
Extra part 49
Keira menoleh tidak percaya pada papanya yang bisa
dengan gamblang mengatakan hal-hal seperti itu. Jodi mengatakan kalau ia sudah
melamar Katty sebelumnya, tapi mama Keira itu berpikir kalau Jodi hanya
bermain-main dan takut untuk menikah karena perjanjian yang mereka buat.
“Mamamu pikir, papa nggak cinta sama dia. Banyaklah
ketakutan mamamu. Tapi akhirnya mamamu hamil dan nggak bisa mengelak lagi.”
Jodi nyengir lebar sambil mengacungkan jempolnya.
“Aku boleh gitu nggak sama Bilar, pah?” tanya Keira
sambil bersandar pada Jodi.
“Terserah kamu, sayang. Papa nggak ngelarang, yang
penting kamu sudah yakin sama Bilar. Tapi kayaknya seru kalau baru melakukan
itu di malam pernikahan. Trus besoknya digodain seisi rumah,” ucap Jodi dari
setan berubah jadi malaikat.
Keira juga nyengir lebar. Ia memang menjaga dirinya
untuk suaminya kelak. Entah Bilar atau bukan. Tapi ia berharap memang Bilar
yang akan jadi suaminya.
“Pah, papa nggak ngecek mama? Ntar ngamuk-ngamuk,
laptop papa dibanting loh,” kata Keira yang baru teringat mamanya.
“Papamu kan kaya. Laptop bisa beli lagi. Biarin aja
mamamu ngamuk dulu. Kamu ikutan dong ngprank mama,” bujuk Jodi.
Keira menggeleng, ia paling nggak bisa bohong pada
Katty. Lebih baik Keira diam saja menonton pertunjukan yang dibuat Jodi
daripada merusak rencana papanya itu.
**
Katty menonton video itu sekali lagi. Ada seorang
remaja laki-laki yang mengaku sebagai anak kandung Jodi dengan wanita lain. Umur
anak itu sama dengan Keira. Bukti-bukti yang diperlihatkan remaja itu tampak
jelas memang foto Jodi sedang bersama wanita lain.
Jelas kalau saat mereka bersama dulu, Jodi juga
sedang bersama wanita lain. Keira jadi gusar melihat video itu, hatinya ingin
sekali tidak percaya, tapi entah kenapa ia merasakan sesuatu yang besar akan
segera terjadi.Jodi bahkan tidak mengakui perbuatannya, tidak mengaku tapi
ekspresi wajahnya tidak bisa ditebak Katty. Jelas sekali Jodi sedang
menyembunyikan sesuatu. Perhatian Keira teralihkan seratus persen pada video
itu.
“Ih, sekali playboy, tetap playboy. Gimana bisa dia
tidak ingat sudah melakukannya dengan wanita lain? Aku harus ketemu dengan anak
ini,” gumam Katty kesal. Ia ingin sekali membanting ponselnya, tapi menahan
diri dan memilih mengacak-acak kamar tidur mereka.
Hal gila yang dilakukan Katty selanjutnya adalah
membuka pakaiannya dan melihat bayangan tubuhnya di depan cermin. Meskipun
sudah bertambah usia semakin tua, tubuh Katty tetap singset dan seksi.
Seharusnya tidak ada masalah dengan visualnya yang tetap menggoda.
Tapi kenapa Jodi masih melirik wanita lain. Katty
bahkan menutup mata kalau kejadian itu sudah dua puluhan tahun yang lalu. Ia
juga lupa kalau mereka selalu bersama kecuali saat Jodi dan Katty bekerja. Jodi
yang kembali ke kamar setelah puas berbincang dengan Keira, melihat pemandangan
indah yang menggoda imannya. Ia bahkan tidak memperhatikan kamar yang
berantakan.
Mengingat kalau ia sedang mengerjai istrinya, Jodi
hanya melenggang masuk lalu duduk di sofa kamar. Katty melirik kesal pada Jodi
yang cuek padanya. Ia berbaring, masih belum memakai pakaiannya, dengan posisi
yang membuat jakun Jodi naik turun.
”Niatnya mau ngerjain, malah aku yang dikerjain. Aku
harus pergi dari sini sebelum si junior minta jatah,” batin Jodi sambil
bangkit dari sofa.
“Jodi, mau kemana?” tanya Katty yang kesal
dicuekin.
“Mau v-call Guntur. Tadi dia bilang mau ada yang
dibahas, penting. Aku kan nggak mungkin v-call disini,” sahut Jodi.
Katty dengan cepat mengunci pintu kamar mereka lalu
mendorong Jodi kembali duduk di sofa. Dengan nada ancaman, Katty menyuruh Jodi
melakukan sambungan v-call itu saat ini juga. Jodi melakukan apa yang diminta Katty
sambil menjaga ekspresinya tetap datar.
Setelah sambungan v-call di angkat Guntur di
seberang sana, asisten Jodi itu mengucapkan salam dengan sopan. Selama Jodi dan
Katty pergi keluar negeri, Guntur bekerja sebagai penanggung jawab perusahaan
Jodi. Ia bekerja dibawah perintah Jodi dalam menjalankan perusahaan dibantu
Anisa, istrinya.
Review kembali, Guntur yang bekerja sebagai
asisten Jodi, berteman baik di SMA dengan Anisa, tante Katty. Mereka bertemu
kembali dan akhirnya menikah. Jadi Jodi seharusnya memanggil Guntur dengan
panggilan om Guntur.
“Siang, pak
Jodi. Apa kabar?” tanya Guntur.
“Siang, Guntur. Apa yang mau dibahas?” tanya Jodi
sambil melirik Katty yang mulai bergerak di bawah sana.
Jodi menelan salivanya ketika melihat apa yang akan
dilakukan Katty. Ia harus membagi dua konsentrasinya pada Guntur yang sudah
mulai menjelaskan laporan dengan Katty yang sedang cari perhatian. Beberapa
kali Jodi menghela nafas berat, ia masih berusaha memperhatikan Guntur di layar
ponselnya.
“Ach...,” lirih Jodi merasakan kenikmatan menjalar
“Ada apa, pak?”
tanya Guntur yang mendengar desahan Jodi.
“Tidak apa-apa, lanjutkan saja. Sampai dimana
tadi?” tanya Jodi dengan ekspresi datarnya.
Katty yang melihat Jodi masih bertahan, memakai jurus
terakhir untuk membuat Jodi kelimpungan. Beberapa detik kemudian, Jodi sudah
melempar ponselnya ke atas sofa lalu meraih tubuh Katty dan menggendongnya
menuju tempat tidur mereka.
Ponsel Jodi terjatuh dengan kamera depan menghadap
ke arah tempat tidur. Untuk sesaat Guntur belum ngeh dengan apa yang terjadi. Ia
masih sibuk menjelaskan tentang laporan di hadapannya. Ketika Guntur menoleh ke
layar ponsel, ia memicingkan matanya melihat apa yang terjadi. Anisa juga ikut
menoleh saat mendengar suara-suara aneh dari ponsel Guntur.
“Mereka ngapain?” tanya Anisa pada Guntur.
“Lagi itu, live. Matiin nggak?” tanya Guntur.
Keduanya kompak nyengir sebelum mematikan sambungan
v-call.
**
Jodi beranjak dari atas tempat tidur, ia mencari
ponselnya dengan senyum mengembang karena menang banyak. Tampak Katty masih tertidur
pulas diatas tempat tidur yang berantakan. Jodi melihat sambungan v-call dengan
Guntur sudah terputus sejam yang lalu. Ia menepuk keningnya melihat posisi
ponselnya tadi. Bisa jadi Guntur melihat live apa yang terjadi di kamarnya
tadi.
Cepat-cepat Jodi memakai pakaiannya lagi, lalu
keluar dari kamar. Ia ingin mengecek persiapan kejutan anniversary pernikahannya
yang sedang dilakukan Pak Jang. Pesta kejutan itu akan berlangsung besok malam.
Jadi persiapannya cukup mepet dan juga tanpa sepengetahuan Katty.
Pak Jang dan beberapa pelayan sedang berkumpul di
ruang belakang. Banyak barang-barang untuk persiapan pesta yang menumpuk di
sudut ruangan. Saat itu pelayan sedang memompa balon berwarna merah yang akan
digunakan untuk membuat hujan balon nantinya.
“Bagaimana persiapannya, Pak Jang?” tanya Jodi.
“Sudah semua, tuan. Sekarang sedang proses meniup
seribu balon. Besok bunga dan dekorasi akan mulai dikerjakan sekitar jam tiga
sore, bertepatan dengan schedule Katty yang harus ke kantor untuk meeting,”
jelas Pak Jang.
“Bagus sekali, Pak Jang. Lanjutkan sampai selesai
ya. Kejutan besok harus sukses,” kata Jodi.
Pak Jang mengangguk dan memberi tahu kalau Katty
pergi dari rumah. Tampak di CCTV, istri Jodi itu keluar dari rumah dan mengendarai
mobilnya sendiri. Tampak mobil hitam sudah siap mengikuti Katty. Pak Jang
mengatur untuk mengawal Katty kemanapun ia pergi selama kejutan anniversary
pernikahan Jodi dan Katty.
Jodi cuma senyum-senyum melihat ponselnya, Alan
baru saja memberitahunya kalau Katty ingin bertemu. Remaja di video itu adalah
Alan, anak X. Ketika Jodi menceritakan rencananya pada Ilham, Pak Jang dan X, X
mengusulkan untuk meminta bantuan putranya.
Katty belum pernah bertemu dengan Alan dan anak itu
sepertinya jago untuk urusan ngprank. Dan mulailah proyek kejutan anniversary
pernikahan Jodi dan Katty.
Saat ini, Katty sedang dalam perjalanan untuk
menemui Alan di sebuah restaurant yang sudah ditentukan Alan. Katty meminta
bertemu dengan remaja itu untuk bertanya secara langsung apa yang diinginkan
Alan.
Sampai di restaurant, Katty langsung mengenali Alan
yang memang duduk di tempat yang strategis dari pintu masuk. Alan tersenyum
tipis ketika Katty mendekatinya. Wanita cantik itu langsung duduk di depan
Alan.
“Selamat sore, tante,” sapa Alan.
“Langsung saja, waktuku nggak banyak. Mana buktinya
kamu anaknya Jodi?” tanya Katty tanpa basa-basi.
“Santai dulu, tante. Mau pesan apa?” tanya Alan
santai.
Katty menarik nafas panjang untuk menenangkan
dirinya, sebelum memesan jus jeruk. Setelah pelayan datang membawakan pesanan
Katty, wanita itu menatap Alan. Ia membandingkan wajah Jodi dengan Alan tidak
ada kemiripan sama sekali. Mungkin hanya rambut dan dagunya yang mirip, tapi
Katty tetap tidak yakin.
“Kenapa melihat saya seperti itu, tante? Saya lebih
mirip ibu saya, kalau tante penasaran,” kata Alan.
Remaja itu menyerahkan foto Melda bersama Jodi yang
sudah ia edit sedemikian rupa hingga terlihat alami. Seolah Melda dan Jodi
memang sedang bersama. Tentu saja foto Melda sudah lebih dulu di edit Alan agar
tidak terlalu mirip dengan Melda yang sebenarnya.
“Mamaku bilang kalau saat kejadian itu, mereka
bertemu di club dan saling jatuh cinta,” ucap Alan mulai memanas-manasi Katty.
“Tapi suamiku tidak pernah ke club di kota ini lagi
kalau tidak pergi bersamaku. Kamu jangan bohong,” kata Katty menyangkal pernyataan
Alan.
“Aku tidak bilang tentang club di kota ini. Mamaku dan
papa Jodi bertemu di club malam di luar kota. Mereka menghabiskan banyak malam
selama papa Jodi disana, berdua saja,” ucap Alan lagi.