
[Chapter 61.]
[Xiao Fan datang.]
[Silahkan Dibaca.]
Sisi luar Hutan Tenfeng.
Xiao Fan menatap tajam ke arah sepuluh orang yang tengah berhadapan dengan teman-temannya. Dia melihat, berbagai temannya terluka dan ia melihat sesuatu tengah terjadi dalam tubuh Ning Shui.
Xiao Fan menghilang dan muncul kembali di dekat Ning Shui, ia menyentuh perempuan itu dan bertanya, “Bagaimana keadaanmu? Kenapa kau memiliki racun di tubuhmu?”
Berbagai pertanyaan ia keluarkan kepada perempuan itu, Ning Shui yang mendengar hal itu, ingin menjawab. Akan tetapi, pandangannya seketika buram dan jatuh tepat di pelukan Xiao Fan.
“Istirahatlah.” Xiao Fan, mengeluarkan botol pil dan memberikan ke arah Lin Hua. Kemudian, ia berkata, “Tolong rawat dia.”
Lin Hua mengangguk, ia membaringkan Ning Shui di tanah, kemudian mengambil botol pil yang diberikan oleh Xiao Fan tersebut.
Musuh1 berteriak dengan keras. “Sial! Bunuh mereka!” dia memerintahkan para anak buahnya untuk menyerang Xiao Fan dan teman-temannya.
Musuh2 sampai Musuh10 mendengar perintah tersebut dengan cepat mengeluarkan berbagai pisau dan melemparnya ke arah Xiao Fan dan para teman-temannya.
“Wush..Wush..” berbagai pisau melesat ke arah Xiao Fan dan teman-temannya. Xiao Fan menatap dengan ringan, laju dari pisau sangat lambat baginya.
Xiao Fan hanya menggerakkan jari-jarinya dan seluruh pisau berhenti di udara. Hal itu, membuat para musuh terkejut.
Xiao Fan menatap datar dan berkata, “Domain benang.” Berbagai benang seketika muncul dari tangannya dan melindungi para teman-temannya tersebut.
Sementara itu, para musuh terkejut ketika merasakan luka di beberapa tempat. Mereka tidak tahu apa yang sedang terjadi.
“Kenapa aku bisa terluka?”
“Ini..”
“Apa yang terjadi?”
Berbagai pertanyaan terdengar di tempat musuh. Xiao Fan hanya tersenyum ringan, ia benar-benar tidak menyangka bahwa musuh lengah hanya karena luka.
“Bodoh.” Xiao Fan berkata sambil menggerakkan tangannya. Seketika kepala dari Musuh10 terlepas dari tubuhnya.
“Slash..” Musuh1 sampai Musuh9 terkejut akan hal itu, seluruh musuh tersebut melihat teman mereka yang mati tanpa tahu apa yang terjadi.
Xiao Fan lagi-lagi membunuh dan tersisa tiga orang musuh yang sudah keluar dari domain benang miliknya.
Xiao Fan sedikit mengangkat sudut mulutnya, ia benar-benar tidak menyangka ada orang yang bisa keluar dari domain benang miliknya. “Menarik, kalian ternyata ingin bermain kejar-kejaran.”
Xiao Fan menggerakkan dua tangannya, kemudian ia berkata, “Serigala Pemangsa.” Seketika berbagai Serigala muncul di depannya.
Xiao Fan menggerakkan Serigala-Serigala tersebut untuk mengejar tiga musuh yang lolos dari Domain benang miliknya.
“Rawr..” Auman Serigala yang keras terdengar, mereka dengan cepat melesat mengejar tiga musuh yang lari menuju ke arah hutan. Xiao Fan sendiri tidak ikut, ia berbalik dan membuka pelindung benang.
Xiao Fan menatap ke arah para teman-temannya, fokusnya sekarang ialah Ning Shui. Dia dengan cepat tiba di dekatnya dan mengecek apakah racun sudah keluar atau belum.
Xiao Fan menghela nafas lega. Dia benar-benar sedikit terkejut ketika merasakan Ning Shui tengah diracuni. “Bagaimana bisa, ia kena racun?”
Lin Hua, Zhu Lin, dan Liu Kai menunduk. Xiao Fan menatap Lin Hua, ia menyadari bahwa perempuan yang berstatus guru tersebut, terdapat racun di dalam tubuhnya.
“Kamu juga terkena racun...” Xiao Fan berkata dengan ringan, ia kemudian mengeluarkan botol pil yang sama dan memberikan ke arah Lin Hua. “Minumlah, jika tidak... Racun yang berada di tubuhmu akan berdampak buruk kepadamu.”
Lin Hua sedikit terkejut, ia menatap Xiao Fan kemudian mengambil botol pil tersebut. Dia langsung membuka botol pil dan berkata, “Terima kasih, Adik Fan.”
Xiao Fan sedikit senang akan masalah. Namun, ia tidak senang jika salah satu teman maupun keluarganya di serang bahkan di racun seperti ini.
Xiao Fan memandang ke arah sekitar, dia mengerutkan keningnya dan bertanya, “Dimana Xiao Ren?”
Lin Hua, Zhu Lin, Liu Kai dengan cepat melihat ke arah sekelilingnya, mereka tidak menemukan sama sekali Xiao Ren berada.
“Bukannya tadi ada di sini?” Lin Hua benar-benar terkejut, ia tidak menyangka ada salah satu muridnya yang menghilang. Xiao Fan yang melihat bahwa tidak ada yang mengetahui lokasi Xiao Ren dengan cepat menyebarkan benangnya.
Xiao Fan memejamkan matanya sampai akhirnya, ia melihat Xiao Ren tengah bertarung dengan seseorang berjubah hitam memiliki tato di mata kirinya.
“Dia sedang bertarung, aku akan mendekat...” Xiao Fan berkata dengan ringan, kemudian ia melanjutkan perkataannya. “Namun, sebelum itu tetaplah di tempat.”
Xiao Fan dengan ringan memasang empat segel membentuk pelindung yang melindungi keempat orang tersebut. “Senior, tolong jaga mereka.”
Xiao Fan dengan cepat, ia menghilang dari tempat. Sedangkan, Liu Kai dan Zhu Lin berjaga-jaga dan dalam hati berkata, “Aku perlu menjadi lebih kuat, aku tidak ingin menjadi beban kembali.”
***
Xiao Fan muncul kembali di area yang penuh akan api yang besar. Dia melihat ke arah di mana Xiao Ren bertarung dengan pria yang memiliki Roh Elemen, Ayam angin.
“Kenapa Xiao Ren, sangat lama menghadapi pria seperti ini?” Xiao Fan menatap sambil menghilangkan aura miliknya. Dia mengamati kesenjangan apa yang telah terjadi.
Xiao Fan perlahan-lahan memahami situasinya, setiap api milik Xiao Ren terus di belokkan oleh angin milik pria berjubah tersebut.
Xiao Fan bisa memperkirakan kekuatan musuh dari Xiao Ren tersebut. “Level lima puluh dan sudah berada di kebangkitan Qi bintang lima.”
“Ren, semoga bisa mengatasinya. Itu akan menjadi pelatihan hidup dan mati dirinya.” Xiao Fan terus melihat sampai akhirnya, ia merasakan suhu panas yang tinggi.
Xiao Fan menatap ke arah Xiao Ren, ia tersenyum ketika melihat saudara dan rival miliknya berhasil mengendalikan Qi sepenuhnya.
Xiao Fan akhirnya melihat adegan pertarungan terakhir, tepat para Serigala miliknya sudah membunuh tiga musuh yang lolos tadi.
Xiao Ren akhirnya mengalahkan dan membunuh musuh tersebut, ia terduduk dan mengatur nafasnya. Xiao Fan dengan ringan muncul di dekat Xiao Ren.
“Selamat, kau berhasil mengalahkan musuhmu yang lebih kuat darimu.” Xiao Fan berkata ketika tepat tiba di dekat Xiao Ren.
Xiao Ren menatap ke arah Xiao Fan, ia berbaring karena lelah. “Yah, dia benar-benar lawan yang kuat. Aku tidak menyangka angin bisa menang melawan api.”
Xiao Fan tersenyum dan menjawab, “Angin bisa melawan dan membantu api. Tergantung bagaimana cara menggunakannya.”
Xiao Ren mengangguk, kemudian berkata, “Aku akan istirahat di sini.” Xiao Fan mengangguk dan menghilang dari tempat.
Xiao Fan muncul di dekat temannya yang lain, ia sedikit senang karena ada sepuluh bola yang berwarna biru. Dia benar-benar beruntung kali ini.
“Nah, Junior Fan.” Mendengar panggilan dari Liu Kai dan Zhu Lin. Xiao Fan berbalik dan memiringkan kepalanya.
“Ada apa, Senior?” Xiao Fan bertanya dengan nada penasaran. Dia bisa menebak secara kasar, apa yang diinginkan oleh kedua seniornya.
“Bisakah kau...”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.