shang Ri La.
"Apa kesalahannya?" tanya teman di sampingnya.
Pejabat Peng Chong memberi isyarat mata ke Huo Rong. Wajah wanita jahat itu lebih pucat daripada wajah Wen Hui Min karena jiwa pilnya yang rusak.
Huo Rong berjalan ke tengah aula besar bersama Yang Rong Xian. Gadis muda kembaran Yang Rong Le itu berjalan pelan sambil memegang perban yang membalut bahunya yang terluka. Keadaan mereka berdua sangat menyedihkan.
"Mu Dan yang gila sudah menjadi boneka Sekte Sesat dan membunuh banyak pengawal Keluarga Yang serta menghancurkan jiwa pilku!" teriak Huo Rong.
"Apa? Sekte Sesat?" teriak kerumunan rakyat Kota Shang Ri La bersamaan.
Sekte sesat adalah sekte iblis yang melakukan kejahatan di daratan Zhong Yuan. Nama Sekte Sesat merupakan mimpi buruk bagi rakyat Kota Shang Ri La. Sebagian besar dari mereka mempercayai perkataan Huo Rong karena belakangan ini banyak anak kecil yang menghilang di Kota Shang Ri La dan diperkirakan diculik oleh Sekte Sesat.
"Demi keamanan dan ketenangan Kota Shang Ri La, aku akan membakar wanita ini!" ujar Huo Rong.
Salah satu bawahan pejabat Peng Chong memberikan obor ke Huo Rong. Wanita jahat itu berjalan mendekati Mu Dan serta bersiap melemparkan api obor ke tumpukan kayu itu.
Keempat anggota keluarga terpandang Kota Shang Ri La itu menatap dengan antusias ke sana. Mereka semua sama sekali tidak merasa berdosa maupun kasihan terhadap Mu Dan yang akan dibakar habis.
"Bakar! Ayo cepat bakar! Ibunya harus merasakan penderitaan yang kudapatkan dari Yang Ruo Li!" kata hati Peng Xiao Ran.
"Matilah! Yang Ruo Li akan menyusulmu segera!" kata hati Huo Rong dan Yang Rong Xian.
***
"Hentikan! Kalian kejam ingin membunuh wanita yang lemah dan tidak sadarkan diri! Itu senua adalah fitnah!" teriak Pengurus Ming Ye yang berada di dalam kerumunan rakyat Shang Ri La.
Sejak awal Pengurus Ming Ye dan para penjaga Paviliun Ru Yi yang mengejar hingga ke aula besar, tidak bisa menyelamatkan Mu Dan karena ditahan oleh para penjaga keempat keluarga terpandang itu.
"Ini bukan masalah Paviliun Ru Yi!" kecam Pejabat Peng Chong.
"Pejabat Peng Chong! Kamu dan keluarga Yang membuat kekacauan di Paviliun Ru Yi dan menculik nyonya. Aku sudah mengirim surat untuk meminta bala bantuan dari tuan muda Li Jian Ming dan cabang Paviliun Ru Yi lainnya. Cepat lepaskan nyonya sekarang!" teriak Pengurus Ming Ye.
Perkataan Pengurus Ming Ye bukan omong kosong belaka. Selain mengutus dua orang penjaga untuk mencari Yang Ruo Li di Hutan Tengkorak, dirinya juga mengirim surat dan orang untuk mencari Li Jian Ming.
"Yang Ruo Li hanya menjadi pemilik Paviliun Ru Yi di Kota Shang Ri La. Tidak mungkin Tuan muda Li Jian Ming akan datang membantunya," ucap Pejabat Peng Chong.
Walaupun nantinya Li Jian Ming meminta pertanggungjawaban atas kematian Mu Dan, pejabat Peng Chong yakin Li Jian Ming tidak akan berkutik melawan empat keluarga terpandang Kota Shang Ri La.
Huo Rong melemparkan obor ke atas tumpukan kayu. Api mulai berkobar di sana.
"Hentikan! Nona Ruo Li tidak akan melepaskan kalian! Ayo kita selamatkan nyonya!" teriak Pengurus Ming Ye ke para penjaga Paviliun Ru Yi yang datang bersamanya.
Mereka menggunakan kekuatan spiritual masing-masing untuk menerobos masuk sehingga terjadi pertarungan sengit dengan para penjaga dari keempat keluarga terpandang.
Perbedaan jumlah orang yang sangat mencolok membuat kelompok Pengurus Ming Ye kewalahan. Akan tetapi, mereka tidak menyerah sama sekali dan berusaha terus mendekati kobaran api.
***
"Han Li! Perbesar kobaran apinya!" perintah Wen Hui Min ke salah satu pengawal yang berdiri di sisinya.
"Baik, nyonya!" jawab Han Li.
Han Li mengumpulkan kekuatan spiritual ke telapak tangan kanan dan mengarahkan ke arah kayu yang sedang terbakar. Dalam hitungan detik, kobaran api membesar dua kali lipat.
"Nyonya!" teriak Pengurus Ming Ye dan para penjaga Paviliun Ru Yi bersamaan.
***
Selamat siang readers. Bab ini up pukul 15.00 wita. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya. Li Er akan muncul menyelamatkan Mu Dan dengan menggunakan strategi pintarnya 🤗
TERIMA KASIH SEMUA DUKUNGANNYA READERS 🙏
HAPPY WEEKEND ALL
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE