
Rara dan Jodi baru sampai di rumah Alex. Mereka berjalan masuk bersama-sama. Tampak Mia sedang melihat-lihat baju hamil di ruang keluarga bersama Alex.
Jodi : "Selamat sore."
Alex : "Sore, Jodi."
Rara : "Ini bajunya?"
Mia : "Iya. Banyak banget kan?"
Rara : "Kak, ini berlebihan deh."
Jodi : "Ini namanya belanja di rumah. Kamu pilih yang pas, dan kembalikan yang kamu gak suka. Gampang kan? Mia juga boleh pilih. Tenang aja, Arnold yang bayar semuanya."
Rara dan Mia melihat wajah Jodi yang bangga sekali bisa menghabiskan uang yang dititipkan Arnold padanya.
Sebelum operasi, Arnold menitipkan sejumlah uang yang cukup besar nominalnya untuk kebutuhan Rara dan keluarganya pada Jodi.
Jodi : "Kalau gitu, saya pamit dulu. Nanti malam saya jemput lagi ya, Rara."
Mereka melihat Jodi berjalan keluar dari rumah Alex.
Mia : "Dia mau kemana? Biasanya juga nunggu disini sambil main HP, ketawa-tawa sendiri."
Mia bertanya pada Rara yang sudah duduk di ruang keluarga, melihat-lihat dokumen yang berisi gambar baju hamil.
Rara : "Katanya mau gangguin kak Katty bentar."
Mia : "Hubungan mereka itu sebenarnya gimana sich?"
Rara : "Kalo dari ceritanya kak Jodi, sepertinya kak Jodi uda jatuh cinta sama kak Katty. Tapi belum berani bilang sama kak Katty."
Mia : "Kenapa gitu? Kan sayang gadis baik seperti Katty dianggurin."
Rara : "Mereka punya hubungan istimewa kata kak Jodi. Entah hubungan apa. Rara gak mau terlalu ikut campur juga."
Alex : "Iya, kamu emang harusnya fokus sama bayi kamu aja. Sudah tahu jenis kelaminnya?"
Rara : "Barusan dikasi tahu, pah. Laki-laki. Mas Arnold pasti seneng banget dengernya."
Alex dan Mia saling pandang, mereka menatap Rara yang terlihat senang mengelus perutnya yang buncit. Rara sangat tegar menjalani hidupnya setelah apa yang terjadi pada Arnold.
Ia menjaga dirinya dan bayinya dengan baik, sehingga buah cintanya dengan Arnold tumbuh di dalam rahimnya dengan baik.
πΈπΈπΈπΈπΈ
Jodi melajukan mobilnya dengan cepat menuju rumah Katty. Tadi Katty mengatakan kalau dia akan pulang cepat dan akan memasak untuk Jodi.
Sampai di rumah Katty, Jodi buru-buru masuk. Ia melihat Katty sedang berdiri di dapur, memakai headset.
Tubuhnya hanya di balut pakaian dalam dan apron. Jodi ternganga melihat tubuh Katty yang seksi bergoyang mengikuti dentuman musik yang didengarnya.
Ia memasukkan bahan masakan yang sudah dipotong-potong. Aroma sop iga menguar memenuhi dapur.
Jodi duduk di meja bar, ia menatap Katty sambil merekamnya dengan ponsel.
Sesekali Katty berhenti bergoyang, ia mencicipi masakannya dan mengeluh kurang garam.
Setelah menambahkan beberapa sendok garam, ia mengeluh keasinan.
Jodi menahan tawanya melihat wajah panik Katty.
Katty : "Iih, aku nich kenapa sich? Tenang, Katty tenang. Jodi belum datang, kamu masih punya waktu masak. Tenang. Iih, asin."
Katty menambahkan sedikit air lagi dan membiarkan sup iganya mendidih. Sambil berjoget, Katty membalik badannya dan melihat Jodi tersenyum manis dengan ponsel di tangannya.
Katty : "Kaammuu...!! Sejak kapan... Aaarrggghhh, jangan foto."
Katty berlari panik ingin masuk ke kamarnya, tapi Jodi menghalangi langkahnya.
Jodi : "Ternyata gini ya kelakuan kamu kalau aku gak dirumah. Hot banget."
Katty : "Aku pake baju dulu. Jodi! Lepas!"
Jodi memeluk pinggang Katty, meraba pahanya. Katty meronta dalam dekapan Jodi.
Jodi : "Diem dulu. Coba lepas pakaian dalammu. Sisain apronnya aja. Aku mau foto."
Katty : "Jangan foto. Aku malu. Jodi... Jangan..."
Wajah Katty merah padam, bahkan sampai beberapa bulan tinggal bersama, Jodi masih belum mengambil kesucian Katty.
Jodi memang menginginkan memiliki Katty, tapi ia cukup sibuk mengurus Rara dan perusahaannya. Padahal banyak kesempatan yang dimiliki Jodi.
Hal itu membuat Katty semakin mencintai Jodi. Demikian juga Jodi semakin mencintai Katty. Jodi memerlukan seseorang yang bisa memperhatikannya agar tidak merasa sendirian, sementara Katty memerlukan pria baik yang bisa menjaganya.
Jodi : "Ayo, bentar aja."
Katty : "Aku beneran malu, Jodi."
Jodi : "Cium aku."
Katty : "Kamu gak mandi dulu?"
Jodi : "Mandiin dong."
Katty : "Aku matiin kompor dulu."
Jodi : "Cepetan. Aku masi ada janji."
Katty : "Nganterin Rara lagi?"
Jodi : "Tuch tau. Waktuku gak banyak."
Katty : "Iya, cerewet banget."
Katty mematikan kompor dan p menutup panci yang berisi sop iga. Jodi sudah membuka pakaiannya di kamar mandi dan mengisi bathup dengan air hangat.
Rumah Katty tidak sebesar rumah Jodi tapi fasilitasnya sangat lengkap dan juga nyaman. Jodi lebih sering menghabiskan waktunya dirumah itu daripada di rumahnya sendiri.
Katty sudah melepas apronnya. Ia masuk ke kamar mandi juga. Jodi sudah masuk ke shower menyabuni tubuhnya. Katty melepas pakaian dalamnya, ia mengikat rambutnya keatas dan menutupnya dengan topi mandi.
Jodi menyabuni tubuh Katty juga, ia berlama-lama di bagian sensitif Katty membuat wanita itu kegelian.
Katty : "Jodi, udah! Geli!"
Jodi : "Aku kapan bisa masuk sini?" Jodi menyentuh areal bawah perut Katty.
Katty : "Itu... Kamu gak jadi jemput Rara? Jam berapa sekarang?"
Jodi : "Masih ada waktu... Nanti malem ya. Pulang aku dari sana. Sampe pagi."
Katty : "Sampe pagi??!!"
Jodi : "Kenapa? Mau protes?"
Katty : "Nggak... Hehe..."
Jodi : "Pindah ke bath up yuk."
Mereka masuk bersamaan ke bath up yang sudah penuh. Jodi mendongakkan kepalanya merasakan rileks di pinggangnya.
Jodi : "Huft! Enak banget."
Katty yang duduk di depan Jodi merasakan sesuatu mengganjal bokongnya.
Katty : "Itu apaan dibelakang?"
Jodi : "Kenapa? Jangan ditanyain, nanti dia bangun."
Katty : "Idih... Bahaya... Hihi..."
Jodi memeluk Katty, membenamkan wajahnya ke punggung Katty.
Jodi : "Kita nikah yuk?"
Katty : "Trus Rara?"
Jodi : "Kenapa sama Rara?"
Katty : "Bukannya kamu cintanya sama dia?"
Jodi : "Rara itu milik Arnold, aku mana berani memikirkan dia."
Katty : "Nikah itu serius loh. Orang tua kita harus ketemu. Keluarga kita harus ketemu. Aku takut..."
Jodi : "Kamu gak mau nikah sama aku?"
Katty : "Kasi aku alasan menerima lamaranmu."
Jodi : "Karena dompetku?"
Katty memukul lengan Jodi.
Jodi : "Addow...! Kenapa sich?"
Katty : "Nikah itu karena cinta, nikah kok karena dompet. Maksudmu aku matre?"
Jodi : "Kalau semua cewek matre sebaik kamu, pasti gak ada cowok yang sakit hati."
Katty : "Aku baik?"
Jodi : "Wanita terbaik yang pernah aku kenal, selain mamaku tentu saja."
Wajah Katty merona dipuji Jodi. Ia menggosok lengan Jodi yang memeluk tubuhnya.
Katty : "Kamu serius ngajak aku nikah?"
Jodi : "Coba kamu pikirin dulu."
Katty : "Aku merasa tidak pantas..."
Jodi : "Kalau aku bilang aku mencintaimu? Apa kau mau menikah denganku?"
Katty : "Itu... Aku..."
Jodi menarik tengkuk Katty dan mulai menciumnya. Jodi menyesap manis bibir Katty yang seksi.
Katty : "Kalau kau bilang gitu... Mungkin aku mau..."
Jodi : "Pikirkan saja dulu. Sekarang kita nikmati hidup berdua seperti ini."
Katty : "Aku setuju."
Mereka melanjutkan ciuman mereka tanpa melakukan hal yang lebih jauh.
π»π»π»π»π»
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain βMenantu untuk Ibuβ, βPerempuan IDOLβ, βJebakan Cintaβ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.
Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya..
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
π²π²π²π²π²