
[Chapter 72.]
[Tiba di Akademi.]
[Silahkan Dibaca.]
Kota Jingsen.
Xiao Fan selesai memberi tugas kepada empat anak buahnya. Dia tidak menganggap keempatnya budak, walaupun ada segel budak sekalipun. Hal itu, hanya sebagai simbol bahwa mereka tidak akan berkhianat.
Keempat anak buahnya mengerti dan pergi menghilang menggunakan jubah penghilang yang diberikan Xiao Fan. Keempatnya hanya akan diketahui oleh Xiao Fan dan beberapa orang saja, serta orang yang di atas Xiao Fan.
Xiao Fan berbalik dan berjalan menuju ke arah Ning Shui. “Ayo kita pergi ke Akademi. Hari sudah sore.”
Ning Shui mengangguk, kemudian keduanya saling berpegangan tangan dan pergi meninggalkan daerah tersebut.
Keduanya keluar dan memasuki jalan kota. Xiao Fan juga merasakan beberapa orang tengah mengintainya, tetapi ia tidak peduli dan menganggap bahwa itu suruhan dari Lin Hua atau pemilik dari Akademi.
Xiao Fan dan Ning Shui berjalan dan bertemu dengan Zhu Lin dan Liu Kai. Mereka melihat bahwa kedua seniornya berjalan sambil berpegangan tangan.
Zhu Lin dan Liu Kai segera melepaskan pegangan tangan mereka ketika melihat ada Xiao Fan dan Ning Shui. “Hallo, kedua Senior.”
Xiao Fan menyapa keduanya dengan senyum lebar. Dia benar-benar merasa senang ketika melihat ekspresi malu kedua seniornya tersebut.
Ning Shui juga ikut tersenyum, ia benar-benar senang ketika melihat wajah kedua seniornya yang memerah karena malu.
“O-oh, Junior Fan dan Junior Shui.” Liu Kai menyapa dengan senyum canggungnya. Kemudian, Xiao Ren muncul di dekat mereka.
“Apakah waktunya pergi ke Akademi?” Xiao Ren bertanya dengan penasaran. Xiao Fan mengangguk, begitu juga yang lainnya.
“Ya, waktunya pergi ke Akademi Yuen,” ucap sebuah suara yang muncul dari belakang mereka. Suara itu adalah milik dari Lin Hua.
Keenam orang tersebut, mulai berjalan bersama menuju ke arah Akademi Yuen. Banyak tatapan mengarah ke mereka, tatapan kagum dan waspada.
***
Beberapa menit kemudian.
Keenam orang tiba di gerbang Akademi Yuen. Mereka menatap sebuah bangunan yang tinggi, dengan berbagai murid memakai pakaian putih dengan garis biru.
Xiao Fan mengangguk, ia sedikit mengagumi keadaan dari Akademi Yuen tersebut. Dirinya menatap sekeliling dengan mata yang penuh akan penasaran.
“Zhu Lin kamu akan bersama dengan Ning Shui nantinya, juga Liu Kai akan bersama dengan Xiao Ren, keduanya pergilah menuju ke arah tempat tinggal para murid!” Perintah Lin Hua dengan jelas.
Zhu Lin dan Liu Kai mengangguk, kemudian menatap ke arah kedua Juniornya masing-masing dan pergi berjalan menuju ke arah tempat tinggal para murid selepas ijin pergi kepada Lin Hua.
Sekarang tersisa Lin Hua dan Xiao Fan. Keduanya berjalan menuju ke bangunan yang berdiri di pusat, bangunan megah dengan empat lantai.
“Nah, Adik Fan... Bisakah aku bertanya sesuatu?” Xiao Fan mendengar hal itu, sedikit serius. Dia bisa mendengar suara Lin Hua tersebut mengandung kesedihan.
“Silahkan, Kak.” Xiao Fan berkata dengan nada serius. Lin Hua mendengar itu tersenyum dan bertanya selepas menghembuskan nafasnya.
“Bagaimana jika aku menghilang?” Xiao Fan mengerutkan keningnya, ia tidak tahu harus menjawab apa. Namun, seketika dia berkata tanpa sadar.
“Aku akan mencarimu.” Lin Hua dan Xiao Fan terkejut, Lin Hua tidak menyangka bahwa Xiao Fan akan mencarinya jika menghilang. Sementara itu, Xiao Fan terkejut akan hal lain.
Namun, Xiao Fan sadar dan tersenyum tak berdaya, ‘Yah, jawaban itu memang adalah keinginanku.’
Lin Hua berhenti, dia berbalik dan menatap ke arah Xiao Fan dengan air mata yang membasahi pipinya. Beruntung daerah tersebut sepi, tidak ada murid maupun guru sama sekali.
Xiao Fan sedikit mengerutkan keningnya, ia memegang pipi Lin Hua dan mengusap air mata tersebut. Tinggi Xiao Fan melebihi dari Lin Hua, jadi dia mudah untuk meraih wajah Lin Hua tersebut.
“Terima kasih.” Lin Hua berkata sambil memeluk Xiao Fan, tetapi dalam hatinya ia bersyukur. ‘Terima kasih, Fan. Aku bisa tenang untuk pergi nantinya.’
“Baiklah, ayo pergi ke ruang Kepala Sekolah.” Lin Hua berkata dengan senang, ia berbalik dan mulai berjalan menuju ke arah ruang kepala sekolah.
Xiao Fan tersadar, ia memegang tempat Lin Hua mengecupnya. Dirinya tersenyum dan menggelengkan kepalanya. ‘Suatu hari, akan kutaklukkan dirimu, agar aku bisa mempercayaimu.’
Xiao Fan kemudian segera menyusul Lin Hua, dia sedikit tidak terima jika hanya dia yang mendapat kecupan saja. Xiao Fan menarik Lin Hua dan mengecup tepat keningnya.
Lin Hua terkejut, dia melebarkan matanya. Lalu, ia segera tersadar dan senyum kecil terlihat di wajahnya.
“Bagaimana bisa hanya dirimu yang memberikan kecupan. Aku juga harus, bagaimanapun juga aku adalah laki-laki.” Xiao Fan berkata dengan nada ringan.
Lin Hua berbalik, wajahnya tersipu dan menjawab, “Itu terserahmu.”
Keduanya kemudian melanjutkan perjalanan menuju ke arah ruang Kepala Sekolah. Mereka berjalan dengan santai, Xiao Fan sendiri menatap sekeliling dengan senyum di wajahnya.
Tiba di depan pintu ruang kepala sekolah, Xiao Fan dan Lin Hua berhenti sebentar. Kemudian, Lin Hua berkata dengan nada datar.
“Kami masuk.”
***
Di sebuah hutan.
Muncul dua puluh orang berjubah hitam dengan lambang di bagian belakang jubah. Kedua puluh orang itu menatap ke arah seorang pria tua yang memakai jubah dan memakai sarung tangan hitam.
“Kita akan beristirahat di Hutan Clover. Kita akan memulai aksi besok, menunggu sinyal dari Putri!” Pria Tua berkata dengan nada tegas.
“Han Da, buat sebuah rumah dengan 20 ruang!” Seorang pemuda yang memakai jubah hitam mengangguk, ia mengeluarkan roh elemen miliknya, yaitu rumah.
“Mari kita masuk dan istirahat untuk besok!” Perintah Pria tua tersebut. Kedua puluh orang mengangguk dan mereka masuk ke dalam rumah buatan tersebut.
Di saat ke-21 orang tersebut masuk. Rumah yang mereka tempati seketika perlahan menjadi tidak terlihat.
***
Kembali ke Xiao Fan dan Lin Hua.
Sekarang Xiao Fan dan Lin Hua masuk ke dalam ruang kepala sekolah, keduanya melihat berbagai guru tengah duduk di masing-masing sisi.
Di saat mendengar suara pintu terbuka, tatapan seluruh guru menghadap ke arah pintu tersebut.
Xiao Fan dan Lin Hua hanya fokus ke arah guru yang duduk di tengah, guru itu memiliki janggut yang tebal. Dia tersenyum ketika melihat keduanya masuk ke dalam ruang kepala sekolah.
Beberapa guru menatap dengan serius. Hanya ada satu guru yang menatap dengan penuh kebencian. Xiao Fan menyadari hal itu, ia menatap seorang guru dengan pakaian hijau gelap.
Xiao Fan mengetahui siapa orang itu. Namun, ia mengabaikan terlebih dahulu. Tatapan miliknya beralih ke sekeliling dan berhenti di seorang perempuan yang cantik, tengah tersenyum ke arah dirinya.
Xiao Fan membalas senyuman tersebut. Dia rindu dengan perempuan tersebut, tetapi dirinya merasakan aura perempuan itu sedikit ada keinginan.
Xiao Fan tidak peduli, ia tahu bahwa itu adalah keinginan dari Roh Elemen perempuan itu.
Xiao Fan kemudian, mengalihkan pandangannya dan sepenuhnya menjadi serius ketika melihat sosok kepala sekolah tersebut.
“Selamat datang di Akademi Yuen, Xiao Fan.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.