
[Chapter 56.]
[Rahasia Kepala Desa.]
[Silahkan Dibaca.]
Desa Teng, Gerbang Rumah Kepala Desa.
Xiao Fan menjadi sedikit serius, sedangkan Lin Hua terkejut. Sosok gadis kecil berpakaian putih tengah menatap mereka berdua. Wajah pucat dengan iris mata berwarna hitam keputihan tanda gadis itu sudah tiada. Kaki tanpa alas sama sekali, tetapi tampak berdiri di tanah. Tangan yang memegang melati yang mengeluarkan aroma yang harum.
“Siapa kau sebenarnya?” Xiao Fan bertanya dengan penuh penasaran, pikirannya hanya satu. Seluruh misteri yang terdapat di Desa Teng terkait dengan gadis di depannya tersebut. Bagaimanapun caranya, dia harus mencari tahu tentang gadis yang berdiri di depan.
“Dia adalah gadis yang dianggap hantu itu, Adik Fan.” Lin Hua segera sadar dan memberitahu secara singkat. Akan tetapi, Xiao Fan menggelengkan kepalanya.
“Bukan itu yang kumaksudkan.” Xiao Fan menggelengkan kepalanya, ia menatap lurus ke arah Gadis kecil di depannya tersebut. “Kau muncul bukan untuk menakuti, melainkan ingin memberitahu sesuatu. Namun, tatapanmu waspada.”
Xiao Fan benar-benar menyadari kejanggalan dari gadis kecil tersebut. Dia sudah pernah melihat wajah dan tatapan seseorang. Sedih, senang, berpura-pura, semuanya dapat dia kenali.
Gadis kecil tetap diam dan menunjukkan petunjuk apapun, lalu tangan kanan miliknya naik dan mengarah ke rumah kepala desa. Kemudian, ia perlahan-lahan menghilang dari tempatnya.
Lin Hua sedikit mengerutkan keningnya, ia tidak menyangka bahwa gadis di depannya begitu misterius. Dirinya menatap ke arah Xiao Fan, dia melihat pemuda itu tengah tersenyum misterius. Hal itu membuatnya bingung, pemuda di depan matanya itu benar-benar lebih misterius di banding gadis kecil.
“Ayo kita masuk, sepertinya keputusan kita benar menuju ke tempat ini.” Xiao Fan akhirnya paham, kenapa dirinya selalu bertemu dengan gadis kecil tersebut. Dia sudah melihat tata letak Desa Teng, ia memberi titik tempat dirinya bertemu dengan gadis kecil. Kemudian, dia menarik garis lurus pandang gadis kecil itu dan pandangannya berhenti di satu titik, yaitu Rumah Kepala Desa yang berada tepat di depannya.
“Apakah kamu mengetahui sesuatu, Adik Fan?” Lin Hua tidak bisa tidak bertanya, dia benar-benar bingung sekarang. Tetapi, Xiao Fan tidak menjawab dan menariknya mendekat ke arahnya.
“Sesuatu yang sangat rahasia berada di dalam.” Bisik Xiao Fan di telinga Lin Hua, hal itu membuat perempuan itu memerah karena malu. Dia tidak pernah diperlakukan seperti itu oleh seorang laki-laki.
Lin Hua mengangguk, hanya itu satu-satunya. Xiao Fan sukses membungkam mulut dari perempuan itu, kemudian menarik dan berjalan bersama menuju ke arah rumah kepala desa.
***
Xiao Fan dan Lin Hua sudah memasuki rumah kepala desa tersebut. Rumah dengan gaya klasik china, dengan sebuah taman yang memiliki dua tempat lentera dan lantai yang terbuat dari kayu kuat. Rumahnya sedikit tinggi dari tanah, fondasi kayu yang sangat kuat, membuat rumah itu berdiri dengan kokoh.
Namun, banyak debu dan berbagai sarang laba-laba terdapat di setiap sisi rumah. Taman rumput hijau naik menjadi rumput liar yang panjang.
Xiao Fan memandang sekitar dia benar-benar tidak menyangka rumah yang tampak tua tetap kokoh dan kuat. Dia berjalan di jalan batu yang sudah dipoles halus.
Lin Hua mengikuti dari belakang, dirinya juga takjub dengan rumah tersebut. Dia berpikir, jika rumah di depannya ini dibersihkan akan sangat layak di pakai.
Kedua orang itu melewati dua pasang tempat meletakkan lentera. Mereka terus berjalan sampai akhirnya tepat di pintu rumah. Xiao Fan menggeser dan masuk ke dalam.
“Permisi.” Xiao Fan mengucapkan salam tanda ijin masuk ke dalam rumah. Dia melihat sekeliling dan seperti yang dirinya duga, kumuh dan banyak debu.
“Rumah ini sangat kotor,” ungkap Lin Hua ketika masuk ke dalam. Xiao Fan hanya mengangguk setuju dengan perkataan perempuan tersebut.
Xiao Fan melihat ke arah lantai yang memiliki bentuk persegi, tetapi lantai itu disembunyikan oleh sebuah lemari kecil dengan ukiran dua Elang.
“Kak Hua, bantu aku menggeser lemari ini.” Xiao Fan berjalan ke arah lemari tersebut, Lin Hua yang mendengar ajakan itu menatap ke arah lemari. Kemudian, mengangguk tanpa tahu tujuan Xiao Fan.
Xiao Fan dan Lin Hua saling menatap, kemudian Xiao Fan tersenyum tipis dan berkata, “Ayo kita turun, sepertinya seluruh misteri berada di bawah ini.”
Lin Hua mengangguk, dia benar-benar terlihat bersemangat sekarang. Bagaimanapun juga, ia penasaran dan tertarik akan misteri.
Keduanya masuk ke dalam, Xiao Fan mengeluarkan kristal cahaya. Dia menerbangkan kristal tersebut dengan benang miliknya, ia membuat jalan terlihat jelas.
Lin Hua sedikit terkejut akan kristal cahaya. Dia tahu bahwa kristal itu sedikit sulit untuk dicari, tetapi sekarang ia melihat Xiao Fan mengeluarkan tanpa peduli sama sekali.
Keduanya berjalan turun, sampai tibalah di sebuah pintu yang terbuat dari kayu tua dengan sebuah lambang yang berbentuk Elang dengan warna ungu.
Xiao Fan sedikit mengerutkan keningnya, ia bingung maksud dari Elang ungu itu. Dia menggelengkan kepalanya dan memikirkan hal itu nanti, sekarang fokusnya apa yang ada di balik dari pintu di depannya.
Xiao Fan mendorong pintu tersebut. Hal itu, membuat suara berderit yang menandakan pintu itu sangat tua.
Pintu terbuka lebar, Xiao Fan dengan cepat mengayunkan berbagai benang yang melilit kristal cahaya ke arah dalam ruangan tersebut.
Sinar cahaya mengungkapkan isi ruangan tersebut. Xiao Fan melebarkan matanya, begitu juga Lin Hua. Mereka berdua melihat ruangan yang sangat luas, berbagai kertas berserakan di tanah.
Namun, hal yang membuat keduanya terkejut ialah sebuah makhluk dengan bulu berwarna ungu tengah terbaring tak bernyawa di depannya, tetapi bulu-bulu ungu itu lepas dari tubuh makhluk tersebut.
“Apa ini?” Lin Hua terkejut, dirinya menutup mulutnya dengan satu tangan. Dia benar-benar tidak menyangka ada makhluk aneh tidak bernyawa di dalam ruangan.
Xiao Fan sudah sadar dan mengabaikan hal itu, dirinya mengambil dan mulai membaca kertas-kertas yang berserakan. Dia sedikit mengerutkan keningnya ketika melihat isi dari kertas tersebut.
{Seluruh warga desa benar-benar serakah.}
{Maaf, Teng Shian... Ayah terpaksa menggunakan kemampuan ini, cari seseorang untuk membantumu agar dapat bebas dan pergi dari Dunia ini.}
{Monster ungu ini, Ayah serahkan kepadamu, Shian.}
{Reruntuhan Gu Ying, tolong jaga sampai orang yang dapat kamu percaya, telah datang.}
Xiao Fan juga melihat berbagai jejak penelitian dari Kepala Desa tersebut. Dia mengurutkan satu persatu dan akhirnya menemukan apa monster di ruangan bawah tanah tersebut.
Xiao Fan kemudian berdiri dan menatap ke arah monster berbulu ungu tersebut. Dia benar-benar tidak menyangka bahwa ada monster yang seharusnya ada di Dunia Yuansu berada di tempat ini.
“Monster Dunia Lain.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.