Duren Manis

Duren Manis
Pernikahan Rio


Pernikahan Rio


Rio sibuk mendinginkan tubuhnya yang


memanas karena ulah Gadis.


Sampai pagi, Rio tidak bisa tidur sama


sekali. Ia mandi lagi untuk kedua kalinya dan bersiap memakai baju


pengantinnya. Terlihat kantong mata menghitam dibawah mata Rio saat turun ke


lantai bawah. Alex yang melihat Rio sudah turun, berdiri di depannya untuk


memeriksa penampilan Rio.


“Gantengnya anak papa. Kamu sudah siap?”


“Sudah, pah.”jawab Rio dengan suara lemes.


“Kamu kenapa lemes gitu?”


“Ini gara-gara Gadis, bikin gak bisa tidur


aja.”


Alex ingin tanya lebih detail, tapi Elo


meminta mereka berdua berpose. Keduanya terlihat seperti saudara kembar


daripada ayah dan anak.


Setelah semua orang selesai bersiap-siap, mereka


semua menuju tempat ijab sekaligus resepsi pernikahan di hotel milik Michael.


Karena ini pernikahan kembaran Riri, pengawalan diperketat dari wartawan yang


ingin masuk ke tempat acara. Akun gosip menyebarkan berita pernikahan Rio ke


semua orang. Sebagai istri pewaris tunggal Tuan Michael, Riri dan keluarganya


akan selalu jadi sorotan.


Elo dan Riri tiba lebih dulu dengan mobil


Michael. Rio menyusul bersama Alex dan Mia. Alex sudah menghadiahkan mobil baru


untuk Gadis dan Rio sebagai kado pernikahan mereka. Mobil itu akan jadi mobil


pengantin mereka nanti.


Sedangkan mempelai wanita sudah menginap


sejak semalam bersama Aira. Mereka harus bangun pagi-pagi untuk dirias MUA yang


dikirim Katty. Semua orang sangat senang dengan pernikahan Rio dan Gadis


sehingga kedua pengantin tidak terlalu sibuk mengurus pernikahan mereka.


Rio tampak terkantuk-kantuk di tempat duduk


yang sudah disediakan sebelum acara dimulai. Alex menepuk pundak Rio,


mengagetkannya.


“Pah! Haduh, kenapa sich?”


“Udah mau dimulai tuch. Malah tidur disini.


Gadis bentar lagi keluar.”


“Waduh, gimana hafalannya? Tunggu bentar,


pah.”


“Kok jadi grogi gitu? Tarik nafas dulu.


Cuci muka sana.”


Rio menuruti papanya, dan kembali dengan


wajah basah. “Aduh, ini anak. Cepet keringin, bajumu kan jadi ikutan basah.”


Alex memperbaiki penampilan Rio dan


menyuruhnya menghafal ijab nanti. Mereka berdua berjalan menuju meja yang sudah


disediakan di depan pelaminan. Untuk pertama kalinya Rio bertemu dengan ayah


kandung Gadis.


“Selamat pagi, om.”sapa Rio sambil


mengulurkan tangannya.


”Tampan juga pria ini. Lebih tampan dari


fotonya. Semoga Gadis bisa bahagia hidup bersamamu, Rio.”


“Pagi, Rio. Saya Putra, papanya Gadis. Kamu


sudah siap?”


“Saya siap, om.”


Alex juga menjabat tangan Putra, biar


bagaimanapun mereka akan menjadi besan sebentar lagi. Aira tampak berjalan


sambil menuntun Gadis masuk ke ruangan itu. Dibelakang mereka ada Mia dan Rara.


Gadis tampak cantik dengan baju kebaya berwarna putih gading dengan hiasan


payet.


Ada sebuah hiasan rambut dan konde yang


menghiasi kepalanya dengan bunga melati menjuntai di bahu kanan Gadis. “Wow!


Cantik banget.”puji Rio tanpa sadar. Ia berdehem ketika menyadari banyak orang


yang sedang menatapnya. Gadis duduk di sebelah Rio, ia tidak berani menoleh


menatap Rio. “Papah.”panggil Gadis dengan senyum mengembang.


“Nak, kamu sudah siap menempuh hidup baru?”


Gadis mengangguk malu-malu, ia ingin sekali


memeluk papanya, tapi acara ijab akan segera dimulai. Rio menarik nafasnya saat


Putra mengulurkan tangannya. Ia menjabat tangan Putra dengan jantung deg-degan.


Putra tersenyum melihat calon menantunya tampak grogi.


bisa malam pertama, loh.”Putra tidak tahu kejadian yang menimpa Gadis dan


mengira pernikahan mereka murni karena saling cinta.


Tamu undangan yang hadir, seketika riuh


menggoda Rio dan Gadis. Bukannya tambah tenang, Rio jadi semakin gugup. “Tenang,


Rio. Kita mulai ya.”


Rio mengangguk mantap.


“Saya nikahkan dan kawinkan engkau Mario Putra


Pratama bin Alex Pratama dengan anak saya Gadis Jelita Kusuma binti Putra


Kusuma dengan mas kawin seperangkat alat solat dan perhiasan emas seberat 15 gr


dibayar tunai.”


“Saya terima nikahnya Gadis Jelita Kusuma


binti Putra Kusuma dengan mas kawin tersebut dibayar tunai.”


“Bagaimana para saksi?”tanya penghulu.


“SAH!!”teriak para tamu undangan melebihi


teriakan para saksi pernikahan. Tampak kelegaan di wajah kedua mempelai. Mereka


semua berdoa bersama untuk kebahagiaan keduanya mengarungi kehidupan baru


pernikahan keduanya.


Rio dan Gadis berhadapan untuk bertukar


cincin. Rio sengaja meraba telapak tangan Gadis, membuatnya menatap Rio. Gadis


gelagapan sendiri melihat cara Rio menatapnya seolah ingin memakan habis


dirinya. Gadis mencium tangan Rio dan Rio mencium kening Gadis sambil berbisik,


“Sepertinya kamu pake yang merah.”


Gadis tidak menjawab Rio, ia menunduk


malu-malu. Setelah menandatangani buku nikah mereka, Gadis dan Rio tersenyum


manis menghadap kamera. Suasana haru tampak nyata saat kedua mempelai sungkem di


depan kedua orang tua mereka. Dimulai dari Alex dan Mia, mereka masih belum


menangis. Tapi saat pindah ke Putra dan Aira, Gadis menangis deras melihat


kedua orang tuanya duduk bersama dalam satu bangku. Putra memeluk Gadis yang


sudah lama tidak bertemu karena dirinya tinggal di luar kota.


Mia meneteskan air mata melihat Gadis


memeluk papanya. Ia teringat saat pernikahannya dulu dengan Alex. Mereka juga


menangis seperti itu saat Mia memeluk papanya.


“Pah, makasih udah mau dateng ke pernikahan


Gadis. Gadis sayang sama papa.”


“Papa juga sayang sama Gadis. Kami berdua


sayang sama Gadis. Bahagia sama Rio ya, nak. Jangan mengulangi kesalahan yang


kami buat.”


Gadis memeluk orang tuanya dengan erat dan


berharap pernikahannya akan langgeng selamanya.


Rio kembali memasang wajah bete saat


menyalami para tamu undangan. Ia hanya tersenyum masam, dan terlihat sangat


lelah. “Kapan sich selesainya? Tau gini gak kukasi papa ngundang banyak orang.


Kesel.”


“Mas, jangan pasang muka jutek gitu dong.”


“Kamu manggil apa barusan?”


“Mas.”panggil Gadis dengan mesra di telinga


Rio.


“Kamu mulai berani ya. Awas ntar di kamar.”


Gadis kembali tersenyum malu-malu. Setelah


para tamu undangan menikmati hidangan yang sudah disiapkan, Rio dan Gadis akhirnya


bisa beristirahat. Gadis menikmati makanan di depannya sementara Rio


menundukkan kepalanya di meja. Ia sangat mengantuk karena belum tidur dan ingin


segera ke kamar mereka.


“Yank, cepetan makannya. Aku ngantuk banget


nich, semalam gak bisa tidur.”


“Kenapa gak bisa tidur? Aku dong tidur


nyenyak.”


“Kamu sich, ngasi liat lingeri itu, aku kan


jadi gak bisa tidur. Bawaannya tegang terus.”


“Bentar ya, aku laper banget belum sempat


sarapan tadi. Nich, makan dulu. Buka mulut.”


Gadis menyuapi Rio yang makan dengan malas.


Mereka kembali ke kamar pengantin setelah selesai makan.


*****


Session Alex Mia akan segera berakhir. Kehidupan baru Rio dan Gadis akan segera dimulai. Bagaimana kehidupan pernikahan Rio dan Gadis selanjutnya, nantikan Session 2 Duren Manis.


Klik profil author ya, ada novel karya


author yang lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.