
Silakan Dibaca.
Xiao Xia tidak tinggal diam, selepas ia mengeluarkan belati miliknya. Xiao Xia menghilang dari tempatnya dan orang-orang yang ditahan oleh Yu Lin, terbunuh dalam sekejap.
Yu Lin yang selesai dengan menahan pedang prajurit, ia mengarahkan kuku miliknya yang panjang ke samping, kemudian ia melesat dengan cepat ke arah depan dan menebas prajurit yang berada di depannya.
Slashh...
Para prajurit tidak bisa mendeteksi Xiao Xia, mereka hanya punya pilihan satu, yaitu menyerang Yu Lin yang terlihat.
Yu Lin tidak terlalu peduli dengan banyaknya prajurit, ia lebih senang ketika melihat berbagai orang siap mengantarkan nyawa mereka ke arahnya.
Hal itu karena, semakin banyak membunuh kekuatan mereka semakin berkembang. Pengalaman yang mereka dapatkan juga lebih banyak.
Xiao Xia mengambil alih 250 prajurit untuk dirinya bunuh. Yu Lin juga mengambil alih 250 prajurit untuk dirinya bunuh.
Tetua sendiri hanya bergerak delapan orang saja, mereka membagi menjadi dua kelompok yang berisi empat orang. Masing-masing kelompok mengatasi satu perempuan.
Yu Lin yang dikepung terus-menerus oleh prajurit, tersenyum menyeringai. Dia membunuh para prajurit dengan cepat dan akurat, ia benar-benar terlihat menari di medan perang dengan darah yang terbang-terbang di udara.
Xiao Xia sendiri tidak terdeteksi, ia benar-benar lancar membunuh para prajurit yang terdiam seperti orang bodoh. Di saat mereka menggerakkan pandangan ke samping, pandangan mereka dalam sekejap menghitam.
Perlahan-lahan halaman yang semula hijau, mulai berubah menjadi merah kehitaman. Berbagai prajurit jatuh satu persatu, mati di tempat.
Ko Ling yang melihat adegan tersebut, mengepalkan tinjunya. Matanya memerah, ia benar-benar marah dan ingin menyerang kedua perempuan tersebut.
“Patriark tetaplah di sini, biarkan kedelapan Tetua mengatasi mereka. Kekuatan kedelapan Tetua tidak bisa diremehkan.”
“Itu benar, Patriark.”
Ko Ling yang mendengar itu menstabilkan nafasnya, ia harus menenangkan dirinya.
“Kau benar, Tetua Pertama, Tetua Kedua.”
Tetua pertama dan Tetua kedua mengangguk, meskipun mereka terlihat tenang. Namun, dalam hatinya sangat terkejut. Mereka tahu bahwa kekuatan Istri Patriark tidak sebesar itu sebelumnya.
Ada keraguan dalam hati mereka, keraguan akan kemenangan. Kedua Tetua paham, seberapa kuatnya kedua perempuan di depannya.
‘Sepertinya hari ini keruntuhan Keluarga Ko...’ batin Tetua pertama, ia tahu bahwa tidak ada kesempatan ketika melihat dua orang memakai Roh Elemen.
“Bagaimana bisa mereka memiliki Roh Elemen?” Tetua kedua penasaran dengan hal itu, baginya hal itu perlu dirinya ketahui.
“Aku kurang tahu, tapi ada catatan mengenai pembangkitan jalur gelap. Kemungkinan besar, mereka menggunakan jalur gelap itu.”
Tetua kedua mengangguk, ia paham dan sedikit mencibir. “Dasar tercela, menggunakan metode iblis untuk membangkitkan Roh Elemen.”
Jika, Xiao Xia dan Yu Lin mendengar ucapan tersebut, mereka sama sekali tidak peduli. Bagi mereka berdua, hidup adalah milik mereka, kenapa yang susah dirimu?
Sekarang, kembali ke pertempuran. Berbagai mayat prajurit perlahan menguap mengeluarkan asap merah kehitaman.
Pandangan tersebut tidak lepas dari kesepuluh Tetua, mereka mengerutkan keningnya ketika melihat adegan tersebut.
Selepas itu, mereka menatap ke arah kedua perempuan yang terus membunuh dan tidak ada tanda-tanda kelelahan sama sekali, tetapi kekuatan mereka terus meningkat.
Kesepuluh Tetua melebarkan matanya, mereka tercengang ketika melihat kekuatan kedua perempuan terus meningkat dan tidak ada batas perhentian.
***
Xiao Xia menyerang dan membunuh musuh, sesekali dirinya menghindar ketika ada yang menyerang dengan cara mengendap-endap.
Prajurit yang semula 250, berubah menjadi 10 prajurit yang tersisa. Kesepuluh prajurit tersebut terduduk lemas, mereka benar-benar tak berdaya melawan Xiao Xia tersebut.
Yu Lin sendiri masih tersisa 20 prajurit. Namun, ia terlihat masih menikmati permainan dengan para prajurit tersebut.
Sampai akhirnya, para prajurit menyerah dan terduduk tak berdaya di tanah. Yu Lin tersenyum kemudian, ia mengecilkan cakarnya ke bentuk semula.
Xiao Xia dan Yu Lin saling memandang, keduanya tersenyum. Namun, tatapan mereka kembali menjadi serius dalam beberapa detik kemudian.
Apa yang membuat keduanya menjadi serius ialah, gelombang aura yang besar datang dari delapan orang yang tengah berjalan ke arah mereka berdua.
“Ya, dilihat dari muka mereka... Kelihatan marah besar, tapi itu cocok untuk mereka.”
Xiao Xia dan Yu Lin melemparkan lelucon satu sama lain, kekuatan mereka meningkat dan seluruh keluarga Ko tidak ada yang bisa menghentikan mereka berdua.
“Ja*lang, kalian terlalu memprovokasi kami!”
“Konsekuensi kalian ialah kematian. Namun, kematian yang lebih kejam.”
Tetua kedelapan dan Tetua keenam mencibir kedua perempuan di depannya. Mereka merasa kuat dan bagi mereka, kedua perempuan tersebut hanya gadis kecil yang siap untuk ditampar pan*tat mereka.
Xiao Xia dan Yu Lin mendengar hal itu, hanya tersenyum mengejek. Xiao Xia kemudian, berkata dengan nada merendahkan.
“Ada anjing tua yang sudah bau tanah.”
Kedelapan Tetua berhenti, mereka memiliki garis gelap di wajah mereka. Tatapan mereka sengit, mereka mulai mengalirkan Qi ke dalam pedang dalam sekejap.
“Ja*lang, berlututlah tanpa busana, lalu matilah dengan cara terhina!”
Tetua kelima menaikkan Qi miliknya, kekuatan Qi nya berada di atas. Menempati tempat ketiga terkuat selepas Tetua pertama dan Tetua kedua.
Xiao Xia tak peduli, ia mengalirkan Qi ke dalam belati miliknya. Yu Lin tidak memanjangkan kukunya, ia memunculkan sebuah pedang dengan ukiran Serigala di pedang tersebut.
Delapan Tetua memecah menjadi dua bagian dan mengepung masing-masing perempuan tersebut.
Xiao Xia dan Yu Lin tetap tenang, ketika melihat bahwa dikepung dengan empat Tetua.
“Yah, begini lebih cepat... Seharusnya dua Tua Bangka di sana juga ikut.” Yu Lin berkata dengan dingin, Qi miliknya meletus, begitu juga Xiao Xia.
“Mulai!”
Di sisi Xiao Xia, ia melihat empat Tetua melesat ke arahnya dengan cepat sambil mengayunkan pedangnya secara vertikal.
Xiao Xia melihat hal itu tidak terlalu bereaksi, ia hanya menatap dengan datar. Baginya, serangan tersebut lambat.
Di saat pedang sudah berayun menuju ke arahnya, siluet cahaya di iris mata Xiao Xia melintas, ia dengan cepat berkedip menghilang dari tempatnya berada.
Belati dengan ringan bergerak dan menebas tepat tangan kanan Tetua ketiga. Pedang yang berada di tangan Tetua ketiga terlepas, ketika Tetua ketiga merasakan rasa sakit di tangannya.
Xiao Xia lolos dari kepungan empat Tetua, ia kemudian merasakan adanya serangan dari dua arah samping kanan dan kirinya.
Xiao Xia dengan santai, menghindar ke depan dan dua pedang melintas menebas tempat Xiao Xia sebelumnya berada.
Xiao Xia melompat, backflip dan menginjak dua pedang tersebut. Tetua keempat dan Tetua kelima terkejut. Namun, sebuah tendangan mengarah tepat ke arah dagu mereka berdua.
Bugh... Bugh...
“Urhh..” Tetua keempat dan Tetua kelima terlempar ke belakang mereka masing-masing. Xiao Xia menghentakkan salah satu kakinya. Kemudian, satu pedang berputar naik ke atas.
Xiao Xia dengan ringan, menendang gagang pedang dengan keras, ia juga melapisi pedang tersebut dengan Qi yang besar.
Pedang melesat dan menembus tepat dada kiri Tetua keempat, di mana tempat tersebut ialah tempat jantung seseorang berada.
Tetua keempat terkejut dengan kecepatan reaksi Xiao Xia yang belum hanya satu detik mengeksekusi serangan tersebut.
Xiao Xia juga melakukan serangan sama kepada Tetua kelima. Namun, ia menyerang bahu kanan Tetua kelima tersebut.
Xiao Xia tersenyum, kemudian ia berkata dengan nada yang membuat ketiga Tetua tersisa bergidik ngeri.
“Nah, mari menari... Aku belum puas menyiksa kalian, Loh.”
[To be Continued.]
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.