Duren Manis

Duren Manis
Berita mengejutkan lainnya


Tok, tok, tok...


Elo : “Hadeh! Siapa


lagi sich? Bikin stress aja!”


Riri tersenyum geli


melihat suaminya itu cemberut karena kesal. Mereka hampir saja melakukan


sesuatu yang intim, tapi gangguan selalu datang.


Riri : “Mas, buka


pintunya dulu. Nanti kan bisa lanjut...”


Elo : “Kamu ngomong


gitu aku jadi gak mau buka pintunya.”


Riri :


“Mas...mending aku diem dech.”


Melihat wajah Riri


yang cemberut, Elo mendekati Riri dan memakaikan bathrobe dengan cepat. Elo


juga memakai bathrobe-nya dengan benar sebelum membuka pintu kamar. Wajah datar


Pak Kim muncul di balik pintu.


Pak Kim : “Tuan


muda, ini sudah sangat terlambat. MUA sudah menunggu nona muda.”


Elo melirik 3 orang


MUA yang berdiri di samping Pak Kim. Elo akhirnya mau menggeser tubuhnya


memberi jalan MUA yang masuk ke dalam kamar dan bersiap merias Riri lagi. Ketiganya


senyum-senyum melihat hiasan kepala bahkan hair do Riri sudah berantakan.


Riri hanya bisa tersenyum


malu, serangan Elo barusan membuat penampilannya benar-benar berantakan. Pak


Kim sibuk berdehem, agar MUA berhenti tersenyum dan secepatnya menyiapkan Riri


untuk acara resepsi yang bahkan sudah dimulai 10 menit lagi.


Elo : “Pak Kim,


bantu aku memakai jas.”


Elo dan Pak Kim


masuk ke walk in closet untuk berganti pakaian resepsi. Elo menyisir rambutnya


dan menyemprotkan parfum. Ia terlihat lebih ganteng dengan jas berwarna biru.


Elo : “Bagaimana,


Pak Kim?”


Pak Kim : “Tuan


muda sangat tampan.”


Elo : “Ayo kita


lihat Riri.”


Saat Elo keluar


dari walk in closet, Riri sedang berganti pakaian. Pak Kim refleks membalikkan


tubuhnya dan berdiri menghadap pintu keluar. Elo berjalan mendekati Riri,


dilihatnya istrinya semakin bersinar dengan riasan natural.


Elo : “Sudah


selesai, Ri?”


Riri : “Sudah, mas.


Tinggal pakai heels sama perhiasan.”


Elo memperhatikan


kinerja MUA, ia sama sekali tidak ingin meninggalkan Riri sendirian lagi


bersama orang yang belum bisa dipercaya. Ada rasa trauma yang masih menghantui


Elo sampai saat ini.


Elo : “Pak Kim,


nanti cuma sebentar kan?”


Pak Kim : “Ya, tuan


muda. Hanya perkenalan dan ada dansa juga. Tuan muda mau berdansa?”


Elo : “Pak Kim tahu


aku tidak suka dansa.”


Pak Kim : “Tapi sudah


tradisi untuk dansa pertama dilakukan oleh pengantin baru.”


Elo : “Tapi Riri


tidak bisa dansa.”


Riri : “Siapa


bilang, mas?”


Elo : “Emang kamu


bisa?”


Riri : “Bisa sedikit.”


Elo hanya


mengangguk, ia akan berdansa sebentar saja dan kembali duduk.


*****


Resepsi pernikahan


Elo dan Riri, Mia dan Alex sudah datang ke rumah kakek sesuatu waktu yang


ditentukan. Rio dan Kaori tampak juga diantara para tamu undangan. Kaori celingukan


mencari Katty yang katanya akan datang juga.


Rio : “Kamu nyari


siapa?”


Kaori : “Kak Katty.


Tadi katanya mau datang. Tapi mana?”


Rio : “Bentar lagi


mungkin. Eh, itu yang masuk bukannya artis ya?”


Kaori : “Eh, iya


ya. Tapi bukan artis kayaknya, mirip aja. Cantik ya?”


Rio : “Lebih cantik


kamu.”


Kaori : “Gombal.”


Rio : “Aku jujur


dikatain gombal. Kalo kamu jelek, aku bilang cantik, baru gombal.”


Kaori : “Jadi aku


jelek?!”


Rio : “Nggak


sayang... kamu cantik.”


Mia : “Mas, mau


dong digombalin...” Mia menahan tawanya sambil menggoda Rio yang duduk


Alex : “Aku kurang


gombalin kamu ya?”


Mia : “Idih, mulai


deh cemburu sama anak sendiri.”


Deretan tamu


undangan tampak berjalan menyusuri jalanan beralaskan karpet merah. Resepsi pernikahan


Elo dan Riri jadi meriah karena wartawan sibuk mengambil foto tamu undangan


yang berasal dari kalangan pengusaha dan juga selebritis.


Pernikahan ini juga


menjadi ajang perjodohan bisnis antar pengusaha yang datang membawa anak-anak


mereka. Akhirnya Anton datang bersama Jodi, keduanya sudah turun dari mobil dan


sedikit melambaikan tangan pada wartawan yang sibuk mengambil foto mereka.


Anton berjalan duluan


sementara Jodi tampak membungkuk ke pintu penumpang mobilnya. Seorang wanita


cantik yang seksi turun dari sana, Katty tersenyum canggung ke arah wartawan


yang langsung memotretnya. Apalagi Jodi langsung merangkul pinggang wanita itu


dan membawanya mengikuti Anton.


Wartawan : “Tuan


Jodi, siapa wanita cantik yang bersama Anda?!” teriak wartawan di dekat Jodi.


Jodi : “Apa aku


belum katakan kalau dia calon istriku?”


Wartawan : “Waahh!!


Berita mengejutkan lainnya datang dari tuan Jodi. Kapan kalian akan menikah?”


Jodi : “Secepatnya.


Ya kan, sayang.”


Jodi mendekat ke


wajah Katty dan mencium bibir Katty, membuat wajah cantik Katty memerah karena


malu. Tepuk tangan meriah mulai memenuhi blok tempat wartawan berdiri. Semuanya


mengambil momen langka itu tanpa terlewatkan sedikitpun.


Jodi : “Kalian akan


tahu kalau tiba waktunya. Sampai jumpa.”


Bak selebritis,


Jodi melambaikan tangannya dan menuntun Katty masuk ke tempat acara. Mereka


duduk terpisah dari Anton yang mendapat tempat VVIP bersama kakek Elo. Untung


saja mereka ditempatkan di meja yang sama dengan Alex, Mia, Rio dan Kaori.


Kaori : “Kakak lama


sekali.”


Katty : “Kakak


harus debat dulu tadi.”


Kaori : “Debat apa?


Debat kusir? Sama siapa?”


Katty : “Debat sama


Jodi. Siapa lagi.”


Kaori : “Emang


kenapa sich?”


Katty : “Kakak gak


mau kesini tadi, karena ada wartawan. Kakak belum mau dikenalkan sebagai calon


istrinya. Nanti kerjaan kakak terganggu. Tapi dia maksa kakak ikut. Pake ngancem


lagi.”


Kaori : “Hihi...


Akhirnya ada juga yang bisa ngancem kakak ya.”


Katty : “Kakak


ngalah ikut kesini. Eh, dia tadi langsung ngumumin tentang pernikahan kami.


Kesel gak.”


Jodi : “Kalo


ngomongin suami tuch, volumenya dikecilin dikit. Kan aku jadi denger.”


Katty : “Emang


sengaja!”


Jodi : “Jangan


galak-galak, sayangku. My baby bisa kaget.”


Katty : “Ini anakku


lagian dia masih kecil sekali untuk bisa denger suaraku.”


Kaori : “Kak Jodi


ngalah aja ya. Kakak masih waras kan?”


Katty : “Eh, adik


kesayanganku mulai ya belain kakak iparnya. Awas ntar gak kasi uang jajan.”


Kaori tergelak sambil


memukul lengan Rio yang nyimak pembicaraan mereka.


Kaori : “Kakak lupa


di rekeningku masih ada uang kakak. Hohohoho...”


Katty : “Oh,


astaga. Sejak kapan kau jadi matre?”


Kaori : “Sejak aku


tahu kalau kakak iparku sangat kaya.”


Jawaban Kaori


membuat Jodi mengulurkan tangannya untuk tos dengan Kaori. Katty menatapnya


dengan galak, dan Jodi kembali membujuk Katty agar jangan marah-marah padanya.


Setelah menunggu


cukup lama, bahkan tamu undangan sampai harus makan lebih dulu, pengantin baru


akhirnya menampakkan batang hidung mereka.


Dan...


🌻🌻🌻🌻🌻


Dan bukan maksudku,


bukan inginku memotong cerita ini untuk minta vote lagi...


kk yang baik jangan


lupa vote ya.


Klik profil author ya, ada novel karya author yang


lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk).