Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 157 - Tiba Di Perbatasan


Silakan Dibaca.


Kerajaan Angin Barat...


Terlihat dua perempuan tengah berkeliaran di Istana Kerajaan. Wajah keduanya panik dan ada jejak khawatir yang sangat dalam.


“Adik Ran, apakah kamu menemukan Yang Mulia Fan berada?”


Yun Lanran memandang ke arah kakaknya, Yun Ling’er dengan nafas patah-patah. Ia menggelengkan kepalanya, kemudian menstabilkan nafasnya sebelum mengucapkan sesuatu.


“Huff... Sepertinya, kita harus menanyai Bawahan Yang Mulia lainnya.”


Yun Ling’er mengangguk setuju dengan perkataan adiknya, keduanya saling memandang kemudian bergerak cepat menuju ke arah pangkalan militer.


***


Pangkalan Militer...


Terik matahari menyinari lapangan yang luas, berbagai sosok prajurit tengah berdiri di lapangan melawan panasnya matahari pagi hari.


Mereka tidak mengeluh maupun menghindar dari panas matahari. Melainkan, mereka semua mendidih dan bersemangat untuk menjalankan misi baru kali ini.


Membunuh Pasukan Kerajaan Tang yang berada di Wilayah Kerajaan Angin Barat. Kedengarannya sederhana, akan tetapi bagi para prajurit, misi itu sangatlah mereka inginkan.


Mereka semua senang akan misi yang terbaru, hal itu karena, mereka ingin menguji kemampuan yang telah mereka tempa berbulan-bulan lalu.


“Semuanya tolong perhatiannya!”


Sorot mata seluruh prajurit langsung terfokus ke arah seseorang yang berdiri di podium tepat di depan mereka semuanya.


Sosok gagah dengan pakaian hitam, membuat para prajurit diam dan memperhatikannya. Sosok itu, menyapu pandangan seluruh prajurit. Ia terlihat menilai kualitas prajurit yang akan pergi berperang.


“Ingat, misi kita adalah menghancurkan Pasukan Tang. Bantai tanpa sisa, Tunjukkan keagungan Kerajaan Angin Barat!”


Teriakan sosok itu membuat para prajurit mendidih. Mereka semuanya mengangkat pedang mereka sambil berteriak dengan penuh semangat.


“Hidup Kerajaan Angin Barat...”


“Bantai Kerajaan Tang...”


Teriakan-teriakan semangat para prajurit bergema di seluruh Istana. Kemudian, terlihat sosok cantik mendekat ke arah sosok laki-laki yang berdiri di podium tersebut.


“Xiao Jun, apakah semuanya sudah siap?”


Laki-laki yang bernama Xiao Jun memandang ke arah sosok perempuan di dekatnya, ia mengangguk dan berkata, “Semuanya sudah siap, Xiao Mei.”


Sosok perempuan yang tak lain Xiao Mei mengangguk, ia kemudian memandang ke arah para prajurit yang sudah berbalik dan bergerak melaju menyisir tempat-tempat Pasukan Tang berada.


Xiao Jun dan Xiao Mei kemudian turun dari podium, kuda mereka terlihat sedang berdiri dengan tegap menunggu keduanya tiba di tempat.


Xiao Jun dan Xiao Mei naik ke dalam kuda mereka masing-masing. Namun, sebelum berangkat pergi. Mereka berdua mendengar suara perempuan menghentikan mereka dari belakang.


“Tunggu...”


Xiao Jun dan Xiao Mei berbalik, mereka melihat Yun Lanran dan Yun Ling’er  tengah berlari menuju ke arahnya. Xiao Jun memiringkan kepalanya, ia bingung dan memandang ke arah Xiao Mei.


Merasakan tatapan Xiao Jun, Xiao Mei mengangkat bahunya. Selepas itu, ia turun dari kudanya dan mendekat ke arah Yun Lanran dan Yun Ling’er.


“Ada yang bisa kubantu, Saudari Lan, Saudari Ling?”


Yun Lanran dan Yun Ling’er tiba di depan Xiao Mei, keduanya terengah-engah lalu menstabilkan nafas mereka dengan cepat.


Kedua perempuan itu memandang ke arah Xiao Mei. Mereka mengerutkan keningnya ketika melihat Xiao Mei memakai pakaian perang.


“Saudari Mei, Anda mau pergi ke mana?”


Xiao Mei tertegun dengan pertanyaan Yun Lanran, ia kemudian tersenyum dan menjawab dengan jujur.


“Aku mau pergi menuju ke Kota dan Desa yang berada di Wilayah Kerajaan kita. Aku dan saudara Jun pergi untuk mengambil alih kembali Kota dan Desa dari tangan Pasukan Tang.”


Yun Lanran dan Yun Ling’er terkejut akan informasi itu. Keduanya saling memandang dan bingung satu sama lain. Bagaimana bisa, ketika bangun langsung perang? Keduanya langsung tenggelam dalam pikirannya.


“Apakah ada yang lain, kedua saudari?”


Yun Lanran dan Yun Ling’er terbangun dari pikiran mereka. Kemudian mereka mengingat bahwa ada Xiao Mei di depan mereka berdua. Keduanya malu, membuat saudari yang akan pergi berperang menunggu pertanyaan mereka berdua.


“Maaf, Saudari Mei... Apakah Saudari melihat Yang Mulia?”


Xiao Mei memiringkan kepalanya, ia bingung dengan pertanyaan yang diajukan oleh kedua Saudarinya.


“Bukankah, Yang Mulia berada di Istana?”


Yun Lanran dan Yun Ling’er menggelengkan kepalanya ketika mendengar pertanyaan dari Xiao Mei.


“Kami tidak menemukannya, entah itu di ruang Istana, Singgasana, di seluruh Istana, beliau tidak ada.”


“Juga, saat di ruang singgasana. Jendela menuju ke arah Timur terbuka dengan leba...r”


Yun Ling’er segera menghentikan kata-katanya, ia melebarkan matanya ketika mengucapkan ‘Jendela terbuka dengan lebar.’ Jendela yang biasanya tertutup, kini terbuka.


“Oh, berarti... Yang Mulia kemungkinan besar pergi menuju ke suatu tempat.”


***


Langit-langit yang menjulang, awan yang berwarna putih berkumpul menjadi satu, di bawah teriknya matahari, sosok hitam melintas dengan kecepatan tinggi menembus awan putih yang berkumpul.


Sosok itu tengah menuju ke arah Timur, kecepatan yang sangat tinggi membuat rambut hitam sosok itu berkibar dengan liar.


“Kerajaan Zhou dan Kerajaan Li bergabung menjadi satu. Kemudian, berganti nama menjadi Kerajaan Dong. Jadi, selama 3 bulan ini, penjajah itu tidak berhenti untuk bergerak.”


Sosok itu tak lain Xiao Fan, ia pergi melintas dari jendela Istana menuju ke arah Timur di mana Kerajaan Dong berada.


Tujuan Xiao Fan menuju ke Kerajaan Dong, tak lain ialah menguasai Kerajaan Dong. Dengan ia menguasai Kerajaan itu, ia sudah menguasai keseluruhan Benua Yuansu dan mulai pergi menuju ke Benua lainnya.


“Dengan kecepatan ini, aku akan sampai ke perbatasan kurang dari tiga jam.”


Xiao Fan memandang ke depan dan mulai fokus mempercepat kecepatan dirinya menuju ke Kerajaan Dong.


***


Tiga Jam kemudian...


Xiao Fan tiba di perbatasan antara Kerajaan Dong dan Kerajaan Angin Barat. Ia melihat tembok besar yang panjang, menjadi pembatas antara kedua wilayah Kerajaan itu.


Xiao Fan turun dari terbangnya dan bersembunyi di balik pohon. Ia melihat barisan orang yang ingin pergi menuju ke Kerajaan Dong. Baik itu pedagang maupun orang jalanan, semuanya berada di barisan.


“Menyelinap masuk saja lebih mudah.”


Xiao Fan kemudian berubah menjadi Elementasi. Selepas itu, bergerak dengan santai melewati barisan dan gerbang tempat untuk mendaftar.


Tak butuh waktu lama, Xiao Fan akhirnya tiba di Benteng Kota Perbatasan. Ia bergerak menuju ke gang sempit terlebih dahulu, sebelum berubah menjadi bentuk manusianya.


Selesai berubah, Xiao Fan keluar dari gang dan berjalan menuju ke arah sekitar Kota. Ia ingin melihat-lihat, kota perbatasan sebelum pergi dari sana.


“Kota ini benar-benar menjadi lalu lintas perdagangan yang bagus.”


Xiao Fan mengamati dengan cermat, berbagai pedagang dan prajurit tengah berkeliaran di tempat. Namun, sebelum Xiao Fan beranjak pergi dari Kota, ia mendengar suara yang menyapa dirinya dengan nada serak.


“Lama tidak bertemu...”


“Xiao Fan.”


[To be Continued.]


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.