
Menghukum penjahat
“Mah\, mama gak kotor. Gadis lihat sendiri\, ********
itu belum sempat melakukannya. Gadis disana, mah. Gadis lihat semuanya yang
terjadi. Dia juga masih pake masker. Tapi Gadis tahu siapa dia. Suaranya, dia
Manta.”
“Nggak! Aku mau mandi.”
“Iya, ayo mandi. Aku temenin ya, sayang. Ra, tolong
siapin baju buat mama ya.”
Rara mengangguk. Alex membawa Mia ke dalam kamar
mandi. Ia menggosok tubuh Mia dengan sabun dan membuat Mia melupakan rasa
traumanya akibat perbuatan Manta. Alex meyakinkan Mia kalau jejak yang
ditinggalkan Manta sudah Alex hapus semua.
Aira menoleh pada Rara saat ia mendengar sesuatu
dari dalam kamar mandi. Alex dan Mia sudah menghabiskan waktu 20 menit di dalam
sana. Aira berbisik pada Rara,
“Apa selalu selama ini? Apa yang mereka lakukan
didalam sana?”
“Tante, kita tunggu saja, okey. Tapi sepertinya
masih lama.”
“Mereka bisa masuk angin kalau lama-lama di kamar
mandi.”
“Ya, daripada mereka melakukannya di situ, bisa
ambyar, tante.”kata Rara menunjuk bed Mia.
Aira memilih pulang daripada malu sendiri ketika
Alex dan Mia keluar nanti. Rara menyiapkan pakaian untuk Alex dan Mia dan
menarik tirai menutupi bed Mia.
“Kakak pulang dulu ya. Mau lihat baby Reynold.
Nanti kakak balik lagi. Kalian mau nitip apa?”
“Nitip baju Rio ya, kak. Rio nginep sini ntar.”
Rara mengangguk dan keluar dari sana. Rio kembali
menatap Gadis yang sedikit takut melihat kilatan mata Rio.
“Apa? Rio, kamu mau ngapain?”Gadis terhenyak
mendapati Rio mendekatinya.
“Aku belum selesai menghukummu.”seringai Rio.
“Ta...tapi, Rio...Mmmpp...”Gadis bahkan tidak
diberi kesempatan untuk bicara, Rio langsung mencium Gadis lagi.
*****
Linda mencoba duduk dengan tenang diantara body
guard Jodi. Padahal tubuhnya sudah gemetar sejak tadi. Entah kemana dirinya
akan dibawa setelah diculik dari apartmentnya tadi. Jodi memerintahkan body
sampai disana, Linda dibawa masuk dan diikat di kursi.
“Kalian mau apa? Kenapa aku dibawa kesini?”tanya
Linda tapi tidak di gubris para pria kekar itu.
Tak lama, Jodi dan Arnold masuk membawa Manta
bersama mereka. Wajah pria itu masih babak belur karena dihajar Rio. Manta
didudukkan di kursi bersama Linda.
“Kalian siapa? Mau apa?”tanya Linda lagi ketakutan.
“Nona Linda, heh! Paras cantik tapi hatinya busuk.
Apa perlu kubuat wajahmu seperti hatimu?”tanya Jodi sambil menyeringai.
“Apa maksudmu? Siapa kalian? Kenapa aku dibawa
kesini?!”
“Kau masi tanya? Kau ingat Mia? Perlu aku tunjukkan
fotonya? Berani sekali kau mengganggu ibu temanku. Bosan hidup, heh!”bentak
Jodi.
“Aku tidak! Dia yang melakukannya!”tunjuk Linda
pada Manta.
“Mia\, hehehehe\, kau j***** licik!! Obsesimu pada
Alex membuatmu gila!! Dan bodohnya aku mau diseret olehmu.”
“Kau juga sama playboy s*****!! Kau jadi gila
melihat tubuh Mia. Seharusnya kau bisa kendalikan barang tidak berguna itu!”lengking
Linda.
“Barang tidak berguna ini membuatmu menggila sampai
memintanya terus. J*****!”
“Berisik sekali. Bungkam mulut mereka. Kau sudah
dapat rekamannya?”perintah Jodi pada body guardnya.
“Sudah, tuan muda. Sudah saya kirim ke pengacara
juga.”
Jodi mendapat telpon dari pengacaranya. Saatnya
menyerahkan Linda dan Manta ke polisi. Hasil visum dan bukti lain sudah
terkumpul semua dan mereka bisa menuntut hukuman yang berat untuk keduanya.
“Bawa mereka ke kantor polisi. Jangan sampai lolos
atau terima hukuman kalian.”kata Jodi dingin.
Manta dan Linda di bawa ke kantor polisi. Alex
tidak mau mengotori tangannya dengan menghukum mereka sendiri. Toh, Rio sudah
menghajar Manta sampai babak belur. Setidaknya pengacara Alex dan pengacara
Jodi sudah bekerja keras.
*****
Klik profil author ya, ada novel karya author yang
lainnya loh (jangan lupa tinggalkan jejak kk). Tq.