Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 67 : Cerita Zhu Lin


[Chapter 67.]


[Cerita Zhu Lin.]


[Silahkan Dibaca.]


Hutan Siken, tepatnya dalam sebuah gua di jurang. Terdengar suara tamparan yang begitu keras.


“Plakkk...” Seorang pemuda tengah menampar perempuan yang terlihat akan mengatakan sesuatu yang seharusnya tidak dirinya katakan.


“Ke-kenapa..” perempuan itu berkata dengan lirih, ia merasakan tamparan tersebut sangat panas dan sakit. Perempuan itu tak lain, ialah Zhu Lin.


Pemuda yang menampar Zhu Lin adalah Xiao Fan. Dirinya menatap ke arah Zhu Lin dengan tatapan dingin. “Kamu kira, mati bisa mengubah segalanya?”


Zhu Lin tertegun, dia ingin membantah. Namun, kata-kata miliknya tersangkut di tenggorokan. Xiao Fan terus menatap sampai akhirnya menepuk kepala Zhu Lin.


“Jangan pernah berpikir untuk mati, karena mati itu bukanlah solusi yang baik. Jadilah kuat dan hancurkan musuhmu, hanya yang kuat yang berkuasa.” Xiao Fan berkata dengan nada tegas.


Zhu Lin melebarkan matanya, ia mengingat kalimat yang diucapkan oleh Xiao Fan tersebut. “Jadilah kuat dan hancurkan apapun yang menghalangimu, hanya yang kuat yang berkuasa.”


Seketika api semangat muncul dalam dirinya. Zhu Lin benar-benar merasa apa yang diucapkan oleh Xiao Fan, benar. Dirinya menunduk dan berkata, “Terima kasih.”


Xiao Fan mengangguk, kemudian ia duduk di sebelah Zhu Lin sambil memanggang sebuah daging. Dirinya entah kenapa, ingin memakan sesuatu sekarang.


Zhu Lin menatap ke arah Xiao Fan, kemudian ia bertanya, “Apakah kamu ingin mendengar kisahku?” Dia kemudian menatap ke arah api unggun yang membakar sebuah daging.


Xiao Fan tersenyum dan mengangguk. Dia sambil membakar daging, menyiapkan telinganya untuk mendengarkan cerita dari Zhu Lin.


“Aku adalah Putri terakhir dari Kerajaan Zhu. Sebuah Kerajaan di mana seluruh orang hidup dengan damai. Saling membantu bahkan tanpa adanya perkelahian.”


“Namun, semua itu berubah ketika sebuah Organisasi menyerang Kerajaan.” Zhu Lin mengeratkan genggaman tangannya. Dia benar-benar merasa marah.


Xiao Fan hanya mendengarkan, dia paham Zhu Lin berada pada kebenciannya. Dirinya terus mendengarkan tentang organisasi gelap tersebut.


Organisasi kegelapan, sebuah organisasi yang berdiri dengan bantuan Sekte Tengkorak Hitam. Sekte yang mengikuti aliran sesat dan selalu bergerak secara rahasia.


Organisasi kegelapan, mulai menyerang Kerajaan dengan sembunyi-sembunyi. Beberapa rumah di bakar habis, kemudian para warga dibunuh dengan kejam.


Orang tua Zhu Lin dan kakak-kakaknya mati tepat di depan matanya. Beruntung dirinya selamat dengan secara tidak sengaja jatuh dari tebing dan tenggelam ke laut.


Zhu Lin di selamatkan oleh seorang Nelayan. Kemudian, ia menyelinap dan pergi menuju ke Benua terendah yaitu Benua Yuansu.


“Selepas tiba di Benua Yuansu, aku bertemu dengan guru. Di situlah dirinya merekrutku dan membawaku di bawah sayapnya.” Zhu Lin mengakhiri cerita tersebut.


Xiao Fan selesai membakar dagingnya, ia berikan ke arah Zhu Lin, kemudian dirinya berkata, “Makanlah dan pulihkan energi milikmu.”


Zhu Lin mengangguk, kemudian ia mendengar perkataan Xiao Fan selanjutnya. “Lalu, siapakah Bing Sha itu?”


Zhu Lin terkejut dan tanpa sadar daging yang ia makan langsung tertelan. Dia terbatuk-batuk dan mulai lega ketika minum air yang diberikan oleh Xiao Fan.


“Bagaimana kamu bisa tahu, nama seorang Guru dari Akademi Yuen?” Zhu Lin terkejut, ia benar-benar tidak menyangka Xiao Fan mengetahui seorang Guru dari Akademi.


“Jadi, ia seorang guru...” Xiao Fan berkata sambil makan daging yang sudah, ia bakar. Dia menelan daging dan melanjutkan perkataannya. “Dia musuh.”


Zhu Lin terkejut, ia mengingat guru yang baik kepada dirinya. Namun, ia segera menggelengkan kepalanya dan bertanya dengan suara berat. “Apa maksudmu, Junior Fan? Apakah menurutmu Guru Sha adalah orang jahat?”


Xiao Fan tahu bahwa Zhu Lin sudah terpengaruh oleh Bing Sha tersebut. Dirinya tersenyum dan berkata, “Jangan terlalu naif, Senior. Orang baik selalu ada maksud tersendiri...”


Zhu Lin melebarkan matanya, kemudian ia mendengar perkataan Xiao Fan kembali. “Pernahkah kamu mendengar istilah, Ada Udang di Balik Batu.”


Zhu Lin memiringkan kepalanya. Dia bingung maksud dari Xiao Fan, dirinya bukan orang sastra dan tidak pintar dalam berbahasa.


“Artinya adalah orang sering berpura-pura baik, untuk tujuan dirinya yang lebih besar.” Xiao Fan berkata sambil melemparkan sebuah kertas.


“Aku harus ba—“ Belum menyelesaikan kata-katanya, Xiao Fan memotongnya dengan tegas.


“Kenapa? Bukankah sudah kubilang, jadilah kuat dan bunuh musuhmu. Hanya dengan kuat, kamu bisa meraih semuanya.” Xiao Fan berkata dengan tegas.


Zhu Lin lupa akan hal itu. ‘Benar apa yang dikatakan Junior. Jika, aku menyerah dan tidak menjadi kuat. Hidupku akan terus dalam kejaran kematian oleh musuhku.’


Xiao Fan membiarkan Zhu Lin termenung menyemangati dirinya sendiri. Dia keluar dan menatap ke arah atas, dia dapat melihat bahwa jurang sangat dalam.


“Buat jembatan ke atas.” Xiao Fan berkata dengan ringan, seketika berbagai benang mulai mengait dan membentuk tangga menuju ke atas.


Xiao Fan menutup matanya dan merasakan benangnya, sudah sampai atas atau belum. Dirinya membuka matanya dan tersenyum ringan.


“Oke, sudah sampai atas.” Xiao Fan berkata dengan santai. Kemudian, Zhu Lin keluar dengan raut wajah yang berbeda dari sebelumnya.


Zhu Lin yang sedih dan murung sudah menghilang, tergantikan oleh Zhu Lin yang tersenyum dan penuh akan tekad. Bukan itu saja, dia sekarang terlihat lebih dewasa di bandingkan sebelumnya.


Xiao Fan tersenyum, ia kemudian berkata dengan ringan. “Baiklah, ayo naik ke atas. Sepertinya mereka menunggu di sana.”


Zhu Lin mengangguk, keduanya berjalan bersama menuju ke atas. Zhu Lin menatap ke arah Xiao Fan dan berkata, “Terima kasih sekali lagi.”


Xiao Fan menjawab dengan santai. “Sama-sama, jangan terlalu termakan oleh emosi nantinya. Cara balas dendam paling seru adalah, menekan dan menyiksa musuhmu.”


Xiao Fan mulai mengajari tentang beberapa hal tentang cara menyiksa dan apa yang disukai oleh Zhu Lin, yaitu teknik penyerangan jarak dekat.


***


Keduanya terus saling berbicara tanpa mereka sadari sebentar lagi, akan tiba di atas permukaan.


“Oh, tidak aku sangka kita akan segera tiba di permukaan atas.” Xiao Fan berkata dengan tangan bergerak menghilangkan tangga yang berada di bawahnya.


Zhu Lin mengangguk dengan senang. Dia sudah tidak sabar untuk bertemu dengan Liu Kai kembali, dirinya juga ingin bertemu dengan Gurunya tersebut.


Xiao Fan dan Zhu Lin tiba di tebing jurang. Mereka memindai sekitar dan melihat ada sebuah ledakan di depan mereka.


Keduanya sedikit terkejut, kemudian berubah menjadi serius. Mereka berdua dengan cepat melesat ke arah ledakan tersebut.


Xiao Fan menggunakan angin dan benang miliknya menambahkan kecepatan lajunya. Sedangkan, Zhu Lin berubah menjadi Roh Elemen miliknya.


“Wush..Wush..” Xiao Fan dan Zhu Lin tiba dan melihat keempat teman mereka tengah bertarung dengan seekor Kera berwarna coklat. Mereka melihat bahwa teman-temannya seperti bermain.


Xiao Fan menatap ke arah dua kera yang berdiri di belakang menatap ke arah pertarungan. Xiao Fan tersenyum ketika melihat kera coklat yang lumayan besar.


“Yah, walaupun lebih lemah dari Ular itu. Dia terlihat kuat,” ucap Xiao Fan, Zhu Lin mengetahui niat juniornya tersebut.


“Mari kita ikut dalam pertarungan itu.” Xiao Fan melesat terlebih dahulu, Zhu Lin tersenyum dan melesat mengikuti Xiao Fan tersebut.


***


Lin Hua, Ning Shui, Xiao Ren, dan Liu Kai merasakan kehadiran Xiao Fan dan Zhu Lin, mereka seketika tersenyum.


Xiao Fan dan Zhu Lin melesat ke arah Kera yang menjadi penonton. Kedua Kera menyadari akan hal itu, mereka dengan keras memukul dadanya dan melesat ke arah Xiao Fan dan Zhu Lin.


“Ayo, Majulah.”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.