Duren Manis

Duren Manis
Kerja keras Jodi


Di dalam kantor Jodi, aroma masakan sudah menguar keseluruh ruangan. Katty duduk di sofa, ia melepas sepatunya.


Katty : "Dimana toiletnya?"


Jodi : "Dibalik cermin itu."


Katty masuk ke ruangan yang ada di balik cermin besar di ruang kerja Jodi dan melihat ranjang ukuran besar yang cukup untuk dua orang dewasa.


Ada pintu lain di dalam sana, Katty membukanya dan itu kamar mandi. Setelah membersihkan dirinya, Katty melihat ada lingeri diatas ranjang.


Katty : Bagus sekali."


Katty meraba lingeri itu, ia menyukai bahannya. Dan ingin mencobanya. Diangkatnya lingeri itu tinggi di depan tubuhnya. Sepertinya pas untuk Katty.


Katty celingukan, tidak ada orang di dalam ruangan itu. Ia mulai membuka pakaiannya dan menggantinya dengan lingeri itu.


Wow! Lingeri hitam itu melekat dengan ketat di tubuh Katty. Katty melihat dirinya dicermin dan tersenyum dengan cantik. Ia terlihat cantik dan seksi.


Jodi : "Katty?! Kau baik-baik aja? Kenapa lama sekali?"


Jodi tiba-tiba memanggil Katty yang masih mematut dirinya di depan cermin. Katty langsung panik,


Katty : "Aku baik-baik aja. Sebentar."


Jodi : "Aku masuk ya."


Katty : "Jangan!!"


Jodi membuka pintu di belakang cermin dan melihat Katty berdiri dengan canggung masih memakai lingeri.


Jodi : "Oh, kau sudah menyiapkan kejutan untukku ya."


Katty melihat Jodi berjalan mendekatinya sambil menarik dasi yang melingkar di lehernya. Dan membuka kancing kemejanya.


Katty : "Aku tidak! Aku cuma mencoba lingeri ini. Aku ganti baju sekarang."


Jodi : "Jadi kamu gak mau tanggung jawab?"


Katty : "Apa?!"


Jodi : "Kau sudah membuatku menegang."


Jodi mendorong tubuh Katty hingga jatuh diatas ranjang itu.


Suara-suara aneh mulai terdengar dari ruangan itu ketika Guntur masuk sambil menbawa dokumen untuk ditanda tangani Jodi.


Ia memilih segera keluar dari ruang kerja Jodi dan memasang tanda jangan diganggu di pegangan pintunya. Sungguh malang nasib asisten jomblo ini.


🌸🌸🌸🌸🌸


Elena menelpon tante Dewi ketika ia sedang melakukan perawatan di salon. Pak Brian meninggalkannya disana untuk mengurus pekerjaannya.


Elena : "Halo, mah."


Tante Dewi : "Elena sayang. Kau sudah kembali?"


Elena : "Aku hanya kembali sebentar, mah. Aku sedang bersama om Brian."


Tante Dewi : "Bisa kita ketemu, nak? Mama kangen."


Elena : "Mama kangen aku apa mau minta oleh-oleh."


Tante Dewi : "Mama kangen lah. Tapi kalau ada oleh-oleh, mau..."


Elena : "Aku lagi di salon, mah. Kalo mau, mama kesini."


Tante Dewi : "Kasi alamatnya, sayang. Mama kesana, tunggu ya."


Elena menutup telponnya, ia mengetik nama salon dengan cepat dan mengirimkannya pada mamanya.


Tanpa disangka pada saat yang sama, mama Elo juga datang ke salon itu. Elena tidak memperhatikan siapa yang datang karena setelah dia mengirim pesan, pegawai salon yang sedang melakukan perawatan pada kukunya tidak sengaja menyakiti jarinya.


Elena dengan angkuhnya memarahi pegawai itu. Suara keras Elena, membuat mama Elo menoleh dan mengkerutkan keningnya.


Mama Ratna : "Elena?"


Ia hampir tidak percaya melihat wanita cantik dengan baju kekurangan bahan ini adalah Elena yang dulu polos dan periang.


Elena yang dulu tidak bersikap kasar pada orang lain. Ia sangat sopan dan ramah.


Mama Elo memberi tanda agar pemilik salon segera mengatasi masalah itu dan mama Elo masuk ke ruang khusus VIP.


Sambil duduk di kursi yang sudah disediakan, mama Ratna terus menatap Elena.


Beberapa menit kemudian tampak tante Dewi memasuki salon. Berlagak sama sombong dengannya dengan anaknya.


Mereka terlihat gembira dan berpelukan satu sama lain. Lebih-lebih saat Elena mengeluarkan sesuatu dari tasnya. Tante Dewi langsung tertawa bahagia. Sepertinya itu parfum limited edition.


Mama Ratna geleng-geleng kepala melihat kelakuan ibu dan anak itu. Untung saja tadi dia tidak menyapa Elena.


Saat ia hampir selesai, matanya menangkap sosok pria paruh baya memasuki salon dan langsung memeluk Elena. Mama Ratna ternganga melihat dimana tangan pria itu mendekap Elena.


Diperlakukan begitu, Elena malah bertingkah genit dan sepertinya sengaja menempelkan tubuhnya pada pria itu.


Mama Ratna : "Astaga, apa mereka suami istri?"


Pegawai salon : "Nyonya, kalau suami istri biasanya gak semesra itu. Nyonya tau sendirilah."


Mama Ratna : "Mb kenal pria itu?"


Pegawai salon : "Pria itu namanya Pak Brian, dia sering kesini dan tiap datang membawa wanita cantik yang berbeda. Mungkin wanita itu simpanannya yang terbaru."


Mama Ratna : "Simpanan??!! Oh, dear..."


Pegawai salon : "Kenapa Nyonya terkejut? Apa Nyonya mengenal wanita itu?"


Mama Ratna : "Cuma pernah lihat. Gak kenal."


Mama Ratna melihat kedua insan yang berjalan sangat dekat keluar dari salon. Hatinya masih tidak percaya, keponakannnya yang cantik harus berakhir menjadi simpanan om-om.


🌼🌼🌼🌼🌼


Jodi tersenyum melihat Katty berlari ke kamar mandi tanpa memakai apapun. Ia berhasil membujuk Katty bercinta tanpa memakai pengaman.


Katty : "Jodi! Handuknya mana?"


Jodi : "Sebentar..."


Jodi mengambil handuk di lemari dan membuka pintu kamar mandi.


Katty : "Kyaa!!" Katty berteriak kaget karena pintu terbuka.


Jodi : "Apa sich?"


Katty : "Aku kira bukan kamu yang buka pintu?" Katty mengambil handuk di tangan Jodi dan mulai mengeringkan tubuhnya dihadapan Jodi.


Jodi : "Emang kamu pikir siapa? Guntur pasti uda dengar kita ngapain tadi. Gak ada yang akan berani masuk kesini kecuali papaku."


Katty : "Papamu disini?"


Jodi : "Katanya mau datang."


Katty : "Aku pulang ya."


Jodi : "Kalau kamu pulang, makanannya gimana? Uda dingin tuh diluar. Papaku gak gigit, kok."


Katty : "Tapi aku malu, Jodi."


Jodi : "Mau sampai kapan kamu gini? Aku cuma mau kamu ketemu papaku."


Katty : "Aku gak siap, Jodi. Aku gak berani jawab kalau ditanya keluargaku."


Jodi : "Emang papamu koruptor?"


Katty : "Sembarangan! Keluargaku terlalu biasa dibandingkan keluargamu."


Jodi : "Kalau aku bilang gak peduli, kamu masih ngelak?"


Belum sempat Katty menjawab lagi, seseorang memanggil Jodi dari luar ruangan itu.


Jodi : "Iya, sebentar!"


Katty : "Itu papamu? Aku tunggu disini saja ya."


Jodi : "Cepat pakai bajumu, atau kuseret kamu keluar kayak gini."


Katty merapatkan handuk di tubuhnya. Mendingan dia pakai baju dulu, daripada Jodi beneran melakukan ancamannya.


Katty : "Aku keluar. Aku pakai baju. Tunggu."


Jodi membersihkan dirinya dengan cepat dan berpakaian bersama Katty.


Setelah merapikan penampilannya, mereka keluar dari ruangan itu. Sambil sembunyi di belakang tubuh Jodi, Katty mengintip siapa yang tadi memanggil Jodi.


🌻🌻🌻🌻🌻


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain β€˜Menantu untuk Ibu’, β€˜Perempuan IDOL’, β€˜Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya..


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


🌲🌲🌲🌲🌲