
Silahkan Dibaca.
Kota Linkuen, Kediaman Tuan Kota.
Xiao Fan masuk ke dalam kediaman, dia melihat sekeliling dan merasakan bahwa ada dua orang tengah berjalan ke arahnya.
Xiao Fan dengan cepat melesat ke arah dua orang tersebut. Dia ingin memberikan serangan kejutan.
Kedua penjaga berbelok, mereka terkejut ketika melihat Xiao Fan melesat tepat ke arah mereka.
“Mati!” Xiao Fan berkata dengan nada dingin. Dia mengayunkan belati miliknya dengan cepat, Penjaga1 terbunuh dengan sayatan di lehernya.
“Ada Penyusup!” Teriakan Penjaga2 yang berhasil menghindari serangan Xiao Fan tersebut. Dia memandang Xiao Fan sambil memasuki mode pertempuran.
Xiao Fan mengetahui bahwa penjaga yang di dalam rumah, tidak sesederhana penjaga yang berada di luar.
“Kau bertahan, maka dari itu mari kita mulai.” Xiao Fan melesat ke arah Penjaga2 yang memutar tombaknya dan mulai menyerang ke arahnya.
Xiao Fan menghindari tusukan tombak tersebut. Dia melakukan putaran di udara dan mengayunkan tangannya, agar belati mengenai tepat leher dari Penjaga2.
Penjaga2 menghindari dan mengayunkan tombak miliknya untuk menyerang Xiao Fan.
“Wushh...” Xiao Fan matanya bercahaya, kemudian dengan cepat berbalik dan menebas leher dari Penjaga2.
“Jres...” Penjaga2 melebarkan matanya, dia tidak menyangka Xiao Fan memiliki kemampuan untuk meningkatkan kekuatannya.
“Drak..Drak..Drak..” berbagai langkah kaki terdengar dari arah tangga. Xiao Fan yang selesai membunuh Penjaga2 memandang ke arah tangga.
“Sepertinya penyusupan gagal, maka mari mengamuk.” Xiao Fan menyatu dengan angin dan melesat ke arah tangga.
Para Penjaga yang sudah tiba, segera melihat Xiao Fan yang melesat ke arah mereka. Dengan cepat, ketiga belas penjaga membuat formasi menyerang.
Xiao Fan melihat hal itu dengan mata tajam, dia sudah terbiasa dengan formasi-formasi tersebut.
Xiao Fan sedikit tersenyum sinis. Kemudian, Qi berubah menjadi elemen angin dan melapisi belati miliknya. Ini adalah trik yang baru saja dia pikirkan.
“Serang!” Salah satu penjaga berteriak dengan keras. Ketiga belas penjaga melesat ke arah Xiao Fan.
Xiao Fan seketika menghilang dan muncul tepat di tengah-tengah mereka dan menebas dengan cepat Penjaga15 yang berada di belakang sendiri.
“Slash...” Kepala Penjaga15 melayang dengan bebas. Xiao Fan tidak tinggal diam, dia melompat dan menendang kepala penjaga15 tersebut ke arah para penjaga lainnya.
“Wush..” Kepala penjaga15 melesat ke arah penjaga14 yang tepat berbalik.
“Brukk..” Penjaga14 terdorong mundur. Dia menangkap kepala penjaga15. Tangannya seketika gemetar. Namun, sedetik kemudian pandangannya berputar dan menggelap.
“Slash..” Xiao Fan menebas kepala penjaga14. Kemudian, penjaga13 dan penjaga12 muncul di samping kanan dan kiri Xiao Fan.
“Mati!” keduanya mengayunkan pedang ke arah Xiao Fan dengan cepat. Namun, dalam bidang Xiao Fan, hal itu sangat lambat.
Dia bisa merasakan hal itu lambat, karena elemen angin miliknya. Dia menyalurkan sejumlah Qi ke arah mata dan tubuhnya, kemudian mengubahnya menjadi Elemen Angin.
Hal itu baru ditemukan di Benua Yuansu, selepas kejadian kehilangan Roh Elemen.
Xiao Fan kemudian dengan cepat menebas ke arah tangan keduanya.
“Slash...Slash..” Penjaga13 dan Penjaga12 terkejut akan hal itu. Kedua pedang mereka terlepas dari genggaman mereka.
Xiao Fan mendorong dua pedang milik kedua penjaga tersebut. Dia membidik tepat leher keduanya.
“Jleb Jleb.” Xiao Fan tak berhenti, dia melesat dan menebas Penjaga11, Penjaga10, Penjaga9, dan Penjaga8 dengan cepat.
“Slash...” Xiao Fan kemudian merasakan adanya bahaya dari lima sisi. Kanan, kiri, atas, depan, dan belakang. Dia merasakan dari arah tersebut.
Xiao Fan merunduk dan menyerang ke arah sisi kanan dengan cepat.
“Tringg...” serangan Xiao Fan tertahan, kemudian berbagai senjata tepat mengarah ke tubuh Xiao Fan.
Xiao Fan sendiri menatap dengan sedikit terkejut, ketika serangannya dihentikan. Namun, dia dengan cepat sadar dan mengubah haluan pedangnya, lalu menebas tangan Penjaga7.
“Slash...” Penjaga7 terkejut, dia merasa bahwa sudah menahan serangan Xiao Fan, sedangkan Penjaga lainnya melihat bahwa Xiao Fan berhasil lolos dari sergapan.
Detik berikutnya, mereka terkejut ketika melihat Penjaga7 tertusuk pisau dan menembus sampai depan. Tusukan tersebut tepat berada di jantung miliknya.
“Dasar bodoh, kalian kira sergapan seperti itu berguna. Apalagi, selepas itu kalian seketika menjadi lengah.”
Xiao Fan mengeluarkan pedangnya, dia menatap ke arah empat penjaga yang masih dalam keadaan linglung.
Xiao Fan mengayunkan pedang yang berada di tangannya ke samping. Dia dalam sekejap memasukkan belati dan mengganti dengan pedang milik penjaga7.
Darah yang berada di pedang seketika terbuang. Bilah bersih seperti sebelumnya.
Xiao Fan kemudian menatap ke arah empat penjaga yang masih dalam tatapan tegas. Mereka berempat mengambil posisi bertarung yang berbeda dari sebelumnya.
“Panggil Jendral, cepat!” Penjaga3 berteriak dengan tegas. Penjaga6 mengangguk dan bergegas menaiki tangga.
“Yah, itu lebih bagus.” Xiao Fan berkata dengan ringan. Dia menatap dengan tajam, aura mendominasi keluar dan menyerbu ke arah empat penjaga.
“Bushh...” Keempat Penjaga terkejut, tubuhmu mereka seketika bergetar hebat. Mereka benar-benar tidak bisa menggerakkan tubuh, bahkan keringat dingin mengalir deres di punggung mereka.
“Hanya dengan aura saja kalian tidak bisa bergerak. Benar-benar tidak berguna,” ejek Xiao Fan dengan senyum sinis.
“Tap...” Xiao Fan melangkah pelan menuju ke arah empat penjaga. Pedang tetap di bawah, tanpa ada gerakan sama sekali.
Xiao Fan mendekat dan melewati keempat penjaga tersebut. Empat penjaga diam, mereka tidak bergerak sama sekali.
“Slash..” dalam sekejap, berbagai garis terlihat ditubuh keempat penjaga tersebut. Xiao Fan tidak berbalik dan berjalan menaiki tangga.
Keempat penjaga seketika terbelah dan terpotong menjadi beberapa bagian. Pedang yang digunakan Xiao Fan sendiri, seketika penuh akan darah.
***
Ruangan Tuan Kota.
“Brak...” Pintu terbuka dengan sangat kasar. Berbagai pelayan, Tuan Muda dari Kota Linkuen, dan Jendral Linkuen terkejut akan hal itu.
“Lapor... Ada penyusup yang sangat kuat, Penjaga yang bertugas di kediaman tengah, sudah dimusnahkan semuanya!”
Penjaga6 tanpa salam, tanpa meminta izin, dengan lancang memberitahu informasi tersebut.
Jendral ingin memarahi Penjaga6 tersebut. Namun, mendengar bahwa seluruh penjaga dibantai habis, amarahnya semakin naik.
“Apa kau bilang! Tunjukkan siapa yang membantai para penjaga!” Penjaga6 mengangguk, kemudian dia memimpin Jendral untuk keluar.
Penjaga6 sendiri ketakutan, dia menyadari bahwa dirinya lancang. Namun, demi teman-temannya dia berani mengambil sikap lancang tersebut.
Jendral ingat sesuatu dan berbalik berkata, “Saya ijin pergi untuk membasmi penyusup tersebut, Tuan Muda Mo.”
Tuan Muda Mo tersebut mengangguk, dalam hatinya sebenarnya terkejut dan takut akan penyusup tersebut.
“Pergilah, Jendral.”
Jendral mengangguk dan pergi dari ruangan tersebut. Penjaga6 memberi hormat kemudian pergi menunjukkan jalan bagi Jendral.
***
Xiao Fan sendiri merasakan kehadiran kuat di persimpangan depan. “Aura ini, hampir sama dengan diriku. Sepertinya bukan orang sembarang.”
Xiao Fan berhenti, dia menunggu orang tersebut berbelok dan berpapasan dengan dirinya.
Penjaga6 dan Jendral berbelok di persimpangan dan menemukan Xiao Fan tengah berdiri di jalan dengan tatapan datar.
Penjaga6 terkejut, dia gemetar sambil menunjuk ke arah Xiao Fan. Namun, seketika dia merasakan rasa sakit di jantungnya.
“Misimu telah selesai.”
Jendral berkata dengan pelan, kemudian melepaskan pedangnya dari tubuh Penjaga6. Pandangannya sekarang tertuju ke arah Xiao Fan.
“Nak, beraninya kau menyusup dan membunuh pasukanku. Apakah kau tahu konsekuensinya?”
Jendral mengeluarkan aura kuat, dia mengambil pedangnya dan memandang Xiao Fan dengan tajam.
Xiao Fan sendiri membalas aura Jendral dengan tingkat yang sama. Pedang yang dimilikinya seketika menghilang, kemudian digantikan dengan pedang singa merah.
“Jangan banyak bicara, mari kita mulai, Paman Bau Tanah!”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.