Duren Manis

Duren Manis
Asrama si kembar


Hari keberangkatan si kembar ke asrama akhirnya tiba juga. Si kembar tampak bersemangat dan sedikit cemas. Masalahnya untuk pertama kalinya mereka tinggal jauh dari rumah meskipun masih satu kota.


Tapi si kembar cukup mandiri untuk tinggal sendiri. Mereka dididik seperti itu sejak kecil. Mia dan Alex akan mengantar mereka untuk saat ini dan berikutnya Rio akan mulai membawa mobil sendiri ke asrama.


Setelah mendapatkan KTP dan SIM, Rio merayu Alex untuk membelikannya sebuah mobil. Bukan mobil mewah seperti milik Alex ataupun Arnold. Tapi mobil mini bus yang muat 8 orang.


Rio bilang lebih nyaman memakai mobil sejuta umat daripada mobil mewah. Dia tidak mau membebani papanya dengan pajak tahunannya dan juga mengirit BBM.


Rio juga punya rencana untuk jadi driver ojek online dengan mobil itu. Sedangkan Riri masih setia menulis novel online. Si kembar sudah punya planning sendiri untuk hidup mereka nantinya.


Mia membantu si kembar menyiapkan keperluannya. Untuk diawal, Mia akan sering datang ke asrama untuk mengecek keadaan mereka. Ia tidak ingin tinggalnya si kembar di asrama akan membuat hubungan ibu dan anak jadi jauh.


Mia : "Ayo di cek lagi. Ada yang ketinggalan gak?"


Rio : "Uda semua kok, kalo ada yang ketinggalan, mama tolong bawain ya."


Riri : "Kamu tuch ngrepotin mama aja."


Mia : "Iya, nanti mama anterin. Kalian kalo libur, pulang ya. Rumah bakalan sepi nich."


Riri : "Kalo mama punya anak, kan gak sepi lagi, mah."


Mia : "Belum dikasi, gimana dong."


Rio dan Riri spontan memeluk Mia dengan erat. Alex yang sedari tadi hanya menonton saja, sedikit terharu. Mia benar-benar memperlakukan anak-anaknya seperti anak kandungnya sendiri.


Ia bahkan tidak terlalu memikirkan bisa punya anak lagi atau tidak. Mia benar-benar menunjukkan kalau kasih sayang bisa diberikan dengan tulus baik dari ibu kandung maupun ibu tiri.


Mereka bersiap naik ke dalam mobil, nenek dan mb Minah melambaikan tangan mereka ketika mobil meluncur membelah jalanan kota menuju asrama yang akan mereka tempati kurang lebih 3,5 tahun ke depan.


------


Sampai di asrama, Alex dan Rio menurunkan koper dan tas si kembar. Sementara Mia dan Riri berjalan di sekitar tempat parkir yang rindang. Mereka melihat-lihat fasilitas yang ada di asrama itu.


Asrama yang memiliki 250 kamar dengan double bed itu dilengkapi dengan fasilitas kolam renang, gym, taman luas yang rindang, lapangan sepak bola, lapangan basket, dan parkir yang cukup luas.


Jarak dari asrama ke kampus juga tidak terlalu jauh, hanya beberapa meter berjalan kaki. Di kampus itu juga ada fasilitas perpustakaan, wifi corner, kantin, lab, ruang kesehatan dan ruang praktek.


Alex hanya manggut-manggut melihat fasilitas kampus yang lengkap. Ia juga hanya manggut-manggut melihat harga yang harus dibayar untuk bisa kuliah di kampus itu.


Alex : "Mia, kamu tahu darimana tentang kampus ini?"


Mia : "Aku browsing, mas. Gak banyak yang tahu kalau kampus ini punya fasilitas beasiswa untuk siswa pintar."


Alex : "Trus kamu minta anak-anak test disini?"


Mia : "Aku cuma bilang ada kampus bagus yang ngasi beasiswa dan lewat jalur test dan mereka mau."


Alex : "Kamu uda lihat pembayarannya?"


Mia : "Uda sich dan semua free untuk mereka kalau bisa mempertahankan nilainya. Itulah kenapa anak-anak mau tinggal di asrama."


Alex : "Mereka bisa? Aku gak keberatan sich bayarin pendidikan mereka."


Mia : "Mas akan terkejut dengan kejeniusan mereka. IQ mereka berdua diatas rata-rata loh."


Alex : "Masa?"


Si kembar mendekati mereka setelah melapor dan menaruh koper mereka ke kamar masing-masing. Mereka berjalan ke arah kantin untuk mencoba makanan disana.


Sampai di kantin, tidak banyak orang yang ada disana. Sebagian karena perkuliahan belum dimulai dan sebagian lagi penghuni asrama lebih suka pesan antar. Kantin itu juga melayani pesan antar asalkan sabar menanti.


Mia membaca aneka menu yang terlihat di atas deretan pedagang di kantin. Lebih mirip food court daripada kantin kampus.


Setelah memutuskan mau makan apa, seorang pelayan menghampiri mereka dengan sebuah tab. Mia memesan nasi campur, sementara si kembar dan Alex mencoba aneka makanan berkuah.


Pelayan : "Ada kartu mahasiswa?"


Alex : "Banyak keuntungan untuk mahasiswa sini ya."


Mia : "Iya loh. Fasilitasnya juga lebih lengkap dari yang ada di web."


Pesanan mereka akhirnya tiba juga. Mia memuji makanan yang terasa pas di lidahnya.


Mia : "Mama tenang dah sekarang, makanan disini enak dan bersih. Kalian harus jaga kesehatan ya, jangan lupa makan."


Riri : "Iya, mah. Enak kok makanannya. Habis ini kita lihat perpustakaannya ya, mah."


Mia : "Ok."


Alex dan Rio hanya menyimak pembicaraan para perempuan. Mereka menikmati makanan lezat dari kantin itu.


Setelah selesai, mereka melanjutkan berjalan-jalan kearah perpustakaan. Di kampus dan asrama banyak terdapat papan petunjuk arah, sehingga mereka dengan mudah menemukan gedung yang mereka cari.


Sedang asyik melihat referensi buku baru yang terpasang di dinding perpustakaan, seseorang keluar dari perpustakaan.


Keith : "Loh, Riri. Kamu disini?"


Wajah tampan khas putra mahkota kerajaan bisnis terlihat dari wajah Keith. Senyumnya mengembang menatap Riri.


Riri : "Iya, kak. Aku kuliah disini. Kakak ngapain disini?"


Keith : "Aku juga kuliah disini. Kamu jurusan apa?"


Riri : "Jurusan ekonomi bisnis."


Keith : "Aku manajemen."


Rio : "Sama kayak aku dong." Rio berbisik di dekat Mia. Ia terlihat malas ketemu Keith.


Mia : "Kenapa sich?"


Rio : "Rese. Rio males ketemu dia."


Rio dan Mia bicara bisik-bisik tidak memperhatikan Keith yang mulai fokus ke mereka.


Keith : "Kak Mia, apa kabar?"


Mia : "Oh, baik. Keith kan?"


Keith : "Iya, kak. Halo, om."


Keith menyalami Mia dan Alex, kening Alex berkerut mendengar Keith memanggilnya om sementara Mia dipanggil kakak.


Alex : "Halo juga."


Keith : "Kamu uda selesai keliling? Mau aku antar, Ri?"


Riri : " Gak usah, kak. Papa mama uda mau balik. Kami juga harus lapor ke asrama. Duluan ya kak."


Riri menarik tangan Alex dan cepat-cepat melangkah menjauh tanpa menunggu jawaban Keith. Ia sedang malas ketemu Keith dan menanggapi pertanyaannya yang gak mutu.


-----


Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.


Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya para reader.


Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak ya...


Dukungan kalian sangat berarti untuk author.


--------