Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 217 - Pohon Di Taman


Silakan Dibaca.


Selepas Xiao Fan keluar ruang pertemuan, dia melangkah menuju ke arah taman yang dirinya lewati sebelumnya. Lan Ling dan An Er mengikutinya dari belakang, keduanya sangat nyaman berada di dekat Xiao Fan dan sedikit iri dengan Yu Ling.


Tak butuh waktu lama, bagi ketiganya tiba di taman. Xiao Fan memandang taman dengan penuh rasa damai, baginya yang telah menjalani kehidupan tua. Taman di depannya sangatlah cocok untuk duduk sambil menikmati teh sembari merasakan angin yang berembus pelan, namun sejuk di tubuh.


Lan Ling dan An Er benar-benar terkesan dengan tingkah Xiao Fan yang begitu tenang dan damai. Keduanya mencoba menikmati suasana yang sama dengan Xiao Fan. Berjalan, menghirup udara, dan membuangnya perlahan-lahan.


Dalam sekejap, angin ringan datang menerpa keduanya. Hal ini membuat mereka berdua merasakan kenyamanan dan kedamaian yang belum pernah mereka rasakan sama sekali. Langkah demi langkah, tanpa sadar mereka tiba di dekat tempat duduk.


Xiao Fan melihat tingkah laku dua perempuan yang mengikutinya, hanya bisa tersenyum. Kemudian, dirinya menatap ke arah pohon besar yang rindang dan kokoh. Semalam, dia melihatnya dan merasakan adanya fluktuasi energi kuat terpancar di pohon tersebut.


“Energi Qi sebelumnya benar-benar kuat... Kemungkinan besar, harta benda ataupun Artefak peninggalan seseorang,” jelas Xiao Fan kepada dirinya sendiri. Dia mulai melangkah maju, mendekat ke arah pohon besar itu.


Lan Ling dan An Er memandang ke arah pemuda yang tengah melangkah ke pohon besar itu. Mereka berdua penasaran, lalu berakhir mengikuti langkah kaki pemuda itu. Meskipun mereka melangkah secara mengendap-endap. Namun, Xiao Fan dapat merasakannya.


Xiao Fan mengabaikan kedua perempuan di belakangnya. Fokusnya kali ini ialah pohon besar yang berdiri kokoh di depannya itu. Diikuti rasa penasaran tinggi, Xiao Fan menarik tangannya, kemudian menyentuh pohon besar itu.


Detakan jantung terdengar samar oleh Xiao Fan. Hal ini membuatnya, sedikit mengerutkan keningnya. Baru kali ini dirinya merasakan detak jantung dari dalam pohon. Fenomena yang sangat langka dan aneh.


Semakin Xiao Fan mendengarkan irama detak jantung itu, semakin dirinya yakin bahwa jantung tengah melemah. Dia dengan cepat menarik tangannya dari pohon, kemudian mata qinya mulai aktif dan melihat ada sosok makhluk aneh di dalam pohon.


Namun, sosok itu terlihat sehat dan mengedipkan matanya waktu ke waktu. Kemudian, bergerak naik ke atas. Xiao Fan terus mengikuti sosok tersebut, sampai akhirnya berhenti di batang pohon teratas.


Hal ini membuat Xiao Fan mengerutkan kening. Ada berbagai jenis monster yang sudah memasuki pikirannya. Monster itu dapat melintas di pohon satu ke pohon lainnya, namun tidak sampai membuat pohon berdetak.


“Apa ada sesuatu dengan pohon besar ini, Kak Fan?” Lan Ling bertanya kepada Xiao Fan dengan ekspresi wajah penuh rasa penasaran. An Er juga sama, keduanya memandang pohon besar sebelum beralih menatap Xiao Fan.


“Apakah kalian mengetahui asal dari pohon ini?” tanya Xiao Fan sambil menatap balik kedua perempuan itu. Dia lebih ingin mengetahui asal pohon sebelum memberitahu keduanya apa yang dirinya telah lihat sebelumnya.


“Pohon ini telah ada sebelum kediaman Yun berdiri...”


Sebuah suara masuk ke dalam telinga Xiao Fan dan kedua perempuan lainnya. Xiao Fan segera berbalik menatap ke arah asal suara tersebut.


Terlihat seorang perempuan dengan langkah anggun perlahan-lahan mendekat ke arah mereka bertiga. Perempuan itu ialah Yun Qier, Ratu dari Kerajaan Tian.


“Pohon besar ini menjadi saksi berdirinya kediaman Yun. Sehingga, untuk menjaganya... Kami memberikan ruang yang baik, yaitu membuatnya menjadi taman bagi kediaman Yun.”


Yun Qier memegang batang pohon tersebut, dia juga merasakan detak jantung dari dalam pohon itu. Sudut mulutnya naik membentuk senyuman hangat, sebelum beralih menatap ke arah Xiao Fan.


“Apakah kamu merasakan detak jantung pohon ini? Itulah mengapa kami memberikannya ruang yang indah, agar pohon ini tetap hidup sampai Kediaman Yun hancur.”


Yun Qier mengetahui mengapa Xiao Fan mempertanyakan asal dari pohon besar di taman. Bagaimanapun terkait dengan pohon berdetak sama sekali tidak ada di dalam sejarah.


Xiao Fan menganggukkan kepalanya tanda mengerti. Lan Ling dan An Er terkejut, mendengar bahwa pohon besar di depannya dapat berdetak layaknya manusia.


“Apa yang Anda katakan apakah benar, Permaisuri Yun?” tanya Lan Ling yang masih dalam keadaan terkejut.


“Itu benar, Nona Lan,” jawab Yun Qier dengan tatapan mata ringan. “Pohon ini memang berdenyut, meski kami tidak tahu apa yang membuat pohon berdenyut lemah.”


Xiao Fan hanya memandang ke arah pohon, namun fokusnya tetaplah batang atas yang menampilkan sosok makhluk penghuni pohon tersebut.


Xiao Fan tersenyum tipis, dia berbalik dan tidak ingin mengganggu lebih lanjut monster itu. Yun Qier menatap lekat punggung Xiao Fan yang perlahan-lahan pergi, dia benar-benar merasa tertarik dengan pemuda itu.


“Permisi, kami undur diri terlebih dahulu, Permaisuri Yun.” Lan Ling dan An Er menunduk hormat kepada Yun Qier, membuat perempuan itu mengangguk pelan.


Lan Ling dan An Er segera menyusul Xiao Fan yang telah pergi sedikit lebih jauh dari diri mereka sebelumnya.


Yun Qier masih menatap ke arah Xiao Fan dan kedua istrinya, sampai akhirnya orang yang ditatap menghilang dari pandangannya.


Yun Qier menghela nafas sebentar, sebelum berbalik menatap ke arah pohon dan mengelus batang pohon tersebut, lalu pergi meninggalkan taman.


Makhluk yang berada di dalam pohon berkedip beberapa kali. Tatapannya terpaku tajam ke arah Xiao Fan yang telah pergi dari taman. Entah kenapa, makhluk itu merasakan kenyamanan yang tidak dapat dijelaskan.


Xiao Fan tidak tahu tentang Makhluk di pohon itu dan juga dirinya tidak terlalu peduli akan hal itu. Kali ini dirinya berjalan menuju ke ruangan miliknya.


Dia sudah keluar cukup lama, dan kali ini dirinya ingin melihat apa jawaban dari para pengikutnya itu.


“Kakak Fan, kami berpisah di sini. Ada sesuatu yang harus kami lakukan dengan Yun Lanran dan Yun Ling’er,” ucap Lan Ling ketika sampai di persimpangan lorong.


“Kalau begitu, sampai jumpa dan kirimkan pesan kepada keduanya untuk menemuiku selepas urusan kalian selesai,” pinta Xiao Fan kepada Lan Ling dan An Er.


Dia ingin memastikan apakah Yun Lanran dan Yun Ling’er mengikuti dirinya atau tidak. Hal ini perlu dirinya ketahui, karena sudah waktunya untuk memulai perjalanan kembali.


“Baik, Kakak Fan.” Lan Ling mengangguk dengan ringan, kemudian dia mulai menyusuri lorong lainnya bersama dengan An Er. Perlahan-lahan keduanya menghilang dari pandangan Xiao Fan.


Selepas melihat kepergian Lan Ling dan An Er, Xiao Fan mulai melangkah pergi menuju ke ruangan miliknya. Namun, sebelum beranjak pergi. Yu Ling turun dari pelukannya dan menggenggam tangan kanannya dengan erat.


“Jika mereka tidak ingin melanjutkan, ada Yu Ling yang siap untuk pergi bersama Ayah!”


Yu Ling menatap Xiao Fan dengan ekspresi tegas dan lucu. Hal ini membuat Xiao Fan tersenyum dan menepuk kepala perempuan itu dengan pelan.


“Terima kasih, Yu Ling.”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.