
Silakan Dibaca.
Alam Langit.
Xiao Fan tengah mencoba kekuatan barunya, ia sedikit tertarik akan kekuatan barunya. Juga, ia beruntung bahwa kekuatannya tersebut berada di level terendah.
Xiao Lian memandang ke arah tuannya, ia memandang tanpa bosan sama sekali, dan juga ia kagum melihat tuannya bisa mengendalikan kemampuan barunya.
“Nah, Xiao Lian.. apakah ada tempat misterius seperti Alam Langit?” tanya Xiao Fan sambil memandang ke arah Xiao Lian.
“Ada Tuan, ada dua tempat yang sama dengan Alam Langit.” Jawab Xiao Lian dengan jelas.
“Jelaskan.” Pinta Xiao Fan dengan cepat, ia ingin mengetahui apa saja tempat yang misterius selain Alam Langit.
“Untuk sekarang yang Saya ketahui ada tiga Alam yang mirip dengan Alam Langit.”
“Pertama, Alam Neraka. Alam ini dihuni oleh para iblis, mereka memiliki sifat yang buruk dan selalu menyerang orang-orang milik Alam Langit sebelumnya.”
Xiao Fan yang mendengar itu mengerutkan keningnya, kemudian ia mendengar Alam selanjutnya.
“Kedua, Alam Daratan. Di mana tempat ini dihuni oleh berbagai Monster Roh, mulai dari Monster Roh tingkat biasa, sampai akhirnya Monster Roh tingkat puncak.”
Xiao Fan mendengar hal itu sedikit terkejut, ia tidak menyangka ada Alam yang dihuni berbagai Monster.
“Ketiga, Alam Lautan. Alam ini sangat susah untuk dimasuki, hal itu karena, Alam ini hanya mengizinkan orang yang setengah ikan.”
“Duyung?” tanya Xiao Fan dan dibalas dengan anggukan Xiao Lian.
“Itu adalah Alam misterius selain Alam Langit, Tuan.” Ucap Xiao Lian mengakhiri penjelasannya.
“Alam Neraka selalu menyerang orang-orang Alam Langit? Apakah ada penduduk di Alam Langit?” tanya Xiao Fan, ia sebenarnya sedikit terkejut ketika mendengar ucapan tentang orang-orang Alam Langit.
“Memang ada, Tuan. Selepas naik ke lantai dua.. Tuan akan bertemu dengan penduduk Alam Langit.” Jawab Xiao Lian.
Xiao Fan sedikit terkejut, ia tidak menyangka bahwa akan ada penduduk di Alam Langit sendiri. Namun, ia segera mengerutkan keningnya dan bertanya kembali ke Xiao Lian.
“Tunggu, penduduk Alam Langit.. bukankah ini adalah Alam Bawah Sadarku? Bagaimana bisa ada orang yang memasuki tempatku?” tanya Xiao Fan.
Xiao Lian yang mendengar pertanyaan itu, tersenyum dan mulai menjelaskan.
“Tempat Alam ini memang benar berada di Alam Bawah Sadar Tuan. Namun, tempat ini lebih jauh dari Alam Bawah Sadar Tuan.” Jelas Xiao Lian.
Xiao Fan memiringkan kepalanya, ia mencerna setiap kata dari Xiao Lian. Kemudian, ia akhirnya memahami tempat yang sekarang ia pijak tersebut.
“Artinya, tempat ini jauh lebih dalam dari Alam Bawah Sadarku.” Ucap Xiao Fan, ia mengerti lokasi dirinya sekarang. Lalu, ia memandang ke arah pintu keluar dan masuk ke Alam Langit.
“Xiao Lian, waktu di sini dengan Alam Bawah Sadar, apakah sama?” tanya Xiao Fan, ia sedikit perlu mengetahui waktu di tempat.
“Sama, Tuan. Waktu antara Alam Bawah Sadar dan tempat ini, tetaplah sama.” Jawab Xiao Lian sambil tersenyum.
Xiao Fan mengangguk paham, kemudian ia memandang ke arah lantai dua dan ada rasa penasaran akan kehidupan di lantai dua tersebut.
Namun, kali ini Xiao Fan tekan keinginannya terlebih dahulu. Ia harus menyelesaikan rencananya menghancurkan Kerajaan Dong.
“Xiao Lian, aku akan pergi dan jaga tempat ini.” Ucap Xiao Fan, sementara Xiao Lian memandang ke arah tuannya dan menunduk.
“Dimengerti, Tuan.” Xiao Lian sedikit sedih karena tidak diajak untuk keluar, namun ia senang karena akhirnya ia dapat mengelola kembali Alam Langit.
Xiao Fan mengetahui perasaan Xiao Lian, ia tahu kesedihan dan kesenangannya. Serta, Ia sudah menebak apa yang dipikirkan oleh Xiao Lian.
“Kalau begitu, aku pergi..” Xiao Fan melangkah ke arah pintu dan membukanya.
“Hati-hati dalam perjalanan, Tuan. Juga, jangan lupa kembali ke Alam Langit.” Xiao Lian memandang kepergian Xiao Fan.
Xiao Fan sendiri mengangguk dan menutup pintu kembali, ketika ia sudah tiba di Alam Bawah Sadarnya.
Xiao Lian yang melihat pintu sudah tertutup, mulai melangkah ke lantai dua. Ia akan mengelola lantai dua sampai akhirnya Xiao Fan datang.
‘Semoga Tuan senang ketika kembali.’
***
Xiao Fan tiba di alam bawah sadar miliknya. Kemudian, ia memandang ke sekitar dan memejamkan matanya untuk keluar dari alam bawah sadar.
***
Pagi hari.
Desa Wu, dalam ruangan di tempat Kepala Desa. Xiao Fan membuka matanya dan melihat ke kanan dan kiri.
“Nak, apa yang kamu dapatkan?” tanya Shan Yuan, ia benar-benar penasaran akan harta yang misterius tersebut.
“Ada di alam bawah sadarku, Pak Tua.” Ucap Xiao Fan, sementara Shan Yuan memiringkan kepalanya dan mulai masuk ke dalam alam bawah sadar.
Xiao Fan tak peduli, ia memandang ke arah dua gulungan yang belum dirinya buka. Namun, melihat hari sudah pagi, ia menyimpannya kembali.
Xiao Fan segera turun dari tempat tidurnya, kemudian ia berjalan keluar dari kamarnya.
Di saat pintu di buka, terdapat seorang wanita yang tengah berdiri di dekat dengan pintu kamarnya.
“Selamat pagi, Juru Selamat.” Ucap wanita tersebut sambil menundukkan kepalanya.
“Pagi, dan apa yang kau lakukan di depan pintu kamarku?” tanya Xiao Fan sambil mengerutkan keningnya, ia tidak menyangka akan ada seseorang berdiri di depan pintunya.
“Maaf, Juru Selamat. Saya di sini, ingin mengantar Juru Selamat menuju ke ruang makan.. Kepala Desa tengah menunggu Juru Selamat di sana.” Kata wanita itu dengan gugup.
Xiao Fan memandang ke arah wanita di depannya, ia bisa melihat bahwa wanita itu memiliki umur sekitar 36 tahunan, namun tubuhnya masih terlihat sangat cantik.
Xiao Fan sebelumnya juga sedikit ceroboh untuk tidak mengaktifkan persepsinya. Ia kemudian mengangguk dan berkata, “Pimpin, jalannya.”
Pelayan wanita itu mengangguk dalam-dalam dan berbalik berjalan terlebih dahulu menuju ke arah ruang makan.
Xiao Fan mengikuti dari belakang sambil memandang ke arah luar, di mana pemandangan matahari yang perlahan mulai naik.
Tak butuh waktu lama, keduanya tiba di ruang makan. Kepala Desa yang melihat Xiao Fan tiba, ia tersenyum cerah. Tanpa Xiao Fan, desanya benar-benar hancur.
“Juru Selamat, silakan duduk.” Kepala Desa berkata sambil mempersilahkan Xiao Fan duduk.
Xiao Fan mengangguk dan duduk di kursi yang berada tepat lurus tempat duduk dari kepala desa.
Kemudian, Ni Shan Jian dan Yan Han seketika muncul di belakang Xiao Fan dan mulai duduk di dekat Xiao Fan.
“Baiklah, mari kita makan..” kata Kepala Desa, Xiao Fan mengangguk kembali dan mereka mulai makan bersama.
Meski diabaikan dan tidak ditanggapi dengan ucapan, Kepala Desa tetap baik. Ia sudah pernah mengalami hal itu sebelumnya. Ia sebenarnya kesal diabaikan, namun untuk Xiao Fan dan kedua pengikutnya. Kepala Desa tidak masalah dan tidak membencinya.
Hal itu karena, Kepala Desa merasakan kewaspadaan Xiao Fan dan kedua pengikut tersebut. Ia paham, bahwa ketiganya belum benar-benar yakin akan dirinya sendiri.
***
Beberapa menit kemudian.
Mereka telah usai dengan acara makan. Xiao Fan dan kedua pengikutnya, ingin beranjak pergi, untuk melanjutkan perjalanan.
Namun, saat akan berdiri. Ketiganya dihentikan oleh Kepala Desa.
“Tunggu, Juru Selamat.”
Xiao Fan, Ni Shan Jian, dan Yan Han yang mendengar Kepala Desa menghentikan mereka, sedikit mengerutkan keningnya.
“Ada apa, Kepala Desa?” tanya Xiao Fan dengan datar, ia sebenarnya sedikit curiga akan kepala desa di depannya.
“Tuan, bisakah Desa kami...”
To be Continued.
Silakan Like, Comment, Share, Vote, dan Hadiahnya.
Jangan lupa klik tombol Favorit agar tidak ketinggalan update terbaru.
Thank you Minna-san.