GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 154. Pertarungan


***Aula Besar Kota Shang Ri La***


"Api Surgawi!"


"Api Surgawi ada dua!"


Kerumunan rakyat Kota Shang Ri La berteriak riuh bersamaan. Mereka mempunyai pemikiran yang sama dengan anggota keluarga terpandang yang berada di atas aula besar.


Para anggota keluarga terpandang dan juga kultivator tingkat tinggi hanya mengetahui legenda tentang api surgawi yang akan muncul di portal rahasia ribuan tahun sekali. Bagaimana bentuk dan wujud api surgawi yang asli, hanya sedikit orang saja yang mengetahuinya.


Li Zhe Liang merupakan putra mahkota dari Kerajaan Dong Ming, salah satu kerajaan terbesar di daratan Zhong Yuan. Perjalanannya mencari api surgawi untuk menghancurkan segel monster naga bertanduk di punggung membuatnya berusaha mendapatkan informasi yang akurat tentang api surgawi.


Li Zhe Liang mengetahui pemilik api surgawi adalah seorang wanita bernama Batari Liu Yi Fei. Selain itu api surgawi berwarna biru langit sehingga Li Zhe Liang langsung mencurigai Qi Lin kecil mempunyai hubungan dengan api surgawi sewaktu pertama kali bertemu dengan Lan Long di dalam portal rahasia.


Tentu saja informasi mengenai Pedang Api Kunlun tidak tercatat di dalam sejarah ribuan tahun yang lalu karena pada saat itu senjata spiritual abadi yang paling kuat dan menonjol milik Batari Liu adalah Api Surgawi.


Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li pun baru mengetahui tentang Pedang Api Kunlun dari Batari Liu sendiri.


Sekarang ketiga anggota keluarga terpandang menyaksikan dengan mata sendiri kekuatan api yang dipancarkan oleh Li Zhe Liang sama kuatnya dengan api surgawi milik Yang Ruo Li sehingga mereka yakin api surgawi mempunyai dua pemilik.


Api surgawi yang dimiliki oleh Yang Ruo Li lebih mudah direbut oleh mereka dibandingkan api surgawi milik Li Zhe Liang. Mereka semua tidak tahu Li Zhe Liang sengaja memperlihatkan keunggulan Pedang Api Kunlun agar berita tentang api surgawi ada dua bisa menyebar.


Li Zhe Liang ingin mengalihkan perhatian dari sebagian besar kultivator tingkat tinggi yang menginginkan api surgawi untuk mengejarnya dan bukan hanya fokus pada Yang Ruo Li, gadis muda biasa dari Kota Shang Ri La.


***


"To…long!" lirih Yang Rong Le dengan tubuh kejang-kejang di atas tanah.


Tidak ada seorang pun berlari menghampiri maupun menyelamatkan Yang Rong Le. Gadis muka tembok itu hanya bisa meraung kesakitan di samping Rong Rong, monster rajawali tingkat dua miliknya.


"Jangan bermimpi mendapatkan semua hal yang bukan milikmu!"


Suara ancaman Li Zhe Liang terngiang terus menerus di pikiran Yang Rong Le hingga ajal menjemputnya. Rasa penyesalan di lubuk hatinya sudah terlambat. Kesombongan dan muka temboknya membuat Yang Rong Le harus membayar dengan nyawanya.


Chong Yun, Lu Jing, dan Feng Teng menggelengkan kepala melihat akhir tragis Yang Rong Le. Mereka bertiga sudah menduga sejak awal gadis muka tembok itu pasti akan mati di tangan Li Zhe Liang jika masih ngotot mengaku sebagai gadis misterius di Hutan Tengkorak waktu itu.


"Ternyata memang benar Zhe Liang memperlakukan Yang Ruo Li spesial bukan karena dia adalah gadis di malam itu," kata hati Chong Yun.


Chong Yun ikut merasa gembira melihat hati dingin Li Zhe Liang mencair karena kemunculan Yang Ruo Li. Mereka berdua terlihat sangat serasi di tengah aula besar Kota Shang Ri La.


Chong Yun hanya mengkhawatirkan apakah Kaisar Dong Ming akan menerima Yang Ruo Li sebagai menantu pilihan Li Zhe Liang? Status yang berbeda diantara mereka berdua bisa menjadi kerikil yang menghambat perjalanan cinta Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li.


Walaupun begitu, Chong Yun yakin Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li bisa mengatasinya bersama. Mungkin saja di kemudian hari status dan kedudukan Yang Ruo Li akan bertambah tinggi sehingga bisa sepadan dengan Li Zhe Liang.


Sementara itu Yang Ruo Li menggunakan kekuatan spiritualnya menarik tubuh gosong Yang Rong Le dan memindahkannya di sebelah tubuh Huo Rong.


Begitupun juga dengan jasad menyedihkan Yang Rong Xian juga dipindahkan. Setidaknya Huo Rong dan kedua putri kembarnya yang jahat bisa berkumpul bersama setelah mati mengenaskan.


Tetua Wu Yuan mengagumi perbuatan Yang Ruo Li. Orang tua itu semakin yakin keputusannya menjadi pengikut Yang Ruo Li sangatlah tepat dan benar karena gadis muda itu sangatlah bijaksana.


***


"Ruo Li. Aku sudah membunuh Yang Rong Xian. Berikan api surgawi kepadaku," pinta Huo Si Cheng.


"Kak Ruo Li. Aku sudah mematahkan leher gadis busuk itu. Api surgawi milikku sekarang," desak Peng Xiao Ran.


"Baiklah. Kalian bisa memiliki api surgawi," ucap Yang Ruo Li sambil berjalan mundur tiga langkah.


Mata Peng Xiao Ran dan Huo Si Cheng berbinar-binar menatap cahaya biru langit yang memancar dari api surgawi.


"Api surgawi milikku!" pekik Peng Xiao Ran dan Huo Si Cheng bersamaan.


Mereka berdua saling beradu pandang lalu mengulurkan tangan untuk menggapai api surgawi dengan cepat. Huo Si Cheng dan Peng Xiao Ran bertarung satu sama lain memperebutkan api surgawi.


"Huo Si Cheng sialan! Berani sekali berebut api surgawi denganku!" pekik Peng Xiao Ran sambil melayangkan cambuk cemeti ke tubuh Huo Si Cheng.


Huo Si Cheng menangkis cambuk cemeti dengan pedangnya.


"Hei wanita jelek. Api surgawi tidak akan memilih pemilik yang jelek!" ejek Huo Si Cheng.


"Wajahmu akan ku rusak!" pekik


Peng Xiao Ran.


Peng Xiao Ran melayangkan cambuk cemetinya ke arah wajah Huo Si Cheng terus menerus sehingga pria itu kewalahan menghadapi serangan gencar dari Peng Xiao Ran.


"Tetua Peng Mu. Bantu Xiao Ran mendapatkan api surgawi. Kalian semua juga maju bantu nona!" perintah Pejabat Peng Chong ke Tetua Peng Mu dan bawahannya yang berjumlah lima puluh orang.


Tetua Peng Mu segera menghindar dari pertarungan dengan Tetua Huo Guang dan terbang ke arah api surgawi yang masih melayang di udara.


"Tetua Huo Guang! Ambil api surgawi!" teriak Huo Si Cheng.


Tetua Huo Guang melemparkan pedangnya ke arah tangan Tetua Peng Mu yang sedang terulur ke arah api surgawi sehingga Tetua Peng Mu menarik kembali tangannya.


"Sialan kamu Huo Guang!" geram Tetua Peng Mu dan langsung menyerang Tetua Huo Guang dengan ganas.


Tetua Huo Guang membalas serangan Tetua Peng Mu tanpa ampun. Kali ini kedua Tetua Klan itu menggunakan kekuatan sepenuhnya dengan membunuh satu sama lain.


Puluhan bawahan Keluarga Huo yang dibawa serta oleh Huo Si Cheng juga terjun ke dalam pertarungan. Kerumunan rakyat Kota Shang Ri La menjadi bingung dan berteriak ricuh melihat pertarungan dahsyat antara Keluarga Peng dengan Keluarga Huo.


Li Zhe Liang menarik tangan Yang Ruo Li menjauhi arena pertarungan, sedangkan api surgawi milik Yang Ruo Li masih melayang di udara dalam bentuk bola berwarna biru langit.


Yang Ruo Li sengaja tidak menarik kembali api surgawi ke dalam tubuhnya. Hal itu menyebabkan Keluarga Peng dan Keluarga Huo bertarung mati-matian supaya menjadi pemenang yang akan mendapatkan api surgawi.


Chong Yun, Lu Jing, dan Feng Teng berjalan ke arah kedua sejoli itu. Mereka bertiga yakin pertarungan akan berakhir dalam waktu singkat dan mereka semua bisa pulang ke Paviliun Ru Yi secepatnya.


***


Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 21.20 wita. Semoga lancar ya🤗.


TERIMA KASIH SEMUA DUKUNGAN KOMENTAR POSITIFNYA READERS.


DI TUNGGU KELANJUTAN CERITANYA BESOK YA


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE