
Silakan Dibaca.
Medan perang.
Boom! Boom! Boom!
Ledakan keras terus terjadi menggetarkan seluruh medan perang. Para pengikut Xiao Fan telah selesai membantai para komandan inti, mereka tidak perlu menggunakan kemampuan penuh untuk membunuh para komandan tersebut.
Sekarang fokus para pengikut Xiao Fan mengarah ke pertempuran Xiao Fan dan Raja Dong yang mengakibatkan ledakan kuat di mana-mana.
Xiao Fan mengayunkan pedang tulang hitam miliknya ke arah kapak milik Raja Dong. Ia terus menyerang meskipun lawannya juga menyerang dirinya.
Raja Dong juga melakukan hal sama, ia sama sekali tidak memiliki niat untuk bertahan dan terus membombardir Xiao Fan dengan serangan kapak miliknya.
Pertempuran mereka sangatlah kuat. Iklim di sekitar selalu berubah antara panas dan hujan, petir selalu ikut campur dalam pertempuran keduanya, karena merasa terprovokasi.
Keduanya mundur beberapa langkah, namun Xiao Fan berinisiatif menyerang terlebih dahulu, ia melesat ke depan dan mengayunkan pedang miliknya lurus secara vertikal dari bawah.
Raja Dong merasakan hal itu, instingnya benar-benar membuatnya lebih waspada dan lebih siap dari sebelumnya.
Ia mengayunkan kapaknya secara vertikal dari atas ke bawah. Kapak miliknya bertemu dengan pedang milik Xiao Fan lagi.
Booom!
Lengkungan kawah terbentuk akibat benturan serangan kuat tersebut. Raja Dong dan Xiao Fan berada di tengah-tengah kawah.
Mereka mundur kembali, namun kali ini keduanya menjaga jarak. Selepas itu, Raja Dong memegang kapaknya dengan dua tangan.
Siluet cahaya melintas tepat di iris matanya, kemudian ia meraung dengan keras dan berputar terus-menerus sampai akhirnya membentuk tornado besar.
Xiao Fan yang melihat tornado besar, tidak terlalu peduli. Ia kemudian melihat tornado bergerak ke arahnya, sementara Raja Dong tetap berdiam di tempat.
Xiao Fan dengan cepat mengalirkan Qi ke dalam tubuhnya. Tangan kiri miliknya terangkat dan lurus menghadap ke arah tornado.
“Berani menggerakkan angin di hadapanku, benar-benar bodoh.” Ucap Xiao Fan dengan datar.
Detik berikutnya, bola kecil berwarna hijau perlahan-lahan terbentuk di telapak tangan Xiao Fan. Bola itu sebesar bola tenis, kemudian bola tersebut melesat ke arah tornado.
Raja Dong melihat hal itu, ia tidak meremehkan kekuatan Xiao Fan. Ia tahu bahwa bola cahaya hijau yang dikeluarkan oleh Xiao Fan bukan bola sembarangan.
Bola hijau mendekat dan akhirnya menyentuh tornado yang besar tersebut. Detik berikutnya, tornado besar pecah dan mengembuskan angin kencang ke segala arah.
Bush!
Raja Dong tidak terkejut, ia sudah mengetahui akan hal itu. Kemudian, ia mengangkat kapaknya dan menyandarkan di bahunya.
Selepas itu, keluar asap dari hidung miliknya dan kakinya menekuk sedikit, selepas itu Raja Dong melintas dengan cepat, lalu muncul tepat di atas Xiao Fan sambil mengayunkan kapaknya.
Xiao Fan sudah merasakan hal itu, ia menatap ke arah atas dan berputar di udara secara vertikal menuju ke arah Xiao Fan berada.
Xiao Fan menyeringai, kekuatan gesekan dan kekuatan Gaeblog bersatu. Xiao Fan merasakan niat bertarung miliknya tengah mendidih.
“Menarik!” Xiao Fan kemudian, mengalirkan Qi ke arah pedangnya. Tulang menjadi berlapis tiga kali dan berubah menjadi hitam.
Xiao Fan dengan cepat mengayunkan pedangnya ke arah atas. Kemudian, berbenturan dengan kapak yang bergerak sangat cepat.
Booom!
Angin berembus dengan kencang, awan gelap yang menutupi seluruh medan pertempuran seketika menghilang. Hanya terlihat langit yang begitu biru dan terik matahari yang bersinar.
Angin kencang perlahan-lahan menyatu dan badai angin seketika menerpa ke arah para pengikut Xiao Fan. Mereka semua segera membangun basis pertahanan untuk berlindung.
Tanah di sekitar ledakan mulai menghilang, tanah yang berjarak 300 meter dari ledakan semuanya hilang, menyisakan lubang kawah yang begitu besar dan dalam.
Debu membumbung tinggi menutupi seluruh area tempat ledakan berada, namun terdengar suara logam berbenturan dengan keras.
Boom! Boom!
Efek benturan logam tersebut ialah ledakan keras. Kawah muncul kembali di dalam kawah besar. Para pengikut Xiao Fan terpana melihat kawah besar tersebut.
Kembali ke dalam kawah, terlihat ledakan besar terjadi dan asap membumbung tinggi lagi. Detik berikutnya, keluar dua orang dari debu tersebut. Kedua orang itu keluar dengan arah berlawanan.
Kemudian, terungkap Raja Dong yang bernafas kacau, ia benar-benar terlihat kelelahan dan butiran keringat terus bermunculan satu persatu.
Sementara itu, di sisi lain Xiao Fan sama sekali tidak kelelahan, nafasnya masih stabil dan sama sekali tidak memunculkan keringat.
Xiao Fan memandang ke arah depan, debu perlahan menghilang dan ia menemukan Raja Dong kelelahan di sana. Sudut mulut Xiao Fan naik sedikit, kemudian ia mengalirkan Qi miliknya ke dalam pedangnya.
Pedang menghitam dan Xiao Fan mengayunkan pedangnya dengan cepat ke arah depan.
Kemudian, proyektil hitam melesat menuju ke arah Raja Dong dengan cepat.
Raja Dong melihat serangan tersebut, ia melebarkan matanya dan dengan langkah panik, ia mengayunkan kapaknya untuk menahan proyektil tebasan tersebut.
Namun, Raja Dong sama sekali tidak menyadari kapaknya bukanlah kapak biasa. Ketika ia menahan proyektil tebasan tersebut, kapaknya terlempar ke belakang.
Proyektil tebasan tidak tertahan, dan mengarah menuju ke Raja Dong.
Slash!
Terlihat tubuh Raja Dong terkena tebasan dari dada kiri menuju ke perut kanan.
“Guagh!” Raja Dong memuntahkan seteguk darahnya dan berlutut dengan satu kaki di tanah. Tubuhnya perlahan-lahan kembali menjadi semula, dan ia mulai terbaring telentang di tanah.
Xiao Fan kemudian menghilang dan muncul di atas Raja Dong, sambil menginjak perut Raja Dong dengan kaki kanannya.
“Vitalitas Naga memang mengesankan.” Ucap Xiao Fan dengan datar, ia mengarahkan pedang hitamnya ke arah leher Raja Dong.
“Adakah kata-kata terakhir, Raja Dong?” tanya Xiao Fan.
Raja Dong yang merasakan rasa sakit di perutnya dan pedang yang siap menebas lehernya, perlahan-lahan membuka matanya secara lebar.
Ia benar-benar tidak menyangka akan mati hari ini. Namun, ia tidak menyesal karena dirinya mati dalam keadaan berperang.
“Tidak ada..” jawab Raja Dong dengan damai. Xiao Fan mengangguk dan menebas leher Raja Dong dengan cepat.
Slash!
Xiao Fan bisa melihat wajah dari Raja Dong tersenyum, seolah-olah ia puas akan kematiannya. Xiao Fan sedikit menundukkan kepalanya, ia menghormati lawannya, kemudian berbalik dan pergi menuju ke tempat para pengikutnya.
***
Pertempuran tujuh orang Kerajaan Angin Barat dengan dua puluh juta pasukan Kerajaan Dong telah berakhir.
Pemenang dari pertempuran tersebut ialah Kerajaan Angin Barat dengan Raja Angin Barat, Xiao Fan memenggal kepala Raja Dong dengan cepat.
Dua puluh juta pasukan seluruhnya mati tanpa sisa, Medan Perang hancur dengan kawah besar selebar lima ratus meter.
Pertempuran akan dicatat dalam sejarah Yuansu, pertempuran yang paling menegangkan yang akan banyak dikenang oleh berbagai orang di masa depan.
Nama Xiao Fan akan menjadi Legenda hidup di Benua Yuansu, dengan rekor pemusnahan seluruh Kerajaan dalam sekali jalan.
Di tempat lain, pertempuran Tang pun juga selesai, dan akhirnya seluruh Benua sudah berada di genggaman tangan Xiao Fan.
Namun, kursi takhta Raja Benua Yuansu tidak diambil oleh Xiao Fan, karena ia sekarang mulai merencanakan pergi menuju benua lain.
Season 2 : Dominasi Benua Yuansu End.
Season 3 : Melangkah Di Benua Baru.
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.