Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 57


[Chapter 57.]


[Terbongkar.]


[Silahkan Dibaca.]


Rumah Kepala Desa.


Xiao Fan dan Lin Hua keluar dari ruang bawah tanah. Keduanya keluar dari rumah Kepala Desa tersebut. Mereka sekarang akhirnya mengetahui tujuan selanjutnya dari penyelidikan.


Xiao Fan memandang sekitar, dia benar-benar tidak menyangka Desa yang terlihat begitu ramai ternyata memiliki sfat seperti itu. Dirinya menduga bahwa sudah ada orang yang turun ke bawah tanah tersebut.


Lin Hua menatap ke arah Xiao Fan, ia tersenyum. Baru kali ini, dirinya mengalami yang namanya penyelidikan misterius. Namun, sekarang dia juga memiliki tujuan yaitu mengungkap misteri dari pemuda di depannya tersebut.


Xiao Fan tidak tahu pemikiran Lin Hua, dirinya menatap perempuan itu sambil tersenyum. “Ke penginapan terlebih dahulu, atau langsung menuju ke arah hutan Tenfeng?”


Lin Hua mendengar pertanyaan tersebut, berpikir sebentar dan menjawab, “Ke penginapan terlebih dahulu. Kita tidak tahu apa yang akan terjadi nantinya di Hutan Tenfeng.”


Xiao Fan mengangguk, walaupun dirinya kuat. Akan tetapi, musuh kadang jauh lebih kuat seperti kejadian sebelumnya. Dia menyadari sekarang, ia masih lemah.


Keduanya kemudian berjalan menuju ke arah penginapan, bagaimanapun juga mereka butuh bantuan dari Liu Kai, Zhu Lin, Ning Shui, dan Xiao Ren.


Selama dalam perjalanan keduanya mengamati tingkat para warga desa. Xiao Fan menyadari bahwa sebenarnya ada sesuatu yang aneh akan warga desa.


Tiba di penginapan bulan, keduanya memandang penginapan tersebut sebelum masuk ke dalam. Di saat mereka berada di dalam, keduanya melihat rekannya sedang duduk di kursi makan pojok.


“Junior Fan, Guru Hua, kami berada di sini.” Liu Kai berteriak, membuat Xiao Fan dan Lin Hua menatap ke arahnya. Kemudian, ia melihat keduanya mendekat ke arahnya.


Xiao Fan dan Lin Hua duduk di kursi dan menatap ke arah keempat orang yang berada di sana. Xiao Fan kemudian memandang ke arah Ning Shui.


“Bagaimana dengan terobosanmu, Shui’er?” Xiao Fan bertanya sambil tersenyum lembut. Ning Shui mendengar itu juga tersenyum dan mengangguk.


“Berhasil, aku naik kebangkitan Qi Bintang dua.” Ning Shui berkata dengan nada senang. Xiao Fan mengangguk dan mengelus puncak kepala perempuan tersebut.


Liu Kai dan Zhu Lin sedikit terkejut ketika mendengar tingkat Kultivasi Ning Shui. Liu Kai kemudian bertanya, “Putri, apakah kamu benar-benar sudah berada di kebangkitan Qi?”


Xiao Fan menyelesaikan elusannya, Ning Shui merasakan hal itu, sedikit sedih. Kemudian menatap ke arah Liu Kai dan mengangguk.


“Itu benar, Senior Kai. Aku sudah berada di Kebangkitan Qi. Juga, jangan terlalu formal, Senior.” Ning Shui tidak masalah mengungkapkan tingkatan miliknya.


Liu Kai mendengar itu mengangguk. “Kamu benar-benar melampauiku, aku sendiri masih berada di Kebangkitan Alam bintang delapan.”


Zhu Lin juga memberitahu tingkatan miliknya. “Aku juga baru di Kebangkitan Alam bintang sembilan.”


Mendengar hal itu, Xiao Fan mengangguk dan tersenyum. Dia kemudian memandang ke arah Lin Hua, dan berkata, “Kak Hua, sepertinya ada seseorang yang mengintai kita.”


Lin Hua sedikit terkejut, kemudian dia menjadi serius dan mengangguk. “Kalian, penyelidikan tentang Desa Teng, sudah semakin dekat. Tapi, kemungkinan Klien kita mengincar seseorang.”


Xiao Fan tidak peduli, ia berdiri dan berkata, “Aku akan keluar. Kalian selesaikan percakapannya.” Kemudian, Dia berjalan pergi dari penginapan.


Ning Shui, Xiao Ren ingin mengikuti tapi melihat isyarat tangan Xiao Fan mereka paham, bahwa kali ini sedikit serius dan berbahaya. Lin Hua kemudian menceritakan hal yang sebenarnya terjadi.


“Klien memberikan kita informasi salah, awalnya aku sudah curiga terkait Klien tersebut. Tujuan mereka ternyata adalah salah satu dari kita, serta Desa Teng adalah hal yang cocok untuk itu.”


“Desa Teng sendiri, terdapat rahasia yang amat sangat misterius dan mengerikan. Desa ini memiliki struktur pengurus yang rumit.”


Lin Hua menatap ke seluruh muridnya tersebut. Dia juga memastikan bahwa tidak ada orang di sekitarnya, ia juga sudah memasang kedap suara.


“Monster itu terluka dan Kepala Desa mengurus monster tersebut. Sebagai imbalannya adalah bulu miliknya yang keras akan menjadi pembayaran.”


“Kepala Desa setuju saja, hal itulah yang membuat Desa Teng menjadi terkenal. Sampai akhirnya, sepuluh Tetua Desa mulai mencari tahu apa penyebab Kepala Desa memiliki bahan tersebut.”


“Namun, Kepala Desa tetap kukuh. Dia tidak akan memberitahu rahasia tersebut, bagaimanapun itu adalah janjinya dengan Monster tersebut.”


Lin Hua kemudian berhenti, membiarkan seluruh muridnya tersebut mencerna apa yang dia ucapkan itu. Lalu, dia melihat bahwa muridnya sudah selesai mencerna informasi yang ia sampaikan.


“Para Tetua Desa geram, mereka langsung mencoba menyelinap masuk ke dalam rumah Kepala Desa, alhasil terjadilah pertarungan di sana.”


“Kepala Desa kalah, sementara sepuluh Tetua Desa terluka. Kepala Desa teringat putrinya masih di dalam, ia membawanya keluar. Para Tetua terus mengejarnya, sampai akhirnya memasuki hutan Tenfeng.”


“Sepuluh Tetua mengejar tanpa tahu apa yang di bawa oleh Kepala Desa. Mereka mengira, harta sesungguhnya yaitu apa yang berada di genggaman Kepala Desa.”


“Kepala Desa dan putrinya tiba di reruntuhan, mereka masuk ke dalam. Sepuluh Tetua ingin mengikuti namun berhenti, hal ini aku tidak tahu kenapa mereka berhenti.”


“Namun, para Tetua Desa itu sangat serakah, alhasil mereka menyebarkan rumor tentang keburukan Kepala Desa dan hal yang aneh-aneh.”


Lin Hua kemudian, menonaktifkan kedap suara. “Itulah, ceritanya. Juga, waktunya kita pergi menuju ke Hutan Tenfeng. Bagaimanapun juga, kita akan mengetahui seluruhnya ketika tiba di sana.”


Keempatnya mencerna cerita tersebut. Mereka mengangguk dan tidak bertanya apapun karena sudah paham, ketika kedap suara di lepas berarti, itu adalah informasi tanpa tanya dan jawab.


Kelimanya berdiri dan mulai berjalan keluar dari penginapan bulan. Mereka hanya memiliki satu tujuan untuk saat ini yaitu Hutan Tenfeng.


***


Xiao Fan melesat ke arah daerah sepi, ia juga merasakan beberapa orang mengikuti dirinya. Kemudian, dirinya mendarat ke area tanpa ada orang sama sekali.


“Tap..” Xiao Fan tiba di tempat, kemudian ia memandang ke daerah sekitar dan tahu bahwa dirinya berada di ujung tembok yang sepi akan orang.


“Keluarlah, jika tidak ingin mati di tempat?” Xiao Fan berkata dengan dingin, ia menatap ke arah gang rumah. Kemudian, perlahan-lahan muncul sosok orang memakai pakaian serba hitam menutupi segalanya kecuali mata.


Orang itu keluar sambil mengayunkan tangannya ke bawah dan berbagai orang yang berpakaian sama muncul. Xiao Fan menatap ke arah orang-orang serba hitam tersebut.


“Hanya 25 orang. Siapa yang memerintahkan kalian?” Xiao Fan mengeluarkan benang-benang miliknya, benang menyebar dengan cepat dan itu tidak terlihat oleh mata.


“Kau tidak perlu tahu, kalian harus mati terutama Aib Kerajaan.” Pembunuh1 yang menjadi pemimpin pasukan hitam tersebut. Dia juga mengeluarkan Roh Elemen, yang berupa Pedang Hitam.


Xiao Fan sedikit menggelap. “Jadi, kalian mengincar anggota Kerajaankah? Hanya ada satu yang berasal dari Kerajaan dan itu adalah Ning Shui... Jadi, dia adalah target kalian, bukan?”


Xiao Fan mengeluarkan aura tekanan miliknya, kesepuluh pembunuh terkejut akan hal itu, hati mereka benar-benar bergetar. Para pembunuh belum pernah mendapati situasi menegangkan tersebut.


“Kalian diam, maka jawabannya adalah Iya.” Xiao Fan dengan ringan terbang pendek dan menatap dengan tajam ke arah sepuluh pembunuh tersebut.


“Kalau begitu, matilah kalian.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.