
[Chapter 73.]
[Keputusan Yu Hun Sha.]
[Silahkan Dibaca.]
Akademi Yuen.
Di lantai empat, tepatnya di sebuah ruangan yang luas dengan pintu yang memiliki papan nama ‘kepala sekolah’ terdapat berbagai guru tengah memandang dua orang yaitu Lin Hua dan Xiao Fan.
Keduanya sekarang tengah memandang ke arah seorang yang berdiri tepat di depan mereka.
“Bagaimana perasaanmu, ketika tiba di sini, Nak Fan?” Kepala sekolah bertanya dengan senyum di wajahnya. Xiao Fan juga tersenyum, ia menjawab dengan ringan.
“Lumayan.” Jawaban singkat tersebut membuat para guru melebarkan matanya, tetapi mereka tidak bisa seenaknya. Kecuali, satu orang.
“Lancang! Kau tahu, sedang berhadapan dengan siapa?” Xiao Fan mendengar ucapan dari orang tersebut, orang itu tak lain ialah Bing Sha.
Xiao Fan mengabaikannya dan menatap ke arah Kepala Sekolah. Dia bertanya dengan ringan. “Jadi, apakah Anda menyetujui yang diusulkan oleh, Kak Hua?”
Kepala Sekolah mengangguk, ia kemudian mencoba untuk mengukur kekuatan Xiao Fan, tetapi tidak menemukan sama sekali. ‘Pemuda ini benar-benar kuat, aku yang berada di tingkat Elemen Penuh Bintang 3 tidak bisa mengukurnya.’
“Kamu akan mengajar kelas perunggu delapan. Maaf, kalau aku berikan tempat yang paling belakang, hal ini juga untuk mengetes dirimu.” Kepala sekolah memberitahu tujuan akan hal itu, serta meminta maaf.
Xiao Fan tersenyum dan mengangguk. Kemudian, Kepala Sekolah berkata kepada seluruh para guru. “Sambutlah, guru baru kita. Dia akan menjadi rekan kita nantinya.”
Semuanya terkejut, tetapi setuju bagaimanapun mereka sudah melihat kesulitan Kepala Sekolah ketika mengukur kekuatan Xiao Fan.
“Aku tidak setuju! Kenapa kita harus menerima se-“ ucap sebuah suara keras, suara yang tak lain milik Bing Sha. Namun, terpotong oleh sebuah tendangan dari Xiao Fan.
“Bughh...” para guru melebarkan matanya ketika tidak bisa mengikuti kecepatan dari Xiao Fan tersebut.
“Brukk...” Bing Sha tertanam di dinding. Dirinya benar-benar tidak menyangka bahwa akan ditendang sangat keras.
Xiao Fan sendiri memiliki tatapan dingin, ia menatap ke arah Bing Sha dan berkata, “Sepertinya kau merindukan Neraka.”
“Sekali lagi, kau berkata tidak masuk akal. Akan kupastikan kepalamu lepas dari tubuhmu.” Xiao Fan berkata dengan nada merendahkan.
Xiao Fan berbalik dan berjalan kembali ke tempatnya berada. Ning Que melihat hal itu, dia menjilat bibirnya. Bagaimanapun, Xiao Fan sekarang terlihat panas baginya.
Kepala sekolah memberi isyarat tangan, beberapa guru mengangguk dan membawa Bing Sha pergi keluar dari ruangan.
“Pertemuan kali ini, kita akhiri sampai di sini.” Kepala sekolah berkata dengan ringan. Kemudian, Para guru memberikan hormat.
“Dimengerti, Kepala Sekolah.” Kemudian, para guru berjalan keluar dari ruang kepala sekolah.
Sekarang, di ruang kepala sekolah hanya ada tiga orang saja. Ketiganya adalah Xiao Fan, Lin Hua, dan Kepala Sekolah sendiri.
Kepala sekolah berjalan ke arah tempat duduk yang berada di sisi pojok ruangan. “Mari duduk di sana, sambil berbicara satu sama lain.”
Xiao Fan dan Lin Hua mengikuti Kepala Sekolah. Keduanya duduk di kursi yang berada di tempat tersebut. Kepala sekolah menjentikkan jarinya dan tiga teh muncul di atas meja.
“Yah, sebelumnya orang tua ini, akan memperkenalkan dirinya...” Kepala Sekolah berkata dengan nada tenang, lalu menyesap teh miliknya. Kemudian, ia melanjutkan perkenalan dirinya. “Namaku adalah Yu Hun Sha, seorang Kepala Akademi Yuen.”
Xiao Fan mengangguk, ia kemudian memperkenalkan dirinya juga. “Maaf sebelumnya, namaku adalah Xiao Fan.”
Yu Hun Sha mengangguk, kemudian ia mengeluarkan sebuah surat. “Maaf, jika aku menempatkan dirimu di kelas yang buruk. Di sana hanya ada anak-anak yang memiliki Roh Elemen sampah.”
Xiao Fan mengangguk, ia menerima surat tersebut. Ketiganya berbicara tentang berbagai hal. Sampai akhirnya, teh mereka habis dan waktunya untuk kembali ke ruang masing-masing.
***
Xiao Fan dan Lin Hua sekarang tengah berjalan bersama menuju ke arah ruangan mereka. Tiba di tempat, ruangan mereka ternyata bersebelahan satu sama lain.
“Malam, Adik Fan.” Lin Hua berkata dengan lembut. Xiao Fan mengangguk dan membalas dengan halus.
“Malam juga, Kak Hua.” Kemudian keduanya masuk ke dalam ruangan masing-masing.
Xiao Fan tidak langsung tidur, ia duduk lotus di tempat tidur. Dirinya memasuki Alam bawah sadar untuk berlatih hal lain.
Xiao Fan tiba di alam bawah sadarnya. Dia menatap ke arah cahaya yang terdapat sebuah penghalang bersegel. Ia sedikit terkejut ketika melihat segelnya berubah huruf kembali.
Xiao Fan tidak memikirkan hal itu terlebih dahulu, ia sekarang menatap ke arah lain di mana Ular miliknya hidup. Dia sedikit terkejut, ketika melihat Ular miliknya sudah setengah ukuran dari Ular Besar yang dirinya lawan.
Xiao Fan kemudian berjalan ke arah bengkel, ia ingin membuat sesuatu untuk Lin Hua. Entah kenapa, dirinya merasakan bahwa akan ada sesuatu yang terjadi besok.
***
Pagi Hari.
Xiao Fan membuka matanya, ia sedikit tersenyum ketika melihat bahwa dia bangun di kamar yang berbeda dari sebelumnya.
“Hari ini waktunya aku mengecek para muridku tersebut.” Xiao Fan berdiri, kemudian berganti pakaian putih dengan garis biru, tetapi terdapat sebuah lambang di sakunya.
Xiao Fan kemudian mendengar suara ketukan pintu. Dia berbalik dan berjalan ke arah pintu dan membukanya.
Xiao Fan melihat Lin Hua yang berdiri di sana menunggu dirinya. “Ah, Akhirnya kamu keluar. Ayo kita ke ruang para Guru, selepas itu kamu akan pergi menuju ke arah kelas tempatmu mengajar.”
Xiao Fan mengangguk, ia mengunci pintu dan berjalan bersama menuju ke ruang para guru berada.
Tak butuh waktu lama, keduanya tiba di depan pintu ruang guru. Kemudian, mereka masuk dan melihat berbagai guru sudah datang.
Para guru menatap ke arah Xiao Fan, kemudian mereka menghormatinya ketika melihat kekuatan Xiao Fan tersebut. Hanya ada beberapa guru yang tidak hormat, tetapi tidak mencari masalah kepada Xiao Fan.
Xiao Fan tidak peduli, ia menatap sekeliling dan matanya tepat berhenti pada seorang perempuan cantik, yang tak lain Ning Que.
“Asistenmu adalah Ning Que, jika ada apa-apa bisa tanyakan kepadanya.” Lin Hua berkata dengan ringan, Xiao Fan mengangguk.
“Terima kasih, Kak Hua.” Lin Hua tersenyum, kemudian berjalan ke tempatnya berada. Sedangkan Xiao Fan berjalan ke arah Ning Que.
Keduanya saling bertemu, mereka semakin mendekat dan memeluk satu sama lain. Kerinduan keduanya sangat tinggi, kemudian saling melepas pelukan dan menatap satu sama lain.
“Aku merindukanmu.” Xiao Fan berkata dengan nada ringan, Ning Que tersenyum ia kemudian membelai wajah Xiao Fan.
“Aku juga merindukanmu.” Ning Que berkata dengan lirih, ia terlihat benar-benar merindukan Xiao Fan.
Keduanya kemudian saling melepas satu sama lain, Ning Que memberikan beberapa lembar kertas terkait para siswa.
“Terima kasih.” Xiao Fan berkata dengan nada santai, kemudian ia mengecek satu persatu biodata siswa miliknya.
“Nah, Adik Fan. Di manakah Adik Shui?” Xiao Fan mendengar pertanyaan tersebut, ia menjawab dengan ringan.
“Adik Shui, berada di tempat tinggal Senior Lin.” Ning Que mengangguk, ia sebenarnya tidak terlalu peduli.
‘Nanti aku akan mengunjungi dia, selepas itu kuutarakan niatku. Di saat bersamaan dengan Xiao Fan.’
Xiao Fan sendiri tidak mengetahui keinginan asli Ning Que tersebut. Dia belum sepenuhnya percaya kepada siapa pun kecuali, orang tuanya dan anak buahnya.
‘Semua ini, benar-benar Roh Elemen sampah mirip denganku.’ Xiao Fan berkata dalam hati, ia kemudian menulis beberapa petunjuk.
“Kak Que, mari kita pergi ke tempat para murid.” Xiao Fan berkata dengan ringan. Dia kemudian berdiri.
Ning Que mengangguk, kemudian keduanya pergi menuju ke arah kelas perunggu delapan.
[To be Continued.]
Silahkan Like, Comment, Share, Vote, dan tip koinnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.