
Silahkan Dibaca.
Kota Linkuen, Kediaman tengah.
Xiao Fan memandang ke arah Jendral, begitu juga Jendral memandang Xiao Fan. Keduanya memiliki tatapan tajam satu sama lain.
“Mari kita mulai.”
Jendral melesat dengan cepat ke arah Xiao Fan. Begitu juga sebaliknya, keduanya saling bertemu satu sama lain.
Jendral mengayunkan pedangnya secara vertikal. Xiao Fan menahan pedang tersebut dan membalikkan keadaan.
“Tringgg...” Jendral sedikit terdorong ke belakang, dia terkejut dan menyadari bahwa Xiao Fan memiliki fisik yang kuat.
Xiao Fan memancarkan aura pembunuhan. Dia mengayunkan pedangnya dengan cepat, hal itu membuat Jendral terlambat merespons.
“Slashh..” Jendral terluka di bagian tangannya. Dia merasakan ada bahaya kembali, dengan refleks yang cepat. Jendral menahan serangan tersebut.
“Dingg..” Keduanya saling menatap tajam, kemudian mereka mundur dua meter dari tempat sebelumnya beradu.
Keduanya masih stabil, tetapi Jendral sudah mendapatkan luka pada tangan kirinya. Entah itu, dapat mengurangi kekuatannya atau tidak...
“Kau kuat, Nak... Namun, aku jauh lebih kuat.” Jendral berkata dengan terang-terangan, Qi seketika keluar dan menyelimuti pedangnya.
Xiao Fan sendiri menatap dengan dingin, dia mendengus dan mengeluarkan Qi miliknya untuk menutupi beberapa indra, serta pedangnya.
Jendral terkejut, dia tidak menyangka pemuda di depannya dapat mengendalikan Qi seperti itu. Jendral tersebut menjadi serius dan menganggap Xiao Fan berbahaya.
“Apa alasanmu menyerang Kediaman Tuan Kota?” Jendral bertanya dengan tajam, pedangnya sudah berada di posisi siap untuk menyerang.
Xiao Fan yang mendengar pertanyaan seperti itu, hanya menatap datar dan berkata, “Kau Jendral terlalu banyak omong.”
“Wush...” Xiao Fan melesat dengan cepat, bahkan hanya terlihat siluet saja sekarang.
Jendral menggelap, dia benar-benar diremehkan oleh pemuda di depannya. Pedangnya seketika berayun ke depan dengan cepat.
“Bajin*gan!” Jendral benar-benar marah, dia berteriak dengan penuh emosi. Siluet Xiao Fan muncul, dia mengayunkan pedangnya dan bertemu dengan pedang Jendral.
“Dingg..” keduanya saling bertukar serangan. Xiao Fan menebas ke arah tangan Jendral, tetapi di halangi oleh pedang Jendral tersebut.
Xiao Fan kemudian merasakan serangan dari bawah. Dia dengan mudah menghindar dan melihat sebuah kaki yang akan menendang dirinya.
Xiao Fan terus menyerang dengan pedang miliknya. Jendral menahan serangan tersebut dengan sekuat tenaga.
Beberapa menit kemudian.
Keduanya saling mundur beberapa meter. Xiao Fan sendiri sama sekali tidak terluka. Sementara Jendral, terlihat kelelahan...
Nafas Jendral benar-benar tak beraturan. Keringat mengucur deras, dia terduduk dengan lemas sekarang...
Perasaan yang dia miliki sangat campur aduk, ada perasaan panik, marah, cemas, lelah, semuanya bercampur menjadi satu.
Xiao Fan sendiri menatap dengan dingin. Dia tidak terlalu peduli dengan Jendral tersebut.
“Kau benar-benar membuatku selesai pemanasan.” Xiao Fan berkata dengan nada ringan.
Jendral melebarkan matanya, dalam hatinya... Dia benar-benar tidak menyangka bahwa pemuda di depannya belum serius sama sekali.
Hal itu, membuatnya benar-benar terpukul.
“Sial, bunuh aku... Tapi, biarkan Tuan Muda Mo lepas. Jika, kau tidak melepaskannya, Tuan Kota akan mencarimu bahkan sampai ke ujung Benua.”
Xiao Fan mendengar ancaman tersebut, menaikkan alisnya. Dia kemudian, berkata dengan nada datar. “Tuan Kotamu telah kubunuh... Lebih tepatnya, muridku membunuhnya.”
“Jadi, sekarang Kota ini tidak memiliki Tuan.” Xiao Fan berbalik, kemudian mengeluarkan belati miliknya dan melemparkannya dengan cepat ke arah leher Jendral yang terkejut.
“Ap—Jleb.” Jendral belum selesai berkata, belati sudah menancap di lehernya. Jendral tersebut terbaring dan kehilangan nyawanya.
Xiao Fan kemudian berjalan menuju ke tempat Putra Tuan Kota tersebut berada.
***
Tuan Muda Mo tengah gelisah di dalam, dia menatap ke arah para pelayannya. Kali ini dia tidak bernaf*su sama sekali.
“Sial, Sial... Apakah Jendral kali ini kalah?” Tuan Muda Mo berjalan bolak-balik seperti orang yang kebingungan.
Dia sudah menyadarinya bahwa Ayahnya sudah meninggal. Namun, dia tidak ingin memberitahu seluruh Kota, hal itu karena ada harta karun yang tersimpan di Kediaman Tuan Kota.
“Semoga Jendral dapat mengatasinya. Jika tidak, aku harus menggunakan itu...” Tuan Muda Mo menatap ke arah pelayan yang terduduk dengan tubuh gemetar.
“Kalian, cepat keluar dari sini dan hadang siapa pun yang masuk ke dalam.” Para pelayan gemetar dan menunduk.
“Ba-Baik, Tuan Muda.” Para pelayan berlari keluar dari ruangan. Mereka benar-benar ketakutan ketika melihat ekspresi Tuan Muda mereka.
Tuan Muda Mo melihat seluruh pelayan sudah keluar, dia kemudian berbalik dan mengambil sebuah bola yang dalamnya terdapat sebuah binatang.
“Bola Roh, semoga dengan ini... Aku bisa mengalahkan orang itu.” Tuan Muda Mo duduk dan mulai melakukan penyerapan.
Namun, dia tidak menyadari bahwa Bola itu bukan Bola sembarangan. Melainkan Bola yang memiliki Tuan aslinya.
***
Xiao Fan tiba di dekat ruangan Tuan Kota. Dia melihat ada sebelas pelayan dengan pakaian minim. Mereka semua tengah berdiri dengan gemetar.
“Minggir!”
Xiao Fan berkata dengan nada dingin. Para pelayan terkejut, mereka saling memandang dan tahu, jika tidak menyingkir pasti akan mati.
Para pelayan berlari pergi dari lorong tersebut. Xiao Fan membiarkannya, dia sekarang berdiri di depan pintu ruang Tuan Kota.
Xiao Fan dengan keras menendang pintu tersebut sampai akhirnya, pintu meledak dan hancur tanpa sisa.
Xiao Fan memandang ke arah sekitar, dia kemudian melihat Tuan Muda Mo tengah melakukan penyerapan.
Xiao Fan mengerutkan keningnya, dia paham situasinya dan menatap Tuan Muda Mo seperti orang bodoh.
“Dia mencoba bunuh diri.”
Tepat ucapan Xiao Fan selesai, tubuh Tuan Muda Mo bergetar. Kemudian, terlihat sesuatu tengah ingin keluar dari tubuhnya tersebut.
“Boom..” Tuan Muda Mo meledak seketika, tidak ada darah bahkan daging pun tidak ada. Hanya ada dua benda yang berada di tempat Tuan Muda Mo sebelumnya.
Satu kristal berwarna merah, satunya lagi adalah Bola dengan warna hitam dan terdapat binatang di dalamnya.
Xiao Fan berjalan maju dan mengambil Bola tersebut. Dia mengamati dan paham, itu adalah Bola Roh khusus.
“Dunia ini hanya Elemen, lalu untuk apa Bola Roh ini... Aku memiliki banyak, tetapi apakah ada kegunaannya?”
Xiao Fan bingung, dia belum meneliti lebih jauh terkait Bola Roh, dia hanya mengetahui jenis dan tingkatan saja.
Meskipun begitu, Roh sekarang tidak berguna. Hal itu karena Benua Yuansu sudah kehilangan fondasi kekuatan.
Xiao Fan mengambil bola tersebut, dia berharap bahwa Bola Roh memiliki kegunaan lain.
Xiao Fan kemudian mengambil Kristal merah. Dia mengambil hal itu, karena tahu bahwa kunci menuju ke tempat yang disembunyikan oleh Tuan Kota adalah Kristal tersebut.
“Tinggal mencari tempat tersimpannya harta Kota Linkuen. Juga, Kota ini tak lama kemudian juga akan hancur.”
“Selepas ini, bergerak menuju ke Kerajaan Ning. Waktunya membunuh Ning Zhingren, sebelum para orang invasi Benua membunuhnya.”
Xiao Fan berdiri dan mulai berjalan menuju ke ruang harta Kota Linkuen.
“Ning Zhingren, semoga kau menyiapkan kata-kata terakhirmu.”
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.