Duren Manis

Duren Manis
Ngurus kamu


Lagi, Jodi harus menemani client Arnold di club malam. Ia sudah datang lebih awal untuk mempersiapkan semuanya.


Beberapa wanita penghibur tampak duduk bersama Jodi ketika matanya melihat sosok Katty berjalan bersama dengan seorang pria masuk ke salah satu ruangan.


Jodi mengingat pria itu termasuk pemangsa wanita. Ia sedikit khawatir pada Katty. Jodi berpikir sejenak, ia memanggil pelayan dan menitipkan minuman untuk Katty.


Jodi ingin memastikan Katty tahu dirinya ada di club malam yang sama. Pesan Jodi langsung dibalas dengan chat dari Katty.


Katty : "Kamu dimana?"


Jodi : "Di bar. Kanan ruanganmu."


Katty : "Kemarilah. Jadi pacarku sebentar."


Jodi : "Aku menunggu client."


Katty : "Belum datang kan?"


Jodi : "Tunggu."


Jodi bangkit dari duduknya dan berjalan mendekati ruangan tempat Katty masuk. Ia membuka pintu dan melihat Katty melambaikan tangan padanya.


Katty : "Sayang! Sini. Ini pacarku."


Katty memperkenalkan Jodi pada pria itu.


Pria : "Jodi. Aku gak sangka kau pacaran sama Katty."


Jodi : "Apa masalahnya? Ini urusanku."


Katty : "Kalian saling kenal?"


Pria : "Ya, kami pernah rebutan wanita."


Jodi : "Aku tidak merebutnya, dia yang datang sendiri padaku."


Pria : "Anggap saja begitu. Jadi tidak masalah kan kalau aku merebut Katty darimu."


Katty langsung nemplok di pangkuan Jodi.


Katty : "Aku bukan barang ya, tuan-tuan. Saat ini aku sedang pacaran dengan Jodi. Jadi kamu gak bisa merebutku darinya."


Pria : "Hei, aku lebih kaya dari dia. Aku bisa ngasi kamu lebih banyak hadiah."


Jodi : "Sejak kapan kamu lebih kaya?"


Katty : "Stop it! Urusan kita hanya pekerjaan ya. Dan aku rasa pekerjaanku sudah selesai. Kita sudah merayakannya, kan."


Katty menarik Jodi keluar dari ruangan itu. Mereka berdiri di depan DJ dan Katty mulai bergerak seiring dentuman musik.


Jodi sedikit terlena ketika Katty menarik tangannya sambil berdansa dengan gerakan yang memancing tatapan mata semua pria disana.


Belum lagi pakaian Katty yang lagi-lagi ketat dan seksi. Jodi ikut bergerak sambil menggelengkan kepalanya. Tangannya menempel erat di tubuh Katty.


Jodi : "Aku masih ada client. Kau temani aku."


Katty : "Ok. Aku gantikan kau minum."


Jodi : "Kamu mau mabuk lagi?"


Katty : "Ada kamu yang jagain aku kan?"


Jodi menarik tangan Katty mendekati mejanya tadi.


Jodi : "Duduk sini. Mau minum apa?"


Katty : "Clientmu mana?"


Jodi mengedarkan pandangannya dan menemukan Ilham berjalan mendekatinya bersama seorang pria paruh baya dan body guardnya.


Ilham : "Pak Mois, ini Jodi. Rekan kerja Arnold."


Jodi : "Pak Mois. Silakan duduk."


Client itu duduk di dekat Katty dan tampak tertarik padanya.


Pak Mois : "Kamu siapa?"


Jodi : "Dia Katty, pacar saya, pak."


Pak Mois : "Pacarmu cantik. Bisa minum? Ayo kita tanding."


Katty : "Tantangan diterima."


Pak Mois : "Aku suka pacarmu. Cepat bawakan minumannya."


Jodi tidak bisa menahan Katty yang mulai berlomba minum dengan Pak Mois.


Pak Mois : "Wah, pacarmu kuat juga ya. Katty, masih sanggup?"


Katty : "Masih dong, pak."


Pak Mois : "Lanjut."


Saat botol minuman pertama sudah habis, Katty sudah tumbang diatas meja. Jodi mengangkat tubuh Katty sementara Pak Mois dipapah body guardnya.


Pak Mois : "Jodi, katakan pada Arnold. Proposalnya kurang mahal. Tambahkan angkanya 25% lagi dan besok akan kutanda tangani di kantor."


Jodi : "Baik pak. Segera dikerjakan. Terima kasih, pak."


Pak Mois : "Dan sampaikan salamku untuk pacarmu. Dia hebat."


Jodi menatap Katty yang sudah tidak sadar karena mabuk. Kali ini ia membawa Katty ke rumahnya.


🌸🌸🌸🌸🌸


Pintu rumah Jodi terbuka, Jodi meluncurkan mobilnya dan berhenti di pintu depan. Jodi keluar dari mobil, dan seorang pria paruh baya mendekatinya.


Pak Jang : "Selamat malam, Tuan Jodi."


Jodi : "Malam pak Jang. Apa papa ada?"


Pak Jang : "Tidak, tuan. Beliau baru berangkat ke LA pagi ini."


Jodi : "Ok. Bisa tolong siapkan baju tidur."


Pak Jang : "Untuk siapa, tuan?"


Pak Jang tidak perlu menunggu jawaban Jodi karena Jodi sudah menggendong Katty keluar dari mobilnya. Pak Jang tersenyum melihat Jodi memperlakukan Katty dengan sayang.


Pak Jang mengikuti langkah Jodi menuju kamarnya di lantai atas. Ia masuk ke kamarnya dan membaringkan Katty diatas ranjangnya. Pak Jang sedikit terkejut melihat apa yang dilakukan Jodi.


Pak Jang : "Saya akan siapkan baju tidur dan obat sakit kepala."


Jodi : "Terima kasih Pak Jang."


Ia belum pernah membawa wanita ke kamarnya apalagi tidur diranjangnya. Dan ia membawa Katty kemari.


Pak Jang masuk lagi membawa baju tidur dan obat sakit kepala.


Pak Jang : "Apa perlu saya panggil pelayan wanita, tuan?"


Jodi : "Gak usah, pak. Biar saya yang ganti bajunya. Pak Jang bisa istirahat. Terima kasih."


Pak Jang : "Anda yakin, tuan?"


Pak Jang menatap Jodi penuh arti. Dulu, ia tidak akan pernah membantah perintah tuan mudanya ini.


Tapi sejak divonis kanker hati, dan berhasil selamat dari operasi. Sifat Jodi benar-benar berubah 180'. Ia lebih menghargai pelayan di rumahnya dan juga berhenti berbuat nakal.


Jodi : "Saya sangat yakin, Pak Jang. Terima kasih."


Pak Jang tidak membantah lagi. Ia keluar dari kamar Jodi dan menutup pintunya.


Jodi kembali menatap Katty yang terlelap. Ia mulai melepas pakaian Katty satu persatu. Darahnya berdesir melihat kemolekan tubuh Katty. Dengan cepat ia menepis pikiran kotornya.


Meskipun ia tergoda untuk menyentuh Katty, tapi ia menahan dirinya. Setelah menarik selimut menutupi tubuh Katty, Jodi mengambil handuk kecil dan membasahinya dengan air.


Ia mengelap semua bagian tubuh Katty dan memakaikan baju tidur padanya. Setelah membereskan semuanya, Jodi berbaring di sebelah Katty dan mulai terlelap.


🌼🌼🌼🌼🌼


Subuh, Katty menggeliat bangun. Ia sedikit bingung dengan keberadaannya tapi lebih tenang saat melihat Jodi di sampingnya.


Katty mendekati Jodi dan mencium pipinya.


Katty : "Bangun. Jodi..."


Jodi : "Hmm... Kenapa kau bangun? Ayo, tidur lagi."


Katty : "Jam berapa ini?"


Jodi : "Belum jam 6. Pak Jang akan membangunkan kita jam 6."


Katty : "Siapa Pak Jang?"


Jodi : "Pengurus rumahku. Kita dirumahku."


Katty : "Ngapain kita kesini?"


Jodi : "Kau mabuk semalam dan kau tidak memberitahuku dimana kau tinggal. Jadi kubawa kau kerumahku."


Katty : "Rumahmu? Woow, dimana dapurnya? Aku lapar."


Jodi : "Keluar, belok kanan, turun tangga, dapur diujung lorong di samping tangga."


Katty : "Siapa yang ganti bajuku?"


Jodi : "Aku."


Katty : "Apa kau gila? Dirumahmu gak ada wanita apa?"


Jodi : "Ribet manggil pelayan malam-malam. Aku sudah pernah melihat semuanya. Tidak ada salahnya melihat lagi."


Katty : "Kenapa aku merasa kau sedang melecehkan aku ya?"


Jodi : "Oh, terserah. Aku ngantuk, minta Pak Jang bawakan kopi."


Katty : "Tunggu aku temukan dapurnya dulu."


Jodi : "Dapurnya mudah dicari. Kalau gak ketemu, kau panggil saja Pak Jang."


Katty turun dari atas ranjang dan berjalan mendekati pintu yang ia yakini adalah pintu kamar mandi.


Setelah merapikan penampilannya dan mengikat tali di pinggangnya, Katty keluar dari kamar mandi.


Ia melihat Jodi masih tidur dan berjalan cepat keluar dari kamar. Katty tidak perlu merasa khawatir akan tersesat karena Pak Jang sudah standby diujung tangga.


Pak Jang : "Selamat pagi, nona."


Katty : "Pak Jang? Selamat pagi. Saya Katty."


Pak Jang : "Silakan sarapan, nona."


Katty : "Terima kasih, pak. Pak, Jodi minta dibuatkan kopi."


Pak Jang : "Baik, nona."


Katty menikmati sarapannya sendiri sementara Pak Jang mengantar kopi ke kamar Jodi. Beberapa pelayan yang melihat keberadaan Katty di meja makan, mulai berbisik-bisik.


Mereka bergosip kalau wanita yang dibawa pulang Jodi semalam itu sangat cantik dan seksi. Lihat saja tata krama yang dimiliki Katty saat sarapan.


Bahkan hanya memakai baju tidur dan tanpa riasan, membuat para pelayan terpesona melihat sosoknya.


Jodi : "Kok, kamu sarapan sendiri?"


Katty menoleh melihat Jodi yang berjalan kearahnya. Ia memakai kaos putih dan celana pendek. Sepertinya sudah mandi karena tubuhnya wangi sabun khas cowok. Pak Jang tampak berjalan di belakangnya membawa kopi.


Katty : "Aku kan bilang tadi aku lapar."


Jodi : "Kau makan apa?"


Katty : "Ini ada roti bakar. Kau mau selai apa?"


Katty mengambil roti bakar dipiringnya dan menahannya dimulut, sebelum mengambilkan roti bakar untuk Jodi. Jodi mendekati Katty dan menggigit ujung roti bakar yang masih ditahan Katty.


Katty buru-buru mengunyah sisa roti bakar di mulutnya dan memukul lengan Jodi. Bibir mereka bersentuhan saat Jodi melakukan itu.


Katty : "Kenapa kau makan rotiku?"


Jodi : "Ini enak. Buatkan lagi."


Katty : "Hais..!"


Jodi : "Kenapa? Gak suka? Aku akan memakanmu kalau kau ngomel terus."


Pertengkaran mereka di meja makan membuat Pak Jang tersenyum simpul. Rumah itu sudah cukup sepi dengan hanya ada tuan mudanya saja. Sekarang sudah ada Katty yang sedikit meramaikan suasana rumah.


🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain β€˜Menantu untuk Ibu’, β€˜Perempuan IDOL’, β€˜Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya..


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


🌲🌲🌲🌲🌲