
Jodi menoleh
menatap Katty, Katty menggeleng sambil menatap matanya. Wanita itu dengan cepat
menoleh menatap papanya dan mencoba bicara,
Katty : “Pah...
Katty...mau...”
Papa Katty : “Kamu
mau apa?” Katty tercekat dan menelan salivanya.
Katty : “Katty mau
nikah secepatnya sama Jodi. Tolong papa mau terima video call dari papanya
Jodi!”
Katty berkata
dengan sangat cepat dan lantang, ia menatap papa dan mamanya, menunggu reaksi
orang tuanya. Di luar dugaan, papa Katty menjawab dengan santai,
Papa Katty : “Ya,
papa terima...”
Deg! Deg! Deg!
Jantung Katty bergemuruh melihat reaksi papanya. Kenapa papanya gak
marah-marah? Kenapa papanya gak berteriak seperti biasanya? Papanya terlihat
lebih kurus dan tua dengan keriput dibawah matanya.
Apa papanya setua
itu? Pak Anton bahkan tidak terlihat setua papanya. Tiba-tiba Katty ingin
menangis, ia kembali meringkuk di samping Jodi. Air matanya hampir mengalir dan
ia tidak ingin dilihat menangis oleh papanya.
Jodi : “Saya telpon
sekarang ya, om.”
Papa Katty hanya
mengangguk dan Jodi melakukan sambungan v-call dengan papanya.
Jodi : “Halo, pah.
Ini papa dan mama Katty. Om, ini papa dan mama saya.”
Anton : “Selamat
malam, pak. Saya Anton dan ini istri saya. Kami orang tuanya Jodi.”
Papa Katty : “Selamat
malam, pak. Saya Hendra, ini istri saya.”
Anton : “Maaf
sebelumnya karena kita belum bisa ketemu langsung. Tapi saya harap ini tidak
mengurangi kesan pertama pertemuan kita ini.”
Papa Katty : “Saya
mengerti, Pak Anton.”
Anton : “Mungkin
bapak sudah mendengar dari Jodi tentang lamaran kami terhadap Katty, putri
bapak dan ibu. Jadi bagaimana jawaban bapak dan ibu?”
Papa Katty : “Maaf
sebelumnya saya mau bertanya, apa bapak tahu sampai sejauh mana hubungan mereka
berdua.”
Anton : “Kalau
maksud bapak, mereka tinggal bersama, kami sudah tahu, pak.”
Papa Katty : “Baik,
kalau begitu kami terima lamaran ini.”
Anton : “Bagus
sekali. Kami akan kembali secepatnya, jadi kita bisa bertemu secara langsung,
pak Hendra.”
Papa Katty : “Kami
tunggu kedatangan bapak dan ibu. Selamat malam.”
Anton : “Selamat
malam, pak.”
Jodi menekan tombol
merah, mengakhiri sambungan video call itu. Ia menatap papa dan mama Katty
dengan senyum mengembang. Tapi Katty justru menangis di belakang punggungnya.
Jodi : “Sayang,
kamu kenapa nangis?”
Katty : “Gak...
hiks... hiks...”
Katty tidak bisa
mengendalikan dirinya saat mendengar papanya menyetujui pernikahannya dengan
Jodi. Ia menangis di punggung Jodi, tidak membiarkan siapapun melihatnya.
Jodi : “Sayang,
sini aku peluk.”
Katty : “Gak mau...
biarin... gini...”
Papa Katty :
“Biarkan saja, Jodi. Kalian makan disini ya. Mama sudah masak makanan kesukaan
Katty.”
Jodi : “Baik, om.
Terima kasih. Katty, ayo makan dulu.”
Katty : “Ntar...”
Jodi : “Om dan
tante, makan saja duluan. Saya tunggu Katty tenang dulu.”
Papa dan mama Katty
beranjak ke meja makan dan makan duluan disana. Sementara Jodi meraih Katty
dalam pelukannya.
Jodi : “Kamu
kenapa, sayang? Kamu gak pa-pa, kan?”
Katty : “Aku
ngrasa... durhaka banget... Kamu lihat papaku? Papa gak... setua itu saat...
terakhir aku pergi... dari rumah ini. Sekarang papa... keliatan tua banget.”
Jodi : “Sayang,
masih belum terlambat kalau kalian bicara baik-baik sekarang. Lupakan semuanya.
Mulai dari awal lagi sama papamu.”
Katty : “Aku takut,
Jodi. Takut... mendengar bentakan... dan teriakan lagi. Aku gak sanggup lagi.”
Jodi : “Pelan-pelan
ya. Kita cari tahu apa mau papamu. Jangan menentangnya lagi. Kita sudah dapat
restunya sekarang. Tinggal...”
Katty : “Tinggal
apa?” Katty mengusap air matanya dan menatap Jodi. Ia sudah lebih tenang saat Jodi
memeluknya.
Jodi : “Tinggal
buatin cucu yang banyak.”
Katty : “Mesum...”
Jodi : “Sayang,
kita makan yuk. Aku lapar nich.”
Katty : “Gak
berani...”
Jodi : “Ayo, temani
Katty pasrah
ditarik Jodi masuk ke dalam, mereka langsung melihat papa dan mama Katty baru
selesai makan malam.
Mama Katty : “Katty,
makan dulu. Mama masak makanan kesukaan kamu loh.”
Katty : “Iya, mah.”
Mama Katty : “Nak
Jodi, ayo makan dulu.”
Jodi : “Iya, tante.”
Jodi duduk di dekat
papa Katty dan mencoba mengobrol dengannya. Katty makan dalam diam dan tidak
menanggapi apapun selama makan malam mereka.
*****
Setelah makan malam
usai, papa dan mama Katty beranjak ke dalam kamar mereka, meninggalkan Jodi dan
Katty masih duduk di meja makan.
Jodi : “Dimana
kamarmu?”
Katty : “Disana.”
Katty menunjuk pintu pertama setelah mereka masuk ke ruang makan.
Jodi : “Ayo kita
istirahat.”
Katty : “Maksudmu?
Kita mau pulang kan?”
Jodi : “Kita tidur
di kamarmu malam ini.”
Katty : “Tapi
papaku...”
Jodi : “Kamu itu
mikir apa waktu makan malam tadi. Apa kamu gak dengar? Papamu meminta kita
menginap malam ini dan aku gak mungkin tidur di kamar lain, kan.”
Katty : “Tapi aku
gak enak. Kamu tidur aja di kamarku, aku tidur di kamar Kaori.”
Jodi : “Ribet amat.
Aku gak akan minta jatah disini. Terlalu berisik, kasian papa sama mamamu
nanti.”
Katty memukul
lengan Jodi yang sudah nyengir mesum sambil menatapnya.
Jodi : “Kecuali kau
memintanya dengan manis, aku akan melakukannya dengan perlahan dan gak berisik.”
Katty : “Jodi! Kamu
genit!” Jodi tertawa melihat Katty melotot padanya.
Jodi : “Nah, gitu
dong. Kucing liarku uda balik lagi. Aku suka kamu yang begini, galak dan seksi.”
Katty : “Hentikan bermulut
manis! Aku malu dengernya.”
Jodi : “Biasanya
kau akan langsung menyerangku kalau aku menggodamu. Kenapa sekarang malu?”
Katty : “Kamu lupa
kita dimana?”
Jodi : “Nggak. Ini
rumah mertuaku. Dan kau sedang menggodaku sekarang.”
Katty : “Menggoda
darimana?”
Jodi : “Menunjukkan
kamarmu. Ayo kita tidur.”
Katty tidak bisa
berbuat apa-apa saat Jodi menarik tangannya dan membuka pintu kamar Katty. Katty
melihat sekeliling kamarnya yang tetap sama seperti saat ia tinggalkan dulu.
Hanya lebih rapi dan bersih. Jodi melihat sekeliling, ia duduk di atas ranjang
dan mulai membuka pakaiannya sambil menatap Katty.
Katty : “Apa
maksudnya itu?”
Jodi : “Aku hanya
menggodamu. Apa kau tergoda?”
Katty : “Tidur
sana. Aku mau ganti baju dulu.”
Jodi : “Kalau gitu
aku gak jadi tidur. Cepat buka.”
Katty : “Issh...”
Katty mengambil
piyama tidurnya di lemari dan mengganti pakaiannya di depan Jodi yang
mesam-mesem kegirangan. Bekas ciumannya semalam masih terlihat jelas di
beberapa bagian tubuh Katty.
Jodi : “Banyak
banget, apa aku seganas itu?” Jodi menunjuk tubuh Katty.
Katty : “Kamu
memang ganas, sayang.”
Jodi : “Sini dong,
sayang. Kita bobok yuks. Mimik cucu.”
Katty tersenyum
geli mendengar Jodi merayunya. Ia malah beranjak mendekati pintu kamar dan
hampir keluar,
Jodi : “Kamu mau
kemana?”
Katty : “Mau ambil
susu dulu. Kamu mau?”
Jodi : “Aku mau
yang itu...” Tunjuk Jodi ke dada Katty yang dibalas Katty dengan memeletkan
lidahnya.
Katty keluar dari
kamarnya, ia menuju dapur untuk mengambil segelas susu hangat. Saat itu ia melihat
bayangan seseorang yang sedang berdiri di dekat meja dapur sambil menatapnya.
🌻🌻🌻🌻🌻
Terima kasih sudah meluangkan waktu untuk membaca
novel author ini, jangan lupa juga baca novel author yang lain ‘Menantu untuk
Ibu’, ‘Perempuan IDOL’, ‘Jebakan Cinta’ dengan cerita yang tidak kalah seru.
Ingat like, fav, komen, kritik dan siarannya ya
para reader.
Vote, vote, vote...!!! Yang uda vote makasi banyak
ya..
Dukungan kalian sangat berarti untuk author.
🌲🌲🌲🌲🌲