
Silahkan Dibaca.
Desa Shulai.
Xiao Fan menatap ke arah tengah area, kemudian dia mendengar suara dari belakangnya. Ketika, dia berbalik terdapat sebuah penghalang tipis yang sangat kokoh.
Namun, bagi Xiao Fan, pelindung tersebut lemah. Bahkan dengan sentilan jarinya, pelindung itu bisa hancur.
Xiao Fan kemudian menatap ke arah perempuan yang tengah berubah menjadi sosok Iblis. Dia menilai bahwa, kekuatan sosok tersebut hanya berada di tahap Elemen Penuh puncak.
“Namanya juga Desa Shulai, pasti monster yang bangkit juga lemah.” Xiao Fan berkata dengan ringan.
Para warga panik, mereka tidak menyangka bahwa akan terjebak dan masuk dalam skema dari istri Kepala Desa yang tak lain Cai Ruyan.
***
Cai Ruyan selesai berubah, dia menatap ke arah para warga. Kemudian, asap hitam melesat dan menutupi seluruh area yang terdapat berbagai warga di sana.
“Jadilah makananku.”
Para warga seketika tenggelam ke dalam asap hitam tersebut. Beberapa warga yang selamat menyaksikan dengan tubuh yang gemetar.
Cai Ruyan menikmati para warga tersebut, dia kemudian mulai meluaskan jangkauan asap hitam miliknya.
“Wushh...” seluruh area yang berada di dalam penghalang seketika dipenuhi oleh asap hitam. Para warga tidak bisa melakukan apapun, mereka tertelan dan hilang di bawah asap hitam tersebut.
Xiao Fan sendiri turun dan asap di tempat dia pijak menghilang. Cai Ruyan terkejut ketika melihat hal itu. Dia tidak menyangka asap tebal itu akan menghilang.
“Siapa kau?” Cai Ruyan bertanya dengan nada tajam, dia merasa bahwa pemuda di depannya sangat berbahaya.
Xiao Fan mendengar pertanyaan itu, seketika memandang ke arah Cai Ruyan. “Aku... Sebaiknya kau tidak perlu tahu, karena sebentar lagi akan mati.”
Cai Ruyan mendengar hal itu melebarkan matanya dan terlihat muncul cahaya dan meredup kembali. Dia benar-benar marah sekarang.
“Baji*ngan, matilah!” Cai Ruyan mengeluarkan berbagai cahaya kegelapan berbentuk bola kecil. Dia mengayunkan tangannya ke depan, seketika bola kecil melesat dengan cepat menuju ke arah Xiao Fan.
“Wush...Wush..” Xiao Fan melihat hal itu, hanya menatap datar. Dia tidak bergerak sama sekali. Baginya bola kecil tersebut sangat lemah.
Cai Ruyan melihat Xiao Fan tidak bergerak, dia menyeringai dan berpikir bahwa Xiao Fan sudah takut akan serangannya tersebut.
Namun, ketika serangan akan mengenai Xiao Fan. Serangan tersebut seketika menghilang tanpa jejak sama sekali.
Cai Ruyan melihat hal itu terkejut, dia melebarkan matanya tidak percaya melihat kejadian tersebut.
“Apakah sudah selesai bermainnya?” Xiao Fan bertanya dengan rendah, ekspresi wajahnya tetap. Dia sama sekali tidak menganggap Cai Ruyan sama sekali.
Cai Ruyan yang ditatap seperti itu, seketika amarahnya berkobar. “Bajin*gan!”
Cai Ruyan mengeluarkan cakar miliknya, dia melesat dengan cepat menuju ke arah Xiao Fan.
Seketika Cai Ruyan tiba di depan Xiao Fan yang memandangnya dengan ringan. Cai Ruyan dengan cepat mengayunkan cakarnya.
Xiao Fan dengan ringan menghindari cakar tersebut. Cai Ruyan tidak menyerah, dia terus mengayunkan cakarnya.
“Wush...Wush...Wush..” Serangan Cai Ruyan terus dihindari oleh Xiao Fan.
Xiao Fan sendiri hanya menggerakkan tubuh ke kanan dan kiri. Dia sama sekali tidak berpindah dari tempatnya.
Cai Ruyan terkejut, dia tidak menyangka bahwa Xiao Fan menghindari seluruh serangan miliknya, bahkan tidak bergerak dari tempat sama sekali.
Xiao Fan hanya memandang dengan rendah. Dia tetap menghindar sambil mengamati kecepatan serangan Cai Ruyan yang melambat.
“Oh, sudah selesaikah?” Suara Xiao Fan jatuh tepat di telinga Cai Ruyan. Hal itu, membuat Cai Ruyan bergidik ngeri.
Baru kali ini, dia mengalami rasa takut sesungguhnya. Serangannya perlahan-lahan berhenti. Tepat dia akan berbicara, sebuah tendangan melesat tepat perutnya.
“Brukkk..” Cai Ruyan terkejut, dia terpental dan terbang ke belakang dengan sangat cepat. Dia menabrak batu besar yang sebelumnya digunakan untuk membaringkan Sha Dam.
“Kau terlalu bangga dengan kekuatan kegelapan Iblis, bodoh.” Xiao Fan dengan lambaian tangannya, seluruh asap hitam menghilang dalam sekejap.
Xiao Fan sendiri juga memiliki Elemen kegelapan. Selepas dirinya bergabung dengan sisi gelapnya. Dia mendapatkan elemen kegelapan, awalnya elemen itu lemah. Namun, di bawah tangan Xiao Fan, hal lemah bisa menjadi sangat kuat.
Cai Ruyan memandang Xiao Fan dengan ngeri. Inilah dominasi orang kuat, dia bisa memahami bahwa dirinya hanya semut di depan Xiao Fan.
“Tap...Tap...” Cai Ruyan seketika sadar tepat saat Xiao Fan berjalan santai ke arahnya. Namun, baginya satu langkah Xiao Fan, tekanan selalu bertambah menjadi kuat.
Cai Ruyan ingin bergerak mundur. Namun, dirinya terhalang oleh batu besar tersebut. Dia hanya berteriak, “Tidak...Tidak, jangan mendekat!”
Berbagai tangan hitam melesat ke arah Xiao Fan untuk menghentikannya. Namun, hal itu tidak berguna sama sekali.
Tangan hitam seketika menghilang menjadi kepulan asap saat tiba di dekat Xiao Fan.
Cai Ruyan semakin ngeri melihat kejadian tersebut, dia tersentak ketika tubuhnya naik tanpa dia ketahui.
“Kenapa dengan tubuhku?” Cai Ruyan bertanya-tanya, dia bingung dengan apa yang terjadi padanya. Dia berusaha untuk mengendalikan tubuhnya kembali. Namun, hal itu percuma.
Cai Ruyan perlahan-lahan bergerak dengan sendirinya menuju ke arah Xiao Fan, dia benar-benar tidak menyangka akan hal itu.
Dia memberontak, tetapi itu percuma bahkan suaranya tidak bisa keluar. Mulutnya terbuka dan itu tertahan, dia juga tidak bisa berteriak.
Tiba di dekat Xiao Fan, Cai Ruyan merasakan berbagai rasa sakit ketika berada di dekat Xiao Fan.
“Yah, aku paling suka menyiksa seseorang.” Xiao Fan berkata dengan ringan, dia mulai menggores seluruh tubuh Cai Ruyan, bahkan sekarang Cai Ruyan terlihat tidak memakai pakaian apapun.
Tubuhnya sempurna, tetapi bukan itu yang diinginkan Xiao Fan. Apa yang dia inginkan adalah sesuatu yang berada di pusar dari Cai Ruyan.
“Barang yang menarik.” Xiao Fan memegang batu tersebut. Cai Ruyan tersentak, bagaimanapun juga batu yang berada di pusarnya adalah hal yang paling dia jaga dan rawat.
Xiao Fan menarik batu tersebut, terlihat bahwa batu itu melekat dengan Cai Ruyan. Batu itu berbentuk persegi enam dengan warna ungu.
Xiao Fan mengetahui apa batu tersebut. “Batu kehidupan, ini adalah inti dari Iblis.”
Cai Ruyan perlahan-lahan kehilangan kekuatan, tubuhnya perlahan-lahan menjadi kusut dan kurus.
Melihat hal itu, Xiao Fan memasukkan pil untuk menyiksa perempuan.
Xiao Fan kemudian melihat Cai Ruyan meronta-ronta di tanah, wajahnya memerah keras. Dia tidak peduli dan melayang di udara.
Xiao Fan memandang sekitar dan mengetahui bahwa masih ada beberapa orang. “Hanya ada sekitar 40 orang. Desa yang besar berubah menjadi kecil.”
“Itu adalah kesalahan mereka karena lemah hanya karena damai. Apalagi, di tempat yang kuat yang bertahan seperti ini.”
Xiao Fan menggelengkan kepalanya, kemudian dia melesat pergi keluar dari Desa Shulai. Dia tidak peduli akan Desa itu, sebentar lagi mungkin akan tenggelam oleh air.
***
Xiao Fan melayang di udara, targetnya sekarang adalah Kota Linkuen. Dia kemudian berpikir sesuatu yang menarik.
‘Yah, itu menarik. Namun, aku harus menguasai Ning terlebih dahulu. Kemudian, membuat tiga Kerajaan bersatu untuk melawanku.’
Xiao Fan benar-benar mulai memikirkan masalah tersebut. Dia ingin membuat masalah tersebut semakin besar, agar cepat memusnahkan Benua Yuansu.
[To be Continued.]
Note : Beritahu di kolom komentar, apa yang kurang dari Fantim pertama ku ini, Guys.
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya (tip bisa berupa menonton iklan di Hadiah.)
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.