
[Chapter 38.]
[Pertarungan.]
[Silahkan Dibaca.]
Xiao Fan dan kelompoknya sekarang berhadapan dengan Makhluk yang bernama Monster Roh.
“Apakah mereka kuat?” Xiao Fan bertanya kepada Lin Hua, seorang guru yang berasal dari Akademi Yuen.
Mendengar hal itu, Lin Hua menjawab dengan serius. “Tergantung jenis Monster Rohnya, juga mungkin bagimu mereka biasa, akan tetapi jangan meremehkan.”
Lin Hua mengatakan kalimat terakhir sambil tersenyum kepada Xiao Fan. Liu Kai dan Zhu Lin terkejut, mereka baru kali ini melihat senyuman indah milik gurunya.
Xiao Fan membalas senyuman tersebut. Kemudian, berkata dengan ringan. “Yah, baiklah. Aku akan melawan salah satu yang kuat. Juga Shui’er, ini cocok untuk pelatihanmu.”
Xiao Fan melambaikan tangan kanannya. Benang hijau mulai muncul dan menyebar ke segala arah.
Liu Kai dan Zhu Lin juga mulai mengeluarkan Roh Elemen mereka masing-masing. Pedang api menyembur keluar dari tangan Liu Kai, sementara Zhu Lin terlihat berubah.
Xiao Fan mengerutkan keningnya ketika melihat Zhu Lin berubah. ‘Apa sebenarnya Roh Elemen miliknya?’
Tubuh Zhu Lin membengkak dan berubah menjadi Tupai, akan tetapi berwarna silver dengan ekor yang mirip dengan landak.
Lin Hua yang melihat Xiao Fan terkejut, dia tersenyum dan mulai mengeluarkan Bunga Es miliknya. Sebuah Roh Elemen yang berada di tingkat 8.
Xiao Fan memperhatikan sebentar, dia mengangguk paham. Dirinya masih fokus ke arah Zhu Lin. Dimana Roh Elemennya membuat Xiao Fan tertarik.
Xiao Fan kemudian mengalihkan perhatiannya ke arah Monster Roh yang terbesar. Kemudian, dia mendengar suara Lin Hua.
“Kita lawan terlebih dahulu, untuk detail Monster Roh. Kita bahas selepas membunuh mereka.”
Seluruhnya mengangguk dan mulai bergerak masing-masing.
***
Zhu Lin menatap ke arah Monster Roh yang terlihat memiliki tubuh sedang. Dia melesat ke arah Monster Roh tersebut.
Seluruh Monster Roh di depan memiliki jenis sama, hanya saja tingkat mereka berbeda satu sama lain.
Zhu Lin melesat dengan cepat. Gerakannya lincah, seketika dirinya tiba di depan salah satu Monster Roh.
“Duri Penghancur.”
Seluruh duri yang berada di ekor Zhu Lin. Segera mengarah ke Monster Roh tersebut, dengan cepat duri-duri tajam menusuk Monster Roh tersebut.
Jleb Jleb Jleb Jleb Jleb.
Zhu Lin menatap Monster Roh dengan senyumnya. Dia kemudian melanjutkan kembali menyerang Monster Roh lainnya.
***
Liu Kai dengan santai menebas beberapa Monster yang seukuran dengan yang di lawan oleh Zhu Lin.
“Api Pembuka.”
Wushhhhh.
Liu Kai mengayunkan pedangnya secara vertikal. Seketika api lurus menuju ke arah Monster Roh di depannya.
Slashhhh.
Beberapa Monster Roh terbelah menjadi dua. Mereka tidak siap dalam menghindari lintasan api dari pedang milik Liu Kai tersebut.
***
Ning Shui bermain-main dengan Monster Roh tersebut. Dia sendiri mengambil sedikit lebih besar dari kedua seniornya.
Namun, hal itu tidak membuat Ning Shui kesusahan. Justru dia senang karena lawannya kuat.
Ning Shui mengarahkan kedua tangannya ke samping. Seketika, Roh Elemen Kartu miliknya keluar, lalu air muncul dari Kartu dan melapisi kedua tangannya.
Para Monster Roh tidak peduli, mereka melesat berlari dengan cepat ke arah Ning Shui. Mata seluruhnya merah, tanda Monster Roh marah.
Ning Shui tersenyum, air memadat di jari-jari miliknya. Kemudian dia mengayunkan kedua tangannya ke arah depan.
“Peluru Air.”
Wushhhh.
Berbagai Air padat kecil melesat dengan cepat ke arah para monster. Kecepatan air tersebut tidak terlihat bahkan Lin Hua sendiri tidak bisa mengikutinya.
Jleb Jleb Jleb Jleb Jleb.
Berbagai lubang terdapat di kepala, kaki, jantung, tangan para monster. Air padat tersebut benar-benar tidak bisa di prediksi sama sekali.
Ning Shui melihat hal itu, hanya tersenyum senang dan mulai mencari monster roh kembali... Tidak, lebih tepatnya mangsa.
***
Xiao Ren bergabung dengan Rohnya. Dia berputar dan berubah menjadi Elang Api. Kedua sayapnya terbuka lebar dan berkata dengan ringan.
Bulu-bulu miliknya lepas namun itu tumbuh kembali dengan cepat. Bulu yang terlepas seketika terbakar dan posisinya mengarah ke depan, di mana para monster roh berada.
“Bunuh.”
Wush Wush Wush Wush Wush.
Bulu Api dengan cepat melesat ke arah para monster tersebut. Melihat hal itu, monster roh yang berada di depan Xiao Ren terlambar bergerak, akan tetapi ada satu yang berhasil naik ke atas.
Jleb Jleb Jleb Jleb Jleb Jleb.
Bushhhhhh.
Bulu-bulu menancap ke tubuh para monster roh. Seketika api menyelimuti dan membakar mereka sampai menjadi abu.
Xiao Ren menatap ke arah Monster Roh yang terbang tersebut. Dia mengepakkan sayapnya dan melesat ke arah udara.
Wushhhhh.
Xiao Ren tiba di atas monster roh tersebut. Dia menggunakan kemampuan pertamanya. “Sayap Api.”
Seketika Sayapnya di selimuti oleh api yang berkobar-kobar. Xiao Ren tersenyum dan melesat sambil berputar ke arah monster roh tersebut.
Bughhhh
“Kyakkkk.” Monster Roh terdorong sampai menabrak ke tanah. Di sana juga terdapat para monster lainnya.
Booommmmm.
***
Lin Hua melihat semuanya bertarung kecuali Xiao Fan dan dirinya. Dengan lambaian tangan berbagai bunga muncul di tanah.
Bunga itu berwarna biru cerah, lingkungan di sekitar bunga tersebut seketika membeku. Lin Hua melihat itu tersenyum dan menggunakan kemampuan pertamanya.
“Domain es.”
Srkkkkk.
Seketika para monster yang berada di depannya membeku dengan cepat. Lin Hua mengangkat tangannya dan berbagai kelopak bunga berubah menjadi Stalagmit atau bisa disebut batu maupun es yang berbentuk lancip.
Lin Hua dengan ringan mengibaskan tangannya, seketika seluruh Stalagmit es melesat menuju ke arah monster roh yang sudah membeku.
Wush Wush Wush Wush Wush.
Pyarrrrrrr.
“Yah, beruntung hanya monster roh tingkat biasa. Namun, yang di lawan oleh Xiao Fan itu...”
***
Xiao Fan menatap ke arah monster roh terbesar dari yang lainnya. Dia mengeluarkan berbagai benang dan menancapkan di sekeliling arena Pertarungan.
Monster roh menatap ke arah para anak buahnya. Dia mendapati seluruh anak buahnya mati tanpa sisa, kemudian pandangannya beralih ke Xiao Fan dan rombongan.
Groooooaaaaarrrrrrrr.
Monster roh marah melihat hal itu. Dia dengan cepat bergerak maju ke depan, dimana Xiao Fan tengah terbang menggunakan benang miliknya.
Xiao Fan melihat hal itu, dia mencoba untuk menggunakan kemampuan ketiganya. Dirinya menatap monster roh sambil tersenyum.
“Kamu akan menjadi Subjek percobaanku.” Xiao Fan menggerakkan jari-jari miliknya. Benang perlahan-lahan mulai berputar di tanah.
Wush Wushh Wushhh Wushhhh.
Benang terus berputar sampai akhirnya terbentuklah sebuah pisaran dan yang sangat besar.
“Pusaran Kematian.”
Wushhhhhhh.
Angin dingin menyebar ke seluruh arah. Baik monster dan kelompok Xiao Fan berhenti bertarung melihat hal itu.
Pusaran angin besar dengan cepat melesat ke depan dan mengenai monster roh terbesar dan berbagai monster roh di belakangnya.
Slash Slash Slash Slash.
Monster roh terpotong-potong sampai tidak bersisa. Xiao Fan benar-benar menciptakan kekuatan yang mengerikan kembali.
Pusaran perlahan-lahan surut dan Xiao Fan menatap ke arah seluruh monster roh. Dia bisa melihat berbagai bola roh di sana.
“Ini benar-benar panen besar.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.