
Masih di club malam,
Wanita cantik itu berjalan lurus mendekati Pak Brian.
Katty : "Sorry, Pak Brian. Aku tidak bisa menemukan stokingku."
Pak Brian : "Kau tidak memerlukannya, Katty. Duduk sini."
Wanita yang sebelumnya duduk disamping Pak Brian menyingkir memberi tempat pada Katty.
Jodi tersenyum smirk, ia sudah tahu apa hubungan Pak Brian dengan Katty ini.
Pak Brian : Pak Jodi, kenalkan ini Katty. Katty, ini Pak Jodi. Kamu sudah tahu kan apa yang harus kamu lakukan?"
Katty mengangkat gelas yang tadi disodorkan pelayan padanya kearah Jodi dan meneguk habis isinya.
Jodi mulai menegak minuman yang diberikan pelayan. Ia tidak merasakan apa-apa, karena sudah terbiasa minum.
Pembicaraannya dengan Pak Brian berlanjut ke seputaran minuman favorit. Sedangkan Katty hanya menyimak saja.
Jodi memperhatikan Katty meskipun duduk di samping Pak Brian, tapi tangan Pak Brian sama sekali tidak pernah menyentuh tubuhnya.
Katty juga tidak berusaha merayu Pak Brian. Ia hanya sesekali menanggapi pertanyaan Pak Brian sambil terus minum.
Jodi baru sadar kalau minuman yang diminumnya sama dengan yang diminum Katty. Mereka seolah berlomba menghabiskan sebotol minuman yang sama.
Pak Brian : "Wah, wah sepertinya Katty sudah menyerah."
Jodi melihat Katty sudah menyandarkan tubuhnya ke sofa. Ia tampak tertidur. Pak Brian bangkit berdiri.
Pak Brian : "Pak Jodi, senang sekali bisa bertemu anda. Saya harus pergi dan bisa minta tolong."
Jodi : "Baik, pak. Apa yang bisa saya bantu?"
Pak Brian : "Katakan pada Arnold untuk memperpanjang waktu kontrak setahun lagi. Baru saya tanda tangan. Dan juga tolong urus Katty untuk saya."
Jodi : "Baik, pak. Saya kerjakan. Saya bisa tahu alamat nona Katty?"
Pak Brian : "Dia tinggal bersamaku sebelum ini, tapi saat ini aku tidak bisa menemaninya. Tolong kau bawa ke tempatmu ya. Dia bisa pulang sendiri setelah sadar."
Jodi : "Baik kalau begitu, pak."
Pak Brian : "Aku harap kita bisa ketemu lagi, Pak Jodi."
Jodi : "Panggil Jodi saja, pak. Senang bisa menemani bapak."
Pak Brian keluar dari ruangan itu bersama wanita yang pertama bersamanya. Tinggal Jodi menatap Katty yang mabuk.
Jodi : "Ini gimana ya. Kalau aku tinggal, gak enak sama Pak Brian. Masa iya aku bawa pulang?"
Jodi akhirnya memutuskan membawa Katty ke sebuah hotel di dekat club malam itu. Ia gak mungkin membawa Katty ke rumahnya. Lagipula ia sedikit mabuk kalau menyetir pulang, ia bisa kecelakaan.
Jodi mengangkat tubuh Katty yang masih tidak sadar juga. Ia sedikit kesal karena perempuan ini bahkan tidak waspada dengan tubuhnya.
Jodi sedikit tergoda pada tubuh sintal Katty. Bagaimanapun juga dia pria normal. Bahkan sangat normal. Lihat saja bagaimana tubuhnya bereaksi ketika tanpa sengaja lengannya menyenggol aset Katty.
Empuk dan lembut, Jodi jadi kepanasan sendiri. Ia dengan cepat membawa Katty ke mobilnya dibantu security.
Setelah berkendara sekitar 10 menit, mobil Jodi masuk ke lobby hotel. Ia masuk ke hotel, membiarkan Katty masih di mobil.
Jodi membayar kamar untuk semalam,Β dan kembali ke mobil. Ia mengangkat Katty masuk ke hotel langsung menuju lift yang terbuka.
Petugas lift membantu Jodi sambil tersenyum penuh arti. Siapa saja yang melihatnya menggendong Katty saat ituΒ pasti berpikir Jodi akan sangat senang malam ini.
Jodi keluar dari lift dan meminta bantuan petugas lift untuk membukakan pintu kamarnya. Petugas itu membantu Jodi membuka pintu lebih lebar dan menunggu Jodi masuk.
Jodi memberikan selembar uang limapuluh ribuan pada petugas itu yang langsung menutupol pintu kamar.
Bruk! Dengan kesal Jodi meletakkan Katty diatas ranjang. Peluh membasahi kemeja hitamnya. Ia membuka kemejanya dan melemparkannya ke atas ranjang.
Dilihatnya tubuh Katty yang menggoda imannya. Jodi melepas sepatu boot yang dipakai Katty dan juga jaket kulit yang menutupi tank topnya.
Wangi parfum Katty semakin menggelitik pusat saraf Jodi. Ia mulai terhanyut situasi dan kondisi mereka berdua saat ini.
πΊπΊπΊπΊπΊ
Jodi beranjak dari atas tubuh Katty saat Katty mulai sadar dari tidurnya. Wanita itu memicingkan matanya, mencoba melihat dimana dia.
Ketika ia melihat Jodi yang bertelanjang dada, Katty membelalakkan matanya.
Katty : "Kamu??!! Aaargghh!!! Dimana bajuku??!!"
Katty menarik selimut menutupi tubuhnya yang telanjang. Ia melihat sekeliling kamar mencari bajunya.
Jodi : "Kenapa teriak sih?! Biasa aja kali. Apa kamu selalu seberisik ini?"
Wajah Katty memerah menahan tangis. Ia sungguh tidak mengira akan terbangun dalam keadaan kacau seperti ini.
Katty : "Dimana Pak Brian?! Harusnya aku sama dia, kenapa jadi sama kamu??!!"
Jodi : "Pak Brian yang memintaku mengurusmu. Kau tahu maksudnya mengurus kan?"
Katty : "Gak! Aku gak ngerti! Kamu brengsek!"
Jodi yang masih kesal semakin marah mendengar teriakan Katty. Ia menubruk Katty hingga terlentang lagi diatas ranjang dan menarik paksa selimut yang menutupi tubuhnya.
Katty : "Jangan!! Kamu mau apa?!!"
Jodi : "Aku belum selesai mengurusmu tadi. Berapa Pak Brian membayarmu?"
Katty : "Bayar apa?"
Jodi : "Tubuhmu. Berapa harganya?"
Katty : "Kamu gak akan sanggup bayar."
Jodi tersenyum smirk, kalau uda bicara harga, baru jinak nich kucing liar.
Jodi mengambil dompetnya dan mengeluarkan beberapa lembar uang seratus ribuan. Ia memberikannya pada Katty,
Katty : "Cuma segini? Dih, buat beli cendol aja kurang."
Jodi : "Kamu mau berapa?"
Katty : "Paling gak\, bisa buat beli tas ****** dong."
Jodi : "Aku gak bawa cash sebanyak itu."
Katty : "Kalau gitu transaksi batal. Sana, jauh-jauh, hus."
Jodi : "Kalau aku bisa bawain tasnya sekarang, transaksi jadi ya."
Katty : "Tergantung..."
Jodi : "Apalagi?"
Katty : "Tergantung tasnya limited gak."
Jodi mengambil ponselnya, ia menelpon asistennya menanyakan berapa uang tunai yang ada di brankas.
Katty yang mendengar nominal yang keluar dari mulut Jodi, langsung terlihat panik. Dia gak bermaksud memperpanjang urusan ini dengan Jodi. Tapi ternyata ia menantang orang yang salah.
Jodi : "Uangnya dalam perjalanan. Jadi, bagaimana kalau kita pemanasan dulu."
Jodi kembali menerjang Katty yang masih berpikir cara melarikan diri. Katty mendorong Jodi perlahan,
Katty : "Jangan buru-buru... Malam masih panjang."
Jodi : "Kamu gak lihat aku uda on gini. Cepetan atau aku akan kasar."
Katty : "Gak boleh kasar sama cewek dong. Siapa tadi namamu?"
Jodi : "Jodi."
Katty : "Iya, Jodi. Aku mau ke kamar mandi dulu."
Jodi mulai berpikir kalau Katty bukan wanita yang ia pikirkan sebelumnya. Ia memang laki-laki brengsek yang biasa tidur dengan perempuan manapun.
Ia bisa tahu mana perempuan yang biasa bercinta dan mana yang masi perawan. Hal mengejutkan yang ia dapatkan tadi ketika mengurus Katty adalah perempuan ini masih perawan.
γ
γ
Jodi : "Gak perlu ke kamar mandi. Buka selimutmu."
γ
γ
Katty : "Sabar, Jodi..."
γ
γ
Jodi menarik selimut yang dipegang Katty hingga jatuh ke lantai. Ia menahan tangan Katty yang bergerak menutupi asetnya.
γ
γ
Jodi : "Jangan ditutupi..."
γ
γ
γ
γ
Jodi : "Kalau kau tidak biasa bermain, jangan menantangku."
γ
γ
Katty : "Aku... Tolong, jangan..."
γ
γ
Jodi : "Jujur, apa kamu pernah bercinta?"
γ
γ
Katty : "Nggak."
γ
γ
Jodi : "Apa hubunganmu dengan Pak Brian?"
γ
γ
Katty : "Aku pernah kerja sama dia dan sekarang kami berteman."
γ
γ
Jodi : "Jangan bohong."
γ
γ
Katty : "Aku gak bohong! Pak Brian suka dengan minuman dan aku hanya menemaninya ngobrol tentang itu."
γ
γ
Jodi : "Apa kau biasa menemani clientmu minum?"
γ
γ
Katty : "Cuma client yang kupercaya aja. Dan sudah lama kuajak kerja sama."
γ
γ
Jodi : "Apa pekerjaanmu?"
γ
γ
Katty : "Itu... Bisa gak aku pakai baju dulu. Akan kujawab pertanyaanmu semuanya jujur."
γ
γ
Jodi menatap tubuh Katty dari atas sampai bawah.
γ
γ
Katty : "Jangan dilihat!"
γ
γ
Jodi : "Kamu lagi di posisi yang gak boleh nawar. Aku suka apa yang kulihat dan masih mau melihatnya."
γ
γ
Katty melotot mendengar kata-kata Jodi.
γ
γ
Jodi : "Dan aku mau memastikan sesuatu lagi. Tadi aku sudah melakukannya, tapi belum yakin."
γ
γ
Katty : "Apa?!"
γ
γ
Deg! Tangan Jodi mulai merayap turun menyusuri tubuh Katty.
γ
γ
Mata Katty terbelalak merasakan apa yang dilakukan Jodi, ia mulai meronta dibawah himpitan Jodi.
γ
γ
Jodi : "Berhenti bergerak atau kau akan merusak masa depanmu."
γ
γ
Hik, hik, hik... Katty menangis sambil memejamkan matanya. Tubuhnya sudah tidak meronta lagi. Jodi melepaskan tangannya dari Katty dan mengambil selimut menutupi tubuh perempuan itu.
γ
γ
Jodi : "Pakai bajumu. Aku antar pulang. Uangnya sudah ada dimobilku."
γ
γ
Jodi memakai pakaiannya lagi membelakangi Katty yang mulai memakai pakaiannya kembali.
γ
γ
Katty membuang stoking hitamnya yang sudah robek ke tempat sampah di sudut kamar. Ia membungkuk memakai sepatu boot-nya.
γ
γ
Jodi menatap penampilan Katty tanpa stoking hitamnya. Rok yang dipakainya ternyata pendek sekali. Paha Katty terekspos jelas.
π»π»π»π»π»
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain βMenantu untuk Ibuβ, βPerempuan IDOLβ, βJebakan Cintaβ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.
Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya..
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
π²π²π²π²π²