Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 107 - Desa Numa


Silahkan Dibaca.


Desa Numa, Desa ini terletak di antara Kerajaan Ning dan Hutan Vian. Jarak antara Desa Numa dengan Kerajaan Ning sekitar 14 Km. Itu jarak yang dekat, butuh setengah hari untuk melakukan jalan kaki, tetapi jika berlari hanya butuh beberapa jam.


Desa Numa sendiri meskipun dekat dengan Kerajaan Ning, Desa itu terlantar. Hal itu, karena Desa tersebut tidak pernah menghasilkan sesuatu yang berguna untuk Kerajaan, kecuali makanan.


Namun, akhir-akhir ada berita bahwa Desa Numa akan dihilangkan dari Kerajaan Ning. Hal itu, karena Desa tersebut tidak membantu dalam perang, baik dari segi persediaan pangan maupun persenjataan.


***


Xiao Fan tiba di dekat Desa Numa tersebut, dia melihat keadaan Desa tersebut dari tempatnya berada. Xiao Fan benar-benar tak menyangka, melihat keadaan Desa yang begitu sepi.


“Apakah sesuatu terjadi dengan Desa ini?”


Shan Yuan juga keluar dari Alam Bawah Sadar, dia menatap Desa tersebut dengan tatapan datar. Bagaimanapun, dia sudah pernah melihat Desa yang sepi, semasa perjalanannya.


“Kemungkinan besar perampok atau penduduk Desa ini melakukan migrasi ke tempat lain.”


Xiao Fan mengangguk pelan, dia sedikit setuju dengan ucapan dari Shan Yuan. Namun, ada kalanya dia perlu memeriksa apa yang terjadi di Desa tersebut.


“Ayo kita selidiki...”


Xiao Fan melesat dengan cepat menuju ke arah Desa Numa tersebut. Dia penasaran dengan apa yang terjadi di Desa itu. Meskipun rasa penasarannya sedikit, dia tidak peduli sama sekali.


***


Tiba di depan gerbang desa, Xiao Fan segera dihentikan oleh dua orang penjaga berperawakan kurus. Keduanya menatap Xiao Fan dengan lesu dan tampak pucat.


“Berhenti!”


Xiao Fan berhenti di depan kedua Penjaga tersebut. Dia memandang dan bertanya-tanya dalam pikirannya.


“Kami mohon, Tuan segera pergi dari Desa ini.”


“Kami bukan bermaksud mengusir, ini demi keselamatan Tuan.”


Xiao Fan semakin bingung, kemudian dia bertanya sambil menaikkan salah satu alis matanya. “Sebenarnya ada apa? Bisakah kau jelaskan?”


Kedua penjaga tersebut sedikit tertegun, kemudian mereka berdua saling memandang satu sama lain, sebelum menatap ke arah Xiao Fan.


“Itu... Desa ini setiap malam akan selalu ada perompak yang selalu menjarah Desa ini. Sebab itulah, kami tidak bisa memberikan upeti berupa makanan untuk Kerajaan.”


“Namun, Kerajaan tetap menyangka bahwa itu alasan yang tidak logis. Satu bulan dari sekarang, tempat ini akan dimusnahkan oleh Kerajaan.”


Xiao Fan yang mendengarkan penjelasan kedua penjaga tersebut menyusutkan matanya. Dia tidak menyangka bahwa Kerajaan akan sebegitunya.


Xiao Fan kemudian menatap ke arah kedua penjaga tersebut. Dia merasa ada yang masih disembunyikan oleh kedua penjaga itu.


“Lalu, kapan Perompak itu akan datang?”


Kedua penjaga saling memandang kembali, kemudian satu penjaga menatap ke arah Xiao Fan dan memberitahu tentang jadwal kedatangan perompak.


“Kemungkinan besar, Satu jam kalau tidak Dua jam kemudian...”


Xiao Fan mengangguk, kemudian berjalan masuk ke dalam Desa sambil berkata dengan nada datar. “Aku akan menghancurkan perompak itu.”


Kedua penjaga itu terkejut dengan ucapan Xiao Fan. Namun, mereka tidak menghentikannya. Keduanya berharap bahwa bisa lepas dari perompak yang selalu menjarah tempat mereka.


Shan Yuan keluar dan melayang di samping Xiao Fan, kemudian dia berkata dengan nada serius. “Sepertinya, perompak yang menjarah tempat ini, bukan perompak biasa.”


“Kau benar, Kakek Tua. Entah kenapa, aku merasa ada yang salah dengan Perompak yang menjarah Desa lemah ini. Kemungkinan besar, itu suruhan dari Kerajaan Ning. Bisa juga, salah satu perompak yang terkenal, menyuruh perompak normal untuk menjarah tempat ini.”


Shan Yuan menaikkan sudut mulutnya ketika mendengar argumen dari Xiao Fan. Menurutnya Xiao Fan sangat pintar, tetapi ilmu miliknya masih kurang.


“Kalau begitu, atasi saja... Aku akan membantumu ketika melawan Kerajaan Ning.”


Shan Yuan memasuki Alam Bawah Sadar Xiao Fan dan tidur di sana. Xiao Fan sendiri menghela nafas dan menggelengkan kepalanya.


Xiao Fan tidak pernah menempatkan para perompak itu dalam matanya. Baginya, perompak itu adalah orang yang mirip dengan semut yang selalu mencari masalah.


Xiao Fan melanjutkan jalannya mencari penginapan di tempat tersebut. Tak butuh waktu lama, dirinya menemukan apa yang dia cari.


Sebuah penginapan dua lantai, tetapi tanpa papan nama. Penginapan itu terlihat sepi tanpa ada pengunjung sama sekali. Xiao Fan menyadari situasi tersebut, dia tidak peduli dan masuk ke dalam penginapan.


Tiba di dalam Xiao Fan tidak menemukan pemilik sama sekali. Dia sedikit mengerutkan keningnya, kemudian merasakan kehadiran seseorang di depannya.


Xiao Fan mengeluarkan Pedang yang dia buat. Pedang itu normal, kelas rendah dan hanya beberapa menebas orang, pedang itu akan segera tumpul dan patah.


Sosok orang dengan pakaian keseluruhan hitam dan penutup mulut serta rambut. Sosok itu sangat muda dan mirip seperti Assasin.


“Salam, Yang Mulia.”


Xiao Fan sedikit mengangkat sudut mulutnya, kemudian menghilangkan pedangnya dan berjalan mendekat ke arah sosok Assasin tersebut.


“Xian Nan, bangunlah... Kenapa kamu bisa berada di sini?”


Xian Nan salah satu murid dari Xiao Fan, begitu juga salah satu pengikutnya yang berani membentuk ikatan Tuan dan Budak dengan Xiao Fan.


Xian Nan menatap ke arah Xiao Fan, dia benar-benar merindukan tuannya tersebut. Bagaimanapun juga, jarak mereka yang paling jauh.


“Xian Nan... Jawab.” Xiao Fan berkata dengan nada sedikit dingin. Xian Nan segera sadar dan ada jejak rona merah di pipinya.


“Guru, murid ini datang ke sini, hanya untuk menjalani tugas yang diberikan oleh Akademi Yuen. Tugas itu adalah membasmi para perompak yang akan menyerang Desa Numa ini.”


Xiao Fan memandang ke arah Xian Nan kembali, kemudian dia mengangguk. Lalu, mengibaskan tangannya tanda boleh untuk berdiri.


Xian Nan yang melihat itu, segera berdiri dan memandang Xiao Fan dengan senyum manisnya.


Xiao Fan sendiri tidak peduli, dia berjalan ke lantai dua. Xian Nan mengikutinya mirip seperti ekor.


“Apakah ada informasi terkait Desa ini, Xian Nan?”


Xian Nan yang mendengar itu, dengan cepat mulai menjelaskan terkait masalah yang dihadapi oleh Desa Numa tersebut.


“Desa ini penuh masalah, Tuan.”


“Mulai, dari masalah dengan Kerajaan, kemudian masalah dengan beberapa Tuan Muda keluarga kaya dari Kerajaan Ning. Desa ini sebenarnya pintar dalam mencari masalah, Guru.”


Xiao Fan yang mendengar itu, tidak bisa tidak tersenyum. Desa yang pintar dalam mencari masalah. Desa itu sedikit dia minati, bagaimanapun juga, dirinya adalah orang yang suka masalah juga.


“Selepas ini, kamu akan ikut denganku, menghancurkan Kerajaan Ning. Abaikan Akademi Yuen.”


Xian Nan yang mendengar itu, seketika melebarkan matanya. Kemudian, dia segera sadar dan berkata sambil tersenyum senang.


“Baik, Yang Mulia.”


Xiao Fan mengangguk, kemudian pergi ke dalam salah satu kamar. Dia memilih kamar acak, karena tidak ada orang sama sekali kecuali dirinya dan Xian Nan.


Xian Nan mengikuti tuannya dan dia baru menyadari bahwa di tempat tersebut hanya ada dirinya dan tuannya saja.


Xiao Fan menutup pintu kamar tersebut. Dia kemudian menatap ke arah Xian Nan.


“Xian Nan...”


[To be Continued.]


Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.