Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 132 - Pertarungan Ko 5


Silakan Dibaca.


Sisi Yu Lin, ia bermain kejar-kejaran. Dirinya menjadi orang yang lari, sementara keempat Tetua pengejar. Keempat Tetua sendiri sama sekali tidak bisa mengejar Yu Lin, hal itu karena kecepatan Yu Lin sangat cepat.


Yu Lin menatap ke arah Xiao Xia yang sudah berakhir membunuh empat Tetua, hal itu membuat dirinya berhenti berlari dan mulai berbalik ke arah empat Tetua.


“Jal*ang, akhirnya kau berhenti!”


“Sepertinya kau sudah kehabisan tenaga..”


Yu Lin mendengar hal itu hanya menyunggingkan senyum kecil, kemudian dirinya menggelengkan kepalanya. Dalam sekejap, udara dingin menyebar dari tubuhnya.


Keempat Tetua tetap melakukan pengepungan, mereka berempat merasakan udara dingin tersebut. Keempatnya memegang pedang dengan erat, tatapan tetap tajam menatap ke arah Yu Lin.


Namun, Tetua kesepuluh yang ahli dalam penciuman, segera menaikkan dua jarinya. Tetua lainnya mengangguk.


‘Waspada.’


Peringatan Tetua kesepuluh membuat tiga Tetua lainnya meningkatkan kewaspadaan mereka ke tingkat tinggi. Hal itu karena, mereka sangat berhati-hati terhadap Yu Lin.


Namun, kewaspadaan tersebut membuat Yu Lin tak peduli. Dirinya menurunkan pedang miliknya dan menatap ke arah depan.


“Domain Salju...”


Angin dingin dalam sekejap menjadi lebih besar dan kuat, berbagai salju perlahan-lahan turun, permukaan yang sebelumnya merah mulai berubah menjadi putih salju.


Keempat Tetua segera terkejut melihat domain yang lumayan besar, domain tersebut mencakup seluruh Kediaman. Mereka dengan cepat menyalurkan Qi ke dalam tubuh. Hal itu, bertujuan agar tubuh mereka tetap hangat.


Yu Lin menatap ke arah Tetua yang berada di depannya, yaitu Tetua ketujuh. Yu Lin dalam sekejap muncul di depan Tetua ketujuh sambil melakukan posisi akan mengayunkan pedangnya.


Tetua kedelapan, Tetua kesembilan, dan Tetua kesepuluh terkejut dengan kecepatan tersebut. Tetua kedelapan dengan cepat sadar dan berteriak dengan keras.


“Menghindar, Tetua ketujuh!”


Tetua ketujuh dalam sekejap sadar dari keterkejutannya. Namun, belum sempat dirinya menghindar. Pedang melintas dan menebas tangan kiri Tetua ketujuh tersebut.


Tetua ketujuh merasakan rasa sakit di bagian kirinya, ia ingin menyalurkan Qi untuk menahan rasa sakit tersebut. Namun, dalam sekejap dirinya merasakan rasa sakit di tangan kanannya.


Lintasan pedang menebas tangan kanan Tetua ketujuh. Yu Lin tatapannya menjadi acuh tak acuh dan tajam, ia sekarang menjelma menjadi pembunuh salju.


Yu Lin ingin menebas tubuh Tetua ketujuh. Namun, ia merasakan akan ada serangan dari arah samping kanan dan kirinya.


Yu Lin yang memiliki indra tajam tersebut, memundurkan tubuhnya beberapa langkah. Kemudian, terlihat dua pedang melintas tepat di depannya.


Yu Lin ingin menyerang pemilik kedua pedang tersebut. Namun, dirinya tertunda kembali ketika merasakan serangan udara dari belakangnya.


“Cih...” Yu Lin melihat lintasan pedang tersebut, dirinya menghindar dengan melangkah ke kiri sedikit, kemudian menunduk sebentar dan mengarahkan pedang menusuk tepat perut orang yang menyerang dari belakang yang tak lain Tetua kesepuluh.


Pedang yang dipegang Tetua kesepuluh terlepas, Yu Lin mengambil pedang tersebut dengan tangan kirinya.


Selepas itu, ia merasakan ada yang menyerang dari belakang. Dua serangan lurus menuju ke punggungnya. Yu Lin dengan ringan berputar dan menendang Tetua kesepuluh ke bawah.


Pedang menyerang lurus tanpa ragu-ragu, Tetua kesepuluh dalam sekejap tertusuk dua pedang tersebut.


Tetua kedelapan dan Tetua kesembilan terkejut, mereka dengan cepat mengeluarkan pedang mereka yang menusuk tepat bawah paru-paru Tetua kesepuluh.


Tetua kesepuluh terduduk dengan darah keluar dari perutnya. Yu Lin tidak tinggal diam saja, ia yang berada di udara melempar pedang dengan ujung pedang lancip mengarah tepat leher Tetua kesepuluh.


Wushh...


Pedang melesat dengan cepat, Tetua kedelapan dan Tetua kesembilan tersadar kembali. Mereka melihat pedang tersebut dan ingin bergerak cepat untuk menghentikan hal itu.


Ding...


Namun, sebuah pedang melesat dari tengah mereka, pedang itu menabrak laju pedang yang mengarah ke leher Tetua kesepuluh.


Tetua kedelapan dan Tetua kesembilan berbalik dan melihat Tetua ketujuh duduk sambil terengah-engah.


“Abaikan aku! Lawan perempuan itu... Hati-hati, Perempuan itu sangat licin!”


Tetua kedelapan dan Tetua kesembilan mengangguk, kemudian pandangan mengarah ke Yu Lin yang sudah mendarat dengan dingin.


Qi kedua Tetua menyebar kembali, uap panas keluar dari kedua Tetua tersebut. Salju di bawah mereka mencair dan menjadi rumput hijau.


Yu Lin ikut melesat ke arah Tetua kedelapan dan Tetua kesembilan. Ketiganya bertemu di tengah dan saling menyerang satu sama lain.


Tetua kedelapan mengayunkan pedangnya ke bagian bawah, sementara Tetua kesembilan mengayunkan pedangnya ke bagian atas.


Yu Lin yang berada di hadapan pedang tersebut, ia melompat dan membuat tubuhnya memasuki tengah-tengah lintasan kedua pedang Tetua tersebut.


Yu Lin yang berhasil melewati lintasan pedang tersebut, dengan cepat mengayunkan pedangnya sambil berbalik menyerang ke arah Tetua kedelapan dan Tetua kesembilan.


Kedua Tetua menyadari serangan tersebut, mereka berbalik dan menahan serangan tersebut dengan pedang mereka.


Dingg...


Namun, saat benturan terjadi. Tetua kedelapan merasakan matanya sedikit kabur, hal itu juga terjadi kepada Tetua kesembilan.


Yu Lin mengangkat sudut mulutnya dan tersenyum dingin kepada kedua Tetua tersebut. Dirinya dengan ringan menyerang terus-menerus.


Tetua kedelapan dan Tetua kesembilan terus menahan dan merasakan matanya terus-menerus kabur dan buram.


“Apa yang terjadi?”


“Kau mengalaminya juga...”


Kedua Tetua bingung dengan apa yang mereka rasakan, mereka mengayunkan pedang miliknya untuk melindungi diri mereka dari serangan Yu Lin.


Namun, mereka tidak menyadari bahwa Yu Lin tidak menyerang mereka berdua. Dirinya diam menatap kedua Tetua yang saling mengayunkan pedang satu sama lain.


Yu Lin berbalik dan melihat Tetua ketujuh dan Tetua kesepuluh perlahan-lahan menjadi beku kecuali kepalanya.


Kedua Tetua tersebut menggigil kedinginan, mereka juga melihat Tetua kedelapan dan Tetua kesembilan saling menyerang satu sama lain.


‘Apa yang mereka lakukan... Ja*lang itu masih berdiri di tempat, kenapa mereka saling menyerang satu sama lain...’


Kedua Tetua melihat pemandangan temannya saling bertarung satu sama lain. Entah kenapa, merasa bingung dan tidak percaya.


Namun, perlahan-lahan Tetua ketujuh dan Tetua kesepuluh merasakan pandangannya mulai buram dan akhirnya menghitam sepenuhnya.


Yu Lin menatap ke arah Tetua ketujuh dan Tetua kesepuluh yang sudah membeku sepenuhnya, dirinya tersenyum sebentar sebelum mengayunkan pedangnya dengan ringan.


Satu proyektil tebasan pedang berwarna putih melesat dan menebas dua Tetua yang tengah membeku tersebut.


Yu Lin kemudian melihat ke arah Tetua kedelapan dan Tetua kesembilan yang masih saling menyerang satu sama lain.


Dirinya tidak ada waktu kembali, kemudian ia mengangkat pedangnya lurus ke arah kedua Tetua tersebut.


“Majulah, Serigala Salju...”


Berbagai Serigala putih melompat dan melesat menuju ke arah kedua Tetua tersebut dan meledak tepat ketika mereka tiba di dekat kedua Tetua.


Blarr...


Kedua Tetua tersebut mati dengan tubuh yang terpotong dan robek semuanya. Keduanya tidak tahu, apa yang menyebabkan mereka mati.


Yu Lin ingin mendekat ke arah Xiao Xia. Namun, dua siluet menyerang Yu Lin dalam sekejap. Satu melayangkan serangan dari depan dengan mengayunkan pedangnya.


Sementara, satunya menyerang dari belakang dengan pedang terlapisi energi Qi yang sangat kuat dan jahat.


Yu Lin tetap tenang, ia kemudian mengayunkan pedangnya ke depan. Sementara untuk yang belakang, siluet belati melintas dan menahan serangan pedang yang melintas untuk menyerang Yu Lin dari belakang.


Tringgg....


“Apakah aku telat...”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.