Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 105 - Pertarungan Berakhir


Silahkan Dibaca.


Awan yang terbendung di langit Hutan Vian menghilang. Aura yang kuat menekan berbagai Monster Roh yang berada di sekitar Hutan Vian tersebut.


Rawa yang sebelumnya tenang, seketika bergetar dengan hebat. Berbagai sosok muncul di bawah rawa. Sosok itu hanya menampilkan wajahnya. Namun, meski hanya wajah saja itu sudah besar.


Ketua Kelompok mengerutkan keningnya ketika melihat berbagai Crocoar muncul dan memandang tajam ke arah Ketua Kelompok.


‘Mengapa Crocoar ini memandangku dengan tajam?’


Xiao Fan berhenti tertawa, tetapi senyumnya masih terlihat. Meskipun senyum itu adalah senyum dingin dan tajam. Matanya menyala menatap ke arah Ketua Kelompok.


“Mari kita mulai kembali!”


Xiao Fan kemudian mengarahkan pedangnya ke bawah. Seketika berbagai Crocoar melompat dan menyerang sembarangan. Hal itu membuat Ketua Kelompok melebarkan matanya.


Xiao Fan sendiri tak peduli dan melesat dengan cepat. Dia melompati kepala Crocoar satu ke Crocoar lainnya.


Crocoar sendiri mengamuk dan menghancurkan berbagai pohon di rawa tempat pertarungan tersebut, tak terkecuali tempat berdirinya Ketua Kelompok.


Ketua Kelompok tersebut melompat dan menyerang berbagai Crocoar, dia juga menaikkan kewaspadaan miliknya. Jaga-jaga terhadap serangan dari Xiao Fan.


Tepat dengan apa yang Ketua Kelompok pikirkan. Sosok Xiao Fan muncul tepat di sampingnya sambil mengayunkan pedangnya.


Ketua Kelompok dengan cepat merespons, dia juga mengayunkan tulang yang berada di tangannya. Pedang Xiao Fan tertahan, tapi hal itu masih awalan.


Xiao Fan terus menyerang Ketua Kelompok. Ayunan pedangnya benar-benar cepat dan akurat. Ketua Kelompok sendiri mengharuskan dirinya untuk menggunakan kedua tangannya yang ada tulangnya untuk menahan serangan tersebut.


Beberapa benturan terjadi, sampai akhirnya keduanya mundur masing-masing. Xiao Fan segera menggunakan keterampilan pedangnya.


“Seni Pedang Singa Api, Tebasan Singa!”


Berbagai serangan Xiao Fan seketika berubah menjadi siluet singa. Ketua Kelompok menjadi lebih serius, dia menghindari beberapa serangan dan menahan serangan lainnya.


“Luncuran Tulang!”


Berbagai Tulang yang berada di punggung Ketua Kelompok keluar dan melesat menyerang Xiao Fan, seperti sebelumnya.


Xiao Fan sendiri tak peduli dan melesat ke arah tulang-tulang yang tengah mengincar dirinya. Ketua Kelompok melihat hal itu, tidak mencibir melainkan mengerutkan keningnya.


Dia tidak menganggap Xiao Fan lemah maupun kuat untuk sekarang. Ketua Kelompok tahu bahwa tulangnya kuat menahan serangan maupun menghancurkan pertahanan musuh.


Namun, ketika berhadapan dengan Xiao Fan... Dia merasa, bahwa tulangnya biasa dan dapat dihancurkan kapanpun.


‘Pemuda ini, benar-benar sesuatu. Jika, begitu... Aku harus membunuhnya. Tidak baik, untuk kekuatan besar ini tumbuh.’


Xiao Fan menyalurkan Qi miliknya dan mengubahnya menjadi Elemen Api yang sebelumnya dia miliki. Elemen Api tersebut sangat kuat, bahkan melebihi dari Elemen Api yang dia berikan kepada Xiao Xia.


Xiao Fan mengayunkan pedangnya dan berbagai tulang tersebut meleleh dan jatuh ke rawa.


Ketua Kelompok mulai melesat kembali ke arah Xiao Fan, dia tidak bisa tidak serius untuk sekarang ketika melihat Tulang miliknya meleleh.


Namun, sebelum mereka melakukan bentrok kembali... Berbagai Crocoar menyerang ke arah keduanya.


Xiao Fan melirik sebentar, kemudian dia berpijak dalam satu cabang pohon... Kemudian, menebas Crocoar dengan cepat.


Suhu panas menyembur dan melelehkan tubuh keras Crocoar dan memenggal kepalanya.


Xiao Fan kemudian menatap ke arah Ketua Kelompok yang tengah di makan oleh salah satu Crocoar.


Namun, detik berikutnya... Crocoar yang memakan Ketua Kelompok melebarkan matanya dan berbagai tulang putih menembus seluruh tubuhnya.


Ketua Kelompok keluar dan menatap ke arah Xiao Fan yang tengah melesat ke arahnya. Melihat hal itu, dia juga melesat ke arah Xiao Fan dengan cepat.


Penghalang mereka tidak ada... Crocoar yang menghalangi terbunuh seketika. Namun, tubuh mereka saat menyentuh rawa seketika menghilang.


Pelaku dari menghilangnya mayat Crocoar adalah Xiao Fan sendiri. Dia meminta Shan Yuan untuk mengambil mayat-mayat Crocoar. Shan Yuan sendiri menyetujuinya, dengan imbalan makanan daging.


Xiao Fan dan Ketua Kelompok tiba di tengah dan mulai bentrok kembali. Namun, kekuatan keduanya lebih besar dari sebelumnya.


Berbagai pohon di sekitar pertarungan mereka, semuanya tumbang. Api dan pecahan-pecahan tulang menyebar di tempat pertarungan tersebut.


Keduanya benar-benar melakukan bentrok yang sangat intens. Anggota kelompok sebelumnya memandang pertarungan tersebut dengan mata melebar. Mereka terkejut, sampai tidak sadar bahwa Crocoar tengah memakan mereka.


Beberapa menit kemudian, Keduanya selesai melakukan berbagai serangan. Xiao Fan terengah-engah, dia benar-benar kelelahan sekarang.


Namun, Xiao Fan tetap tersenyum. Dia hanya menderita luka ringan dan tidak terlalu mengancam nyawanya.


Sementara itu, Ketua Kelompok terduduk. Tubuhnya kembali semula, berbagai luka terlihat. Bukan luka kecil saja, luka bakar, luka serius, semuanya dia dapatkan.


Ketua Kelompok benar-benar tidak menyangka bahwa dirinya kalah oleh seorang Pemuda yang belum menginjak umur dua puluh.


‘Sepertinya Dunia akan memunculkan Monster baru kembali.’


Ketua Kelompok menyadari bahwa nyawanya hanya tinggal beberapa nafas saja. Xiao Fan menyadari hal itu dan menghilangkan pedangnya.


“Kau menang, Bocah... Namun, hati-hati dengan Organisasi yang berada di belakangku.”


Ketua Kelompok Jubah Hitam mati selepas memberi peringatan kepada Xiao Fan. Dia perlahan menutup matanya dan senyum tipis muncul di wajahnya.


Xiao Fan hanya memandang datar, sebelum terduduk sambil terbatuk sebentar.


“Uhuk..Uhuk..”


Xiao Fan kemudian melihat ke arah tangannya. Darah segar terlihat, begitu juga muncul di sudut mulutnya.


“Orang ini, tidak melukai fisikku... Melainkan, organ dalamku.”


Xiao Fan kemudian terbaring di pohon yang tumbang. Beruntung, dia tidak jatuh ke dalam rawa.


Shan Yuan tidak panik, dia hanya sedikit menaikkan sudut mulutnya, membentuk senyum tipis.


Shan Yuan kemudian menatap ke Ketua Kelompok. Dia menyipitkan matanya sedikit, detik berikutnya senyum di wajahnya mengembang.


“Bocah ini, memiliki keberuntungan yang tinggi ternyata.”


Apa yang dilihat oleh Shan Yuan adalah sebuah bola dengan warna hitam di luar dan putih di dalam. Bola itu cerah dan berbeda dari yang lainnya, jenis Bola itu adalah Bola Roh. Namun, versi yang berbeda.


Shan Yuan hanya tersenyum dan menunggu Xiao Fan terbangun dari tidurnya.


***


Desa Raijin, Desa ini sangat terpencil. Tidak banyak warga yang tinggal di sana karena Alam yang ada di sana tidak normal.


Namun, dalam Desa tersebut terdapat satu Sekte yang berdiri kuat. Sekte itu mengikuti aliran hitam, karena cara mereka mendapatkan kekuatan adalah dengan mengambil berbagai mayat manusia.


Sekte ini tidak bisa dibantai, hal itu karena mereka dilindungi Alam yang berada di Desa tersebut. Setiap detik, petir berwarna biru akan selalu menyambar di berbagai tempat dan itu sangat acak.


Petir itu sangat kuat, bahkan Master yang ahli petir sama sekali tidak kuat berada di bawah penindasan petir yang berada di Desa Raijin.


Namun, jika Xiao Fan melihat petir itu. Dia akan tersenyum senang, karena petir itu adalah Petir tingkat kedua dari bawah. Sementara orang pengendali petir di Benua hanya berada di tingkat satu tanpa ada perkembangan.


***


Dalam ruangan Sekte, duduk seorang Pria dengan rambut putih memakai topeng tengkorak, pakaian miliknya adalah hitam dengan sobekan di bawah.


Pedang panjang tengah berdiri di sampingnya, tidak jatuh dan tenang tanpa ada sandaran maupun papan yang membantu pedang itu berdiri tegak.


“Re Yan, sudah mati... Re Yin, selidiki apa yang terjadi terhadap Re Yan. Juga, ambil kembali Roh Tulang miliknya. Kita tidak bisa membuat pihak lain mengambil Roh itu.”


Seorang perempuan dengan tubuh yang sempurna, berpakaian hitam dan topeng tengkorak dengan logo bunga mawar, menutupi wajahnya.


“Dimengerti, Divisi empat Re Yin, akan melakukan tugas segera.”


Perempuan yang bernama Re Yin tersebut menghilang dengan cepat. Orang yang tengah duduk di singgasana tersebut, menatap ke arah luar.


“Re Yan bisa dibunuh... Menarik, seharusnya tidak ada yang bisa mengalahkan dirinya. Sekte Tubuh tidak akan membiarkan orang itu terus berkembang.”


Siluet cahaya muncul di mata orang itu, dingin, kejam, menindas. Semua terlihat di matanya tersebut.


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.