Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 230 - Pemberontakan Kediaman Lan


Silakan Dibaca.


Tiga hari telah berlalu, dalam perjalanan menuju ke kediaman Lan. Xiao Fan dan yang lainnya berhadapan dengan beberapa bandit dan monster yang menghalangi jalan.


Xiao Fan yang berada di atas kereta, kini berada di dekat dengan kusir. Keduanya cepat akrab dan kusir senang mendapatkan teman untuk berbicara, dia tidak menyangka bahwa Xiao Fan mencapai pencapaian tinggi pada umur delapan belas tahun.


Hal ini benar-benar membuat dirinya iri namun bakat tetaplah bakat. Kusir sudah mengetahui kesenjangan bakat tersebut, meski dia iri dirinya tetap kagum dengan Xiao Fan.


Sementara untuk Lan Yansho, kini berada di kuda bersama dengan kapten prajurit. Dirinya sudah sejak dulu tidak terlalu menyukai berada di dalam, dia lebih memilih di luar sambil memandang pemandangan alam sekitar.


Beberapa meter kemudian, mereka telah resmi tiba di kota Fuan. Sebuah kota yang ditempati oleh kediaman Lan, kota yang terkenal dengan kota gelang. Di mana produksi unik mereka adalah gelang yang dapat memberikan manfaat sesuai yang dibutuhkan.


Tak butuh waktu lama, mereka tiba di gerbang dan prajurit Lan yang melihat rombongan Lan Yansho segera berubah drastis. Tatapan mereka menjadi kosong dan sedikit rasa ketakutan muncul di hati mereka.


Prajurit Lan bersembunyi di dalam dan berpura-pura untuk membuka jalan yang sudah terbuka. Perilaku tersebut tidaklah luput dari mata Lan Yansho dan rombongan lainnya.


Firasat buruknya seketika muncul dan berkata dengan tegas. “Ayo bergegas menuju ke kediaman Lan!”


Mereka memacu kuda dengan keras, sehingga kecepatan kuda meningkat dan tak butuh waktu lama mencapai gerbang kediaman Lan.


Melihat gerbang tanpa adanya prajurit, apalagi sekitar kediaman sangatlah sepi. Jantung Lan Yansho berdebar kencang, seakan-akan firasat buruknya terjadi.


“Mengapa tidak ada yang berjaga?” kapten prajurit yang bersama dengan Lan Yansho mengerutkan keningnya. Dia juga merasakan keanehan yang sama dengan apa yang dipikirkan Lan Yansho tersebut.


“Mari masuk!” Lan Yansho memberikan perintah kepada para rombongan dan berikutnya mereka masuk ke kediaman Lan.


Namun, ketika mereka melangkah ke halaman kediaman. Berbagai senjata tombak mengunci pergerakan mereka seluruhnya.


Lan Yansho dan rombongan terkejut dan melihat bahwa yang mengangkat tombak ke arah mereka ialah para prajurit Lan.


Hal ini membuat Lan Yansho menghitam dan matanya memerah karena marah.


“Apa yang kalian lakukan!” raung marah Lan Yansho diikuti dengan aura tingkat alam elementasi miliknya keluar.


Para prajurit Lan terkejut dengan momentum yang dikeluarkan Lan Yansho. Mereka gemetar, akan tetapi mata mereka tetaplah kosong dan tidak ada satu pun kata yang keluar dari mulut para prajurit.


Lan Yansho menyadari keanehan tersebut dan dia tahu bahwa seluruh pasukan tengah diberi sesuatu yang dapat mengendalikan pikiran mereka.


“Sial! Ketua prajurit, mereka semua dikendalikan!” Lan Yansho berkata dengan nada serius.


Prajurit banyak tengah dikendalikan menandakan bahwa penyusup bukanlah orang sembarangan. Haruslah sosok yang cakap dan memiliki ilmu yang tinggi.


“Hehehehe!” suara tawa rendah terdengar di belakang para prajurit. Lan Yansho dan seluruh rombongan menatap ke arah suara tersebut. Mata Lan Yansho melebar ketika melihat arah suara tersebut.


“Ibu!” Lan Ling berteriak keras ketika melihat sosok ibunya yang di tahan oleh pria yang sangat dirinya kenal.


“Kong Mu, apa yang kau lakukan terhadap istriku!!” raung marah Lan Yansho ketika melihat istrinya yang memakai pakaian putih polos dan tatapan yang dimiliki istrinya yang sangat kosong tersebut.


“Oh.. Oh.. kepala keluarga Lan jangan terlalu bersemangat, aku belum melakukan hal berlebihan. Hanya membuat dirinya berada di kendaliku saja, Hehehe!” jelas Kong Mu sambil tertawa liar.


“Bajing*an! Kong Mu!” raung marah Lan Yansho, dia segera memasuki keadaan elementasinya dan bergerak dengan cepat ke arah Kong Mu.


Akan tetapi, Jia Li memukul Lan Yansho dengan keras membuat Lan Yansho terbang ke belakang kembali dan jatuh di tanah.


Lan Ling dan perempuan lainnya terkejut melihat Lan Yansho yang terpukul keras. Mereka tahu bahwa pukulan Jia Li sangat kuat tanpa adanya pengurangan kekuatan.


“Ibu!” Lan Ling menutup mulutnya dengan kedua tangan. Perempuan lainnya segera menenangkan Lan Ling tersebut.


Kusir juga terkejut melihat kejadian di depannya, dia segera sadar dan tombak di dekat tubuhnya membuat dirinya gemetar. Namun, dia sesaat mengingat sesuatu dan matanya melirik ke arah sebelahnya.


Kusir tersebut tercengang. Apa yang dirinya lihat ialah Xiao Fan yang berbaring dengan tenang bahkan menutup matanya seolah-olah tidak ada apa yang tengah terjadi di sekitarnya.


“Hahahaha! Bagaimana Yansho tendangan istri sendiri?” tanya Kong Mu sambil tertawa dengan senang melihat Lan Yansho yang jatuh ke tanah.


Lan Yansho memandang ke arah Jia Li, tatapannya sangatlah rumit dan amarahnya kepada Kong Mu semakin meningkat.


“Bajing*an Kong Mu! Bebaskan istriku segera!” raung Lan Yansho sambil menatap penuh amarah ke arah Kong Mu.


Namun sayangnya Kong Mu tidak takut, melainkan dia menyeringai dengan senang. Entah apa yang dipikirkan selanjutnya, pasti ialah hal buruk.


Sebelum memulai rencana yang dirinya pikirkan, Kong Mu menatap ke arah rombongan Lan Yansho yang sudah dikepung oleh banyak prajurit Lan.


Kong Mu menyapu pandangannya dan berhenti ke arah Lan Ling yang menangis. Namun, tatapannya beralih ke sosok laki-laki yang berada di tempat kusir berada.


Matanya menyusut jejak kemarahan muncul dalam dirinya. Kong Mu benar-benar marah ketika melihat laki-laki tersebut. Hal ini karena laki-laki itu tengah tidur dengan santai seolah-olah mengabaikan dirinya.


“Bangunkan laki-laki itu! Beraninya tidur di hadapanku!” raung marah Kong Mu yang membuat Lan Yansho dan rombongan terkejut.


Lan Yansho dan yang lainnya segera menatap ke arah laki-laki yang membuat Kong Mu tersebut marah. Mereka akhirnya ingat tengah membawa monster ke kediaman.


‘Bagaimana kami bisa melupakan keberadaannya?’ batin Lan Yansho dan para rombongan. Mereka benar-benar tidak mengingat keberadaan Xiao Fan sama sekali.


Prajurit Lan yang menerima perintah, dengan cepat mengayunkan tombaknya ke arah Xiao Fan.


Namun, berikutnya gerakan prajurit Lan berhenti. Mereka terlihat seperti di tahan oleh sesuatu agar tidak bergerak.


“Apa yang kalian lakukan! Bunuh laki-laki itu!” teriakan amarah Kong Mu semakin menjadi, dia benar-benar tidak bisa mengendalikan emosinya sendiri.


Namun, perintahnya sama sekali tidak membuat prajurit Lan bergerak.


“Hmm, sungguh kalian berisik sekali! Membangunkan tuan ini yang sedang tertidur!” Xiao Fan mengusap matanya, berikutnya tangannya terentang ke atas.


Kemudian, mata Xiao Fan memandang di sekitarnya dan dia segera mengerutkan keningnya, seolah-olah bingung dengan suatu hal.


Tatapan Xiao Fan jatuh ke arah Yun Shie, lalu dia mengajukan pertanyaan yang membuat Lan Yansho dan rombongan terkejut.


“Perempuan, di mana tempat ini?”


To be Continued.