Reinkarnasi Dewa Angin

Reinkarnasi Dewa Angin
Chapter 195 - Penyergapan


Silakan Dibaca.


Malam hari.


Xiao Fan dan rombongan tengah duduk di dekat api unggun, mereka menikmati momen tersebut dengan damai. Namun, di sela-sela kedamaian selalu ada perusak yang akan datang.


“Nona, kami akan membuat tenda terlebih dahulu.” Salah satu prajurit berkata dengan nada sopan, Ketua prajurit memandang ke arah anak buahnya tersebut, Lan Ling menyetujuinya, ia pun mengangguk.


Prajurit tersebut berjalan ke arah kereta yang dijaga beberapa prajurit. Mereka saling menyapa, kemudian prajurit mengambil tenda yang berada di belakang kereta.


Sementara itu, Lan Ling dan An Er sedang berbicara satu sama lain terkait hal-hal perempuan. Xiao Fan sendiri mendengarkan percakapan keduanya, namun persepsinya menangkap tingkah prajurit dan gerakan di semak-semak.


“Kalian, berhati-hatilah.” Xiao Fan berkata dengan pelan, namun Lan Ling, An Er, dan Ketua Prajurit mendengar perkataan Xiao Fan tersebut. Mereka bertiga segera menjadi serius, namun detik berikutnya, mereka dikepung oleh berbagai orang dengan tampilan liar.


“Hehe, aku tidak menyangka kita akan mendapatkan tangkapan yang begitu halus.” Terdengar suara seseorang di antara para penjarah tersebut.


“Siapa kalian!” bentak Lan Ling dengan ekspresi marah dan serius, ia sama sekali tidak merasakan kehadiran orang-orang tersebut, beruntung mereka diingatkan oleh Xiao Fan segera. Jika tidak, mereka akan terlelap dalam kedamaian, tanpa persiapan tarung apapun.


Lan Ling dan An Er menyadari bahwa diri mereka ceroboh, hanya karena damai sebentar, mereka mengendurkan kewaspadaannya. Xiao Fan sendiri tetap duduk, ia sama sekali tidak tertarik dengan orang-orang yang menyergap mereka tersebut.


“Apakah Tuan Putri melupakanku, bukankah kita pernah bertemu?” seringai seseorang terlihat, kemudian dari balik bayangan terlihat seorang pemuda dengan rambut hitam berantakan dan pakaian yang terlihat sedikit mewah.


“Kau.. bagaimana bisa lepas dari penjara?” Lan Ling melebarkan matanya, ia benar-benar terkejut melihat penampilan orang di depannya, seorang buronan yang dipenjara di kediaman keluarganya telah lepas dan berhadapan dengannya.


Kemudian, Lan Ling melihat salah satu prajurit yang meminta tenda sebelumnya, Lan Ling sedikit terkejut. Ia akhirnya paham, bagaimana buronan yang dipenjara di kediamannya bisa keluar.


“Dasar pengkhianat.” Lan Ling berteriak marah, ia mengeluarkan pedang miliknya dan dengan cepat melesat ke arah para penyergapan tersebut. An Er yang berada di dekat Lan Ling juga marah, ia maju dan mengikuti Nona Mudanya untuk menyerang.


Pria yang menjadi buronan, menyeringai. Kemudian melemparkan dua buah bola berwarna hijau ke tanah tepat di depannya. Lan Ling dan An Er mengerutkan keningnya, kemudian mereka berdua melihat kabut asap hijau tepat di depan mata mereka.


Lan Ling dan An Er tidak bisa mengendalikan tubuh mereka dalam sekejap, selepas memasuki area kabut hijau tersebut. Keduanya berusaha untuk lepas, namun di saat mereka bergerak, mereka terjatuh ke tanah.


Pria yang melemparkan bola sebelumnya, tertawa liar. “Hehe, semuanya kita akhirnya bisa menikmati dua perempuan yang belum pernah disentuh sama sekali.”


Tampang semuanya menjadi liar, mereka dalam sekejap berubah menjadi serigala lapar ketika memandang Lan Ling dan An Er yang tengah terbaring tanpa ada pergerakan sama sekali.


“Siapa yang mengizinkan kalian melukai Nona Muda!” para penyergap dengan cepat menatap ke arah ketua prajurit. Mereka melihat ketua prajurit melesat dengan cepat, sambil mengayunkan pedang besarnya.


“Biarkan aku yang melawannya.” Seorang pria kekar dengan kapak di punggungnya maju, ia menyeringai dan mulai mengambil kapak di punggungnya, kemudian mengayunkannya ke depan.


Ketua prajurit menanggapi serangan itu, namun prioritas utama adalah keselamatan Nona Muda dan pelayannya tersebut. Ketua prajurit mengayunkan pedangnya dan berbenturan dengan kapak pria kekar.


Dentang!


Ketua prajurit dan pria kekar saling bertukar serangan, mereka berdua terlihat imbang tanpa ada sisi yang menang dan sisi yang kalah. Pria buronan menyeringai, melihat hal itu. Kemudian, ia beranjak pergi menuju ke kedua perempuan yang terbaring.


Namun, di saat pria buronan hampir dekat dengan kedua perempuan itu. Ia membeku dalam sekejap, keringat dingin mengalir deras dari kepala bahkan punggungnya. Para penyergap melihat ketua mereka dengan bingung, bahkan prajurit pengkhianat pun juga bingung.


Saat mereka menerima suara tersebut, tubuh mereka berhenti. Tidak ada yang bisa bergerak sama sekali, bukan karena mereka terkena kemampuan khusus maupun teknik musuh. Melainkan, mereka tidak bergerak karena mereka merasakan tatapan monster buas yang siap menerkam.


Lan Ling dan An Er yang telah terkena kabut pelumpuh, seketika terangkat di udara. Mereka berdua terbang menuju ke arah api unggun yang sudah ada sejak sore hari.


Pria buronan, para penyergap, menatap arah perginya dua perempuan yang susah payah mereka dapatkan. Mereka menatap tempat mendaratnya kedua perempuan tersebut, dan mereka juga melihat sosok laki-laki yang mereka takuti sebelumnya.


Xiao Fan selesai memindahkan Lan Ling dan An Er di sisinya, ia kemudian melemparkan dua butir pil ke dalam mulut mereka masing-masing. Detik berikutnya, Lan Ling dan An Er dapat menggerakkan tubuhnya.


“Aku..” Lan Ling seketika terdiam, ia benar-benar ceroboh memasuki penyergapan lawan dan berakhir dikalahkan dengan cara memalukan. Bukan itu saja, ia segera menyadari bahwa lawan ingin menghancurkan dirinya.


Ketua prajurit melirik sebentar, ia bersyukur bahwa Nona Muda dan pelayannya telah selamat. Jika tidak, ia akan khawatir dan sepenuhnya akan merasa bersalah. Ia juga melirik Xiao Fan sebentar, rasa terima kasih dalam-dalam ia ucapkan dalam hati.


Ketua prajurit kali ini mulai menjadi serius melawan pria kekar dengan kapak di depannya. Sorot matanya menajam dan ia dengan cepat menambahkan kekuatan dirinya untuk menyerang pria kekar tersebut.


Sementara itu, Pria buronan yang telah membeku menatap ke arah Xiao Fan dengan penuh ketakutan dan kebencian. Rencana yang telah ia susun sedemikian rupa, telah gagal karena laki-laki di depannya itu.


‘Sial, Sial, siapa laki-laki itu. Mengapa aku tidak tahu akan adanya orang kuat itu.’ Pria buronan mengutuk dirinya sendiri, ia juga melirik ke prajurit yang berada di pihaknya. Sebelumnya, memang dirinya melaporkan ada orang asing, namun ia abaikan.


Alhasil, rencananya kali ini benar-benar gagal. Detik berikutnya, pria buronan merasakan bahwa gelombang amarahnya berkobar dan ia berteriak dengan keras.


“Bunuh, Bunuh orang itu! Beraninya ia menggagalkan rencana kita!” pria buronan menatap Xiao Fan penuh dengan kebencian, para penyergap segera kembali dalam sekejap. Mereka menatap ke arah Xiao Fan dengan tajam.


Para penyergap meraung dan bergegas menuju ke Xiao Fan untuk membunuhnya. Ketua prajurit khawatir, ia ingin membantu Xiao Fan. Namun, pria kekar membawa kapak terus menghalangi dirinya sambil menyeringai.


Lan Ling dan An Er sedikit terkejut, ia mengeluarkan pedang miliknya kembali. Namun, tubuh mereka masih lemah karena efek pelumpuh tersebut. Keduanya terjatuh dan terduduk di tanah tak berdaya. Mereka kemudian memandang ke arah Xiao Fan, namun ia melihat Xiao Fan maju ke depan.


“Xiao Fan, larilah!” Lan Ling berteriak dengan putus asa, ia melupakan adegan penyelamatan sebelumnya. Xiao Fan yang mendengar teriakan Lan Ling, menarik sudut mulutnya naik ke atas membentuk senyuman polos.


Di bawah angin berembus, rambut Xiao Fan berkibar. Di saat tangannya terangkat ke atas, suara gemuruh dalam tanah terdengar. Detik berikutnya, Lan Ling dan An Er melebarkan matanya seketika. Bukan hanya mereka berdua, Ketua Prajurit, Pria Buronan, Pria Kapak juga terkejut.


Pemandangan yang begitu mengerikan terlihat, berbagai tulang memenuhi area di depannya dan menusuk dengan kejam ke arah para penyergap. Pemandangan tersebut benar-benar membuat mereka semua bergidik ngeri.


Sementara orang yang melakukan itu, berbalik dan menatap ke arah Lan Ling dan An Er dengan senyum ringan. Darah para penyergap sebelumnya juga terlihat di pipi Xiao Fan.


Lan Ling dan An Er yang melihat penampilan Xiao Fan tersebut benar-benar terpana, keduanya merasakan sosok kehadiran mengerikan yang membunuh berbagai orang tanpa ada perasaan apapun.


“Kenapa harus lari, Lan Ling?”


To be Continued.


Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.


Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.


Thank you Minna-san.