Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 147 - Permintaan Yun Lanran


Silakan Dibaca.


Istana Kerajaan, ruang singgasana.


Xiao Fan menatap ke arah sosok wanita anggun yang tengah berjalan ke arahnya. Sosok wanita tersebut ialah Yun Lanran, mantan Ratu Kerajaan Ning.


“Jadi, ada yang bisa kubantu, Yun Lanran?”


Yun Lanran menatap ke arah Xiao Fan, ia tidak berlutut karena bukan bagian dari Xiao Fan. Yun Lanran kemudian berhenti tepat 5 Meter dari Xiao Fan.


“Adik Fan, bisakah kamu membawaku menuju ke Benua lain?”


Xiao Fan mengerutkan keningnya, ia tidak terlalu peduli akan formalitas terkait Rajanya. Xiao Fan yang berdiri berbalik dan duduk di kursi singgasana sambil menatap ke arah Yun Lanran.


“Aku bisa membawamu. Namun, apa keuntungan bagiku?”


Yun Lanran tertegun sebentar, ia tahu mustahil untuk mengajukan permintaan tanpa memberikan keuntungan. Yun Lanran menatap ke arah Xiao Fan kembali.


“Aku akan memberikan apapun yang kau mau.”


Xiao Fan mengerutkan keningnya, ia sebenarnya tidak terlalu membutuhkan wanita di depannya. Xiao Fan menatap dalam ke arah mata wanita di depannya itu.


‘Bocah, Wanita ini benar-benar menderita. Namun, aku tidak peduli. Semua keputusan ada di tanganmu.’


Xiao Fan paham akan pernyataan Shan Yuan. Bagaimanapun juga, ia pernah melihat mata penuh harapan dan banyak penderitaan yang terjadi.


Xiao Fan kemudian memikirkan sesuatu yang membuat ia bermanfaat.


“Baiklah, kau akan menjadi salah satu budakku.”


Yun Lanran melebarkan matanya, ia tidak menyangka permintaan Xiao Fan adalah membuat dirinya untuk menjadi budak Xiao Fan. Yun Lanran mengatupkan bibirnya, ia sebenarnya berharap Xiao Fan bisa memaafkan dan meminta permintaan yang mudah.


“Bukankah budak dilarang di Kerajaan ini? Kenapa kamu melanggar peraturan yang kamu buat sendiri?”


Xiao Fan yang mendengar pertanyaan tersebut, ia memandang sebentar dan memejamkan matanya.


“Wanita bodoh, aku menggunakan teknik budak untuk mengelola Kerajaan, bukan untuk permintaan egoisku. Pikirkanlah kembali, tanpa teknik budak, Kerajaan akan memiliki pengkhianat cepat atau lambat.”


Yun Lanran tertegun, ia tidak menyangka akan ada manfaat yang sangat berarti seperti itu. Menggunakan teknik budak untuk mengelola Kerajaan. Hanya orang tertentu yang berpikir demikian, banyak orang tentunya berpikir budak hanya untuk pelayanan keseluruhan.


“Ak-Aku akan pikirkan...”


Yun Lanran berbalik, ia mencoba menimbang baik dan buruknya. Xiao Fan sendiri tak peduli, baginya Yun Lanran hanya satu orang yang sama dengan orang lainnya.


Jenius...


Berbakat...


Bagi Xiao Fan, kedua ungkapan itu hanya omong kosong. Xiao Fan sendiri melihat berbagai orang sampah naik menjadi terkuat. Mereka hanya mengandalkan keberuntungan, ketekunan, dan Ilmu.


Meski tidak beruntung. Ilmu dan ketekunan sudah cukup membuat orang rendahan naik menjadi orang yang terkuat.


***


Xiao Fan berdiri dari duduknya, ia ingin melihat-lihat Istana Kerajaan miliknya sekarang. Xiao Fan berjalan menuju keluar dari Istana, kemudian melihat kanan dan kiri.


“Kita pergi ke mana dulu, Pak Tua?”


Shan Yuan terbang keluar dari Alam Bawah Sadar Xiao Fan. Ia sekarang tengah memandang ke kanan dan kiri, kemudian ia berkata dengan ringan.


“Ambil saja kiri!”


Xiao Fan mengangguk, ia berjalan menuju ke kiri. Melewati lorong yang panjang dengan jendela istana yang menampilkan Ibukota Saint yang luas.


Xiao Fan berjalan sambil menatap ke arah luar jendala, ia benar-benar tidak menyangka bahwa Kota Saint begitu indah. Seluruh bangunan tersusun dengan rapi.


Namun, Xiao Fan mengerutkan keningnya. Ia seperti melihat sesuatu dari tata letak Kota Saint tersebut.


Xiao Fan penasaran, ia ingin naik ke atap. Namun, sebelum ia keluar. Seorang maid perempuan menyapanya.


“Salam, Yang Mulia...”


Xiao Fan memandang ke arah maid tersebut, ia melihat bahwa maid yang berada di depan matanya, tidak ada yang spesial sama sekali.


“Ya, lanjutkan pekerjaanmu.”


Maid membungkuk dan pergi dari lorong Xiao Fan berada. Xiao Fan tidak peduli, ia melompat keluar dan naik ke puncak Istana.


***


Tiba di puncak Istana...


“Apakah ini semacam petunjuk?”


Shan Yuan memandang dengan fokus tinggi, ia baru kali ini melihat ada kota yang meninggalkan petunjuk dengan susunan rumah.


“Barat, Hutan, Menyimpan.”


Tiga kata tersebut, membuat Xiao Fan memandang ke arah Barat. Ia melihat hutan yang luas dan berbagai pohon memiliki daun hijau yang berbeda.


Xiao Fan sedikit tidak percaya dengan yang ia lihat. Namun, fakta sudah berada tepat di depannya dan tidak bisa disangkal.


“Semua itu adalah harta karun berharga.”


Shan Yuan juga terkejut akan hal yang dilihatnya. Seluruh hutan di barat, bukan hutan biasa. Melainkan hutan tanaman surgawi.


Xiao Fan senang akan penemuannya, Shan Yuan sendiri sedikit tidak percaya.


“Jika, seluruh hutan itu adalah tanaman surgawi. Kenapa tidak ada yang pernah mengambilnya?”


Xiao Fan tertegun, ia melupakan masalah tersebut begitu saja. “Benar juga, kenapa tidak ada yang tahu hutan harta karun ini?”


Shan Yuan berpikir sebentar, kemudian ia berkata, “Kemungkinan besar ada dua penyebab hutan tanaman surgawi ini tidak ada yang tahu.”


“Pertama, ada yang menjaga hutan dan penjaga itu sangat kuat.”


“Kedua, seluruh Benua Yuansu, tidak memiliki Ahli yang bisa mengetahui tanaman surgawi.”


Xiao Fan sedikit tercerahkan, ia mengangguk mengerti dengan kesimpulan yang diambil dari Shan Yuan. Xiao Fan paham betul akan kekurangan ilmu Alkemis di Benua Yuansu.


“Lupakan, kita menemukan berarti kita bisa meningkatkan kekuatan pasukan kita. Namun, lebih baik mengambil tanaman surgawi besok saja, sekarang waktunya berkeliling kembali.”


Xiao Fan melompat turun dari atap Istana, ia kembali lagi di lorong sebelumnya ia melompat.


***


Tiba di lorong...


Xiao Fan melanjutkan perjalanannya melihat-lihat struktur Istana miliknya berada.


Xiao Fan melihat ada beberapa kamar yang memiliki kegunaan berbeda. Xiao Fan hanya melewati dan tidak melihat dalamnya, ia melanjutkan perjalanan menuju ke bawah.


Namun, saat akan ke bawah. Xiao Fan mendengar suara aneh datang dari lorong yang sebelumnya ia lewati.


Hiks! Hiks!


Xiao Fan mengerutkan keningnya, ia kembali lagi menjelajah lorong dan menyusuri istana tersebut untuk mengetahui, suara apa itu.


Semakin Xiao Fan dekat dengan lorong sebelumnya, ia semakin jelas mendengar suara aneh tersebut.


“Tangisan?” Xiao Fan memandang ke kanan dan kiri, ia juga tidak menemukan pintu sama sekali. Namun, suara tangisan masih terdengar di lorong tersebut.


“Tangisan ini berasal dari dalam dinding ini, Nak.”


Shan Yuan menunjuk ke arah dinding yang rapat. Xiao Fan mengerutkan keningnya dan akhirnya paham, bahwa ada pintu rahasia.


“Namun, bagaimana cara membuka pintu dinding ini.”


Xiao Fan menyentuh dinding tersebut dan mencari sesuatu untuk membuat dinding itu terbuka. Xiao Fan terus mencari, sampai akhirnya terdengar bunyi.


Klik!


Dinding perlahan-lahan bergetar, kemudian mulai terpisah dan membukakan sebuah jalan menuju ke ruangan rahasia.


Xiao Fan sedikit tertarik, ia kemudian masuk ke dalam ruangan rahasia tersebut. Xiao Fan memandang kanan dan kiri. Ia menemukan berbagai alat siksaan di tempat rahasia tersebut.


Sampai akhirnya, mata Xiao Fan tertuju kepada seorang perempuan yang diikat kedua tangan dan kakinya dalam posisi salib.


Perempuan itu berhenti menangis dan memandang ke arah pintu yang terbuka. Tubuhnya gemetar, akan tetapi perempuan itu melihat yang masuk ke ruangan rahasia kali ini berbeda dari sebelumnya.


“Ka-Kamu siapa?”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment,, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.