
Anisa : “Masa sih?”
Guntur : “Iya, biasanya aku yang buat sarapan. Ibu sama ayah selalu bangun lebih siang dari aku.”
Anisa : “Oh, gitu.”
Guntur : “Iya, kan mereka buka warung makan dari siang sampe malem. Jam segini mereka belum bangun.”
Guntur kembali menjelajahi tubuh Anisa tapi istrinya itu tiba-tiba bersin dan menghancurkan momen romantis mereka.
Guntur : “Kamu kedinginan ya?”
Anisa mengangguk. Mereka sudah cukup lama di dalam kamar mandi. Akhirnya Guntur mau juga keluar dari kamar mandi. Anisa mengeringkan tubuhnya dengan handuk. Guntur juga melakukan hal yang sama sambil
terus menatap Anisa.
Anisa : “Gak usah melotot gitu. Dari semalem kan udah liat semua.”
Guntur : “Tetep aja masih kurang. Kita bobok lagi yuk. Aku akan ijin sama Pak Jodi.”
Anisa : “Gak boleh gitu. Kamu nakal deh.”
Guntur memegang pinggang Anisa. Ia tidak mau memakai pakaiannya sendiri dan meminta Anisa memakaikan pakaiannya. Anisa tersenyum, ia membungkus rambut basahnya dengan handuk, sebelum mencarikan pakaian Guntur di dalam lemari.
Anisa benar-benar seperti sedang mengurus bayi yang sangat besar. Ia harus memakaikan pakaian pada Guntur dan menahan godaan dari suaminya itu. Akhirnya setelah berjuang habis-habisan, Guntur selesai memakai pakaiannya.
Giliran Anisa yang berpakaian tapi terus saja dikerjai Guntur dengan menarik-narik pakaian Anisa sampai istrinya itu mulai kesal dan mencubit pahanya.
Guntur : “Addow!”
Anisa : “Rasain. Iseng sih. Udah mau jam 7 tuch.”
Guntur tersenyum, ia keluar kamar lebih dulu dan menyiapkan sarapan untuk mereka berdua. Ia membuat nasi goreng dengan telur mata sapi diatasnya. Wangi masakan membuat Anisa cepat-cepat keluar dari kamar
mereka.
Anisa : “Mas, biar aku yang masak.”
Guntur : “Gak pa-pa, sayang. Kamu kan capek dari semalem.”
Kata-kata Guntur sukses membuat Anisa merona. Ia menepuk lengan Guntur karena sangat malu dengan godaan suaminya itu.
Anisa membantu meletakkan telur ke atas nasi goreng mereka. Dan menuangkan air minum.
Anisa : “Kamu suka minum kopi kalo pagi?”
Guntur : “Nggak. Cuma air putih. Kalau aku ngantuk, biasanya bikin kopinya di kantor. Tapi jarang sich.”
Anisa : “Ayo, sarapan dulu.”
Mereka berdua duduk bersebelahan dan mulai makan. Anisa memberikan bagian putih telurnya pada Guntur dan mengambil kuning telur dari piring Guntur.
Guntur : “Kamu masih ingat?”
Anisa : “Iya. Kita sudah lama sahabatan sebelum nikah, kan. Semua kesukaanmu aku masih ingat.”
Guntur tersenyum lagi, mereka menghabiskan sarapan mereka dan Guntur bersiap-siap berangkat ke kantor Jodi.
Guntur : “Nisa, aku berangkat kerja dulu ya. Kamu mau ngapain? Dirumah aja?”
Anisa : “Iya, mas. Mau bantu beberes dulu. Mas jangan lupa makan siang ya.”
Guntur : “Bawain makanan dong.”
Anisa : “Emang boleh aku ke kantor, mas?”
Guntur : “Iya. Kasi tau aja sama resepsionis kamu istriku.”
Anisa : “Iya, mas. Ntar aku masakin ya.”
Guntur : “Ciumnya mana?”
Guntur tidak mau dengar, ia mencuri ciuman dari Anisa yang wajahnya langsung memerah mendapat perlakuan manis dari suaminya itu. Anisa melambaikan tangannya pada Guntur yang mulai menjalankan mobilnya.
*****
Pagi yang sama di rumah Alex. Kening Alex mengkerut melihat chat dari pengurus apartmentnya yang memberi tahu kalau ada yang menginap di apartment Alex semalam. Mereka, laki-laki dan perempuan, datang pada jam 2 siang dan baru keluar jam 6 pagi hari ini.
Mia yang melihat kening Alex berkerut, bertanya pada suaminya itu.
Mia : “Kenapa, mas? Serius banget.”
Alex : “Semalem ada yang nginep di apartmentku.”
Mia : “Hah?! Siapa?”
Alex : “Sepertinya Rio sama Kaori.”
Mia : “Mereka ngapain... tunggu, pasti ada alasan yang logis. Rio gak akan berbuat macam-macam apalagi sama Kaori. Aku tau anak-anak itu, mas.”
Alex mengangguk. Ia membalas chat pengurus apatment untuk tetap melaporkan kedatangan Rio dan Kaori padanya.
Mia : “Apa kita nikahkan saja mereka berdua ya?”
Alex : “Rio pasti gak mau. Dia maunya kerja dulu, baru nikah. Tapi coba kamu yang nanya dech.”
Mia : “Hadeh, ini anak-anak pada kebelet kawin semua, pasti nurun dari kamu dech.”
Alex : “Kawin tuch enak, tau.”
Alex nyengir sambil menggoda Mia dengan mencoba menarik tangannya. Mia yang saat itu baru selesai mandi hanya memakai handuk saja menutupi tubuhnya.
Mia : “Mas, jangan iseng dech. Aku mau pakai baju, trus liat si kembar.”
Alex : “Gak usah dilihat dulu. Liat kembaranku dulu bentar.”
Mia : “Maass...”
Mia pasrah mengikuti keinginan Alex. Dasar om Alex mesum.
*****
Sore harinya setelah Alex pulang dari kantor, Alex kembali mendapat chat dari pengurus apartment yang mengatakan kalau Rio kembali datang bersama Kaori. Kali ini mereka berdua membawa dua tas ransel yang cukup besar.
Alex memberi tahu Mia dan mengajaknya ke apartment Alex untuk mengecek mereka berdua. Mia meminta pada Alex agar berpura-pura mereka baru datang dari pesta dan ingin melakukan sesuatu di apartment itu.
Setelah menitipkan si kembar pada mb Roh dan mb Minah dan berpamitan pada nenek, mereka berangkat menuju apartment Alex.
Di apartment Alex, Kaori dan Rio sedang mengerjakan tugas mereka masing-masing. Beberapa kali Kaori menguap, dan Rio juga sudah berkali-kali meminta Kaori untuk tidur dulu.
Rio : “Kaori, kamu tidur dulu sana. Minum obat dan vitaminnya juga.”
Rio membelikan vitamin penambah darah dan juga Paracetamol lagi untuk Kaori ketika mereka dalam perjalanan ke apartment Alex. Melihat Kaori tidak juga beranjak dari duduknya, Rio menarik tangan Kaori agar
bangun dan menyodorkan gelas minum padanya.
Kaori mau gak mau meminum obat dan vitamin itu. Ia ingin ganti pakaian dulu sebelum tidur dan Rio membiarkannya berganti baju di kamar mandi. Saat Kaori keluar, Rio menelan salivanya. Kekasihnya itu memakai piyama tidur ketat yang cukup seksi.
Rio mengalihkan pandangannya, jangan sampai ia menyerang Kaori sekarang. Ia kembali konsentrasi menyelesaikan tugasnya dan juga tugas Kaori nanti. Kaori sudah naik ke atas tempat tidur, ia menarik
selimut menutupi tubuhnya. Kaori : “Rio, aku tidur duluan ya. Kamu jangan begadang.”
Rio : “Iya. Bentar lagi selesai.” Kaori : “Rio...”
*****
Nah loh, bakalan keciduk gak ya Rio sama Kaori. Papa Alex dan Mama Mia sudah siap-siap mau ke apartment nich.
Klik profil author ya, ada novel karya author yang lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk).